
“ZHISHU SIALAN!!!!! KAMU PIKIR AKU CEWEK MATRE!!!!”
Zhishu be like “Kok merinding ya”
***
Setelah pertandingan antara Azka dan Fang Yin selesai, para Tetua sudah menetapkan Azka sebagai pemenang pertandingan bertarung menggunakan senjata bebas alias senjata andalan, yah meskipun Azka tidak mendaftar untuk pertandingan itu.
Dilanjut dengan pertandingan berpedang yang pada akhirnya di menangkan oleh Xu Kai yang menjadi perwakilan dari Akademi Seribu Bayangan, lalu pertandingan Formasi yang dimenangkan oleh Akademi Pedang Ilahi karna waktu itu Fang Lian sedang tidak fokus alias mengkhawatirkan Azka.
Kenapa Azka dan bukan adiknya yang sedang sekarat? karna tepat di saat Azka membuka cadarnya, pada saat itu juga dunia Fang Lian teralihkan, Eakkk😂.
Dan yang terakhir yaitu pertandingan Alcemist yang sekarang sedang berlangsung, namun tiba tiba datang satu orang berpakaian serba hitam yang langsung berlutut di hadapan Zhishu yang sedang memikirkan reaksi gadisnya saat menemukan hadiah darinya.
“Tuan gawat” ujar orang itu sedikit keras karna tergesa gesa.
Hal itu sukses membuat semua orang menghentikan kegiatannya termasuk Keluarga Kerajaan dan memilih mendengarkan kelanjutan kata yang akan keluar dari bawahan Zhishu.
Setelah berkata seperti itu bawahan Zhishu lebih memilih membisikkan masalah mendesak yang akan menimpa Tuannya itu dengan sopan.
“Kita pergi” sahut Zhishu lalu menghilang begitu saja di ikuti ketiga bawahannya.
“Apa telah terjadi sesuatu?” tanya Ketua Akademi Seribu Bayangan yang baru menyadari sesuatu tentang masalah mendesak hingga membuat seorang Master Zhu turun tangan.
“Apa itu Gempa, serangan dari spirit beast mengamuk, atau yang lebih parah lagi kerajaan iblis menyerang!!!” sahut salah satu murid Akademi Pedang Bulan sambil memegangi kedua pipinya syok😱.
“Oh tidak!!! aku masih perjaka!!!” sahut teman disebelahnya sambil menjerit histeris.
“Apa hubungannya ******!!!”
“Tidak tidak jika kerajaan iblis menyerang maka aku belum siap”
“Jika ini masalah serius bukan kah seharusnya istana memperketat penjagaan”
“Aku akan mengirimkan pesan di kaki merpati pada Akademi ku agar memperketat penjagaan”
Yah kira kira seperti itu sahut sahutan orang orang yang mulai ricuh gara gara Zhishu pergi terburu buru setelah pengawal bayangannya datang memberi pesan.
“Mentri Jian suruh para pengawal untuk memperketat penjagaan” ujar Kaisar Wei memerintahkan Mentri Perpajakan yang tidak lain adalah ayah dari Jian An teman Fang Yin.
“Baik Yang Mulia” sahut Mentri Jian patuh lalu segera meninggalkan arena kompetisi.
Sedangkan Zhishu sang oknum pembuat kegegeran akibat tingkahnya, sekarang menemui Jingmi dengan tangan mengepal lalu mendobrak pintu aula membuat Jingmi sedikit kaget.
Brakkk…….
“Ah Tuan… untung aku sudah mempersiapkan diri” sahut Jingmi sambil mengelus dadanya yang sedikit kaget.
__ADS_1
Sebenarnya hari ini Jingmi mengedar kan tenaga dalamnya agar bisa lebih medeteksi lebih teliti lagi tanda tanda aura dari seorang Zhishu, namun tetap saja dia masih sedikit kaget.
“Gara gara saran murahan mu itu istri jadi semakin kesal padaku!!!” teriak Zhishu tepat di muka Jingmi.
“Bagaimana bisa!!! Tuan dengar dari mana rumor tidak berfaedah itu?” tanya Jingmi tidak terima.
Enak saja saran darinya di katain saran murahan, Jingmi itu pakar cinta yang hasilnya sudah bukan kaleng kaleng lagi.
“Kau tau, salah satu penjaga bayangan yang aku kirim untuk menjaga istri memberi kabar tentang istri yang langsung memaki saat membuka isi dari cincin ruang yang aku berikan, makanya aku langsung kesini untuk mencincang tubuhmu” jawab Zhishu disertai senyum mengerikan di wajahnya membuat Jingmi meneguk salivanya susah payah.
