Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Pindah Negara


__ADS_3

“Tentu saja kamu, Azka, Na Azka adiknya Na Hyunjin” ujar Hyunjin membuat Azka benar benar ling lung.


Apa gagal bunuh diri bisa membuat orang sembuh dari keterbelakangan mental?


***


“Apa kamu benar benar Hyunjin, Na Hyunjinnya Azka?” tanya Azka kembali.


Dia tidak ingin percaya, tapi kenapa hati kecilnya menyuruhnya untuk percaya.


“Benar ini Na Hyunjin yang selalu bikin Azka kesusahan untuk merawat serta menjaga kakak, terkadang sampai buat kamu jadi malu juga jadi berantem sama temen temen kamu yang lain, Maafin kakak ya” jawab Hyunjin sambil bangun dari tidurannya membuat tubuh Azka meronta ronta ingin merengkuh sang kakak yang amat sangat dia sayangi.


‘Tahan tahan, gak boleh gampang percaya, kata ssaem gak boleh terkecoh sama wajah tampan’ batin Azka mencoba menenangkan dirinya.


“Ehem kapan oppa membawa aku ke panti asuhan bersama?” ujar Azka menanyakan pertanyaan pertanyaan yang melibatkan masa bayi nya.


“Saat usiamu baru mencapai 4 bulan”


“Dimana aku bersekolah?”


“Di sekolah swasta terfavorite di Daegu, kamu mendapatkan beasiswa waktu itu karna kejeniusanmu”


“Kapan pertama kali aku mulai belajar untuk mengurus oppa?”


“Saat usiamu menginjak 3 tahun”


“Oppa bersekolah dimana?”


“Di sekolah khusus Daegu”


“Siapa orang tua kita? dimana mereka?”


Deg…..


Hyunjin diam, bukan berarti tidak tahu tapi Hyunjin benar benar tidak ingin memberi tahu akan hal itu.


Melihat Hyunjin yang langsung terdiam membuat Azka langsung meragukan sang kakak tapi jika di perhatikan lagi Hyunjin tidak hanya terdiam tapi dia menunduk layaknya menahan gejolak amarah di tubuhnya.


“Bisa ganti pertanyaan?” tanya Hyunjin dengan suara serak membuat jantung Azka menari di dalam sana.


“Maaf” jawab Azka sambil menunduk, dia baru menyadari sesuatu.


Orang tuannya meninggalkan mereka berdua di panti asuhan bukan karna tidak sengaja melainkan seperti terjadi sesuatu yang fatal, seperti


Karna dia anak haram, atau anak yang tidak di inginkan?


Atau karna kedua orang tuannya malu memiliki Hyunjin yang sebelumnya punya keterbelakangan mental.


Ah apa pun itu, ini benar benar keterlaluan.


“Tidak apa apa” ujar Hyunjin lalu menarik Azka dan mendudukkan sang adik di pangkuannya, dia bahkan lupa dengan dadanya yang sekarang masih penuh lilitan perban seperti manusia setengah mumi.


“Bertanyalah sesuatu yang lain, biar kakak yang menjawabnya” lanjut Hyunjin sambil mengelus lembut surai Azka.


Di perlakukan seperti ini oleh cowok setampan Hyunjin, hati siapa coba yang gak meleleh, gak gak Azka masih kecil masih belum tahu apa apa.


“Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa oppa bisa bersama wanita tua mesum itu?” tanya Azka mengalihkan pertannyan menjadi ke pertanyaan kejadian semalam.


“Hah wanita mesum siapa?, waktu itu kakak hanya berusaha untuk mencari mu yang kata Halmoni masih belum kembali dari sekolah lalu tiba tiba saja kakak sudah berada di rumah sakit ini dengan keadaan separuh tubuh kakak yang penuh perban dan juga mendapati kamu yang sedang menangis di samping kakak dengan kondisi tubuh yang tidak jauh berbeda dari kakak, maka dari itu kakak meminta maaf karna telah gagal menjaga mu” jawab Hyunjin panjang lebar.


