
Apa itu artinya Guru Fao memang ingin lebih mengenal Nona Azka?
Untuk apa?
***
Pagi hari di ruang dimensi Azka masih terdiam memikirkan rencana rencana kriminal di otaknya, sudah tiga jam setelah sarapan berakhir dan Azka masih terdiam seperti ini membuat Zhishu benar benar seperti suami yang di buang.
“Istri!!” panggil Zhishu.
Azka “…”
“Aaa istri… kamu mengabaikan Zhishu lagi” rengek Zhishu namun tetap tidak di gubris oleh Azka.
“Istri!! coba katakan dimana salah ku?! wanita murahan itu sendiri yang menjatuhkan dirinya tapi kenapa kamu mengabaikan ku!!” teriak Zhishu sambil membalik tubuhnya untuk memunggungi Azka.
Mana mampu dia membentak Azka tepat di wajahnya.
“Diamlah!! kamu gak lihat apa aku lagi sibuk” sahut Azka sambil menopang dagunya membuat Zhishu benar benar kesal.
Sibuk apanya, sedari tadi dia hanya terdiam dan bahkan mengabaikan Xiao Bai yang kembali menjahili Tao, dan juga Xi Long yang sedang mengacau tanaman herbal Bao Yu.
Lihat kerusuhan ini dan dia masih terdiam di gazebo.
“Sibuk apa!! ngomong saja kalau istri sedang mencari alasan untuk tidak berbicara kepadaku” sahut Zhishu membuat Azka menatap mata nya dalam dan sukses membuat Zhishu salah tingkah.
“Aku ini sibuk mencintaimu” ujar Azka santai membuat wajah Zhishu sukses memerah padam beserta tulang tulangnya yang melemas sampai terjatuh dari kursi.
“Aihh… yaa aduh hati ku” sahut Zhishu sambil memegangi dadanya membuat Azka tertawa cekikikan.
Prianya ini sangat menggemaskan.
“Hahahaha apa yang kamu lakukan?” tanya Azka sambil membantu Zhishu berdiri.
“Coba bilang lagi” bukannya menjawab Zhishu malah menyuruh Azka untuk mengatakan hal hal yang dia sukai untuk yang kedua kalinya.
“Bilang apa? yang mana?” tanya Azka beruntun.
“Itu, yang kamu sibuk apa tadi” jawab Zhishu sambil memainkan ujung rambut Azka membuat si empu kembali di buat gemas.
“Haruskah aku memanggilmu Zhi Zhi mulai sekarang?” tanya Azka kembali menggoda Zhishu yang kini wajahnya kembali memerah.
__ADS_1
“Yaa!! aku bisa mati jantungan tau” sahut Zhishu sambil memeluk penyangga gazebo menyembunyikan wajah malunya tapi jatohnya malah menggemaskan di mata Azka.
Wahh Raja Kegelapan ternyata punya sisi seperti ini.
“Zhi’er, Zhishu nya Azka, Zhi Zhi” goda Azka sambil menoel noel pipi Zhishu membuat Zhishu benar benar hilang akal.
“Azka sayang, ingat ini! kamu yang memulai” ujar Zhishu sambil mendekati Azka dengan senyum smirk yang terpatri di wajah tampannya.
“Hei kau mau apa!!” teriak Azka panik sambil memundurkan langkahnya untuk menjauh dari Zhishu yang terlihat seperti singa kelaparan.
“Ahahaha Zhishu aku hanya bercanda” lanjut Azka sambil tertawa canggung namun tidak menghentikan Zhishu yang semakin mendekatinya.
“Zhishu kodok berut!! jangan berani berani atau aku potong t*tyd mu sek- Mpphh”
Katakan Zhishu gila, dia bahkan mencium bibir Azka sebelum gadis itu menyelesaikan kalimatnya, dan yang lebih gilanya lagi semua penduduk ruang dimensi melihatnya.
“Apa ini pantas di lihat anak anak?” tanya Xi Long sambil menutup telinga Xiao Bai.
“Paman kenapa kamu menutup telingaku?” tanya Xiao Bai membuat Xi Long tersadar lalu segera menutup mata Xiao Bai.
“Maaf aku salah pencet” jawab Xi Long namun terlambat.
Tidak!! bukan melihat acara live di depannya, melainkan dia melihat senyum kecut terbit di wajah Tao.
Xiao Bai tidak ingin memihak, namun jika hal ini terus berlanjut takutnya Tao akan trauma menaruh hati pada gadis lain, meski ini salah Tao yang memberikan cintanya kepada seseorang yang tidak seharusnya namun apa cinta bisa menjadi tersangka disini.
“Paman Tao, apa hati jomblo mu baik baik saja?” tanya Bao Yu masih menghujat Tao tanpa tahu apa yang di pendam pria itu.
