
“Sejak dulu aku dan Bao yu merasa sedikit aneh dengan Zhishu, entahlah auranya sangat berbeda, terasa kuat namun terlihat lemah” lanjut Tao mengeluarkan pemikirannya selama ini.
“Kalian sedang membicarakan apa?”
***
Disaat perbincangan serius antara Tao, Xiao bai dan Azka tiba tiba Zhishu telah kembali dari acara mandinya, hari ini Zhishu memakai hanfu bewarna ungu tua dengan sulaman burung vermilion bewarna emas di bawahnya.
“Ah paman Zhishu, mari makan” ajak Xiao bai berusaha menutupi kekagetannya.
Tao hanya diam dia sedikit bingung kenapa tidak merasakan kehadiran Zhishu yang bahkan tidak memiliki tingkat kultivasi, sedangkan Azka dia sendiri tidak begitu memikirkannya dia lebih fokus memasukkan Kasur King Size nya ke Ruang Dimensi lalu mengambil 4 kursi, 1 meja bundar dan beberapa masakan yang telah dia masak sebelumnya.
“Dimana adik Bao yu?” tanya Zhishu yang telah melupakan pertanyaan pertamanya, kini dia lebih merasa kehilangan salah satu personil grupnya.
“Dia aku beri sedikit tugas mungkin nanti malam baru pulang” jawab Azka sambil duduk di kursinya di ikuti yang lainnya.
“Memangnya istri memberikan adik Bao yu tugas apa bukan kah dia masih kecil?” tanya Zhishu lagi.
“Hanya tugas biasa, sudah makanlah sebelum dingin” ujar Azka lalu mulai menyantap makanannya.
Sebenarnya Azka ingin secepatnya keluar dari hutan ini dia perlu tau dimana letak lembah kehidupan agar bisa pulang kembali dan menemui kakaknya.
Selesai sarapan Azka langsung memasukkan piring piring kotor ke Ruang Dimensi.
“Bunda berapa lama kita akan tinggal di hutan ini?” tanya Xiao bai.
“Entahlah mungkin akan membutuhkan waktu yang lama, aku masih sedikit khawatir tentang kerajaan timur yang kehilangan pemimpinnya setelah kita berkunjung” jawab Azka.
“Kemungkinan besar gambar wajah kita akan tersebar sampai kerajaan tetangga” sahut Tao.
“Apa kita akan menjadi buronan?” tanya Azka sedikit kawatir.
Jadi buronan benar benar tidak enak dan Azka pernah mengalami yang terburuk maka dari itu dia tidak akan menjerumuskan teman temannya untuk di jadikan buronan, namun sepertinya tuhan berkehendak lain buktinya setiap tempat yang dia singgahi selalu terjadi kekacauan.
Bahkan dia sampai terkenal di kalangan para warga.
“Mungkin, tapi setidaknya tidak ada yang berani menyinggung nona kecuali orang itu lebih kuat dari mu” jawab Tao.
Entah Azka ingin menangis atau tertawa, keaadaannya benar benar tidak menyenangkan.
“Haiss biarkan yang seharusnya terjadi pasti akan terjadi kita hanya perlu mengikuti alurnya” ujar Azka sambil menyenderkan kepalanya diatas meja.
“Apa bunda tidak ingin menyusuri hutan ini?” tanya Xiao bai yang merasa bosan.
__ADS_1
“Tidak tertarik” jawab Azka lesu, dia berniat untuk mengajari Zhishu menggunakan pistol namun rasa malas lebih dahulu menghampirinya.
“Dengar dengar di hutan ini terdapat banyak tanaman herbal langka yang bisa menghasilkan banyak koin emas” ujar Tao.
“Ayo pergi!!” sahut Azka penuh semangat jika menyangkut uang.
‘Ah ternyata istri menyukai harta’ batin Zhishu yang baru mendapatkan informasi tentang kesukaan Azka.
Di perjalanan Azka benar benar bersemangat bagai detektif dia meneliti setiap tempat yang di lewatinya sampai di ujung ujung membuat Tao dan Xiao bai geleng geleng sendiri.
Dia bahkan menyuruh Tao dan Xiao bai untuk membantunya membabat habis tanaman herbal namun hanya menyuruh Zhishu diam menonton bukan kah itu pilih kasih.
Sebenarnya sih bukan pilih kasih hanya saja Azka menganggap Zhishu tidak bisa membedakan tanaman herbal dan tanaman beracun nanti yang ada dia salah ambil dan malah keracunan, siapa lagi coba yang repot.
“Nona aku baru ingat” ujar Tao tiba tiba berhenti saat mengingat sesuatu di benaknya.
“Apa?” tanya Azka cuek sambil terus membabat beberapa tanaman herbal lalu melemparkannya asal ke ruang dimensi.
“Waktu kita berperang melawan prasukan prajurit milik Kaisar Tang aku sedikit mendengar nona menggumamkan mantra, apa itu mantra untuk menumbangkan lawan?” tanya Tao penasaran.
