
“Hahahaha, sepertinya mulut busuk mu itu perlu di beri pelajaran, cepat serang mereka!!” teriak Kaisar Tang memberi perintah kepada Srigala miliknya.
“Tao!!”
***
GROAAARRRR………..
Brakkkk……..
Hancur sudah dinding Aula Istana akibat Tao menerobos masuk lewat dinding menggunakan wujud Black Tiger yang ukurannya melebihi semua spirit beast milik keluarga kerajaan, Tao adalah seekor Macan Hitam yang memiliki elemen es bersamanya, sedangkan Bao Yu Rubah ekor Sembilan berelemen angin, lalu Xiao bai Naga Merah berelemen api.
Umumnya orang orang hanya mampu mengkontrak satu spirit beast namun beberapa orang dengan bakat tinggi dapat mengontrak lebih dari satu dan Azka termasuk pada jajaran orang berbakat tinggi.
“Kauu disana tuh ada pintu ngapain lewat tembok” ujar Azka memarahi Tao yang sekarang sedang bersujud di hadapannya.
Lain halnya dengan Azka yang sedang memarahi binatang kontrak miliknya, para Pangeran dan Kaisar Tang malah sedang terheran heran menatap binatang kontrak milik mereka yang sedang gemetaran.
“Maaf nona, kan biar lebih keren” jawab Tao dengan wajah tanpa dosa membuat Azka hanya geleng geleng kepala.
“I I..itu Bin binatang Legenda!!!” teriak Putra Mahkota tergagap karna mendengar suara Tao yang sedang berbicara pada Azka.
“Heh…. memangnya kenapa? kalian salah karna melawanku, dan hanya untuk informasi aku ini orangnya pendendam loh” ujar Azka santai sambil mengelus kepala Tao.
“Ka- kauu…. tetap saja binatang milikmu cuma satu sedangkan milik kami berlima” sahut Putri Mahkota menyombongkan spirit beast milik keluarganya.
“Coba saja kalau bisa” ujar Azka lalu berhenti mengelus kepala Tao.
Groaaarrr…… Brak….
Tao mengerang lalu menghentakkan salah satu kakinya mengeluarkan perisai es miliknya untuk melindungi Zhishu, sedangkan Azka melompat ke samping Tao dan mengambil pedang naga miliknya dari ruang dimensi.
“Ayo aku sudah siap” ujar Azka disertai senyum manis diwajahnya yang tertutup cadar.
“Kalian semua jangan takut cepat habisi mereka!!” teriak Kaisar Tang di ikuti para pangeran.
Karna telah mendapat perintah dari tuannya mau tidak mau mereka harus melawan Tao meskipun perbedaan tingkatan yang sangat jauh.
Drapp…Drapp…Drapp
Lawan Tao dan Azka kali ini sedikit ribet tiga spirit beast tingkat 3 dan dua tingkat 5, tidak berhenti di situ ternyata Kaisar Tang sudah menyiapkan sesuatu yang besar untuk hari ini, sekitar 500 pengawal datang secara bersamaan dan jangan lupakan 200 pemanah yang berada di atap.
“Huh merepotkan” keluh Azka yang merasa di rugikan.
“Tao aku percaya padamu, urus para binatang menjengkelkan itu” ujar Azka bersiap bertempur melawan pasukan pengawal.
‘Dan kau Xiao bai, keluarlah berbentuk ular biasa lindungi Zhishu, lalu Bao yu pantau lokasi’ batin Azka memberi perintah pada kedua anak anak nya.
‘Baik Tuan/Ibunda’ patuh mereka berdua.
“Serang!!!” teriakan jendral menggema memerintahkan semua pengawal untuk menyerang Azka.
Pertumpahan darah pun sudah tidak terelakkan, dengan cekatan Azka menusuk jantung, menebas kepala mereka asal, lalu secara bersamaan mengeluarkan elemen api miliknya untuk membakar sebagian pengawal yang mencoba mendekatinya.
