Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
16 Pembunuh Bayaran


__ADS_3

“Mengapa istri memberikan botol botol itu begitu saja kepada keluarga paman, sepertinya botol botol itu sangat berharga? tanya Zhishu tiba tiba.


***


“Tidak apa apa lagi pula aku punya banyak” jawab Azka acuh.


“Ternyata istri sangat baik hati” ujar Zhishu riang.


“Tentu saja, dan jangan lupakan kalau aku juga sangat cantik” sahut Azka sambil melepaskan selendang dari wajahnya.


Zhishu tertegun akan kecantikan Azka, alis yang sedikit tebal, mata besar bewarna ungu dan sedikit berair, hidung yang pas tidak pesek atau pun mancung, pipi yang sedikit tembam, bibir tipis merah merekah meski tanpa pemerah bibir, kulitnya putih seputih giok, ahh benar benar cantik dan imut secara bersamaan.


Sangat cantik untuk anak usia 15 tahun.


‘Tuan aku setuju dengan kecantikan mu, namun tidak dengan kebaikan hatimu’ ujar Bao Yu dari ruang dimensi.


‘Kenapa? bukankah aku memang sangat baik hati dengan memberikan keluarga baj*ngan itu Holy Water’ batin Azka menyahuti Bao Yu.


‘Entahlah aku merasa kalau Tuan tidak akan sebaik itu terhadap musuh, Tuan pasti sedang merencanakan sesuatu” ujar Bao Yu merasa Tuannya sedang membuat kejutan.


‘Hahahaha kau memang sangat mengerti aku, jika kau ingin tahu maka keluarlah dan lihat sendiri perubahan keluarga baj*ngan itu lalu laporkan pada ku hasilnya’ sahut Azka santai


‘Dengan senang hati Tuan’ ujar Bao Yu lalu melesat pergi meninggalkan ruang dimensi, Azka pun mematikan komunakasi dengan Bao Yu.


“Nona kita sudah sampai” ujar Tao tepat saat kereta berhenti di depan penginapan Pavilium Xialing yang berada di ibukota Kerajaan Timur, segera Azka memakai kembali selendangnya.


Rombongan Azka turun dari kereta lalu memasuki penginapan, Azka memesan 2 kamar kelas menengah dan menyuruh Zhishu untuk beristirahat sedangkan dirinya pergi mengajak Tao jalan jalan.


“Apa Nona ingin menggunakan kereta?” tanya Tao kepada Azka.


“Tidak aku sedang ingin berjalan menikmati waktu senggang” jawab Azka santai.


“Nona kemana kita akan pergi?” tanya Tao lagi di perjalanan.


“……..” Azka enggan menjawab membuat Tao menelan kembali pertanyaannya.


Ternyata Azka membawa Tao ke pasar tradisional, disana Azka membelikan Tao serta Zhishu banyak sekali hanfu pria karna hanfu di ruang dimensi rata rata seukuran Azka hanya ada 2 atau 3 yang menyamai ukuran Zhishu serta Tao, mungkin pemilik sebelumnya badannya kecil atau memang hanfu hanfu itu menyesuaikan dengan tubuh pemiliknya.


Karna setelah Azka melihat lihat pakaian modern yang ada di lemari semuanya besar besar, mungkin seukuran kakak Azka di zaman modern, namun entah mengaka semua hanfu disana sesuai dengan tubuh Azka jadi mungkin hanfu hanfu itu memang menyesuaikan dengan tubuh pemiliknya.


“Tao sepertinya kau suka warna hitam” ujar Azka tiba tiba melihat semua yang di kenakan Tao berwarna hitam bahkan rambutnya ikut berwarna hitam legam.


“Benar Nona” jawab Tao singkat, kali ini Tao benar benar tidak berani banyak berbicara.


Nona nya ini sedikit pilih kasih, kalau dengan Zhishu saja Nonanya menjawab semua pertanyaan tidak penting Zhishu tapi tidak dengan dirinya, ahhh nasib nasib.

__ADS_1


“Sekarang aku tau, Bao Yu bentuk Rubahnya bewarna putih maka dari itu rambutnya bewarna putih, lalu Xiao Bai bentuk Naganya bewarna merah maka dari itu rambutnya bewarna merah dia juga suka memakai baju bewarna merah, lalu kau bentuk Macan mu bewarna hitam legam jadi rambutmu juga bewarna hitam” ujar Azka panjang lebar membuat Tao senang, ah setidaknya Nonanya tidak sedingin biasanya.


“Benar Nona, lalu apa Nona juga akan membelikan mereka berdua hanfu?” tanya Tao.


“Tidak perlu, mereka berdua sudah punya banyak aku akan membelikan mereka berdua aksesoris rambut saja” jawab Azka.


Azka melanjutkan memilih aksesoris untuk semua orang orangnya termasuk dirinya sendiri, tak lupa dia membeli banyak cadar tipis bewarna warni.


Tidak terasa hari sudah beranjak petang, Azka benar benar menikmati waktu belanjanya sampai lupa waktu.


“Bunda aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi” ujar Xiao Bai tiba tiba keluar dari ruang dimensi dengan wujud manusianya.


