Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
133 Bubuk Mesiu?


__ADS_3

“Ck belum juga duduk, udah mulai aja pertunjukannya” gumam Azka sambil tersenyum manis membayangkan kejadian seru yang sebentar lagi akan datang menyapanya.


...***...


Tepat setelah mendengar pernyataan dari seorang pengawal kini sesisi aula segera berbondong bondong keluar unruk melihat apa yang sedang terjadi, termasuk Azka yang kini sudah bertengger manis di atas dahan pohon apel tepat di atas tempat kekacauan berlangsung.


Azka fikir bakalan ada ratusan prajurit yang mengacau, eh ternyata cuman 10 orang ahli, hanya saja jika menurut tingkat kultivasi rata rata Kerajaan Bulan, maka mereka akan kalah telak.


Bayangkan saja, standarnya tingkat kultivasi di kelompok Klan Iblis yang sedang mengacau setara dengan kultivasi Raja Zhang, namun tentu saja itu akan kalah jauh jika di bandingkan dengan Haechan.


Sayangnya pria itu sedang tidak ada di tempat, entah sedang buang air atau apapun itu, hanya saja jika Haechan tidak segera kesini maka Kerajan Bulan akan hancur.


“Kira kira Haechan ini lagi kemana sih?” tanya Azka sambil berkutat dengan sebuah kotak di tangannya.


“Entahlah, Xiao Bai rasa seseorang mengalihkan perhatian Paman Haechan untuk menghancurkan Kerajaan Bulan” jawab Xiao Bai yang tiba tiba muncul di pundak Azka menggunakan wujud ular kecilnya.


“Apa Nona tidak ingin membantu?” tanya Tao yang juga tiba tiba muncul di pangkuan Azka menggunakan wujud kucing hitamnya.


“Kau gila? yang paling rendah dari mereka berada pada tingkat emas akhir sedangkan yang paling tinggi berada pada tingkat Master awal, Heoll!! aku tidak ingin menyia nyiakan nyawa kecilku ini” jawab Azka sambil menatap Kotak buatannya dengan bangga.


“Hei … ayolah Nona ini bukan dirimu yang biasanya” ujar Tao membuat Azka menyunggingkan senyum miringnya.


“Kita lihat dulu” sahutnya membuat Tao dan Xiao Bai bersemangat.


Kini ketiganya tengah fokus melihat pertarungan antara Kaisar Zhang dan Putra Mahkota yang tengah melawan Pemimpinnya menggunakan pedang mereka masing masing.


“Ya gitu!! miring sedikit!! Heii heiii!! awas itu di belakangmu!! Ya!! itu tinju apa kesemek lemah banget!! cara pengang pedangnya amatir ih!! ketauan banget gak pernah turun ke lapang!!”


Yah kira kira seperti itu lah kritikan Azka pada gerakan berpedang ayah dan anak yang sedang melawan si Pemimpin membuat Xiao Bai dan Tao pusing sendiri.


Nona nya ini hanya menyoraki tanpa berniat membantu sama sekali.


“Iya iya!! iya masuk pak eko!! mantap!! iya kayak gitu!! bagus bagu!!” gumam Azka yang kini lagi lagi masih fokus menonton sambil memainkan tinjunya di udara.


Karna penasaran kini Tao mencoba melihat arah pandang Azka yang sudah berubah, sepertinya Nona nya ini sedang menyemangati lawan yang sedang bertarung melawan Tetua Pertama Akademi Gujao.


“Apa Nona tidak salah menyemangati orang?” tanya Tao penasaran.


“Tentu saja tidak!! aku pasti akan sangat berterimakasih jika pengacau itu mampu membunuh Tetua Pertama, lebih baik meminjam tangan orang lain untuk membunuhnya dari pada mengotori tangan ku sendiri untuk membunuh seorang Tetua” jawab Azka panjang lebar membuat Tao mengangguk.


Seperti biasa, Nona nya ini sangat licik.


Bahkan dalam keadaan perang sekalipun.


