Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
127 Jawaban Absurd


__ADS_3

“Pla boy? itu apa?” tanya Xi Long mode kepo.


“Playboy itu sejenis Buaya Darat pemakan perasaan wanita!!!”


***


Jawaban Azka sontak membuat Xi Long dan Tao mengangguk mengerti, yah setidaknya mereka tidak termasuk kedalam jajaran Buaya Darat yang dimaksud azka.


Err … mungkin tidak untuk Xi Long, si pria yang suka memamerkan dada telanjangnya di hadapan orang orang.


Untuk ada roti sobeknya.


“Xiao Bai kok gak balik balik, bukannya Xiao Bai hanya memprotes Bao Yu? kenapa mereka lama sekali?” tanya Xi Long sambil menoleh kesana kemari mencari keberadaan Xiao Bai dan Bao Yu.


“Heumm Xi Long benar, apa Bao Yu akan baik baik saja?” tanya Tao yang kini khawatir dengan nasib Bao Yu yang sedang terancam oleh iblis kecil Xiao Bai.


“Tenang saja, lagi pula tingkat kultivasi Bao Yu lebih tinggi dari Xi'er jadi dia akan baik baik saja” jawab Azka santai lalu segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di Aula Kerajaan kini semua orang tengah terdiam akibat jawaban absurd dari Haechan.


Yah sebelumnya si Putri Zhang bertanya tentang hubungan Haechan dengan Azka, namun jawaban Haechan sukses membuat suasana canggung kini menyelimuti Aula Kerajaan.


“Kalian bisa menyebut ku orang ketiga, karna aku sedang berusaha untuk merebut Nona Azka dari seseorang yang bisa di sebut teman bisa juga di sebut saingan” kira kira seperti itulah jawaban ambigu Haechan yang benar benar membuat aula menjadi sepi.


“Kenapa diam saja? bukankah seharusnya kalian mendo’a kan ku agar berhasil merebut Nona Azka dari si Zhishu sialan itu?” tanya Haechan beruntun membuat semua orang kini tertawa canggung.


“Ahahaha itu benar, kami pasti akan mendo’a kannya” jawab Kaisar Zhang membuat senyum cerah terbit di wajah Haechan.


Pria gila!!


Namun sebenarnya jawaban Haechan juga membuat beberapa orang merasa lega dengan ketidak adanya hubungan di antara keduanya.


Entah itu dari pihak penggemar Haechan maupun Azka.


“Baiklah, mari selesaikan pertemuan ini aku harus segera mencari Nona Azka untuk melakukan pendekatan” ujar Haechan secara gamblang lalu segera berlari keluar dari Aula Kerajaan membuat semua orang menjatuhkan rahang mereka.


Jadi seperti ini tampang Pemimpin dari sebuah Dataran!!


“Wahh Nona Azka sangat beruntung” ujar Yanran membuat Zhao dan Guru Fao langsung menoleh.


“Kau gila!! itu namanya kemalangan” sahut Zhao membuat Yanran benar benar tidak mengerti kemana arah pembicaraannya.


“Bagaimana bisa hal semenyenangkan itu di sebut kemalangan? kamu ini yang benar saja!” sahut Yanran tidak mau kalah.

__ADS_1


Sebagai wanita normal, dia pasti ingin di kejar kejar pria setampan dan sekaya Haechan.


“Ya!! kamu tidak mendengarnya? Pemimpin sedang berusaha memisahkan sebuah pertunangan, bukankah itu adalah masalah bagi Nona Azka yang sangat mencintai tunangannya?” tanya Zhao.


“Tunangan? apa orang yang bernama Zhishu itu adalah tunangan Nona Azka?” tanya Yanran lagi memastikan.


“Menurutmu? siapa lagi pria yang di cintai Nona Azka jika bukan tunangannya” jawab Zhao membuat Yanran mengerti.


“Kamu benar, ahh … ternyata jadi orang cantik juga melelahkan” jawab Yanran saat memikirkan betapa terganggunya Azka dengan obsessi gila dari seorang Hua Haechan.


