Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Penjamuan Istana II


__ADS_3

“YANG MULIA RAJA KEGELAPAN MEMASUKI AULA ISTANA”


***


Teriakan seorang kasim di luar aula sontak membuat semua orang langsung bersujud, bahkan Kaisar dan para anggota kerajaan pun langsung berdiri turun dari singgahsana lalu membungkuk.


Sedangkan Azka dia benar benar tidak tahu situasi apa yang sedang menghampirinya ini, hingga pada akhirnya Tao menarik Nonanya untuk lekas bersujud seperti yang lainnya.


Pintu aula terbuka dan muncullah sosok Master Zhu yang menggunakan tudung untuk menutupi wajah tampannya yang tidak menggunakan topeng, di belakangnya terdapat dua pengawal berbaju serba hitam yang tidak lain adalah Minghao dan Shuwan.


Keduanya tidak menggunakan cadar seperti biasanya, melainkan memperlihatkan wajah tampan mereka ke publik, tidak seperti Master Zhu yang masih tertutup tudung.


‘Aroma ini…… aroma cendana’ batin Azka saat Master Zhu melewati tempat duduknya meninggalkan aroma yang sangat Azka sukai akhir akhir ini.


“SALAM YANG MULIA RAJA KEGELAPAN SEMOGA HIDUP SAMPAI SERATUS RIBU TAHUN” salam semua orang termasuk keluarga kerajaan, saat Master Zhu sudah duduk di singgahsana.


Tentu saja kecuali Azka yang masih merenungkan aroma prianya.


‘Gak mungkin, lagian pabrik gak cuma buat satu’ batin Azka mulai menenang kan fikirannya.


“Bangunlah!!!” ujar Shuwan mewakili Master Zhu, atau lebih tepatnya Zhu Zhishu.


Deg….


Azka terkejut setengah mati saat bangun dari sujudnya melihat postur tubuh Raja Kegelapan yang sama persis dengan Zhishu, seketika otot otot Azka melemas, untungnya ada Ketua Akademi di sebelah kirinya yang dengan sigap membantunya agar tidak terjatuh.


“Murid ku kau kenapa? jangan memaksakan diri jika kamu belum pulih sepenuhnya” tanya Ketua Akademi khawatir saat melihat wajah pucat Azka.


“Ah tidak guru, aku hanya sedikit kaget” sahut Azka membuat gurunya menghembuskan nafas lega.


‘Ayo Azka tenanglah, itu bukan dia!! lagi pula yang memiliki postur tubuh dan aroma yang sama belum tentu orang yang sama juga’ batin Azka mencoba menenangkan fikirannya yang kembali kalut.


Jangan remehkan pengamatan seorang pembunuh bayaran termuda abad 21, Azka bahkan menghafal kepribadian, bentuk tubuh, wajah, suara bahkan aroma tubuh targetnya, apalagi jika orang itu adalah seseorang yang disukainya, dijamin Azka gak bakal melupakan bagian sekecil apapun dari orang itu.


‘Tuan, ada apa denganmu?’ tanya Bao Yu dari ruang dimensi yang merasa khawatir akan tingkah Tuannya yang berbeda dari biasanya.


‘Tidak ada’ balas Azka singkat lalu beralih menatap Tao yang kini sedang menatap Master Zhu penuh kekaguman.


“Yang rendahan ini sungguh merasa terhormat, akan kedatangan Yang Mulia ke gubuk reyot ini” ujar Kaisar Kerajaan Barat, Wei Nan.


“Tidak perlu sungkan, anggap saja rumah sendiri” sahut Minghao bawahan Master Zhu dengan angkuh membuat para undangan menatapnya sinis.


Rumah siapa? yang harus nganggap rumah siapa?


“Ah terimakasih atas kemurahan hati Yang Mulia Master Zhu” ujar Kaisar Wei lalu mengajak keluarganya untuk duduk di kursi lain.