__ADS_1
Azka benar benar melakukannya asal sesuai insting, dia sudah pernah bilang bukan kalau dia tidak bisa berpedang.
String….string…..akhhh
Suara adu pedang di sertai teriakan kesakitan dan bau daging gosong menyeruak dimana mana, bahkan pedang dan hanfu milik Azka sudah berlumuran darah dari orang orang yang dia bunuh.
Jika di hitung mungkin sudah seperempat dari pasukan yang sudah di bunuh oleh Azka.
Di lain tempat Tao sedang menerjang Srigala di depannya, lalu di belakangnya sudah terdapat tiga mayat dari Ular cincin merah, Beruang es dan juga Laba Laba beracun, sangat mudah bagi Tao untuk membunuh sekumpulan lebah tidak berguna itu, hanya singa api milik pangeran ketiga yang membuat Tao sedikit lebih lama untuk membunuhnya karna elemen mereka yang bertentangan.
Dengan lihai Tao mencakar mengoyak daging Srigala itu, dan secara bersamaan mengeluarkan penjara es miliknya untuk memenjarakan Singa Api di depannya.
Setelah memastikan srigala itu tidak bernafas Tao beralih menatap Singa Api yang sudah melelehkan penjara es miliknya, tanpa rasa takut Tao mengaum dengan keras lalu menerjang Singa Api itu menusuknya dengan cakarnya yang setajam pedang membuat singa itu mengaum kesakitan.
Groaarrrr……
“Diam dan jangan melawan akan ku kirim kau keakhirat dengan mudah” ujar Tao lalu menebas kepala Singa Api hingga menggelinding tepat di bawah kaki Pangeran Ketiga yang sedang berusaha menghancurkan tameng es yang melindungi Zhishu.
Ah ternyata dia masih dendam dengan Zhishu.
Setelah selesai Tao berlari menghampiri Azka yang ternyata di tubuhnya sudah ada beberapa luka sayatan dari pedang lawannya, bahkan cadar Azka sudah basah kuyup terkena darah milik lawannya.
Bayangkan saja Azka sendirian dengan tingkat kultivasi yang hanya berada di tingkat emas akhir melawan 500 pasukan pengawal sehebat apapun elemennya dia pasti masih akan terluka meski hanya sedikit.
“Groaarrr….. beraninya kalian membuat goresan di tubuh cantik nona ku!!!” teriak Tao marah lalu mengeluarkan hujaman pedang es miliknya yang langsung menancap di jantung puluhan pengawal yang sedang mengepung nonanya.
Clap…. akhhh…..
Teriakan kesakitan dari para pengawal yang terkena pedang es milik Tao pun menggema tidak berhenti di situ ternyata tubuh mereka mulai membeku menjadi balok es.
“Akhh…. Baji*****!!! siapa yang membakarku” Teriak Permaisuri sambil berlari memutar mencoba memadamkan apinya.
“Panas… panass… tolong aku!!!” teriak kedua selir sambil berlalu menuju Putri Mahkota dan Putri bungsu meminta pertolongan.
Mereka berdua dengan panik memeluk kedua Putri itu sehingga api dari tubuhnya menjalar kearah tubuh Putri Mahkota dan Putri bungsu, kini mereka berlima lari pontang panting mencari bala bantuan, namun sayangnya keluarga kerajaan tidak ada yang mempunya elemen air, dan pada akhirnya tubuh mereka berlima hangus terbakar.
Xiao bai tertawa puas melihat korbannya mati hangus, tangisan para pangeran pun pecah melihat ibu dan para adiknya mati begitu saja tanpa bisa menolong.
Melihat itu Kaisar Tang semakin di buat marah, kali ini dia benar benar akan menghancurkan Azka lalu menggiling tubuhnya.
Sayangnya Kaisar Tang mungkin akan menemui ajalnya sebelum melaksanakan keinginannya.
Setelah puas membunuh istri dan anak dari Kaisar Tang Xiao bai kembali menuju Zhishu lalu melilitkan dirinya di lengan Zhishu dan berubah menjadi gelang untuk melundunginya sesuai perintah ibundanya tanpa sepengetahuan Zhishu.
