
“Tao, jangan menggertaknya atau kau tidak kuberikan cemilan lagi” bisik Azka membuat Tao memasukkan kembali cakar kecilnya.
Miauww…..
***
“Dasar kucing garong” gumam Azka saat melihat Tao dengan semangat menghampiri Elang Api untuk menyombongkan diri.
Kini rombongan Akademi Seribu Bayangan mulai berkumpul untuk makan namun Azka hanya kesana untuk mengambil makanannya bukan ikut makan bersama, karna tidak mungkin kan dia harus membuka cadarnya di sana.
“Murid ku kenapa tidak mau ikut makan bersama?” tanya ketua akademi ramah.
“Apa ketua akademi tidak tahu, dia pasti tidak mau membuka cadarnya di hadapan kita saat makan” jawab Fang Yin sambil menatap remeh kearah Azka.
“Loh memangnya kenapa?” tanya Tetua kedua.
“Pasti dia malu menunjukkan wajah buruk rupanya” jawab Fang Yin berniat mengejek Azka.
“Lancang!!!!” bentak Ketua Akademi tidak terima murid kesayangannya di ejek.
“Heh, anggap saja begitu, guru aku pergi jika ingin meneruskan perjalanan sampaikan saja kepada kucing ku dia akan menyampaikannya padaku” ujar Azka lalu pergi meninggalkan rombongan di ikuti Zhishu dari belakang
Azka mencari sumber air untuk dijadikannya tempat beristirahat, dalam hal mencari sumber air Azka adalah ahlinya karna dia memang suka berada di tempat yang memiliki perairan.
Setelah menemukannya segera Azka mengambil satu meja dan dua kursi dari ruang dimensi lalu membuka cadarnya menampilkan wajah cantik yang selalu dia tutupi.
Seperti biasa sebelum makanan itu tersentuh Zhishu, Azka lebih dulu memakannya untuk mengecek apa itu beracun atau tidak.
Namun tepat saat makanan itu hampir masuk kemulut Azka dengan kasar Zhishu mengambilnya kembali.
“Berhenti membahayakan dirimu sendiri” ujar Zhishu dengan ketus membuat Azka menganga tidak percaya.
“Kau ini kenapa sih, jika makanan ini beracun kau bisa mati!!” bentak Azka saat melihat Zhishu dengan santai memakan makanannya.
“Lantas aku akan membiarkan mu memakan ini lalu mati begitu saja jika seandainya makanan ini beracun?” tanya Zhishu dengan nada tegasnya membuat Azka tercengang untuk ke 2 kalinya.
Azka hanya diam tidak menjawab beralih memakan makanannya, memangnya kenapa toh tubuh Azka juga kebal terhadap racun.
“Zhishu siapa kau sebenarnya?” tanya Azka saat dia telah menyelesaikan makanannya.
Bukannya menjawab Zhishu malah beranjak ke sungai untuk mengambil air minum dan memberikannya kepada Azka.
“Istri minum lah” ujar Zhishu dengan senyum bodoh yang terpatri di wajah tampannya.
Sebenarnya Azka ingin bertanya lebih lanjut, tapi dia mengurungkannya saat melihat Zhishu memandanginya dengan intens seperti menunggu Azka menegak airnya.
“Bersihkan tubuhmu terlebih dahulu biar aku berburu sebentar” ujar Azka yang di angguki Zhishu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Azka untuk berburu, ketika hari sudah mulai petang Azka berhasil membawa 4 rusa sekaligus hanya dengan lemparan pisau.
Azka membawa hasil buruannya kedalam ruang dimensi untuk bersihkan Bao Yu, sedangkan dirinya membersihkan diri.
“Bunda pil pil di gudang tinggal sedikit, apa bunda tidak berniat membuatnya lagi?” tanya Xiao Bai tepat saat Azka selesai membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
“Entahlah, tunggu aku memiliki waktu senggang, aku harus keluar mungkin sekarang aku sudah menghilang selama 10 menit dan rombongan pasti akan segera meneruskan perjalanan” jawab Azka lalu pergi meninggalkan ruang dimensi dan menghampiri Zhishu yang sudah rapi duduk di kursi tempat mereka berdua makan sebelumnya.
“Loh istri mandi dimana?” tanya Zhishu saat melihat Azka yang sudah berganti hanfu berwarna hitam polos dengan sulaman naga bewarna emas di bawahnya.
“Aku menemukan sungai lain saat berburu, sudah lah ayo kembali aku merasakan Tao mendekat mungkin rombongan sudah akan melanjutkan perjalanannya” jawab Azka lalu menarik Zhishu untuk kembali.
Dan benar saja tidak berselang lama Tao sudah datang menghampiri Azka dan Zhishu.
“Kau lapar?” tanya Azka yang kini berjalan sambil membawa Tao di gendongannya.
“Tidak, elang itu begitu penurut hingga memberikan jatah dagingnya kepadaku” jawab Tao santai.
“Penurut apanya, kau pasti menggertaknya” sahut Azka mendengus kesal.
“Hehehe sudahlah Nona mereka sudah menunggumu kita akan meneruskan perjalanan, bahkan ketua akademi sudah menyampai kan pesan ke Istana Kerajaan Barat bahwa rombongan mereka akan segera sampai” ujar Tao yang di angguki Azka.
Tidak membutuhkan waktu lama Azka sudah kembali dan langsung masuk kedalam kereta tanpa ada kicauan dari Fang Yin terlebih dahulu.
“Xu Kai kira kira berapa jam lagi kita akan sampai?” tanya Azka pada Xu Kai yang sedang menguap menahan kantuk.
“Kata ketua akademi masih sekitar 3 jam lagi, mungkin kita akan sampai di perbatasan sekitar jam 9 malam” jawab Xu Kai sambil mengucek matanya.
“Jika kau mengantuk tidurlah, mungkin jika tidak ada halangan kita akan sampai tepat waktu” lanjutnya sambil menyenderkan tubuhnya.
“Apa istri mengantuk?” tanya Zhishu.
“Tidak, aku harus berjaga daerah ini rawan bandit” jawab Azka yang di setujui Zhishu.
Memang benar perbatasan adalah daerah rawan bandit, mulai dari bandit professional hingga bandit abal abal semua berkumpul menjadi satu untuk mencari mangsa.
Lalu di kereta kedua semuanya sudah tertidur karna mengantuk, suasanya sepi hanya ada kusir kuda yang masih terjaga namun sedikit menguap menahan kantuk untuk terus melajukan kuda.
Sedangkan di kereta ketiga hanya Azka seorang lah yang masih terjaga, bahkan Zhishu yang sedari tadi sudah tertidur pun sekarang tidur lagi dengan posisi duduk kepala menunduk, karna tidak tega akhirnya Azka menarik kepala zhisu untuk di senderkan di bahunya.
Srekk….. Srekk… tap tap tap.
“Miauwww” erang Tao saat merasakan seseorang mendekat, segera azka meningkatkan kewaspadaannya.
‘Xi’er keluar dan lindungi Zhishu’ batin Azka memberi perintah kepada Xiao Bai.
‘Baik bunda’ jawab Xiao Bai patuh lalu keluar dari ruang dimensi menggunakan wujud ular merah lalu melilitkan tubuhnya ke pergelangan tangan Zhishu.
“Siall!!!” maki Azka saat melihat kereta yang di tumpanginya di kepung.
“Xu Kai, Xu Kai!!! Zhishu!! Zhishu BAJING*N!!!!” teriak Azka namun tidak ada yang mendengarnya, bahkan kereta kuda mereka sudah lama berhenti.
“Tuan ini tidak baik, sepertinya mereka di beri obat tidur dan lebih parahnya obat itu itu bercampur racun” ujar Bao yu yang tiba tiba keluar dari ruang dimensi.
“Jika mereka memang di beri obat tidur lantas kenapa Nona masih terjaga?” tanya Tao.
“Perkataan Bao yu benar obat tidurnya tercampur racun, tubuhku kebal racun itu sebabnya aku masih terjaga” jawab Azka lalu mengeluarkan pedang hitam putih yang tadi sudah dia pilih di lantai lima.
“Bos masih ada yang bangun” sayup sayup terdengar suara pria paruh baya di luar kereta.
__ADS_1
“Bunuh dia setelah kita membunuh bocah idiot yang di perintahkan Tuan” sahut suara pria yang lebih terdengar tegas namun dari suaranya sepertinya usianya baru menginjak 20 sampai 25 tahun.