“Memangnya kenapa? jika itu dapat membuat Nona bahagia maka semuanya akan baik baik saja” jawab Tao santai namun dengan hati yang benar benar nyeri.
Bohong jika Tao tidak sakit hati, bohong jika Tao baik baik saja, adakah seseorang yang bahagia di saat gadis yang dia sukai bahagia bersama orang lain dan bukan dirinya.
Namun Tao akan berusaha menjadi seseorang itu, dia akan merelakan semuanya untuk Azka bahkan jika itu adalah hidupnya.
Selagi Azka bahagia bukankah hal itu sudah merupakan kemewahan untuknya.
Bao Yu sendiri cukup kaget dengan reaksi Tao yang terbilang berbeda, jika biasanya dia akan sensitive dan marah2 maka sekarang Tao terlihat menyedihkan.
“Paman kamu sakit?” tanya Bao Yu namun hanya di tanggapi dengan senyuman oleh Tao.
“Wahh … lihat itu, mereka benar benar tidak menyadari keberadaan kita” sahut Xi Long yang masih menjadi penonton setia adegan Kiss Azka dan Zhishu yang belum selesai.
__ADS_1
Percayalah Zhishu benar benar ingin membalaskan rasa rindunya yang telah di cuekin Azka seharian penuh lamanya.
“Zhu Zhishu!! kamu mengambil keuntungan dari ku!!” teriak Azka saat Zhishu menyelesaikan kegiatannya.
“Salah sendiri istri sangat menggemaskan, coba tolong panggil aku Zhi Zhi lagi” pinta Zhishu kembali ke mode manja.
“Jangan harap!!” teriak Azka lalu melesat pergi dari ruang dimensi meninggalkan Zhishu yang sedang membuang nafasnya kasar namun dengan suasana hati yang cerah.
“Dia marah lagi” gumamnya pelan sambil mengulaskan senyum tulus dari bibirnya.
Azka sendiri masih meracau tidak jelas sambil berjalan keluar dari pavilium untuk menemui Guru Fao yang akan mengajarinya hari ini, namun terhenti saat melihat hari masih sangat pagi, berbeda dengan ruang dimensi yang sudah hampir siang.
“Sial!! gara gara Zhishu aku jadi kepagian” gumam Azka yang tentu saja di dengar Zhishu.
Akhirnya Azka memutuskan untuk melihat lihat kondisi Paviliumnya yang terbilang cukup indah dengan bambu bambu yang mengelilingi pavilium itu membuat suasana semakin terlihat menyatu dengan alam.
“Benar benar seperti hutan bambu, aku bahkan mengenakan hanfu dengan motif bambu” ujar Azka sambil melihat penampilannya yang menggunakan Hanfu laki laki bewarna hitam dengan motif sulaman pohon bambu bewarna emas di bawahnya.
Hari ini Azka lebih memilih untuk meninggalkan seragamnya yang di berikan Guru Guru disana akibat cara memakainya yang terlalu ribet, mungkin belum waktunya dia memakai hanfu wanita, lagi pula dia kan mau berlatih berpedang.
Tidak terasa 1 jam lamanya sudah Azka habiskan untuk menenangkan fikirannya di halaman pavilium yang lebih pantas di sebut hutan bambu, tempat ini sungguh memasuki kriteria yang pas untuk menjadi tempat menenangkan fikiran.
Aroma bambu yang menenangkan, angin yang bertiup tidak terlalu kencang dan tentunya tempatnya teduh dan sangat nyaman.
“Sepertinya aku harus bergegas” gumam Azka lalu segera pergi menuju kelas berpedang dengan bantuan arahan Bao Yu dari ruang dimensi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Azka untuk sampai di sebuah arena pertarungan, yang memang tempat untuk kelas berpedang, kini Azka sudah memasuki arena itu dan menemukan beberapa murid dan juga Guru Fao yang sedang mengajari murid laki lakinya.
“Salam Guru, maaf saya terlambat” ujar Azka tiba tiba sambil membungkuk membuat tatapan semua orang beralih menatapnya termasuk Guru Fao.
“Apa apaan ini!!” teriak Guru Fao membuat Azka kembali berdiri dan memikirkan apa dia punya kesalahan lain selain terlambat.
“Tidak hanya terlambat kamu juga berani beraninya tidak memakai seragam!! apa karna seragamnya jelek dan terbuat dari kain murah!! Bah!! anak bangsawan memang sungguh merepotkan!!” lanjutnya membuat Azka mengerti satu hal.
Selamat Guru mu benar benar membencimu, entah itu keberuntungan atau kemalangan namun Azka akan membuat Guru muda itu bungkam dengan kemampuannya.
Dia fikir semua orang kaya itu manja! buktinya Azka tidak tuh.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
__ADS_1