Kembali kepada Azka dan Tao yang sedang serius menendang menebas menyayat lawannya, mereka berdua bekerja sama dengan baik, Azka yang menaiki punggung Tao dengan semangat menyanyikan lagu “EXO Power” sambil menebas kepala lawan membuat hujan darah dimana mana.
Ahh sempat sempatnya dia bernyanyi, Azka benar benar menganggap perang ini hanyalah sebuah permainan.
‘Tuan tidak kah kau merasa aneh?’ tanya Bao yu tiba tiba membatin Azka.
Seketika nyanyian Azka berhenti namun tidak dengan tebasan pedangnya.
‘Ya kau benar sedari tadi aku merasa tidak ada yang menyerangku dari arah belakang, dan juga para pemanah itu apa mereka hanya pajangan kenapa mereka tidak memanah sedari tadi’ batin Azka menjawab pertanyaan Bao yu.
__ADS_1
‘Itu tidak benar tuan, sedari tadi ada yang menyerangmu dari belakang namun sebelum pedang mereka mengenaimu tubuh mereka terlempar terlebih dahulu’ ujar Bao yu yang sedari tadi memantau keadaan.
‘Kau bercanda!! lalu kemana perginya para pemanah itu?’ tanya Azka.
‘Mereka semua telah mati’ jawab Bao yu.
“Hah kok bisa!!” teriak Azka reflek.
‘Panah yang mereka lontarkan semuanya berbalik arah, bukannya mengenai tuan malah terkena diri mereka sendiri’
‘Siapa yang melakukannya?’
‘Entahlah aku merasa ada yang mencampuri urusan kita’
‘Mereka sekutu atau musuh?’ tanya Azka pada Bao yu.
‘Aku benar benar tidak bisa memastikan, auranya sangat kuat melebihi mu tuan ini tidak baik sebaiknya kita pergi dulu urusan ini biar nanti kita urus setelah orang itu hilang’ jawab Bao yu serius.
“Baiklah Tao, kita jemput Zhishu lalu keluar dari sini” perintah Azka yang langsung dilaksanakan oleh Tao.
Tao berlari menjemput Zhishu dengan Azka yang membunuh semua orang yang menghalanginya, sesampainya disana Azka dengan cekatan menarik Zhishu agar duduk di belakangnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
“Pengangan yang erat, kita akan naik Roller Coaster” ujar Azka sambil menuntun tangan Zhishu untuk memeluk pinggangnya.
Dengan senang hati Zhishu memeluk pinggang Azka lembut, namun jauh dari lubuk hatinya mengerang marah karna melihat beberapa luka sayatan di tubuh Azka.
“Xi’er kau lindungi dari arah belakang lalu kau Tao fokus berlari, dan jangan lewat tembok seperti sebelumnya” ujar Azka memberi perintah.
“Baik Nona/Ibunda”
“Jangan biarkan mereka kabur!!! cepat hadang mereka!!” teriakan Kaisar Tang memerintah beberapa pengawal yang tersisa.
Azka tak menggubrisnya sama sekali, lagi pula dia sudah siap untuk menerjang mereka yang ingin melawannya.
Dengan sekuat tenaga Tao berlari keluar dengan Azka yang membabat habis orang orang yang menghadangnya serta Xiao bai yang setia menyemburkan apinya dari tangan Zhishu.
Tidak ada satu pun yang bisa melihat Xiao bai menyemburkan apinya, secara dia berubah menjadi gelang di tangan Zhishu namun tidak dengan yang memakainya dia tahu persis apa yang sedang melilit tangannya.
“Kita akan kemana nona?” tanya Tao yang sudah berada di luar Istana Kerajaan Timur.
“Hutan, terserah hutan manapun itu” jawab Azka.
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa vote, like, ⭐5, dan komen.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca😊.
Salam dari “Terlempar Ke Zaman Kuno”