“Tunggu tunggu, apa oppa yakin tidak melupakan sesuatu, jelas jelas oppa akan di lec- ehem maksutnya di itu loh oppa, masa gak ingat sih” hampir saja Azka membuka kartu tentang ingatan yang mungkin akan membuat depresi sang kakak kembali.


“Kamu bicara apa sih?” tanya Hyunjin kebingungan.


“Ini tidak baik” sahut Azka lalu beranjak berdiri untuk menekan bel darurat di sebelah ranjang Hyunjin dan setelah itu segera turun kebawah sebelum terjadi kesalah fahaman.


Tidak lama kemudian, 7 orang Dokter di temani masing masing satu Suster bersamanya datang menghampiri kamar Azka dan Hyunjin.


Sekarang di fikiran Azka hanya ada “Seberapa kaya Ahjussi itu hingga membuat 7 Dokter secara langsung menghampiri kamarnya”


“Ada yang bisa kami bantu Nona Jovanka?” tanya salah satu Dokter wanita dengan ramah.


Ah ‘Jovanka’ sepertinya Azka akan menyukai panggilan itu.


Berbeda dengan Azka, Hyunjin kini memandang Dokter Dokter itu dengan kebingungan.

__ADS_1


Kenapa adiknya memanggil Dokter sebanyak ini kesini?


“Dokter tolong!! sepertinya otak oppa ku bermasalah” jawab Azka sontak membuat Hyunjin naik darah.


“Ya!!! adik kurang ajar!! bagaimana bisa kamu mengatai oppa mu sendiri gila!!” teriak Hyunjin tidak terima sembari mengacungkan jari tengahnya kepada Azka.


Oh tidak!!! sejak kapan Hyunjin yang kalem jadi bar bar seperti ini.


“Ehem bukan itu maksudku, oppa kamu salah paham” ujar Azka membuat Hyunjin menurunkan jarinya kembali.


“Jadi begini Dokter, bagaimana bisa Oppa melupakan kejadian semalam namun mengingat kejadian waktu aku masih kecil, eh maksudnya waktu aku masih bayi” ujar Azka mulai menjelaskan, dia bahkan lupa kalau dia memang masih kecil.


“Baiklah kami akan segera memeriksanya” ujar Dokter wanita itu lalu menyuruh para Suster dan Dokter yang lain untuk membawa Hyunjin beserta brankarnya menuju ruang X-ray.


“Nona, bisa saya tahu di mana Tuan Jovanka? sepertinya kami perlu membicarakan sesuatu tentang pasien” tanya Dokter itu lagi setelah rekan rekannya pergi untuk memeriksa Hyunjin.


“Dia sudah pergi, Dokter bisa mengatakannya pada ku” jawab Azka lesu.


“Tidak bisa Nona masih di bawah umur untuk hal itu”


“Dokter meragukan ku? dia itu oppa ku, oppa kandungku!!” teriak Azka tidak terima membuat Dokter wanita itu mengalah lalu mengajak Azka pergi menuju ruang kerja nya.


Di perjalanan Azka kembali mendengar berita berita tentang kepolisian yang terus melakukan investigasi kepada wanita mesum yang Azka bunuh karna si keluarga korban tidak terima dengan kematian tragis wanita itu.


Mereka tidak tahu saja bagaimana tragisnya wanita itu menyiksa kakaknya.


“Jadi begini Nona, menurut analisis saya pribadi sepertinya Tuan Muda Jovanka mengalami Amnesia Retrograde, jenis Amnesia ini merupakan gangguan daya ingat terkait peristiwa masa lalu yang masih melekat pada pengidap Amnesia jenis ini namun, pengidap Amnesia jenis ini hanya dapat mengingat peristiwa yang sudah berlalu


Penyebabnya adalah karena adanya peradangan pada bagian jaringan otak seseorang akibat dari suatu penyakit, bisa juga karna trauma hingga si pengidap benar benar tidak ingin mengingat hal yang telah di laluinya.


