
‘Kalau begitu besok pergilah ke Kerajaan Timur lihat keadaan disana” ujar Azka memerintahkan Bao yu.
“Baik Tuan” jawab Bao yu patuh.
***
Keesokan harinya terlihat seorang gadis yang sedang menggeliat dari tidurnya, dia merasa sedikit terganggu dengan suara burung burung disekitarnya, gadis itu tak lain adalah Azka yang sedang tidur di atas Kasur King Size miliknya.
Cuit… ciitt…cicicuit…
“Akhh sialan” maki Azka di dalam tidurnya lalu membalikkan badannya menghadap ke kanan.
Dukhh…. aishh
“Ahhh benda keras apa ini” gumam Azka sambil mengelus kepalanya karna terbentur sesuatu yang keras seperti dada bidang seorang pria mungkin.
“Istri sudah bangun?” tanya Zhishu yang sedari tadi sudah terbangun dari tidurnya sambil menatap Azka yang sekarang menghadap kearahnya.
Ahhh ternyata Azka menabrak dada bidang milik Zhishu.
“Sudah” jawab Azka dengan suara serak khas bangun tidur.
Azka mengucek matanya berusaha tersadar dari tidurnya namun setelah itu.
“Kyaaa!!!! Zhishuu bagaimana bisa!!” teriak Azka reflek menendang Zhishu sampai terjatuh dari atas Kasur.
“Huaaaa istri jahat menendang Zhishu” balas Zhishu sedikit teriak sambil menghapus lelehan air matanya.
“Kau menangis, haduhh maaf maaf aku reflek menendang mu karna kaget, itu juga salahmu sendiri kenapa bisa tidur di sampingku?” tanya Azka sedikit salah tingkah karna melihat orang dewasa menangis layaknya anak kecil.
“Apa istri membenci Zhishu?” tanya Zhishu sesenggukan.
“Tidak” jawab Azka singkat.
“Lalu kenapa Zhishu tidak boleh tidur bersama istri?” tanya Zhishu polos sambil berdiri lalu duduk di sisi ranjang.
“Itu karna, haiss Tao coba jelaskan aku sedikit bingung” ujar Azka memerintahkan Tao untuk menjelaskan pertanyaan polos Zhishu.
Bukannya tao yang datang malah Xiao bai yang keluar dari ruang dimensi dengan posisi terjun bebas di atas Azka layaknya terjatuh dari atas pohon.
Hap…. tertangkap.
“Adik kecil bagaimana kamu bisa turun dari atas pohon?” tanya Zhishu yang melihat adegan Xiao bai terjun bebas di tangkap Azka.
“Semalam aku tidur di atas” jawab Xiao bai bohong namun Zhishu dengan mudah percaya.
__ADS_1
“Jadi paman Zhishu yang baik, laki laki dan perempuan tidak boleh tidur bersama sebelum menikah namun”
“Namun?” perkataan Xiao bai terpotong karna pertanyaan Zhishu.
“Jika orang itu adalah bunda dengan Master Zhu maka itu hukumnya wajib, karna aku dan kakak sudah merestui mereka berdua”
Uhukkk!!
Perkataan Xiao bai sontak membuat Azka terbatuk bagaimana bisa anak anak seusia Xiao bai bisa mengatakan hal hal vulgar seperti itu.
Lain halnya dengan Zhishu yang sedang menahan kedutan di bibirnya karna perkataan Xiao bai.
“Kau ini bilang apa sih lagi pula siapa Master Zhu?” tanya Azka sedikit penasaran.
“Master Zhu adalah calon kandidat ayah untuk Xiao bai dan kakak” jawab Xiao bai riang membuat Azka pusing sendiri.
“Xi’er jangan sembarangan mengakui orang tidak di kenal sebagai ayah mu” ujar Azka sambil mengelus pucuk rambut anaknya yang bewarna merah.
Zhishu yang melihat keakraban tuan dan binatang kontrak yang layaknya ibu dan anak itu hanya tersenyum entahlah hatinya ikut menghangat.
“Tapi bunda Xiao bai ingin ayah yang kuat seperti Master Zhu, bunda harus tahu di dunia ini selain dewa tidak ada yang bisa melampaui kultivasi tingkat surgawi namun Master Zhu adalah pengecualian, bukan kah dia orang yang kuat dan bisa melindungi bunda” Jelas Xiao bai panjang lebar.
Xiao bai terlihat begitu semangat mempromosikan calon kandidat ayahnya membuat Azka gemas sendiri tapi tiba tiba dia teringat dengan ucapan Bao yu.
“Iya, jadi bunda mau? kalau mau aku dan kakak yang akan mengatur pertemuannya” jawab Xiao Bai dengan mata penuh binar kesenangan.
“Kau menjerumuskan ibundamu sendiri ya” ujar Azka dengan wajah tidak senang.
