
“Semoga berhasil” lanjutnya sambil menepuk bahu Zhishu lalu pergi mengikuti Azka.
“Sial!!”
***
Azka sendiri masih berbincang bincang dengan si penjaga gerbang, meski sangat di remehkan namun penjaga itu masih menjaga sopan santunnya tidak seperti dulu yang langsung menuduhnya aneh aneh.
“Biasanya jika penjaga gerbang utama yang menyarankan kami akan melakukan beberapa tes terlebih dahulu, dengan kemampuanmu yang hanya segitu aku benar benar tidak yakin kamu mempu melewati serangkaian tes itu” ujar si penjaga gerbang membuat Azka geregetan sendiri.
“Jadi apa kalian masih ingin memasuki akademi ini?” lanjutnya menanyakan kesanggupan Azka.
Azka benar benar merasa di remehkan disini, huh lihat saja dia pasti akan membuktikan jika kekuatan fisik juga bisa melampaui kekuatan tenanga dalam, karna apapun itu jelas melihat seberapa tekad orang itu hingga mampu mendorong kemampuannya.
Nyatanya Azka masih ingin menolak dengan alasan tidak sanggup, namun mereka pasti akan curiga karna dia telah jauh jauh dari Benua Tetangga dan menyerah begitu saja.
“Permisi Tuan penjaga gerbang, apa tidak ada cara lain yang lebih mudah, aku- aku aku takuut” ujar Azka sambil memainkan ujung hanfunya membuat Xi Long menatap Nonanya tidak percaya.
Dimana Azka yang galak! dimana Azka yang kuat! dimana Azka yang suka tantangan!
Zhishu sendiri faham betul dengan tingkah Azka, kira kira apa yang di rencanakan bocah itu.
“Hahahaha sayang sekali di sini tidak ada cara untuk pecundang!!” sahut salah satu penjga gerbang lainnya yang langsung di tatap tajam oleh si penjaga yang sedari tadi melayani Azka.
Prinsip penjaga di sana boleh merendahkan orang baru namun tidak dengan kata kasar, mereka tidak boleh langsung mengoloknya jika tidak ingin terkena masalah di kemudian hari.
Yah di kemudian hari, di Benua Tengah ini apapun bisa terjadi, orang yang awalnya sangat lemah bisa jadi akan meningkat dengan pesat disini, jadi takutnya orang itu pasti akan mencarinya dan membalas dendam.
“Kenapa!! lagi pula bocah ini penakut!! mana mungkin bisa menjadi kuat disini, hahahaha tidur sana!!” teriaknya lalu segera pergi meninggalkan gerbang.
“Aku tahu jika Tuan Muda ini sangat kaya, namun tidak akan baik jika kamu tetap disini, aku hanya bisa menyarankan mu untuk memasuki Akademi Gujao, mungkin akan membutuhkan sekitar 1 hari perjalanan” sahut penjaga gerbang yang tadi melayani Azka sambil membungkuk meminta maaf.
“Terimakasih atas sarannya” ujar Azka lalu membungkuk di ikuti Zhishu dan juga Xi Long yang masih mode bingung.
“Kami permisi” lanjutnya lalu segera pergi dengan hati riang gembira.
__ADS_1
“Tapi Tuan, temanmu apa dia tidak ingin belajar di sini!!” teriak penjaga gerbang itu saat melihat Xi Long dan Zhishu juga ikutan pergi.
“Tidak perlu, lagi pula mereka berdua akan terus mengikutiku!!” teriak Azka sambil melambaikan tangan kanannya tanpa membalik tubuhnya.
“Nona, apa kamu yakin tidak jadi belajar di sini?” tanya Xi Long yang mulai khawatir dengan keputusan Azka.
“Hmm” jawab Azka yang hanya berupa deheman.
“Apa istri yakin membiarkannya hidup begitu saja?” tanya Zhishu namun tak kunjung mendapat jawaban dari Azka membuatnya membuang nafasnya kasar.
Azka masih marah.
“Bunda yakin!!” tanya Xiao Bai yang tiba tiba muncul dan langsung memeluk Azka dari depan menggunakan wujud bocahnya membuat Xi Long terjungkal untuk yang kedua kalinya, sedangkan Azka langsung melihat sekeliling apa ada orang yang mengawasinya.
“Tao bunuh orang yang sedari tadi mengawasi kita!! cepat dia melihat Xiao Bai keluar!!” perintah Azka dengan cepat saat menyadari orang yang mengawasinya segera berlari pontang panting untuk menjauh.
