Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
15 Holy Water


__ADS_3

Buru buru salah satu Tetua keluarga Feng mempersilahkan Azka duduk namun mengabaikan keberadaan Zhishu, mereka fikir setelah urusan mereka dengan Azka selesai mereka bisa melanjutkan menghabisi Zhishu setelah ini.


Hanya saja mereka tidak tahu niat Azka yang sebenarnya.


***


“Ah sebelumnya aku mau bertanya terlebih dahulu” ujar Azka setelah duduk di tempatnya.


“Yang rendahan ini mempersilahkan Master untuk bertanya” sahut Tetua pertama.


“Pemuda yang disana, ada apa dengan kedua tangan mu?” tanya Azka polos sambil menunjuk korban kekejamannya sendiri.


Perdana Mentri serta Nyonya Feng mengeram marah, ini benar benar pelecehan, sedangkan pemuda yang di tunjuk Azka semakin gemetaran menahan kencing saking ketakutannya, mungkin jika pemuda itu tidak berusaha menjaga imejnya sekarang dia pasti sudah benar benar kencing di celana.


“Mohon maaf Master itu adalah urusan keluarga kami dan juga pria idiot di sebelah Master” jawab Perdana Mentri Kiri sambil menggertakkan giginya.


Mendengar itu senyum Azka merekah di balik selendangnya, sedangkan Zhishu kepalanya semakin menunduk ketakutan.


“Apa hubungannya dengan dengan dia?” tanya Azka sambil menunjuk Zhishu, namun tidak ada satupun yang menjawab.


“Hanya untuk informasi, sebenarnya aku sudah pernah bertemu dengan pria cacat itu sebelumnya, dia menyerangku menggunakan elemen apinya yang tidak ada apa apanya itu jadi kuberi dia pelajaran dengan memotong kedua tangannya, lalu apa kalian tahu? pria cacat itu berani berencana menjadi kan ku selirnya dan itu membuatku marah jadi aku beri dia sedikit hadiah ukiran indah di tubuhnya” sahut Azka dengan santai.


Mendengar itu seluruh keluarga Feng menegang.


“Dan yang terakhir, pria cacat itu berani beraninya mengatai putraku anak haram hal itu membuat ku sangat marah jadi aku potong lidah busuknya itu, mungkin jika itu orang lain yang di perlakukan begitu mereka pasti akan langsung membunuhnya saat itu juga, bukankah aku sudah sangat berbaik hati” lanjut Azka santai sambil menopang dagunya.


“Beraninya kau murahan!!!” teriak Nyonnya Feng sambil menunjuk Azka.


Bruk!!! Akhhh!!!


Seketika tubuh Nyonya Feng melayang menghantam tembok aula sampai mulutnya mengeluarkan seteguk darah.


Tidak… itu bukan perbuatan Azka melainkan perbuatan Perdana Mentri Kiri, suaminya sendiri!!

__ADS_1


“Ibunda!!!” Teriak Nona muda beserta Tuan muda keluarga Feng bersamaan sambil berlari menghampiri ibu mereka yang tengah terkapar di lantai.


“Mohon maaf kan putra sulung hamba Master, terimakasih karna sudah mau berbaik hati untuk tidak membunuhnya” ujar Perdana Mentri Kiri bersujud di hadapan Azka.


Para Tetua yang melihat itu hanya merasa iba namun enggan untuk membantu, mereka takut hanya karna perbuatan putra sulung Perdana Mentri Kiri maka seluruh keluarga Feng akan terkena imbasnya.


“Lantas apa tujuan Master berkunjung ke kediaman keluarga Feng?” tanya Tetua ketiga hati hati takut menyinggung Azka.


“Pertanyaan yang bagus, bukankah berbuat baik tidak boleh setengah setengah jadi aku kemari untuk menuntaskannya” jawab Azka sambil menjentikkan jarinya.


Seketika semua orang di aula terkecuali Azka dan Zhishu menegang, merka sedang menerka nerka apa yang akan di lakukan Azka, apa Azka akan meluluh lantakkan kediaman ini, apa dia akan melakukan pembantaian kepada keluarga Feng.


Seluruh Tetua menatap Perdana Mentri Kiri serta putra sulungnya marah, mereka berfikir mereka benar benar akan terkena imbasnya.


Azka mengeluarkan botol porselen sebesar kepalan tangan dari lengan hanfunya membuat seluruh mata menuju kearahnya.


“Aku menamainya Holy Water, karna air ini hanya berada pada satu tingkat di bawah Air Surgawi” ujar Azka sambil menunjukkan botol porselen di tangannya membuat semua orang menatap botol itu rakus.


“Keluarga feng rata rata punya elemen api otomatis kalian semua bisa menjadi Alchemist atau mungkin beberapa dari kalian memang Alchemist, jadi kalian pasti tau kan manfaat dari air ini, jika pria cacat itu rajin meminumnya sampai 3 kali maka seluruh anggota tubuhnya akan kembali seperti semula, aku ingin kalian memastikan sendiri air yang ku bawa ini apa ini asli atau palsu” ujar Azka panjang lebar membuat binar tumbuh di mata putra sulung Perdana Mentri.


Tetua pertama berdiri dari duduknya lalu mendekati Azka sambil mengadahkan kedua tangannya.


“Mohon ampun Master, biarkan yang rendahan ini mengeceknya” ujar Tetua pertama, ah ... keluarga ini benar benar menjatuhkan harga dirinya di depan Azka.


Azka memberikan botol itu begitu saja untuk di periksa, Tetua pertama mengeluarkan alat yang tidak dimengerti Azka lalu menuangkan setetes Holy Water di atasnya, seketika bau harum khas tanaman herbal menyeruak di dalam aula.


“Ya Dewa!!! air ini benar benar hanya berada satu tingkat di bawah Air Surgawi” teriak Tetua pertama tiba tiba sambil memeluk botol porselen milik Azka.


“Sebenarnya apa tujuan master memperlihatkan Holy Water kepada kami?” tanya Tetua ketiga menyelidik namun matanya menatap lapar kearah botol porselen di pelukan Tetua pertama.


“Bukankah sudah ku bilang kalau aku ingin menuntaskan kebaikan ku, jadi aku akan memberikan air itu untuk kalian dengan satu syarat” jawab Azka angkuh.


“Berapa yang master inginkan, berapapun itu yang rendahan ini akan memberikannya untuk Master jika Master mau menukarnya dengan air ini” ujar Tetua pertama.

__ADS_1


“Aku tidak butuh harta milik kalian, aku hanya menginginkan pria ini” sahut Azka sambil menunjuk Zhishu yang sedari tadi menunduk di sebelahnya.


Zhishu yang mendengar itu langsung menatap Azka senang dengan mata berkaca kaca hampir menangis membuat Azka menyunggingkan senyum tulus di balik selendangnya.


“Ampun Master bukankah botol ini terlalu kecil untuk di tukarkan dengan pria di samping Master” ujar Tetua kedua mencoba memeras Azka.


“Heh kau ingin membodohi ku” sahut Azka berdiri dari tempatnya lalu mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat pekat membuat seluruh orang yang ada di aula terduduk di lantai bahkan para generasi muda yang tingkat kultivasi nya rendah sudah memuntahkan seteguk darah, tentu saja kecuali Zhishu, karna Azka sudah membatasi auranya agar tidak mempengaruhi Zhishu.


“Moh-hon am-phun Ma- Master” teriak Tetua kedua terbata bata membuat Azka kembali menarik auranya.


Seketika semua orang dapat bernafas lega.


“Kuharap kalian semua tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya” ujar Azka sambil menaruh 2 botol kecil Holy Water di atas meja lalu membawa Zhishu pergi meninggalkan kediaman Perdana Mentri Kiri.


“Terimakasih atas kebaikan Master!!!” teriak seluruh orang yang berada di dalam aula bersamaan namun tidak di hiraukan Azka.


Azka membawa Zhishu kembali ke kereta, Tao yang melihat nonanya sudah menaiki kereta pun memacu kudanya.


“Nona kita akan kemana?” tanya Tao sambil terus memacu kudanya meninggalkan kediaman Perdana Mentri Kiri.


“Mencari penginapan” jawab Azka singkat.


“Mengapa istri memberikan botol botol itu begitu saja kepada keluarga paman, sepertinya botol botol itu sangat berharga? tanya Zhishu tiba tiba.


.


.


.


.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2