Acara penjamuan pun di mulai, para tamu undangan di perbolehkan untuk memakan hidangan yang telah di siapkan kerajaan, namun tidak dengan Azka yang hanya terdiam menatap makanan makanan itu.


Tidak mungkin kan dia makan dengan cadar yang masih setia menempel di wajahnya, Azka sendiri pun enggan melepaskan cadarnya.


“Adik seperguruan, kenapa kau tidak memakan hidangannya?” tanya Fang Yin dengan suara yang sengaja di keraskan agar para tamu yang lain melihat kearahnya dan Azka yang sedang dia ajak bicara.


Dan benar saja kini semua orang menatap Azka dan Fang Yin termasuk Master Zhu yang sedari tadi hanya mengamati Azka dari balik tudungnya.


“Terimakasih atas perhatiannya kakak seperguruan namun aku sudah kenyang” jawab Azka sok manis, namun setelah itu Azka merasa ingin muntah pelangi.


“Adik seperguruan tidak usah sungkan, senior ini tahu jika adik belum memakan apapun sejak tadi pagi, apa ini karna adik enggan menunjukkan wajah di balik cadar itu?” tanya Fang Yin dengan nada halusnya.


Mungkin jika orang lain yang melihat pasti menyimpulkan kalau Fang Yin ini gadis lembut yang tidak akan menindas adik adik seperguruannya.


‘Kau ingin main main’ batin Azka dengan senyum mengembang di balik cadarnya.


“A- anu bbu bukan begitu” jawab Azka pura pura gugup membuat Fang Yin makin ingin menjatuhkannya.


“Lalu kenapa? jika kamu tidak makan itu sama saja tidak menghormati Yang Mulia Kaisar yang telah menyiapkan makanan ini, tidak apa apa lepaskan saja cadarmu, senior yakin kalau wajah mu itu tidak seburuk yang dikatakan murid lain, Bukankah begitu Yang Mulia?” tanya Fang Yin dengan senyum manisnya, meminta pendapat dari Kaisar Wei.

__ADS_1


Kresek mana kresek, Azka benar benar ingin muntah melihat wajah Munafik dari Fang Yin.


Mendengar ucapan Fang Yin yang notabenya anak keluarga bangsawan terhormat, para tamu pun akhirnya berbisik bisik mencemooh Azka, hal itu sukses membuat Fang Yin merasa di atas awan namun tidak dengan Xu Kai dan Ketua Akademi yang kini menatap tajam kearah Fang Yin si lotus putih.


“Putri Jendral Fang ada benarnya, namun jika hal itu bisa membuat Nona ini merasa tidak nyaman, Zhen akan memakluminya” ujar Kaisar Wei ramah.


Benar benar sesuai rumor, Keluarga Kerajaan Barat terkenal dengan sikapnya yang ramah terhadap rakyat namun bringas saat berhadapan dengan musuh, ah dan jangan lupakan tentang kesetiaannya dalam menjalin hubungan.


Meskipun Kaisar Wei memaklumi Azka namun tidak dengan Fang Yin yang tetap ingin menjatuhkan wanita yang dia anggap sebagai saingannya dalam hal senjata dan berpedang.


“Yang Mulia benar benar orang yang baik, namun jika Adik seperguruan tetap menolak apa itu terlihat sopan” sahut Fang Lian sambil menatap Azka remeh.


“Murid ku, jangan hiraukan ucapan Fang Yin” ujar Ketua Akademi namun tidak di tanggapi oleh Azka.


“Yang di katakan Kakak seperguruan memang benar, terimakasih atas kebaikan Yang Mulia Kaisar, mohon maaf jika wajah saya dapat melukai mata Yang Mulia dan yang lainnya” ujar Azka sopan, lalu perlahan membuka tali cadarnya membuat Fang Lian tersenyum puas.


Kini semua mata menatap penasaran kepada Azka yang hendak membukan cadarnya, seburuk apa kira kira wajah di balik cadar itu.


