
“Murid kuu!!!” teriak Ketua Akademi yang berlari mendekati Azka di ikuti seorang pria di belakangnya membuat Azka segera melempar Tao kembali ke ruang dimensi.
***
“Dia siapa?” tanya Azka sambil menatap pria yang di bawa gurunya dari atas hingga bawah.
Azka ingat betul jika laki laki ini adalah yang menabraknya semalam, apa dia murid gurunya yang baru.
“Ah perkenalkan dia adalah Tetua ketiga si ahli membuat senjata yang aku katakan tadi” jawab Ketua Akademi membuat Azka mengangguk ngangguk sedangkan si Tetua ketiga menatap Azka dengan malu malu.
“Ahh Tetua” gumam Azka pelan, tapi tunggu dulu!!
“Tetua katamu!!! eh maksutnya kata guru!!” teriak Azka kaget sampai melupakan kesopanannya.
Emang Azka pernah sopan?
“Kenapa kamu terlihat kaget?” tanya Ketua Akademi bingung.
Bagaimana tidak kaget!! lihat saja “Berapa umurmu? ehem maksutnya Tetua” tanya Azka bingung.
Dia benar benar bingung, dari mananya yang di sebut teTUA? wajah tampan dengan kisaran umur 19 sampai 21 tahun, rambut panjang bewarna merah kecoklatan layaknya pemuda gaul dengan cat rambut, dan jangan lupakan wajah mulus tanpa jenggot seperti Tetua pada umumnya.
“Err… itu sebenarnya aku berumur 130 tahun tapi sebentar lagi mungkin akan menjadi 131, masih muda bukan?” tanya Tetua ketiga membuat Azka benar benar ingin menabok Tetua itu sekarang juga.
131 di bilang muda!! lalu apa kabar dengan dirinya T_T
“Guru berapa umurmu?” tanya Azka tanpa menjawab pertanyaan Tetua ketiga.
“Ah aku sedikit lupa, err 70 atau mungkin lebih, entahlah aku lupa” jawab Ketua Akademi membuat Azka menghela nafasnya lega.
Ini baru benar.
“70 tahun?”
“Bukan!! 170 tahun” jawabnya enteng membuat Azka benar benar menjatuhkan rahangnya kali ini.
Bagaimana bisa seseorang hidup sampai ratusan tahun dengan tubuh yang sehat wal afiat tanpa penyakitan!!
Azka benar benar seperti menjadi balita di sini.
‘Err… Tuan kamu lupa? umur Xiao Bai saja bahkan sudah 100 tahun dengan wajah seimut itu” sahut Bao Yu dari ruang dimensi yang langsung di angguki dengan semangat oleh Xiao Bai.
‘Kalian itu berbeda!!’ balas Azka ketus.
__ADS_1
“Muridku untuk apa kamu menanyakan hal ini?” tanya Ketua Akademi namun belum sempat Azka membalas mereka bertiga di kejutkan dengan suara cempreng eseorang yang sedang merengek.
“Istrii!! kenapa kamu meninggalkan Zhishu yang masih tertidur bersama anak anak” sahut Zhishu yang tiba tiba nimbrung membuat Ketua Akademi dan Tetua ketiga kini menatap mereka berdua dengan tatapan penuh menyelidik.
Anak anak?
“Zhishu berapa umurmu?” tanya Azka tanpa memperdulikan ucapan bar bar Zhishu yang mengandung makna ambigu serta adegan iya iya di kepala Ketua, serta Tetua Akademi.
“Hah…. eumm itu… istri beneran ingin tahu?” tanya Zhishu ragu ragu, bisa bisa nanti Azka mengatainya tua Bangka bau tanah seperti yang sebelum sebelumnya.
“Tidak lupakan!! sudah terbangun dari tadi?” tanya Azka sambil membetulkan ikatan hanfu Zhishu yang berantakan.
Mungkin pria itu terburu buru untuk menemui Azka.
“Barusan, Zhishu kaget bangun bangun istri sudah tidak ada dan meninggalkan Zhishu dan anak an- ummm pwhh”
“Hahahahaha baru bangun tidur biasa masih ngelantur” potong Azka yang langsung membungkam mulut Zhishu yang suka umbar umbar perkataan ambigu.
Baru sadar dia, udah dari tadi loh.
“Hehehehe jangan khawatir kita tidak mendengar apapun, ya kan?” sahut Ketua Akademi sembari meminta banTuan ke arah Tetua ketiga agar suasana tidak awkard.
“Ahahaha… itu betul, sebenarnya telingaku sedikit bermasalah dengan hal hal senitif seperti itu” jawab Tetua ketiga membuat Azka seketika membantin.
“Selamat datang Tetua ketiga, maafkan sambutanku semalam yang seperti mengajak kamu bermusuhan, tapi lupakan waktu itu aku sudah mengantuk berat jadi kebawa emosi” ujar Azka mengalihkan perhatian dengan wajah datar seperti tidak terjadi hal apapun.
Untung tertutup cadar.