“Mantra” gumam Azka sambil mengingat ngingat kejadian itu.
“Hahahahahaha mantra yang benar saja hahahahha” sahut Azka sambil tertawa terbahak bahak, yang benar saja Lagu EXO kesukaan nya di bilang mantra.
“Hahahahaha jelas salah itu tu lagu Kpop sudahlah mau di jelasin kayak gimana pun kalian gak bakal ngerti yang penting itu bukan mantra” jawab Azka yang telah selesai tertawa.
“Istri disana ada goa” ujar Zhishu sambil menunjuk gua di sebelah utara.
“Kenapa? apa kau lelah?” tanya Azka yang di jawab anggukan oleh Zhishu.
“Baiklah kita istirahat sebentar disana” lanjut Azka yang langsung di setujui antek anteknya.
Akhirnya mereka berempat pun menuju gua yang di tunjuk Zhishu, gua itu terlihat sedikit horror dari depan namun jika sudah masuk terlihat biasa saja yahh tidak seburuk depannya lah.
Sesampainya di gua Zhishu dan Tao langsung mencari posisi nyaman untuk duduk sedangkan Xiao bai dia sedang mencari posisi enak untuk tidur di pangkuan Zhishu.
Zhishu sendiri dengan senang hati menepuk nepuk paha Xiao bai agar cepat tidur.
“Tao kau sedang makan apa?” tanya Zhishu saat melihat Tao nyemil beberapa pil buatan Azka.
“Hanya permen kau mau?” tanya Tao menawarkan cemilannya.
“Jika itu buatan istri Zhishu mau” jawab Zhishu sedikit songong.
__ADS_1
“Dasar budak cintanya nona, makanlah ini memang buatan nona” ujar Tao sambil memberikan beberapa pil untuk Zhishu yang di terima dengan baik pula.
Cemilan yang dimaksud Tao adalah beberapa pil penyembuhan tingkat tinggi, pil pemurnian, pil regenerasi, pil pembersih racun yang semuanya tingkat tinggi, terlihat boros namun Azka tidak mempermasalahkan nya.
Kita beralih kepada Azka yang sedang asyik mengelilingi goa mencari harta karun tersembunyi, namun setelah sekian lama dia harus menelan kepahitan karna di goa itu tidak ada harta sama sekali, hanya ada satu buah cambuk yang sudah usang namun tetap di pungut oleh Azka.
“Nona dari mana saja?” tanya Tao saat melihat Azka kembali sambil membawa cambuk jelek di tangannya.
“Hanya berkeliling” jawab Azka singkat lalu duduk di samping Tao sambil meneliti cambuknya.
Hal yang membuat memungut cambuk itu adalah saat dia melihat ukiran mawar hitam yang seperti terserang rintik hujan, dan itu sedikit unik bagi Azka.
“Tao coba kau perbaiki cambuk ini” ujar Azka sambil memberikan cambuk di tangannya kepada Tao.
“Cambuk jelek begini sebenarnya mau diapakan” ujar Tao mengejek cambuk di tangannya.
Namun hal tidak terduga terjadi tiba tiba cambuk itu melayang lalu mencambuki tubuh Tao dengan brutal tapi tidak sampai membuat Tao mengeluarkan darah mungkin hanya beberapa luka lebam,
“Aduhh aduhh nona tolong aku cambuk ini sepertinya marah padaku” teriak Tao meminta pertolongan, dia bisa saja mengeluarkan elemennya sayangnya cambuk itu tidak memberikan Tao waktu untuk itu.
Teriakan Tao membuat Xiao bai terbangun dari tidurnya sekarang semua orang hanya menatap nanar Tao yang sedang di serang oleh cambuk lusuh yang di ambil Azka, salah sendiri Tao sudah mengejeknya tadi, tidak berhenti di situ ternyata cambuk itu berbalik arah secara tiba tiba menuju Azka.
Srakk!!!
“Ibunda/Istri!!” teriak Xiao bai dan Zhishu secara bersamaan saat melihat cambuk itu menggores lengan Azka hingga berdarah mengenai ujung cambuk itu.
Seketika cambuk itu berubah, gagangnya yang semula terbuat dari kayu kini berganti menjadi logam bewarna emas dengan ukiran tetap mawar hitam yang terserang rintik hujan, lalu tali cambuk yang semula terbuat dari tali biasa kini berganti menjadi tali yang bahkan sulit untuk di gores dan juga terdapat duri mawar yang lebih pantas di sebut paku karna saking tajamnya di atas tali itu.
“I ituu…Cambuk Curah Hujan!!” teriak Xiao bai sambil menunjuk cambuk yang sedang melayang di atas tubuh Azka.
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, ⭐5, dan komen.
Terimakasih sudah membaca😊.
__ADS_1
Salam dari “Terlempar Ke Zaman Kuno”