
“Tapi jika Nona ada hubungannya dengan hukuman itu lantas bagaimana dengan hubungan Nona dengan Dewi Perang hingga mampu mengontrak Pedang Naga Biru?” tanya Tao masih tidak mengerti, hubungan hubungan ini sungguh rumit.
“Ah iya, kita melupakan satu hal itu”
***
“Haruskah kita menyuruh Bao Yu lagi untuk mencari tahu hal ini?” tanya Tao mencoba mengeluarkan pendapatnya.
“Jangan Xiao Bai punya cara lain” sahut Xiao Bai membuat dahi Tao mengernyit heran.
“Apa?”
“Binatang Iblis” jawab Xiao Bai singkat membuat mata Tao terbelalak kaget untuk yang kedua kalinya dalam sehari.
“Xi’er kamu bercanda kan? oh ayolah bukankah kamu menyayangi Nona? ini terlalu beresiko” sahut Tao yang benar benar tidak setuju dengan keputusan ngegas dari Xiao Bai.
“Paman sebenarnya Xiao Bai sudah memikirkan hal ini sejak lama, mengingat kakak yang bersifat misterius namun sayangnya dia tahu semua tentang ibunda dan tentunya tidak akan memberitahukan hal ini kepada kita, di tambah lagi sepertinya kakak tahu sesuatu tentang hubungan masa lalu tentang kemarahan Kaisar Dewa hingga menghukum pasangan Dewa dan Iblis, maka itu mustahil untuk meminta bantuan lagi padanya” ujar Xiao Bai panjang kali lebar.
Kali ini masalah Azka menurutnya sedikit rumit, jika biasanya hanya tentang perang, siapa sebenarnya Zhishu? serta beberapa wanita penggoda, maka sekarang lebih rumit dan lebih besar juga resikonya.
Bagaimana tidak kali ini mereka melibatkan Dewa serta Kaum Iblis!!
“Xi’er sadarlah!! kamu tidak lupa bukan tentang Binatang Iblis yang tidak akan melepaskan musuhnya begitu saja apalagi ini tentang Kaisar Iblis pemimpin dari mereka!!” sahut Tao masih tidak setuju, mana mau dia membiarkan Azka dalam masalah.
“Paman apa sekarang kamu menganggap ibunda lemah, asalkan paman tahu Xiao Bai juga sudah memikirkan hal ini berulang kali!! Xiao Bai bahkan berkali kali mencari jalan lain, tapi apa cuma ini yang bisa, paman tahu alasannya?
Pertama, Binatang Iblis mampu mengenali Dewa Dewi, Reinkarnasi Dewa Dewi bahkan kaum Iblis sekalipun, Binatang Iblis juga mampu mengenali Keturunan dari Dewa, Dewi, maupun Kaum Iblis, karna itu adalah kemampuan mereka.
Yang kedua, Kakak Bao Yu tidak sebaik itu untuk memberi tahu kita masalah yang menimpa Ibunda, siapa itu Ibunda, maupun apa hubungan Ibunda dengan dunia atas.
Yang Ketiga, bukankah ibunda punya rencana untuk menyelidiki pemilik Token Iblis, jadi ini adalah kesempatan kita untuk mempertemukan ibunda dengan Binatang Iblis.
Dan yang terakhir, kenapa paman Tao harus khawatir jika di samping bunda terdapat 3 Binatang Ilahi, 2 Senjata Spiritual serta beberapa Senjata aneh yang bunda bawa dari masa depan, ah dan jangan lupakan Ayahanda si Master Hebat yang tentunya akan membuat para binatang Iblis itu lari ketakutan” jelas Xiao Bai panjang lebar namun masih membuat keraguan menempel di pikiran pikiran Tao.
“Oh ayolah paman jangan kayak orang susah gitu dong” sahut Xiao Bai sambil naik ke atas meja makan agar lebih dekat lagi dengan Tao.
Sedangkan Tao yang mulai di dekati Xiao Bai pun mulai merasakan sesuatu yang tidak enak akan terjadi, yah setidaknya dia masih ingat jika Xiao Bai bukanlah anak yang bersikap baik hati, lemah lembut dan tidak sombong.
“Xi’er jangan mengancam ku” ujar Tao sambil mundur sedikit mencoba menjauh dari iblis kecil yang sayangnya punya wajah malaikat.
“Paman tenang saja karna Xiao Bai tidak akan mengancam paman untuk membuat keputusan sulit ini” sahut Xiao Bai layaknya orang dewasa membuat Tao sedikit bernafas lega.
__ADS_1
“Tapi jika paman menolak rencana ini, Xiao Bai pasti akan mencabut gigi kelebihan kalsium itu secara paksa lalu sebagai gantinya Xiao Bai akan menempelkan gigi **** hutan di antara gigi gigi tidak rapi itu!!!” lanjut Xiao Bai sambil menunjuk gigi gingsul Tao yang kebetulan lagi keliatan lalu kembali duduk di tempat semula yaitu di depan Tao.
Apanya yang tidak akan mengancam -_-”
“Sial!!” gumam Tao pelan namun masih terdengar dengan jelas di telinga Xiao Bai.
“Jadi paman pilih yang mana?” tanya Xiao Bai dengan tatapan polos membuat Tao bergidik ngeri.
“Apa aku terlihat punya pilihan?” bukannya menjawab Tao malah balik bertanya dengan nada mellow membuat Xiao Bai langsung tertawa cekikikan.
Memang menggoda Tao adalah hal paling menyenangkan bagi iblis kecil Xiao Bai.
“Kalian sedang apa?”
Sontak tertawaan Xiao Bai terhenti dan beralih menatap Zhishu yang sedang mendekati tempatnya sambil membawa banyak sekali tanghulu di kedua tangannya membuat Xiao Bai langsung menarik formasinya yang ternyata tidak ada apa apanya buat Zhishu.
“Ayo kembali sebelum istri khawatir, lagi pula hari sudah beranjak malam” ajak Zhishu pada Tao dan Xiao Bai namun tak kunjung mendapat jawaban karna mereka berdua masih sibuk menghitung beberapa tusuk tanghulu yang baru saja Zhishu taruh di atas meja.
“50, 51, 52 habis!! … ayahanda!! ini masih kurang” bukannya menjawab Xiao Bai malah merengek karna tanghulunya yang hanya sedikit.
“Tenang saja di ruang dimensi masih ada” jawab Zhishu santai.
“Paman kamu ada berapa?” tanya Xiao Bai pada Tao yang masih menghitung.
“10 doang ngitungnya setahun” cibir Xiao Bai yang tidak di tanggapi sama sekali oleh Tao.
Tao be like : “Bodo ga denger, ga liat lagi pake skincare”
“Sudah sudah, tinggalkan saja tanghulunya biar Shuwan yang membawakan nanti” sahut Zhishu lalu segera menggendong Xiao Bai dan menggandeng mesra Tao untuk berteleport bersama.
Tidak membutuhkan waktu lama, mungkin hanya 5 detik kini mereka bertiga sudah sampai di dalam pavilium khusus tepatnya kamar Zhishu karna meminimalisir adanya Haechan yang masih suka tidur di sofa karna lebih empuk.
Belum pernah aja tuh anak nyoba tidur di Kasur Queen size milik Azka, apa lagi tidurnya bareng yang punya, beuhh di jamin ga bakal mau bangun dah.
Etapi tidak semudah itu ferguso, karna Zhu Zhishu tidak akan membiarkan laki laki lain berdekatan dengan sang calon istri sampai kapan pun itu.
“Kalian kembalilah biar aku yang menemui istri” ujar Zhishu sambil membenahi penampilannya.
Tidak lama setelah itu datanglah Shuwan sambil membawa tanghulu di kedua tangan serta mulutnya dan beberapa lagi ada yang di tusukkan sebagai aksesoris rambut di kepala Shuwan.
“Paman terlihat tampan memakai aksesoris itu” ujar Xiao Bai yang mulutnya emang susah buat di saring.
__ADS_1
Ingin rasanya Shuwan memaki namun apalah daya mulutnya penuh tusukan tanghulu.
Sedangkan Zhishu dia langsung pergi begitu saja setelah melambaikan tangannya ke arah Tao dan Xiao Bai.
Buat Zhishu dia tidak perlu susah susah mencari keberadaan Azka, karna menurutnya aura kental Azka sangat mudah di kenali oleh Zhishu.
Kini Zhishu berjalan dengan riang menuju atap pavilium khusus sambil membawa dua tanghulu di tangan kanannya yang sempat dia ambil tadi tanpa memperdulikan Haechan yang sedang memperhatikan gerak geriknya sambil berbaring di atas sofa.
Dan tebakan Zhishu benar!! Azka memang berada di atas atap pavilium khusus sambil menopang dagunya dan memejamkan mata indahnya.
Segera Zhishu memanjat pavilium menggunakan ilmu meringankan tubuhnya lalu berjalan diam diam ke tempat Azka hingga menempatkan wajah tampannya tepat di depan wajah Azka membuat nafas keduanya beradu karna kali ini azka melepas cadarnya.
Azka sendiri awalnya sedikit kaget dengan udara panas yang tiba tiba menerpa wajahnya namun kembali tenang karna dia pastinya sudah tau siapa pelakunya.
Siapa lagi coba yang berani melakukan hal ini kepadanya.
“Kenapa istri belum tidur hmm?” tanya zhishu lembut sambil membenahi anak rambut Azka yang berantakan akibat terpaan angin menggunakan tangan kirinya.
“Kamu tidak marah?” tanya Azka kembali dengan pelan lalu membuka matanya melihat betapa tampannya Zhishu yang sedang memandanginya dengan intens.
“Apa Zhishu pernah marah pada istri?” bukannya menjawab Zhishu malah balik bertanya dengan nada imut membuat Azka tidak tahan untuk tidak mencubit pipi mulus Zhishu.
Tapi nyatanya Azka tahan kok.
“Baiklah, jika kamu tidak marah maka besok kita akan melakukan perjalanan ke Benua Tengah” jawab Azka melenceng dari pembahasan membuat sebelah alis Zhishu terangkat.
“Kenapa tiba tiba? apa terjadi sesuatu?”
🐣🐣🐣
BONUS PICT.
Sumber pinterest.
Foto gans Shuwan.
Ji Shu Wan, Bandit gunung yang sebelumnya di jadikan tawanan dan di bebaskan oleh Zhishu lalu di latih dengan keras hingga menjadi seperti ini, selain tangan kanan dari seorang Zhu Zhishu dia juga merangkap sebagai jendral pasukan khusus kemiliteran yang mengontrol wilayah perbatasan,
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys biar author makin semangat ngetiknya😊❤.