“Err… Tuan tolong jangan salah paham, memangnya apa yang Tuan berikan pada nyonya besar?” tanya Jingmi hati hati.
“Tentu saja sesuatu yang dia sukai seperti kepingan emas dan herbal langka” jawab Zhishu percaya diri membuat Jingmi ingin menjedotkan kepalanya saat itu juga.
“Tuan tidak kah kau berfikir jika hal itu akan membuat wanita berfikir apa dirinya terlihat gila harta dan seperti malah mengejar ngejar hartamu, pantas saja nyonya besar sangat marah” ujar Jingmi menasihati Zhishu namun terlihat sia sia.
“Apanya yang gila harta, jelas jelas aku memberikannya karna dia terlihat sangat menyukainya saat berdebat dengan rubah ekor Sembilan ( ituloh yang part Cambuk Curah Hujan )” sahut Zhishu tidak terima, masa calon istrinya di katai gila harta.
“Itu sama saja Tuan” sahut Jingmi geregetan.
“Sudahlah, buat apa ngotot sama orang yang lelet masalah cinta kayak Tuan” lanjut Jingmi kesal sudah, membuat Zhishu segera mengambil pedang dari ruang dimensinya.
“Kau mau mati ya!!!!” teriak Zhishu sambil melepaskan sarung pedang miliknya.
“Ahahaha Tuan becandanya tidak lucu, lebih baik Tuan mengundang nyonya besar ke istana lalu menjamunya dengan baik atau paling tidak tuan mengajak nyonya besar menikmati tempat dengan suasana hangat, di jamin bakal berhasil karna itu adalah cara terakhir yang aku miliki” sahut Jingmi panjang lebar sambil memegangi lehernya yang sedikit lagi terkena pedang milik Zhishu.
“Bisa di coba tapi bagaimana cara aku mengundangnya sedangkan dia sedang marah kepadaku, dan juga tidak mungkin kan aku mengundanya ramai ramai dengan alasan yang menang kompetisi boleh berkunjung ke istana Kegelapan, tidak tidak aku masih belum ingin lokasi istana ku terekspos orang lain” sahut Zhishu panjang lebar.
Zhishu si dingin yang cuek jika sudah menjadi Master Zhu, namun bisa berkata panjang lebar jika menyangkut gadisnya.
“Kalau begitu mari pilih opsi kedua, dengan cara menculiknya diam diam” ajak Jingmi yang di angguki Zhishu.
“Tapi kalau boleh tahu Tuan akan mengajaknya kemana, jangan sampai tuan berfikir mengajaknyan melihat lautan Lava di belakang istana bukan?” tanya Jingmi was was akan pemikiran Tuannya yang sedikit absurt.
“Ya tebakanmu benar, bukankah melihat lautan lava adalah suasana hangat, seperti saranmu” sahut Zhishu percaya diri membuat Jingmi membatin tidak karuan.
‘Sabar…sabarr orang tampan sabar’ batin Jingmi sambil mengelus dadanya.
“Tuan kalau itu mah bukan hangat lagi tapi panas” cibir Jingmi.
“Aku percaya pada tuan jika Tuan bisa memberikan hal yang diinginkan nyonya besar yang pasti ingin dia capai” lanjutnya lalu pergi begitu saja tidak ingin mengganggu konsentrasi Tuannya.
Lain hal nya dengan Zhishu yang sedang berpikir keras kini Azka sudah selesai dengan kegiatannya yang baru saja mengirimkan kembali hadiah yang di berikan Zhishu lewat Xiao Bai yang seharusnya mengetahui sesuatu tentang keberadaan Zhishu yang misterius.
“Nona Nona Nona!!!!” teriak Tao sambil berlari lari mendekati Azka.
“Kau ini kenapa sih?” tanya Azka sewot akibat Tao yang menurutnya berisik itu
__ADS_1
“Ini gawat, tadi aku mendengar pembicaraan orang orang yang katanya Kerajaan Iblis akan menyerang kita, dan parahnya lagi Master Zhu sekarang masih berusaha untuk menyelesaikannya” jawab Tao buru buru memberitahukan kepada Azka apa yang tadi dia dengar saat berjalan jalan di sekitar penginapan.