Untung Azka sudah di perjalanan pulang dan hari sudah petang jadi tidak ada yang melihat, langsung saja Azka menggendong Xiao Bai.


“Apa tidak apa apa meninggalkan Zhishu sendirian di penginapan?” tanya Tao yang sedikit khawatir dengan perkataan Xiao Bai.


“Astaga!!!” teriak Azka panik.


Azka benar benar lupa meninggalkan Zhishu tanpa penjagaan, dengan sekuat tenaga Azka berlari sambil menggendong Xiao Bai di dekapannya di ikuti Tao dari belakang.


Untungnya jarak antara penginapan dengan pasar tidak begitu jauh sehingga Azka tidak begitu menguras tenaganya, sebenarnya Azka bisa saja menunggangi Tao agar cepat sampai namun dia tidak ingin di buru orang jika melihatnya menunggangi Black Tiger yang berada dalam tingkat ilahi.


Sesampainya di penginapan Azka langsung saja berlari menuju kamar Zhishu tanpa menghiraukan tatapan orang orang yang menatapnya heran karna berlari dengan tergesa gesa.


Brakk!!!!!


Keadaan Zhishu tengah tersungkur dilantai dengan topeng yang sudah pecah menyisakan sebagian yang masih menempel di seperempat wajahnya bagian mata.


Melihat kedatangan Azka buru buru salah satu pembunuh bayaran itu mengambil ancang ancang untuk menusuk dada kiri Zhishu.


Dengan cekatan Azka menghempaskan orang itu menggunakan elemen anginnya hingga tubuhnya menabrak dinding dengan keras dan langsung memuntahkan seteguk darah.


“Tao habisi mereka semua, sisah kan satu untuk di introgasi” perintah Azka lantang dengan segara Tao merubah wujudnya menjadi black tiger lalu menerjang para pembunuh bayaran itu mengoyak habis tubuh mereka seketika suara teriakan kesakitan menggema di kamar Xhishu.


“Xiao Bai kau bisa membuat formasi?” tanya Azka pada Xiao Bai di gendongannya.


“Tentu bisa ibunda” jawab Xiao Bai lalu turun dari gendongan Azka.


“Lakukan” perintah Azka yang di balas anggukan Xiao Bai.


Tanpa bertanya pun Xiao Bai sudah tau apa yang di inginkan ibundanya, segera Xiao Bai membuat formasi pelindung kedap suara di seluruh area kamar Zhishu agar teriakan para pembunuh bayaran tidak sampai terdengar keluar.


Hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk Tao menghabisi para pembunuh bayaran itu dan menyisahkan satu yang masih hidup sesuai dengan perintah Azka.


Tao segera merubah wujudnya kembali menjadi manusia sedangkan Azka berjalan mendekati pembunuh bayaran yang masih hidup, jika di lihat pembunuh itu sudah sedikit sekarat.

__ADS_1


“Akhh…. kh-au mma uh apha” ucap pembunuh itu terbata bata.


“Siapa yang menyuruhmu?” tanya Azka tegas.


Pembunuh itu hanya terdiam namun sebenarnya dia sudah bersusah payah menggigit lidahnya.


“Akhhh” teriak pembunuh itu nyaring karna azka tiba tiba mencekiknya.


“Mau bunuh diri heh” ujar azka dengan senyum smirk di balik selendangnya.


“Jika kau mengatakan yang sebenarnya, aku akan membiarkanmu pergi namun jika kau tidak mengaku maka aku dengan senang hati akan menyiksamu sampai bicara” lanjutnya lalu melepaskan cekikan tangannya.


“Ukhh…hah-hah dasar wanita iblis!!!” teriak pembunuh bayaran itu tepat di muka Azka.


Plakk!!!!


“Arkhhh” pembunuh bayaran itu tersungkur di lantai dengan beberapa gigi yang sudah keluar dari tempatnya akibat tamparan Azka.


“Ups kelepasan” sahut Azka acuh membuat Tao bergidik ngeri.


“Bagaimana, mau mengatakannya atau tidak” lanjut Azka.


“Perdana Mentri Kiri” ujar pembunuh bayaran itu mengaku.


“Pergilah” ujar Azka acuh.


Dengan sekuat tenaga pembunuh bayaran itu berlari tertatih tatih menuju jendela, namun belum sempat pembunuh itu melompat Azka sudah terlebih dahulu melemparkan pisau lipat nya ke arah punggung kiri pembunuh itu membuatnya menghembuskan nafas terakhir saat itu juga.


“Mengapa ibunda membunuhnya, bukankah ibunda berjanji untuk membiarkannya pergi?” tanya Xiao Bai polos.


“Aku berjanji membiarkannya pergi bukan membiarkannya hidup, jadi dimana letak kesalahan ku?” tanya Azka balik.


“Bunda, kau benar benar tidak akan membiarkan musuhmu lepas begitu saja” ujar Xiao Bai kagum.


Azka hanya tersenyum lalu beralih menatap Zhishu yang sedang terdiam menatap semua mayat di depannya.


“Kenapa? apa sekarang kau takut padaku?” tanya Azka santai kepada Zhishu.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2