“Ah Nona bercadar itu bukanlah masalah besar karna memang salahku” sahut Tetua ketiga ramah.
“Azka, panggil aku seperti itu” koreksi Azka agar tidak terlalu panjang saat memanggilnya.
“Ah Nona Azka, perkenalkan nama saya dalah Hua Haechan, kamu bisa memanggilku Tetua Hua, ataupun Haechan saja” sahut Tetua ketiga dengan nada yang masih terdengar ramah membuat Zhishu jengkel.
“Apa kalian berdua sudah pernah bertemu satu sama lain sebelumnya?” tanya Ketua Akademi yang baru nyambung dengan sahutan Azka yang tadi.
“Hanya sekali dan itu tidak sengaja” jawab Azka enteng membuat senyum Tetua ketiga mengembang.
‘Sekali katanya, wuahh… aku merasa terlupakan’
“Guru tentang cambuk itu jangan di perpanjang, aku akan meminta tolong kepada Tao saja yang lebih tahu tentang hal ini” sahut Azka lalu bersiap untuk mengajak Zhishu pergi dari pavilium ini.
“Ta- Ta- Tao Kuc-”
__ADS_1
“Benar!!!” sahut Azka dengan cepat sebelum Ketua Akademi menyelesaikan kalimatnya yang sudah pastinya Azka ketahui kelanjutannya.
“Guru, Tetua ketiga, kami pamit” lanjut Azka lalu melesat pergi bersama Zhishu untuk kembali ke pavilium khusus.
“Hati hati murid ku!!!” teriak Ketua Akademi sambil melambaikan tangannya.
Sedangkan Haechan, dia masih terdiam seperti memikirkan sesuatu.
“Kenapa nama Azka terdengar tidak asing?” tanyanya membuat Ketua Akademi langsung menoleh.
“Tentu saja tidak asing karna Nona Azka adalah orang yang meneyelamatkan Akademi dari penghianat serta penyerangan dadakan jendral Fang” sahut Ketua Akademi membuat Haechan mengingat hal itu.
“Ah pantas saja”
“Kau tahu, muridku yang satu itu pandai berpedang, menggunakan cambuk, serta telah menguasai penggunaan strategi perang” ujar Ketua Akademi mulai deh menyombongkan murid murid kesayangannya.
“Sedangkan yang satunya yang laki laki, meski terlihat idiot namun bocah itu dapat memanah dengan baik serta hampir menjadi beast tamer setelah pelatihan yang singkat yaitu 3 hari!! wah wah kau bahkan tidak akan menemukan murid sehebat mereka berdua” lanjutnya makin semangat untuk pamer.
“Siapa nama laki laki itu?” tanya Haechan dengan tatapan menelisik tanpa memperdulikan Ketua Akademi yang sedang pamer pamer ria di depannya.
“Zhishu, Feng Zhishu menurut rumor dia berasal dari keluarga Feng dari kerajaan Timur yang telah hancur, siapa sangka akan masih ada beberapa orang yang selamat dari penghancuran Kerajaan yang terkena amukan Dewa itu” jawab Ketua Akademi panjang lebar.
“Lalu Azka dia berasal dari mana?” tanya Haechan lagi membuat dahi Ketua Akademi mengkerut.
“Entahlah, dia tidak pernah menyebutkan nama marga nya dan lagi pula sedari awal dia datang bersama Zhishu jadi kemungkinan dia juga berasal dari kerajaan Timur” jawab Ketua Akademi.
“Kenapa? apa kamu menyukainya? sebaiknya jangan, karna Azka muridku sudah bertunangan dengan Zhishu muridku juga” lanjut Ketua Akademi menanyakan apa yang ada di pikirannya, karna sebenarnya Haechan bukanlah seseorang yang banyak bertanya.
“Entahlah, lagi pula mereka kan masih tunangan dan Nona Azka terlalu menarik untuk di lewatkan” jawab Haechan dengan pose berfikir yang tampan membuat Ketua Akademi menatap bocah berumur ratusan tahun itu remeh.
“Buang fikiran indahmu itu, aku tahu muridku itu memang cantik bahkan tertutup cadar sekalipun, tapi asalkan kau tahu Yang Mulia Master Zhu saja dia tolak mentah mentah hanya untuk Zhishu apalagi kamu bocah ingusan yang masih malas melakukan kultivasi” sahut Ketua Akademi membuat mata Haechan melebar.
“Master Zhu!!”
‘Wuahh ini semakin menarik’
>>>>>>>> BONUS PEMANIS WAKTU TAO DI LEMPAR AZKA KE DALAM RUANG DIMENSI<<<<<
“Paman kamu sedang ngapain tiduran di atas rumput?” tanya Xiao Bai saat melihat Tao yang terjatuh dengan posisi tengkurap menggunakan wujud manusianya karna terlampau kaget.
“Ini namanya jatoh BANGS*T!!!” teriak Tao ngegas membuat Xiao Bai langsung tertawa dan mengejek Tao yang terlihat semakin berani kepadanya.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊.