Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
146 Penjaga


__ADS_3

“Tapi siapa saja yang nantinya akan Nona suruh untuk merampok kediaman para Pejabat itu?”


***


“Ihhhh jangan bilang Nona mau Tao mecah jadi Sembilan? wah enggak bisa itu mah” lanjut Tao mencoba protes sebelum Azka menjelaskannya.


“Sekalipun bisa aku mah gak bodoh bodoh banget ya nyuruh titisan macan buat ngerampok!! yang ada cuman daging doang yang di ambil, kan jadi rugi” ujar Azka yang tiba tiba nafsu banget nistain Tao.


“Ishhh … jadi siapa dong?” tanya Tao sedikit merajuk membuat keluarga Han menampilkan eskpresi sulit di percaya.


“Oh itu … BTW kalian yang di atap mau sampai berapa bulan lagi kalian cuman ngintilin doang, turun dong biar ada gunanya” jawab Azka random membuat Tao dan keluarga Han sontak mendonggakkan kepala mereka menatap atap toko obat yang tidak ada apa apanya.


Lalu tiba tiba saja sepuluh orang berpakaian serba hitam muncul di depan Azka menggunakan jurus teleportasi.


“SALAM YANG MULIA NYONYA BESAR” salam mereka bersepuluh bersamaan membuat keluarga Han tercengang.


Tidak bukan karna mereka yang gerudukan kaya mau tawuran, melainkan kedatangan mereka yang menggunakan jurus teleport membuatnya secara tidak langsung menguak identitasnya.


“Ohh mereka” gumam Tao santai karna saking terbiasanya dengan perlindungan bayang2 dari mereka Tao sampai lupa kalau mereka juga ada wujudnya.


“SALAM NYONYA BESAR DARI KERAJAAN KEGELAPAN!!” salam keluarga Han tiba tiba sambil bersujud tepat di samping Azka membuat Azka sendiri langsung terkejut.


“Loh loh kalian tahu Kerajaan Kegelapan?” tanya Azka yang sedikit kaget dengan reaksi keluarga Han.


Jauh berbeda dengan reaksi Tao yang hanya mendengus kesal dengan pertanyaan dari Azka yang sudah pasti jawabannya adalah iya.


Lagi pula, siapa sih yang tidak kenal dengan Kerajaan Kegelapan, bahkan Tao yang habitatnya di tengah hutan pun mengenalnya dengan baik.


Dan yah … kalian masih ingat bukan di chpter 49 (Penjamuan Istana) yang waktu itu habis Azka pingsan Zhishu marah marah lalu nyuruh Minghao sama Shuwan buat nambahin penjaga bayangannya Azka yang akan melindungi gadisnya di saat saat terdesak saja.


Karna ya Zhishu takut kalo nantinya Azka risih terus ngambek sama dia kalo penjaganya sering muncul, kan Azka gak suka kalau urusannya di campuri orang.


Namun siapa yang tahu jika Azka sendiri sudah mengetahui keberadan penjaga bayangan nya dan bahkan udah pernah ghibahin mereka bareng binatang kontraknya, makanya Tao jadi tahu.


Azka sendiri sih bodo amat, yang penting mereka gak ngelanggar privasi itu aja udah cukup.

__ADS_1


“Au ah, kali aja emang terkenal” lanjut Azka sebelum pak tua Han menjawab pertanyaannya.


“Nama kalian siapa? sebutin biar nanti enak manggilnya” ujar Azka sambil nunjuk pria aneh yang wajah nya ketutup (Eh wajahnya emang di tutup selendang semua sih) pokoknya yang paling pojok kanan.


“Nyonya Besar bisa memanggil kami sesuka hati Nyonya” jawab pria yang di tunjuk Azka dengan hormat.


“Yaudah nama kalian semuanya Tang aja deh, cuman ada variasinya, yang paling pojok kanan namanya Tang Satu, terus sebelahnya Tang Dua dan seterusnya sampai Sepuluh, apalin sendiri” perintah Azka yang di balas dengan sahutan patuh dari kesepuluh orang itu.


Jujur ini bukannya Azka yang kurang kreatif bikin nama atau gimana, tapi Azka cenderung ingin gampangnya saja, jadi dari pada repot repot ngapalin nama aneh aneh, mending namanya pakek nomor aja, urusan salah sebut itu belakangan.


Lagian Azka gak bakal malu kok.


“Bangun semua” perintah Azka lagi yang tiba tiba ingat kalo kesepuluh penjaga bayangan itu masih dalam posisi hormat ala ala kesatria, terlebih lagi keluarga Han yang dari tadi gak ada pegel pegelnya di posisi sujud kayak gitu.


Dan tanpa membantah lagi mereka yang dimaksud Azka segera bangun dari posisinya untuk berdiri dengan Azka yang masih asik duduk manis di kursinya.


Tao sendiri cukup tau diri dengan posisinya jadi dia senantiasa berdiri di samping Azka untuk berjaga jaga keselamatan Nonanya.


“Jadi merekalah yang akan merampok untuk kita” ujar Azka tiba tiba sambil menunjuk kesepuluh orang yang kini tengah melongo menatapnya.


Terlebih lagi kali ini mereka mendapat perintah double untuk melindungi Azka dari incaran Kaisar Iblis yang mulai sedikit demi sedikit mengetahui identitas dari calon Permaisuri Kerajaan Kegelapan.


“Weishh santai, masih ada Tao dan yang lainnya yang akan menjagaku, terlebih lagi aku hanya membutuhkan Sembilan orang di antara kalian jadi kalian bisa menyisahkan satu untuk menjagaku seperti biasanya” ujar Azka membuat Tang Satu yang sepertinya pemimpin mereka mulai menimang nimang permintaan Azka.


Azka sendiri saat melihat raut tidak yakin dari targetnya menjadi sedikit khawatir.


“Oh ayolah … jangan serius serius Zhishu gak bakal marah kok, atau kalian mau bagi hasil nih? tenang aja nanti per orang pasti aku kasih bagian deh” tawar Azka yang kini mulai mengeluarkan ide konyolnya sehingga membuat Tao benar benar bernafsu mencubit pipi gemoy Azka.


Pliss deh ah!! Nonanya ini kelewat polos apa gimana? bawahan kaya mereka itu udah gak mengenal harta, yang ada di mata mereka cuman kesetiaan, jadi gak bakal mempan.


Namun yang terjadi setelahnya malah membuat Tao menganga.


“Baiklah, hamba setuju dengan perintah Nyonya Besar” jawab Tang Satu membuat Azka melebarkan senyumannya di balik selendang.


Apa mereka lagi butuh uang.

__ADS_1


“Kenapa hmm? apa kalian sedang butuh dana untuk mas kawin?” tanya Azka frontal membuat kesembilan penjaga bayangan itu semakin menunduk malu.


Berbeda hal nya dengan Tang Satu yang malah terang terangan tersenyum di balik selendangnya.


‘Bener kata Tuan Shuwan, Nyonya besar benar benar tidak bisa di tebak’ inner Tang Satu.


“Bukan begitu Nyonya Besar, hanya saja selain menjaga Nyonya tugas kami juga membuat Nyonya merasa senang dan nyaman secara bersamaan” jawab Tang Satu membuat Azka terkekeh.


Zhishu ini benar benar, apa pria itu tidak cemburu jika Azka di buat nyaman pria lain.


Ish … ish … ish…


Mendengar gombalan receh dari Tang Satu sontak Tao menatap pria pemimpin penjaga bayangan itu nyalang.


Enak saja pria itu nyuri start Tao buat gombalin Azka.


Berbeda halnya dengan Tao yang sedang menahan cemburu, Keluarga Han malah semakin menunduk karna merasa tidak pantas untuk ikutan nimbrung di dalam percakapan orang orang hebat di sekitarnya.


Dalam hati mereka bertiga merasa sangat beruntung dan terus terusan berterimakasih pada Dewa karna telah di pertemukan mereka dengan orang orang hebat, terutama Azka yang baiknya gak ketulung.


“Yaudah, kalian bisa milih buat siapa yang bakalan gak ikut nantinya, lagian tugasnya masih besok malam kok, untuk selengkapnya kita bahas lagi besok disini” ujar Azka mengakhiri rapat dadakannya lalu berdiri membuat kesepuluh pria itu langsung membuat jalan untuk Azka.


“Sudah malam, aku lagi buru buru” lanjut Azka sambil melihat jendela yang memperlihatkan langit malam pertanda mereka sudah menghabiskan banyak waktu untuk membahas rencana besar di balik pencurian Token Iblis itu.


“BAIK NONA / NYONYA BESAR” jawab mereka semua bersamaan.


Tanpa berbicara lagi segera Azka pergi bersama Tao yang setia mengintilinya di belakang, di tambah lagi sepuluh orang yang langsung menghilang untuk melakukan tugas mereka.


Melindungi Azka dari bayang bayang.


“Oiyaa lupa!! mau nanya itu tempat paling tinggi di Kerajaan Iblis dimana ya?” tanya Azka yang tiba tiba berhenti di tengah tengah pintu sambil menoleh kearah pak tua Han.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2