“Sepertinya tidak akan lama lagi, lihat Tetua itu sudah kehabisan darah dan lagi Kultivasinya hancur” ujar Tao sambil menahan tawanya.


“Bagus sekali!! sekarang tinggal Tetua Gu” ujar Azka lalu mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


“Kira kira dimana Tetua pencemburu itu” lanjutnya sambil terus mencari lalu berhenti tepat saat mendapati Tetua Gu yang sedang melindungi Zhao dan Yanran.


“Haisshh sepertinya hari ini bukan waktu kematiannya” gumam Azka kesal.


Dia benci penjahat baik.


Sayang sekali wanita itu hanya pencemburu, namun sifatnya benar benar bisa membawanya menjadi seperti seorang penjahat yang sayangnya masih memiliki sisi baik didalam dirinya.


Dan Azka membenci hal itu karna tentu saja dia tidak bisa melukainya.


“Ibunda yakin tidak ingin membantu? tenaga dalam Ketua Akademi sepertinya sudah terkuras habis, dan lagi … Bunda orang itu mau menggorok Ketu – ”


Clapp!!!


“Nice Shoot” gumam Azka pelan saat tusuk rambutnya tertancap apik di leher pengacau yang berusaha membunuh Ketua Akademinya yang baik hati.


Merasa mendapat pertolongan sontak Ketua Akademi mencari cari kebaradaan penolongnya.


“Tidak perlu repot repot mencari, lagipula aku sangat menyayangi tusuk rambut ini” ujar Azka yang tiba tiba muncul di hadapan Ketua Akademi sambil mencabut tusuk rambutnya lalu membersihkan sisa darah di ujungnya menggunakan lengan Hanfu Ketua Akademi.


Ga ada akhlak emang.


“Ka- ka – kamu bagaimana bisa sampai disini dengan tiba tiba?” tanya Ketua Akademi gugup.


Jangan Jangan muridnya ini bisa menghilang?


Atau terbang?


“Telep – ”


“Teleport apaan?! tentu saja melompat” potong Azka sambil menunjuk Pohon apel di atas mereka.


“Perlu bantuan?” tanya Azka lagi yang langsung di jawab gelengan oleh Ketua Akademi.


“Tidak perlu Nona!! jika Nona terluka maka kemalangan yang lebih buruk akan menimpa kami” jawab Ketua Akademi membuat Azka berdecak kesal.


“Ketua fikir aku selemah itu? wahh … terserah mau mengikutinya atau tidak hanya saja Haechan saat ini mungkin sedang terpancing otomatis dia tidak akan datang membantu, jadi jika ingin selamat maka kita harus berbalik memancing lawan juga” sahut Azka yang sama sekali tidak di mengerti oleh Ketua Akademi.


“Ajak Kaisar memancing mereka agar keluar dari istana, setelah itu kita akan lihat hasilnya” ujar Azka santai lalu berlari memanjat pohon kembali.


“Kenapa Nona tidak menyuruh ku saja?” tanya Tao dengan ekspresi kesal ala ala kucing.


“Tidak tidak lagi pula aku tidak ingin mengekspose kalian di depan Klan Iblis, dan lagi setelah ini berakhir kita akan pergi dari sini” jawab Azka santai lalu kembali mengamati Kotak hitam di tangannya.


“Lalu jika Ketua Akademi tidak melakukannya?” tanya Tao mulai sedikit khawatir.


“Berarti dia tidak mempercayaiku, jadi terserah mau mati di sini atau selamat” jawab Azka enteng membuat Tao memincingkan matanya.

__ADS_1


“Paman Tao berhentilah bertanya, lagi pula ibunda tidak akan melakukannya jika tidak benar benar yakin dengan hasilnya, lihat Ketua Akademi dan Kaisar sedang melakukan perintah Ibunda” sahut Xiao Bai membuat Azka mengelus kepalanya dengan sayang.


Memang Xiao Bai lah yang paling peka.