“Sepertinya mereka menargetkan Zhishu, kita buat rencana” ujar Azka pelan namun tingkat kewaspadaannya tidak berkurang.
“Xiao Bai gunakan wujud manusia mu jaga Zhishu dan Xu Kai, lalu seperti biasa Bao yu kau yang pantau keadaan, Tao kau jaga yang lainnya biar aku yang menghabisi mereka” lanjut Azka mengatur strategi dengan cepat.
“Tuan kau yakin, sepertinya yang menyewa mereka bukan orang biasa, pembunuh bayaran itu rata rata berada satu tingkat di atasmu, dengan 5 orang berada di tingkat menengah dan satu orang pada tingkat akhir” sahut Bao yu tidak setuju akan keputusan tuannya.
“Tidak ada waktu lagi, Tao sekarang!!!” perintah Azka lalu dengan cepat Tao menerjang kereta menabrak orang orang yang mengepung kereta mereka, mencakar serta mengoyak habis lawannya.
Groarrrr……
Sedangkan Azka dia sudah melompat dari atas kereta, menusuk jantung dan memenggal lawannya.
Dia memang lemah di bagian kultivasi dan tenaga dalam, namun di bagian fisik Azka menang telak.
“Holly ****!!! tiga puluh orang yang benar saja!!!” maki Azka sambil terus menebas kepala lawan yang sayangnya sedikit sulit untuk di kalahkan.
“Tuan awas sebelah kiri” ujar Bao Yu saat seseorang menyerang Azka menggunakan kapak besar dari arah kiri.
Dengan cepat Azka membungkuk lalu menyabet kaki lawannya menggunakan pedang hitam putih miliknya hingga putus.
Erangan kesakitan menggema di hutan itu namun tidak ada satupun yang terbangun dari tidurnya.
“Tuan awas di belakang mu!!!” teriak Bao yu panik saat seseorang yang berada pada ranah berlian tingkat akhir menyerang Azka menggunakan tenaga dalamnya membuat Azka yang belum siap terhantam hingga memuntahkan seteguk darah.
“BAJING*N!!! kubunuh kalian!!!!” teriak Bao Yu dari ruang dimensi membuat telinga Azka sakit.
“Tidak jangan memperlihatkan wujud mu mereka organisasi besar bukan bandit biasa, pasti masih banyak orang di belakangnya” sahut Azka menghentikan niat Bao yu yang hendak keluar dari ruang dimensi.
“Tapi tuan kau terluka!!! kau tidak akan bisa menggunakan elemen mu dantian mu hampir rusak!!” bentak Bao Yu frustasi.
Ketahuilah meskipun Bao Yu adalah binatang kontrak Azka yang paling acuh tak acuh pada sekitar namun Bao yu adalah orang yang paling menjaga Azka layaknya menjaga diri sendiri.
“Hehehe WELCOME TO THE HELL!!!” teriak Azka lalu dengan cepat menukar pedangnya menjadi pistol lalu menembaki jantung mereka satu persatu.
Para pembunuh bayaran yang tidak tahu senjata apa yang berada di tangan Azka pun menjadi kebingungan dan ini kesempatan besar untuk Azka mengahbisi mereka.
Dengan sisa tenaga yang masih ada Azka membidik, menembak dan terkadang berhenti untuk mengisi amunisi sambil menghindar dari serangan lawan dengan pantauan dari Bao yu.
15 orang sudah tumbang, tinggal setengahnya dan Azka bisa beristirahat, namun.
Sringgg…string….
“Bao Yu suara apa itu?” tanya Azka saat mendengar suara adu pedang tanpa mengalihkan perhatiannya yang sedang menembaki lawan yang mencoba mendekat.
Azka rasa selain dirinya tidak ada yang terjaga dan dia penggunakan pistol bukan pedang, tidak mungkin kan para pembunuh bayaran itu saling membunuh satu sama lain.
“Tuan sepertinya bala bantuan datang, dua orang menggunakan pakaian serba hitam dengan wajah di tutupi cadar” jawab Bao Yu setelah melihat dua orang yang membantu Azka menghabisi para pembunuh bayaran.
“Siapa mereka?”
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