“Kerajaan Iblis? aku belum pernah mendengarnya” sahut Azka berusaha santai namun di dalam hati terus mentelepati Xiao Bai untuk segera kembali, dia takut terjadi apa apa dengan anaknya itu.
“Ya Nona masalahnya Kerajaan Iblis adalah kerajaan terkuat nomor dua setelah Kerajaan Kegelapan, mereka tidak hanya memiliki spirit beast tapi juga punya binatang iblis bersamanya ini sedikit berbahaya” ujar Tao membuat Bao Yu segera keluar dari ruang dimensi wujud bocahnya.
“Jika memang ini benar adanya, berarti Xi’er sedang dalam bahaya!!! Tuan kita tidak bisa tinggal diam” sahut Bao Yu lalu tanpa aba aba segera menarik Azka menggunakan jurus meringankan tubuhnya di ikuti Tao agar cepat sampai di arena Hutan Larangan tempat dimana menurut rumor Istana Kerajaan Kegelapan berdiri.
“Hoekkk….hoekk… Ba- Bao Yu cukup” sahut Azka saat Bao Yu hendak menyeretnya lagi untuk memasuki hutan.
Kini perut Azka rasanya bener bener mual, emang dasarnya si Bao Yu yang main narik narik aja, apalagi kan Bao Yu sedang menggunakan tubuh kecilnya jadilah Azka yang di tarik harus membungkuk di sepanjang perjalanan.
“Tuan maaf kan aku tapi aku benar menghawatirkan Xi’er” ujar Bao Yu meminta maaf sambil memberikan sebotol air surgawi yang langsung di tegak habis oleh Azka.
“Bao yu benar nona kami sangat mengkhawatirkannya, karna di usia Xi’er yang baru menginjak 100 tahun pasti belum pernah melihat wujud mengerikan dari binatang iblis” sahut Tao yang membuat Azka mengangguk2 kan kepalanya mengerti.
Tapi setelah itu mereka di kagetkan dengan sosok Zhishu yang lari tergesa gesa menghampiri Azka yang baru selesai memuntahkan isi perutnya.
“Istri kamu kenapa? ada yang sakit? bagaimana bisa ada disini?” tanya Zhishu khawatir sambil membolak balik tubuh Azka mencari apa ada yang terluka.
“Zhishu tenanglah!!” teriak Azka final membuat Zhishu menghentikan aksinya yang membuat kepala Azka makin berputar putar.
“Kamu kok bisa ada di sini? terus bagaimana tentang Kerajaan Iblis yang katanya menyerang? lalu dimana Xiao Bai?” tanya Azka beruntun membuat Zhishu sedikit kebingungan.
“Kerajaan Iblis? menyerang? apa sih?, kalau Xiao Bai sekarang masih bermain bersama Jingmi waktu itu dia datang ngasih aku bingkisan tapi belum sempat aku buka dan sudah mendapati istri di wilayah Kerajaanku jadi aku cepat cepat kesini deh” ujar Zhishu penjang lebar sambil mengayun ngayunkan tangan Azka.
Mendengar itu Azka merasa sangat lega namun setelah itu dia melihat Tao yang bersiap kabur namun di tahan oleh Bao Yu.
“Tao beraninya kau menipuku!!!! lain kali jangan percaya pada rumor!!!” teriak Azka membuat Tao kicep.
“Baik Nona”
“Ehem istri sebenarnya aku menjemputmu karna ingin mengajakmu pergi kesuatu tempat” ujar Zhishu sedikit gugup, dia belum pernah mengucapkan hal seperti ini sebelumnya.
“Jangan berani!!! aku masih marah padamu!!!” teriak Azka lalu pergi begitu saja namun.
“Tao, Bao Yu kalian pergilah menjempun Xiao Bai dengan bantuan Shuwan aku ada urusan sebentar dengan Tuan kalian” ujar Zhishu lalu segera menggendong Azka ala bridal style dan menghilang begitu saja dari pandangan Tao dan Bao Yu.
“Semoga mereka bisa akur kembali” ujar Bao Yu berharap.
“Kau benar aku sudah lelah menghadapi emosi Nona yang sering naik turun” sahut Tao sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Shuwan.
“Perkenalkan namaku Shuwan” ujar seseorang yang tiba tiba turun dari atas pohon membuat Tao sedikit kaget namun tidak dengan Bao yu.
“Sesuai perintah Tuan, mari aku antar ke istana Kerajaan Kegelapan” lanjut Shuwan sambil mempersilahkan Bao Yu dan Tao.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