Tapi tidak dengan Zhu Zhishu, dia bahkan memalingkan wajahnya dengan mulut yang tidak henti hentinya mengabsen nama nama hewan untuk mengumpati Fang Yin, ah bagaimana bisa dia membiarkan kecantikan calon istrinya di nikmati laki laki lain.


“Adik, aku yakin wajah di balik cadar itu adalah wajah yang buruk, lihat lah Mater Zhu sampai memalingkan wajahnya” bisik Fang Lian kepada Fang Yin sambil menunjuk ke arah Master Zhu yang masih belum berhenti mengumpati Fang Yin.


“Kau benar kakak, tapi bukan kah menurut rumor wajah Master Zhu itu buruk rupa?” tanya Fang Yin.


“Entahlah, aku juga pernah mendengar jika wajah Master Zhu adalah ketampanan sejati” jawab Fang Lian membuat Fang Yin langsung membenahi pakaiannya berniat menggoda Master Zhu.


Siapa coba yang tidak akan tergoda oleh Master Zhu, tidak hanya kaya dan berkuasa, dia juga adalah sosok yang kuat dan terpandang, apalagi jika di tambah bonus wajah yang rupawan, yakin deh para kaum wanita pasti berbaris rapi untuk mengirim surat lamaran.


“Du~durudu~duduruduuudururu” Itu suara Bao Yu dari ruang dimensi.


Tanpa menghiraukan suara Bao Yu yang nge backsound in tatapan penasaran dari orang orang Azka masih fokus membuka tali cadarnya yang kayaknya kesimpul mati.


“Adik seperguruan kenapa lama sekali membukanya? lihatlah orang orang menunggumu, apa kamu tidak malu?” tanya Fang Yin yang sudah tidak sabar menjatuhkan citra Azka.


“Tunggu sebentar ini kayaknya kesimpul mati deh, Xu Kai tolong bantu aku melepaskan ini” jawab Azka meminta tolong kepada Xu Kai tanpa tahu ada yang kepanasan.


Awalnya Xu Kai sedikit ragu untuk membantu Azka membuka cadarnya, dia takut Azka akan di permalukan Fang Yin tapi dia bisa apa.


Dengan perlahan Xu Kai yang posisinya berada di sebelah kanan Azka pun membantunya, dan pada akhirnya cadar itu terlepas membuat semua orang menahan nafas.


“………..”


Azka kini kebingungan menatap wajah orang orang yang sudah pucat pasi melihat wajahnya “Kenapa wajahku jelek ya? yaudah aku tutup lagi aja” tanya Azka bersiap memakai kembali cadarnya.


“Cantik sekali” ujar Xu Kai tanpa sadar menatap Azka penuh cinta membuat Azka mengurungkan niatnya untuk memakai cadarnya kembali.


Lagi pula Azka kan lapar ingin makan.


Kali ini Zhishu benar benar ingin melemparkan Xu Kai kealam lain agar tidak bisa menggoda calon istrinya.


“Aku tahu” jawab Azka di sertai senyum manisnya membuat seluruh kaum laki laki hampir mimisan.


“Senyum mu mengalihkan dunia ku”


“Cantik sekali, aku harus segera mengirimkan surat lamaran untuk putraku”


“Ah aku hampir mimisan melihatnya”


“Mataku jadi sehat tiba tiba”


“Bidadari dari langit sebelah mana ini”


“Ah sebelah pojok mungkin”


Kira kira seperti itulah kata kata yang keluar dari mulut manis para tamu undangan membuat Fang Yin makin membenci Azka.

__ADS_1


‘Jal*ng itu, siapa tahu wajah di balik cadarnya bisa sesempurna itu’ batin Fang Yin saat melihat kakaknya kini tidak berkedip menatap Azka.


“Gadis, kenapa kau menutupi kecantikanmu di balik cadar?” tanya Kaisar Wei kepada Azka saat melihat wajah ketiga putranya yang memerah malu.


Ting!!!.... seketika pertanyaan Kaisar Wei memberikan ide cemerlang pada Fang Yin.


“Itu benar, adik aku tidak menyangka apa kamu adalah mata mata yang dikirimkan kerajaan lain? pantas saja kamu menutupi wajah mu yang tidak cacat itu agar tidak ketahuan” sahut Fang Yin membuat semua orang kini melotot tidak percaya.


Azka terlalu cantik jika di jadikan mata mata.


Sedangkan Azka dia hanya terkekeh pelan, ah wanita ini tidak ada kapok kapoknya ya.


“Kakak seperguruan, kamu ini sebenarnya bodoh atau kamu meninggalkan otakmu di Akademi?” tanya Azka santai namun menusuk membuat Fang Yin tidak bisa menahan diri.


“Jal*ng ini!!! apa yang kamu bicarakan ha!!!” teriak Fang Yin sambil berdiri dari tempat duduknya membuat tatapan semua orang kini beralih kepadanya.


“Tentu saja aku menutupi wajah ini karna aku tidak ingin tunangan ku punya saingan yang memberatkannya” sahut Azka membuat semua orang kecewa tapi tidak dengan Zhishu yang lebih kemarah marah, kira kira siapa tunangan Azka.


“Sayang sekali”


“Mau dong jadi tunangannya”


“Ah aku merasa di tolak bahkan sebelum aku berjuang”


“Beruntung sekali orang itu”


“Apa di kehidupan sebelumnya orang itu pernah menyelamatkan dunia? kenapa bisa seberuntung itu dapat menjadi tunangan Nona cantik”


Ucapan demi ucapan keluar dari mulut para kaum lelaki membuat Zhishu semakin menahan amarah, rasanya jika sedang tidak ada banyak orang dia pasti sudah membalik meja untuk melampiaskan amarahnya.


“Nona, apa tunangan mu adalah Zhishu pria idiot yang selalu bersamamu itu?” tanya salah satu murid ahli pedang Akademi Seribu Bayangan yang mengetahui kedekatan Azka dengan Zhishu.


“Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?” tanya Azka membuat semua orang kecewa untuk yang kedua kalinya.


Bagaimana bisa wanita sesempurna Azka mau menerima Zhishu si pria idiot dari Kerajaan Timur yang bahkan reputasi buruknya telah tersebar di benua Tianyu.


Zhishu? jangan ditanya rasanya dia sudah terbang kelangit ketujuh akibat ucapan Azka yang kini menganggapnya sebagai tunangan.


Gak jadi marah deh, tunangan kok😂


“Kenapa Nona mau menerima si idiot itu sebagai tunangan mu, apa Nona terpaksa?” tanya pangeran Wei Yuan pangeran kedua kerajaan barat.


“Kenapa? apa mencintai seseorang itu butuh alasan? aku mencintainya karna dia adalah Zhishu itu saja” jawab Azka sukses membuat jantung Zhishu lari marathon.


“Putuskan pertunanganmu dengan pria idiot itu, lalu menikahlah dengan Tuan kami” sahut Minghao tiba tiba memerintah Azka seenaknya membuat Zhishu tersenyum senang.


Sedangkan para tamu beserta keluarga kerajaan sontak menjatuhkan rahang mereka, mendadak acara penjamuan ini berubah menjadi acara lamaran Raja Kegelapan kepada Azka si wanita misterius yang tidak di ketahui asal usulnya.


Apa Azka akan berpaling? entahlah.


“Minghao benar, saya yakin Nona adalah orang jenius yang tidak akan menyianyiakan Master hebat hanya untuk orang idiot” sahut Shuwan semangat namun tetap dengan nada angkuhnya.


Sesekali mengetes kesetiaan calon Ratunya tidak apa apa kan.


“Tidak terimakasih” jawab Azka singkat dan terkesan acuh tak acuh membuat semua orang meronta ronta ingin mengatai Azka yang sudah menyia nyiakan berlian demi kubangan lumpur.


“Kau yakin Nona Azka?”


Deg…….


Suara itu tidak salah lagi.


“Zhishu”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁


__ADS_2