“Kalian berdua diamlah!! nanti kalau ada yang dengar kalian bisa di hukum mati karna menjelekkan nama Pemimpin” bisik Guru Fao membuat percakapan keduanya terhenti.


Brakk!!!


Tiba tiba suara bantingan pintu sontak membuat semua orang mengalihkan perhatiannya ke arah pintu aula yang kini menayangkan adegan dimana Haechan yang sedang ngos ngosan dengan keringat sexy di wajahnya.


“Aku hampir lupa, anggap saja ini sebuah keringanan karna Kerajan Bulan telah banyak membantuku, jadi Kaisar tolong hukum sendiri putrimu yang telah mengolok gadisku … ah kalau bisa hukum yang berat ya” ujar Haechan sambil menyeka keringatnya membuat Anggota Kerajaan gemetaran mendengarnya.


Hukuman Berat!!


“Ampuni gadis ini Tuan Pemimpin!! hamba benar benar tidak tahu jika Nona Azka adalah seseorang yang penting bagi Tuan Pemimpin” ujar Putri Zhang Ru Yi yang tiba tiba langsung bersujud menghadap ke Haechan.


“Itu benar, Yi’er masih kecil Tuan Pemimpin dia benar benar tidak mengerti apa yang telah dia katakan, mohon maafkan Putri Zhang, Tuan Pemimpin” ujar Selir Zhang yang kini ikutan bersujud sambil menghatukkan kepalanya di lantai kayu Aula Kerajaan.


“Tidak Tuan Pemimpin!! Maafkan Putri Hamba biar hamba sendiri yang menghukumnya” teriak Kaisar Zhang sambil bersujud membuat semua orang langsung ikutan bersujud memohon ampun atas ucapan Putri Zhang yang jauh dari kata sopan.


Sebenarnya beberapa orang sih ogah, namun demi kelangsungan hidup terpaksa mereka ikut meminta maaf.


“Lain kali ajari dengan benar mulut putri mu” ujar Haechan lalu kembali meneruskan perjalanan nya yang tertunda di ikuti beberapa pengawal Kerajaan di belakangnya.


Tanpa memberi perintah para pengawal itu sudah tahu Haechan akan pergi kearah mana, jadi mereka tinggal mengawal perjalanan ke pavilium Azka sambil berlari agar tidak ketinggalan dengan langkah Haechan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama kini Haechan sudah sampai di depan pavilium membuat orang orang di ruang dimensi milik Azka kalang kabut untuk segera membangunkan pemiliknya.


Perbedaan waktu dari ruang dimensi serta dunia nyata memang sangat panjang!! jika di dunia nyata baru lewat 30 menit, maka di ruang dimensi Azka sudah berlangsung setengah hari lamanya!! hanya saja Azka masih betah tidur di atas ranjang empuk nya!! jadilah kini semua penghuninya riwuhh membangunkan Azka sebelum Haechan masuk.


“Nonaa!! Nonaa!! NONAAA!!!!” teriak Tao dengan nada ngegas di akhir membuat Xi Long yang di sebelahnya langsung menutup telinga.


“Santai woyyy!!” teriak Xi Long tidak terima.


“Lah kamu juga gak nyantai!!” teriak Tao sambil menarik kerah Xi Long membuat adu jotos kini memeriahkan pertengkaran mereka berdua.


“Kenapa kakak diam saja?! bukankah yang datang itu Haechan?! seharusnya kakak yang menjadi pembela Haechan sangat bersemangat untuk membangunkan ibunda bukan?" Tanya Xiao Bai sambil menatap perkelahian di depannya dengan semangat.

__ADS_1


"Lalu aku yang mendukung ayahanda akan selalu bersemangat untuk menghalagi niat buruk kakak” lanjutnya sambil memelototi wajah bonyok Bao Yu.


“Hanya Haechan saja yang datang, bukan hujan darah kenapa harus rusuh” sahut Bao Yu kalem akibat sambil menahan nyeri di pipinya yang habis kena tonjokan dari Xiao Bai.


