
“Ini namanya jatoh BANGS*T!!!” teriak Tao ngegas membuat Xiao Bai langsung tertawa dan mengejek Tao yang terlihat semakin berani kepadanya.
***
Kita beralih kepada Zhishu yang kini uring uringan di pavilium khusus akibat tingkat Haechan yang keganjenan terhadap gadisnya.
“Ayahanda kamu tenang saja Xiao Bai pasti membantu ayahanda untuk menyingkirkan lebah pengganggu itu” ujar Xiao Bai menenangkan Zhishu yang masih uringan uringan.
Sebenarnya Xiao Bai masih ingin mengganggu serta memberi pelajaran terhadap Tao yang semakin hari semakin terlihat berani kepadanya, namun menurut otak kecil Xiao Bai yang cemerlang kemarahan Zhishu perlu di utamakan.
“Kamu memang yang terbaik!!” sahut Zhishu lalu mengajak Xiao Bai untuk ber tos ria tanda bekerja sama.
“Lalu apa yang harus kita lakukan untuk pertama kali?” lanjut Zhishu menanyakan apa yang dia pikirkan.
“Tentu saja dengan membuat Paman tua itu jera!! apa Xiao Bai harus mengancamnya atau menjahilinya setiap hari, ah atau Xiao Bai bakar saja separuh wajah tampannya agar aset berharganya hilang di mata ibunda” sahut Xiao Bai menyeruakan ide ide mengerikan yang seharusnya tidak terdengar dari mulut bocah berusia 1 tahun maaf ralat 100 tahun.
“Tidak tidak idemu seperti penganiayaan, sepertinya kita harus membuat ibundamu terlihat jelek dimata tetua itu” sahut Zhishu tidak setuju.
“Tidak jangan, Xiao Bai tidak ingin reputasi baik ibunda tercemar jadi kita lakukan yang sebaliknya”
“Membuat wajah Tetua ketiga terlihat jelek di mata Istri/ Ibunda” ujar mereka berdua bersamaan lalu bertos ria kembali.
Aihh benar benar seperti pasangan ayah anak yang sedang mendiskusikan pelakor pria yang hendak memasuki rumah tangganya.
Haechan be like: “kok merinding ya, apa sesuatu yang buruk akan terjadi?”
Sedangkan Azka, dia bahkan tidak tahu jika Zhishu uring uringan yang dia tahu cuma segera masak sebelum orang orangnya kelaparan berhubung hari masih pagi.
Jadilah kini Azka memasak di dapur di bantu Bao Yu yang memotong sayuran serta membersihkan beberapa daging hasil buruan Tao maling di toko akademi.
Salah siapa mereka terlalu malas untuk sekedar keluar membeli daging ataupun berburu binatang, jadilah Azka menyuruh Tao untuk mengambilnya dari toko akademi lalu tidak lupa menyuruh Tao untuk meninggalakan beberapa kepingan emas juga untuk pembayaran.
“Tuan kupikir kamu harus berhati hati dengan Haechan” ujar Bao Yu sambil memotong sawi.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Azka acuh lalu menggoreng daging yang sudah dia potong potong kedalam Teflon.
“Entahlah, kelihatannya Haechan tidak sesederhana kelihatannya” jawab Bao Yu lalu beralih menata nasi kedalam mangkuk yang sudah dia siapkan sebelumnya.
“Selagi dia tidak mengganggu orang orangku maka itu bukanlah masalah besar” sahut Azka enteng lalu berkutat kembali untuk menumis daging bercampur sayuran di depannya.
“Kupikir dia hanya akan mengganggu Tuan” sahut Bao Yu yang hanya di balas dengan deheman tidak bermutu dari Azka.
Menurut Azka, peduli apa dia pada orang baru itu, ah seandainya tuhan berbaik hati dengan memudahkan pencariannya tentang lembah kehidupan yang bahkan tidak ada yang tahu informasi mengenai lembah itu selain Bao Yu yang masih tutup mulut, mungkin hidup Azka akan terasa lebih mudah.
Tapi sayangnya tuhan tidak berniat untuk memudahkan hidup Azka sedikitpun :’)
Kenapa Azka masih mencari Lembah Kehidupan? apa dia masih punya fikiran untuk meninggalkan Zhishu serta yang lainnya?.
Entahlah, Azka belum mengetahui jawaban pastinya, karna jika boleh memilih Azka akan memilih untuk tetap hidup bersama kakaknya dan juga orang orang yang dia sayangi dari zaman ini.
Meski mereka harus hidup di tengah tengah hutan Las Vegas yang berbahaya sekalipun, tapi setidaknya mereka masih bisa bersama.