Nah akibat dari Amnesia Retrograde ini pengidap hanya mampu mengingat kejadian dan peristiwa sebelum mengalami Amnesia


Itu sebabnya Tuan muda melupakan kejadian semalam waktu dia kecelakan” ujar Dokter wanita itu mulai menjabarkan secara jelas tantang penyakit Hyunjin.


Sedangkan Azka? otak kecilnya hanya mampu menampung sebagian dari penjelasan Dokter wanita itu, tapi Azka masih bisa menyimpulkan jika.


‘Hyunjin kehilangan sebagian ingatan kelamnya karna trauma’


Menurut Azka ini bukan sesuatu yang buruk, malahan setidaknya Azka dapat menyingkirkan salah satu ingatan kelam sang kakak meski masih ada ingatan buruk dari orang tuannya dahulu.


“Jadi benar Oppa mengalami trauma?” tanya Azka memastikan.


Bagaimana bisa anak sekecil Azka mampu menyimpulkan pembicaraannya dengan benar.


“Tap-”


BERITA TERKINI!! SEPERTINYA ANGGOTA KEPOLISIAN SUDAH MULAI MENDAPATKAN TITIK TERANG DARI PEMBUNUHAN SADIS YANG TERJADI DI JALAN KIYOW- PIPP”


Mendengar itu dengan segera Azka mematikan Televisi yang ternyata menyala di ruangan sang Dokter membuat Dokter wanita itu mengerutkan keningnya.


“Kenapa di matikan?”


Okeh Azka bingung mau jawab apa, sedari awal jantungnya udah deg deg ser waktu melihat berita di televisi kini di tambah lagi dengan pertannyan bu Dokter yang membuat kepala Azka makin pusing.


“Suaranya mengganggu, aku kan ingin membicarakan hal serius dengan Dokter” jawab Azka setelah mendapatkan alasan yang tepat membuat Dokter wanita itu mengangguk mengerti.


Tidak lama setelah itu seorang Suster memasuki ruangan sambil membawa kertas laporan X-ray dari kepala Hyunjin.


“Dugaan ku benar, sepertinya ini bukan karna suatu penyakit namun karna Tuan muda yang mengalami trauma saat terjadinya kecelakaan” ujar Dokter wanita itu setelah membaca laporan di tangannya.


“Terimakasih dok, sepertinya hal ini akan lebih baik karna oppa pastinya tidak akan mengingat hal mengerikan itu kembali” sahut Azka membuat Dokter dan Suster itu mengangguk setuju.


“Ehem Dokter, bisa aku meminta tolong satu hal lagi?” tanya Azka dengan hati hati.


“Apa?”


“Appa menyuruhku dan oppa untuk segera pulang saat merasa sudah lebih baik, dia menyuruh kami untuk melakukan perawatan di rumah agar dia sendiri yang mengawasi kesembuhan kami, nah waktu itu Appa sedang terburu buru jadi tidak sempat mempersiapkan bodyguard ataupun keperluan lain.


Jadi bisakah Dokter mengaturkan jadwal penerbangan untuk kami menuju china, ehem lagi pula setelah sampai akan ada sesorang yang menjemput, dan juga kami memiliki kartu kredit jadi Dokter tidak perlu khawatir tentang biaya” ujar Azka menjelaskan niatnya untuk segera pergi meninggalkan negara ini.


Setelah mendengar berita yang terakhir Azka benar benar sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan Korea Selatan menuju ke China serta mengganti identitasnya dari Na Azka si anak panti menjadi Jovanka Azkiya si anak konglomerat.


Azka melakukan hal ini bukan tanpa alasan, melainkan dia ingin segera terbebas dari cap buronan yang sebentar lagi mungkin akan melekat di namanya, di tambah lagi dengan keadaan sang kakak yang sudah membaik dan bisa di ajak untuk perjalanan jauh, membuat Azka semakin yakin untuk segera pergi dari sini.