Ahh mungkin itu bukan tonjokan.


Sebenarnya apa yang di lakukan Xiao Bai sampai membuat Bao Yu si bocah angkuh menjadi seperti itu.


“Bukan begitu cara membangunkan istri” ujar Zhishu yang tiba tiba muncul di samping ranjang Azka.


“Zhishu!!!”


<<<<< BONUS PEMANIS SAAT BAO YU DAN XIAO BAI BERTENGKAR >>>>>


“Ya!! Bao Yu!!” teriak Xiao Bai tanpa sopan santun sambil menunjuk Bao Yu yang sedang menyirami tumbuhan herbal langka milik Azka.


“Xi’er aku ini jauh lebih tua darimu” ujar Bao Yu santai sambil terus menyirami tanpa tahu bahaya sedang mengancam keselamatannya.


“Rubah syaladn!! berani beraninya membela Haechan di hadapan Xiao Bai!!” teriak Xiao Bai sambil melompat kepundak Bao Yu membuat Bao Yu yang belum siap langsung terjatuh menghantap bebatuan.


“AHHH XIAO BAI JANGAN MENGGIGIT BAHUKU!!! YAAA SEPATUKU MAU KAMU BAWA KEMANA!! XIAO BAI JANGAN MENCUBIT UJUNG MATA KU ITU SAKITT!!! YAAA!!!” teriak Bao Yu yang mulai panik dengan tingkah absurd Xiao Bai.


Bayangkan saja Xiao Bai tidak hanya membuatnya terjatuh, bocah itu bahkan memukul kepalanya Bao Yu berkali kali lalu menggigit bahunya dan mencubit ujung matanya, tidak berhenti di situ Xiao Bai juga sempat sempatnya membuang sepatu Bao Yu membuat Bao Yu kini bertelanjang kaki.


"Sebelum sampai sini Xiao Bai tadi dengar, kata ibunda Haechan itu spesies buaya, bisa bisa nya kakak membela seekor buaya!!!" Maki Xiao Bai sambil menarik narik rambut Bao Yu.


"Kamu ini ngomong apa sih!!! Xi'er lepasss!!" Teriak Bao Yu sambil memegangi kepalanya yang nyeri.


“Yya yaa!! Xi’er jangan macam macam” ujar Bao Yu sambil perlahan mundur saat mendapati Xiao Bai yang mengeluarkan api Neraka dari tangan mungilnya.


Oh ayolah elemen Bao Yu itu angin, jadi akan sedikit susah untuk melawan api Xiao Bai, haisshh bukannya padam mungkin malah akan menjadi meluber kemana mana dengan bantuan angin miliknya.


“Hanya satu macam saja!! anggap ini hukuman karna kakak telah berani membela Haechan dari pada ayahanda!!” teriak Xiao Bai sambil mendekat kearah Bao Yu dengan senyum evil di wajahnya.


“TYDACKKK!!! OH MY WONDER WOMAN!!! YAAA DEMI BULU KETEKNYA XI LONG YANG PANJANG!! XIAO BAI JANGAN BAKAR RAMBUT KU!!! HUAAAA AKU BENAR BENAR MEMANJANGKANNYA SEJAK 400 TAHUN LAMANYA!!!” teriak Bao Yu sambil berlari pontang panting menjauh dari jangkauan tangan jahil Xiao Bai yang mengincar rambut cantiknya.


“YAAA!! XIAO BAI JANGAN GILA!!!”


“XIAO BAI GILA, STUPID!! TOLONG!! HELP ME ADA FIRE YANG MENGEJAR I AM!! PLEASE HELP MY RAMBUT YANG A LONG!!” teriak Bao Yu yang udah mulai ngawur karna saking takutnya dengan Xiao Bai yang bersiap membakar rambut panjangnya.


Yah setidaknya Bao Yu belajar bahasa inggris dengan baik melalui ingatan dari Azka.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2