Sontak Xiao bai dan Zhishu menatapnya penuh dengan pertanyaan, memangnya apa sih kurangnya Master Zhu, kuat? bahkan kekuatannya hampir setara dengan dewa, kaya? jangan ditanya hampir seluruh dataran tengah adalah miliknya, tampan? itu masih belum jelas sih namun Xiao bai yakin Master Zhu pasti tampan.
“Kata Bao yu manusia yang bisa mencapai tingkat Master saja sudah berumur ratusan tahun apalagi ranah surgawi!! kau mau menikahkan ku dengan tua Bangka bau tanah ya!!” lanjut Azka memprotes ucapan Xiao bai.
“Uhukkk” mendengar protesan Azka membuat Zhishu kaget sampai tersedak air ludahnya sendiri.
Sedangkan Xiao bai? dia benar benar tidak percaya kalau ibundanya tidak tahu tentang hal awam seperti ini, bundanya ini orang mana sih?
Sebenarnya semakin tinggi tingkat kultivasi seseorang semakin panjang pula umurnya dan dia tidak akan menua di makan usia justru wajahnya akan awet muda.
“Kalian ini kenapa sih sudah sudah aku ingin mandi, dan kau Zhishu jangan mengintip!!!” ujar Azka sambil menatap nyalang ke arah Zhishu.
Setelah memperingati Zhishu Azka beranjak menuju sungai lalu membuat banteng besar dari anyaman tanaman rambat elemen tumbuhannya, namun sebenarnya Azka tidak mandi di sungai itu melainkan di ruang dimensi sekalian juga dia akan membuat sarapan.
Tidak terasa setengah hari telah berlalu, akhirnya Azka telah selesai dengan aktivitasnya dari mandi, memandikan Xiao bai, membantu Tao menyelesaikan peluru pesanannya lalu yang terakhir memasak, akhirnya dia keluar dari ruang dimensi bersama Xiao bai.
Di dunia luar waktu hanya berlalu setengah jam cukup untuk alasan mandi Barbie.
__ADS_1
“Zhishu sekarang bersihkan tubuhmu” ujar Azka kepada Zhishu yang sedang duduk manis di atas Kasur menunggu Azka selesai mandi.
“Baik istri” patuh Zhishu lalu pergi menuju sungai.
“Bunda peluru sebanyak itu kira kira buat apa?” tanya Xiao bai yang tadi melihat bunda dan pamannya membuat peluru sebanyak dua kantung beras.
“Hanya untuk berjaga jaga, lagi pula saat ini aku benar benar kehabisan peluru” jawab Azka.
Dia memang kehabisan peluru untuk kedua pistolnya, hanya Desert Eagle miliknya yang pelurunya masih terisi penuh karna Azka memang tidak akan memakainya jika tidak dalam suasana genting.
Untungnya Azka bisa membuat peluru sendiri untuk kedua pistolnya namun tidak dengan Desert Eagle yang mempunyai daya ledak di setiap pelurunya Azka belum sempat belajar membuatnya alhasil peluru sebanyak itu hanya untuk kedua pistol Glock miliknya.
“Sepertinya jika hanya untuk bunda sendiri dua kantung beras cukup berlebihan” ujar Xiao bai.
“Sebenarnya aku sedikit mengkhawatirkan Zhishu yang belum bisa menjaga dirinya sendiri” sahut Azka.
“Apa bunda berencana mengajari paman Zhishu menggunakan benda aneh itu?” tanya Xiao bai tidak percaya.
“Kau tau awalnya aku ingin mencarikannya binatang kontrak untuk melindungi dia namun aku khawatir binatang itu akan meremehkan Zhishu dan malah menyakitinya, lalu aku berfikir untuk mengajarinya berpedang saja tapi aku sedikit takut membuatnya terluka akibat berpedang, sama sepertiku” jelas Azka panjang lebar.
Entahlah dia memiliki sebuah rasa yang sulit untuk di jelaskan saat pertama kali melihat Zhishu, dia ingin terus melindunginya padahal siapa yang tau kalau sebenarnya Zhishu malah lebih kuat darinya.
“Bunda tidakkah itu terlalu berlebihan” ujar Xiao bai yang merasa bundanya terlalu mengkhawatirkan Zhishu.
“Itu benar nona” sahut Tao yang tiba tiba muncul di hadapan mereka berdua.
“Sejak dulu aku dan Bao yu merasa sedikit aneh dengan Zhishu, entahlah auranya sangat berbeda, terasa kuat namun terlihat lemah” lanjut Tao mengeluarkan pemikirannya selama ini.
“Kalian sedang membicarakan apa?”
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, ⭐5, dan komen.
Terimakasih sudah membaca😊.
Salam dari “Terlempar Ke Zaman Kuno”
__ADS_1