Tidak berhenti di situ Azka juga berniat mengubah identitas Na Hyunjin menjadi Jovanka Hyunjin, ehem meski cuma marga pinjam tapi cuma hal ini yang bisa Azka lakukan.

__ADS_1


Dia siap terkena marah dari Raiden atau bahkan di katai tidak tahu terimakasih hingga mengaku ngaku menjadi anaknya Azka tidak perduli, karna Azka hanya ingin melindungi Hyunjin itu saja.


“Tentu saja boleh, jika itu keinginan Tuan Jovanka maka rumah sakit ini akan melayani Nona Muda dan Tuan Muda dengan baik” jawab Dokter itu ramah membuat Azka berdecak kagum.


Seberapa besar pengaruh Ahjussi itu di Korea Selatan.


“Terimakasih atas bantuannya Dokter cantik, kalau bisa secepatnya ya” ujar Azka sambil melambaikan tangannya lalu segera pergi untuk menemui kakaknya kembali.


Kali ini Azka sudah percaya jika Hyunjin adalah Hyunjin, dan pastinya Azka akan tetap selalu menjaga sang kakak meski keadaan telah berubah.


Di perjalanan kali ini hati Azka di penuhi kebahagiaan mengingat dia akan segera pergi dari sini, meski tetap berjalan dengan kaki pincang tapi itu bukan masalah besar bagi Azka, yang penting dia dan kakaknya bahagia.


“Oppa” sapa Azka dengan wajah ceria berbeda dengan Hyunjin yang kini memasang wajah cemberut karna masih tidak terima di katai gangguan otak.


“Oh ayolah oppa tersenyumlah” bujuk Azka membuat Hyunjin tidak tahan dan tersenyum lalu mengecup gemas pipi sang adik.


“Kamu dari mana? dan juga kenapa orang orang yang kau sebut Dokter itu menganggilmu Jovanka bukannya Na Azka?” tanya Hyunjin membuat Azka menceritakan semua kejadian yang menimpannya namun masih tetap mensensor waktu Hyunjin hampir di lecehkan dan yang Azka menjadi buronan.


“Oooo jadi Ahjussi bernama Raiden yang menyelamatkan kita waktu kecelakaan tabrak lari waktu itu” ujar Hyunjin dengan kepala yang mengangguk ngangguk tanda mengerti.


Ya Azka mengganti insiden Pelecehan itu menjadi kasus Tabrak Lari agar kakaknya tidak banyak berfikir.


“Tapi kenapa kita harus pindah negara dan juga kenapa harus mengganti identitas menjadi bermarga Jovanka?” tanya Hyunjin lagi masih belum mengerti.


“Itu karna kita berdua telah di adopsi oleh Ahjussi maka dari itu kita pindah rumah sekaligus pindah marga, bukankah oppa senang akhirnya ada yang mau mengadopsi kita berdua” jawab Azka dengan mata penuh binar, sangat jauh dengan suasana batinnya yang berulang kali meminta maaf karna sudah memanfaat laki laki penolongnya terlalu banyak.


“Ahh… tentu saja kakak akan merasa senang jika kamu juga senang” sahut Hyunjin sambil mengacak ngacak rambut Azka gemas.


Azka? jangan di tanya, dia benar benar merasa bahagia, sudah lama dia mendamba hal ini, ketika sang kakak menyemangatinya, mengelus surainya, mengacak ngacak rambutnya, menenangkannya saat bersedih.


Dan pada akhirnya Azka mendapatkan hal ini, hal yang dia anggap sebagai angan semu mengingat kondisi sang kakak, tapi sekarang Azka benar benar mendapatkannya.


Ahh senangnya.