“Baik Nona” jawab Tao patuh lalu segera melesat pergi untuk menghabisi mata mata yang di kirim Rui untuk membuntuti Zhishu.
“Nona tahu kita sedang di buntuti?” tanya Xi Long sambil membersihkan hanfunya yang terkena tanah akibat terjungkal.
Yah meski dia tidak tahu apa itu pelakor namun dia tahu jika Azka sedang berusaha mempertahankannya.
“Apa!!! aku masih marah tau!!” bentak Azka membuat Zhishu melepaskan elusan tangannya dengan cepat namun senyum cerah masih terbit di wajahnya.
“Bunda, bagaimana dengan pertanyaan Xiao Bai tadi?” tanya Xiao Bai lagi membuat Azka tersenyum di balik selendangnya.
“Tentu saja tidak!! Xi’er pasti menyukainya jadi berhati hatilah” jawab Azka membuat Xiao Bai langsung semangat merubah tubuhnya menjadi ular yang sangat kecil dan melayang layang di udara.
“Ingat, jangan membunuhnya cukup buat saja dia tidak bisa berbicara selamanya” lanjutnya membuat Xi Long bergidik ngeri.
Bisa bisanya Azka mengatakan hal keji dengan nada yang sangat ramah seperti mbak mbak indomaret.
“Xi’er tahu ibunda yang terbaik” ujar Xiao Bai lalu segera melesat pergi ke Akademi Tian lu.
“Bao Yu, tunjukkan jalan dimana letak Akademi Gujao” ujar Azka yang langsung di laksanakan oleh Bao Yu yang kini berubah menjadi pemandu arah dari ruang dimensi.
__ADS_1
“Istri benar benar ingin masuk ke Akademi Gujao?” tanya Zhishu yang langsung dapat pelototan dari Azka.
“Siapa yang menyuruhmu bicara ha!!, ingat aku masih marah” jawab Azka ketus membuat Zhishu menelan salivanya kasar.
“Kenapa Nona lebih memilih belajar di Akademi terendah dari pada belajar di Akademi Tianlu yang menempati urutan ke dua?” tanya Xi Long.
“Kau tahu, wanita sialan yang menjatuhkan dirinya ke Zhishu pasti tahu kalau kita akan berangkat ke Akademi itu karna kita bertemu di Kerajaan Awan, dan aku Jovanka Azkiya tidak akan pernah membiarkan wanita sialan itu punya kesempatan sedikitpun” jawab Azka membuat Zhishu kembali tersenyum.
Sebenarnya tidak perlu sampai segitunya karna Zhishu bermaksut membunuh wanita yang telah memicu dirinya bertengkar dengan sang gadis, namun melihat kecemburuan Azka yang jarang terlihat sepertinya Zhishu akan bermain main disini.
Berbeda dengan Zhishu, Xi Long malah terlihat syok dengan penuturan Azka.
Tidak, bukan tentang sikap posesif nya melainkan namanya!
“Nona tadi bilang Jovanka Azkiya?” tanya Xi Long lagi memastikan pendengarannya.
“He heum, itu nama panjang ku, bagus bukan?” tanya Azka yang langsung mendapat gelengan kepala oleh Xi Long membuat langkah mereka terhenti dan beralih menatap Xi Long yang kini masih syok.
“Nona sudah mengingatnya? Jovanka? Dewa Perang? hukuman?” tanya Xi Long beruntun sambil menyentuh bahu Azka membuat Zhishu beralih menatap Xi Long penuh curiga.
Sedangkan Bao Yu yang melihat itu secara live dari ruang dimensi kini di buat kalang kabut serta tidak henti hentinya berdoa agar pengganggu datang.
Oh ayolah, ide buruk bekerja sama dengan Anj*ng itu, dia tidak bisa mengontrol diri serta mulutnya yang kurang saringan.
“Long Long, apa maksudmu?” tanya Azka dengan tatapan menyelidik membuat Xi Long teringat sesuatu.
Sial!! sepertinya ada cerita yang sumbang disini.
🐣🐣🐣
Ehem … maaf banget ya guys, semalem author gak up🙏🙏, jadi author habis salto alias jatoh, kepleset bekas becekan hujan😂, jadi ya gitu kesleo terus bengkak, untung langsung di urut jadi sekarang udah baikan walau masih kaku😅.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
__ADS_1