“Sudah siap, ayo keluar” ajak Azka lalu segera keluar untuk sarapan bersama.
“Ya!! kalian berdua apakan Tao ku?” tanya Azka dengan nada ketus sembari menata makanan di atas meja di bantu Bao Yu.
Sedangkan Tao yang merasa mendapat perlindungan segera berlari kebelakang Azka sambil memeletkan lidahnya ke arah Zhishu dan Xiao Bai.
“TAO KU!!!” koreksi Zhishu tidak terima dengan panggilan yang di sematkan Azka untuk Tao.
“Ya, kenapa apa kamu keberatan? lihatlah Tao ku yang tampan ini semakin hari semakin kurus saja karna kalian berdua” sahut Azka menantang Zhishu sambil menepuk pelan bahu Tao.
Tao yang semula senang dapat pembalaan, kini berganti gemetaran karna mendapat tatapan tajam dari Zhishu dan Xiao Bai.
“Nona… kumohon jangan mempersulit hidup kucing kecil ini” sahut Tao sembari terus bersembunyi di balik punggung Azka yang ukurannya jauh lebih kecil dari tubuhnya.
“Tampan!!!” sahut Zhishu dan Xiao Bai bersamaan.
__ADS_1
“Tentu saja!! lihatlah rambut hitam panjangnya yang amat sangat cocok dengan wajah sangar Tao, lalu kamu lihat gigi gingsul Tao yang akan terlihat manis saat tersenyum, wah wah ini benar benar ketampanan yang sesungguhnya” ujar Azka santai sambil menunjuk gigi Tao yang memang gingsul di sebelah kiri tanpa memperdulikan si pemilik gigi yang kini semakin gemetaran.
“Lihat saja Xiao Bai pasti akan mencabut gigi kelebihan kalsium itu dengan paksa” sahut Xiao Bai tidak terima lalu segera mengambil cermin dari ruang dimensi untuk membenarkan penampilannya.
“Ide bagus lalu aku yang akan mencabuti rambut hitamnya itu satu persatu sampai habis” sahut Zhishu tidak mau kalah lalu segera melepas topengnya untuk memperlihatkan ketampanannya terhadap Azka.
‘Nona… apa aku punya kesalahan, oh ayolah sadarlah orang orang mu itu sangat pencemburu, Nona sepertinya kamu sedang merencanakan pembunuhan untukku’ batin Tao miris yang tentu saja di dengar oleh Azka.
“Hahahahahahaha” bukannya membela atau apa Azka malah tertawa membuat Bao Yu ingin turun suara, karna sedari tadi lelah mendengarkan drama keluarga didepannya.
“Haiss orang orang ini tidak malu dengan umur, paman Tao jangan hiraukan, aku pasti akan berada di sampingmu” sahut Bao Yu membuat Tao merasa punya secercah harapan.
“Untuk makan” lanjut Bao Yu membuat angan angan indah Tao buyar seketika.
“Hahahahahahaha” tidak tahan lagi akhirnya mereka semua tertawa di atas penderitaan Tao.
“Setidaknya hal ini mampu membuat Nona senang” gumam Tao pelan sambil memperlihatkan senyum kecil di bibirnya kepada azka yang kini tertawa bebas seakan hari dimana dia hancur kemarin tidak pernah ada.
“Sudahlah, aku peringatkan kalian jangan pernah membully Tao lagi” sahut Azka setelah selesai dengan tawanya lalu duduk dan menyuruh Tao untuk duduk juga di samping kanan Bao Yu.
Sarapan pagi ini berjalan dengan lancar dan penuh khidmad, dengan Zhishu yang sesekali menyuapi Azka beberapa potongan daging serta Azka yang membantu Xiao Bai makan, karna sedang ingin di suapi katanya.
Huh alasan, ngomong saja biar Zhishu bisa menyuapi Azka yang pastinya akan sibuk dengan Xiao Bai.
Tidak berselang lama akhirnya sarapan pagi itu selesai, segera azka mengembalikan peralatan makan ke dalam ruang dimensi.
“Istri mari menikah” ajak Zhishu tiba tiba membuat Azka menjatuhkan mangkuk yang akan dia bereskan ke dalam ruang dimensi.
Sedangkan Bao Yu, Tao dan juga Xiao Bai langsung menatap Zhishu dengan tatapan menelisik dan kaget tentunya.
Tidak ini tidak ada dalam rencana Xiao Bai dan Zhishu sebelumnya.
Lalu kenapa tiba tiba saja bilang seperti itu.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