“Tapi kakak, sebelum Ahjussi pergi dia menitipkan kartu kredit untuk biaya hidup kita karna untuk beberapa tahun kedepan mungkin kita tidak akan bertemu satu sama lain mengingat jadwal padat yang di miliki ahjussi” ujar Azka mengarang cerita, karna dia yakin pasti tidak akan mudah menemukan Raiden maka dari itu dia membuat alasan lain karna bisa di pastikan Hyunjin akan bertanya.


Dimana orang yang mengadopsi kita?


“Ah kakak mengerti, lalu kapan kita akan berangkat haruskah kita kembali ke panti terlebih dahulu untuk berpamitan?” tanya Hyunjin yang kini membuat fikiran Azka traveling kemana mana mencari karangan yang tepat.


Tidak!! Azka tidak ingin kembali ke panti, bisa bisa nanti orang orang yang berada di dalam sana terlibat jika tahu Azka pernah tinggal di sana.


“Tidak perlu, waktu pengalihan pengadopsian aku dan ahjussi sudah mengaturnya dan berpamitan, ah dan juga kita akan berangkat ke china besok” jawab Azka yakin membuat Hyunjin hanya mengangguk tanda mengerti.


>>>>>


Keesokan harinya Azka dan Hyunjin benar benar telah siap untuk meninggalkan Korea Selatan ah bahkan mereka berdua kini sudah terduduk tenang menikmati perjalan di atas pesawat kelas menengah sesuai permintaan Azka.


Meski sempat terjadi percekcokkan karna usia mereka berdua yang masih di bawah umur apa lagi di tambah dengan tanpa adanya bimbingan dari wali yang lebih tua, namun hal itu masih berhasil di atasi oleh Dokter perempuan yang mengantar Azka ke bandara waktu itu.


Di dalam pesawat Azka dan Hyunjin hanya berbekal kartu kredit dengan memakai baju yang baru mereka beli tadi pagi tanpa membawa barang apapun lagi.


Dan akhirnya Perjalanan dari Korea Selatan Menuju China selama 3 jam 1 menit dengan jarak tempuh 2.118 KM dan kecepatan penerbangan 700 KM / jam berhasil mereka berdua tempuh dengan selamat sentosa.


Kini Azka dan Hyunjin telah sampai di apartemen yang di sewa Hyunjin dengan mengandalkan kartu kredit.


“Ahh akhirnya perjalanan ini selesai juga” ujar Azka yang langsung membaringkan tubuhnya di sofa depan televisi dengan Hyunjin yang langsung datang menghampiri sang adik sambil mulai menyalakan Chanel berita Korea di televisi itu.


BERITA HARI INI, GEDUNG PANTI ASUHAN MYUNGSEONG TIBA TIBA RUNTUH PAGI INI, DI KETAHUI KORBAN MENINGGAL MENCAPAI 600 ORANG YANG ARTINYA HAMPIR SELURUH PENGHUNINYA MENINGGAL DUNIA.


KEPOLISIAN MASIH TERUS MENERUS MENCARI TAHU SEBAB DARI GEDUNG PANTI ASUHAN YANG TIBA TIBA RUNTUH TANPA MISCALL TERLEBIH DAHULU.


Deg…..


Seketika tubuh Azka sontak menegang, dengan Hyunjin yang langsung menjatuhkan remote televisinya.


‘Tuhan apa masih tidak cukup membuat ku menjadi buronan! apa lagi ini!!’


FLASHBACK OFF


“Loh loh kok berhenti, itu gimana perasaan istri yang tahu tempat tinggal dia yang sebelumnya telah runtuh dan memakan banyak korban” sela Zhishu tidak terima saat Bao Yu tiba tiba menyelesaikan ceritanya dan beralih meminum sebotol air surgawi kembali.


“Istrirahat sebentar aku haus, lagi pula gedung itu bukan runtuh secara tiba tiba melainkan di sengaja”


“APA!!!” teriak Zhishu, Tao dan Xiao bai secara bersaman sontak membuat Bao Yu yang kembali minum auto keselek.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁


__ADS_2