“Tidak … aku hanya penasaran dengan kotak yang sedari tadi di mainkan oleh Nona” ujar Tao sambil menunjuk Kotak hitam di tangan Azka menggunakan cakar kecilnya.


“Ini?” tanya Azka memastikan.


“Benar”


“Ah ini adalah harapan terakhir kita” jawab Azka ambigu lalu melesat pergi meninggalkan Xiao Bai dan Tao yang kini langsung beranjak keruang dimensi untuk melihat pertunjukan apa yang akan di tampilkan oleh Azka.


Merasa sudah sedikit jauh dari Istana kini Azka bisa memulai rencananya dengan baik.


Dengan cepat Azka menghujamkan panah es yang terbuat dari elemen es murni miliknya menuju orang orang yang sedang mengacau, 2 orang terkena serangan dan langsung berubah menjadi patung es, 1 orang meninggal karna tusukan rambut Azka sebelumnya kini sisa 7 orang yang terus berusaha menghindar dari anak panah Azka serta serangan beruntun dari Ketua Akademi dan yang lainnya.


“Assaa!!” gumam Azka senang saat targetnya sudah berkumpul di tengah akibat menghindari serangan anak panahnya.


Kini semuanya akan lebih mudah.


“SEMUANYA MENYINGKIR!!!!” teriak Azka lalu melemparkan kotak hitamnya tepat di tengah tegah kumpulan orang orang Klan Iblis.


Duarrr!!!!!


“Wahh … ini benar benar berhasil!! seharusnya aku merekamnya tadi” gumam Azka tanpa menghiraukan tatapan terkejut dari orang orang Kerajaan Bulan dan juga para penghuni ruang dimensi.


“Guru aku sudah selesai!! jaga dirimu baik baik!! ah dan juga aku meninggalkan banya koin emas dan beberapa gulungan formasi di cincin ruangmu!! aku pergi dulu terimakasih!!” teriak Azka sambil melambaikan tangannya pada Guru Hwang yang masih menatapnya terkejut lalu segera berlari menggunakan jurus qiqongnya tanpa memperdulikan orang orang yang kini memanggil manggil namanya.


Tidak membutuhka waktu yang lama untuk Azka berlari menjauh agar bisa masuk ke ruang dimensi, kini dirinya sudah berada disana dan langsung di sambut dengan beragam pertanyan dari para penghuninya.


“Wahh … Nona yang tadi itu sangat keren” ujar Tao yang semakin kagum dengan Azka.


“Paman benar!! kira kira kotak ajaib apa itu?” tanya Xiao Bai.


“Semacam Bubuk Mesiu” jawab Azka jujur.


“Bubuk Mesiu?” tanya Tao, Xiao Bai dan Xi Long bersamaan.


“Ya, kalian tahu awalnya aku benar benar mencari bahan yang menyerupai Bubuk itu, hanya saja tidak ada satu pun di dunia ini yang menyerupainya, jadi aku mencoba mencari di buku perpustakaan kira kira bahan seperti apa yang bisa meledak saat jatuh, dan kalian tahu apa jawabannya?” tanya Azka yang langsung di jawab gelengan kepala berjamaah oleh mereka bertiga.


“Tenaga dalam Monster Kulivator, jadi Tuan memakai tenaga dalam ku untuk membuatnya” sahut Bao Yu sambil membusungkan dadanya bangga.


“Memang sedikit meragukan namun saat mengingat kembali bekas ledakkan yang di sebabkan pertarungan antar Kultivator tinggi maka hasilnya akan sama, jadi aku memutuskan untuk menggunakannya lalu mencampurnya dengan elemen api milikku agar ledakkannya lebih memukau lagi” ujar Azka yang langsung mendapat tepuk tangan meriah dari Xiao Bai, Tao dan Xi Long.


“Wuahhh Nona kamu sangat jenius” puji Xi Long sambil tidak henti hentinya bertepuk tangan membuat Azka ternyum miris.


Sayang sekali, kenapa orang itu harus Long Long nya yang imut.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2