Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
73 Roh Pedang


__ADS_3

‘Oh tidak!! aku memang sudah menyiapkan diri untuk di hujat, tapi kenapa mereka musti rame rame ngehujatnya, ini sungguh di luar ekspektasi’ batin Azka mulai panik saat rombongan itu mendekat.


Ya, Azka memang siap di hujat tapi tolong satu satu jangan ramean gini dong, bisa syok dia kaya demo aja, untung gak bawa bendera sekalian.


***


“Ibundaa!!” panggil Xiao Bai dengan nada kekanak kanakan nya namun terdengar seperti alunan pendemo masyarakat bagi Azka.


“Nona turun lah!!” pinta Tao dengan berteriak karna dia sendiri enggan mengikuti Azka, yah kalian sudah tahu bukan Tao sedikit takut ketinggian.


Namun Bagi Azka ini benar benar gawat dimana Tao yang memaksanya turun agar bisa lebih leluasa untuk memakinya sedangkan Bao Yu yang terdiam masih tertunduk karana merasa bersalah pada Azka, namun bagi Azka dengan menunduknya Bao Yu itu pertanda kalau Bao Yu masih kecewa dengannya.


Dan yang terakhir, diamnya Zhishu dengan alis yang bertautan karna masih berfikir dengan keras siapa itu Hyunjin, tapi bagi Azka mungkin Zhishu sedang bersiap untuk meluapkan emosi yang dia pendam.


“Habislah aku” gumam Azka pelan sambil mengambil ancang ancang untuk terjun bebas ke bawah dengan bantuan elemen anginnya.


“Wah wah bunda elemen mu sudah bisa di gunakan ya” puji Xiao Bai yang berada di gendongan Zhishu.


“Ehem elemen ku memang sudah pulih, tapi tenang saja, aku tidak akan menyerang kalian balik karna aku memang bersalah jadi berproteslah sesuka kalian” jawab Azka lalu membuang nafasnya kasar dan menutup matanya dengan sedikit enggan.


Ya dia siap di pukuli, di katai, di hujat atau apapun itu, karna dia memang adalah seorang penjahat.


“Err… protes?” tanya Xiao Bai bingung.


“Sudah ku duga” gumam Tao pelan.


“Tuan…..” panggil Bao Yu pelan.


“Ya aku tahu kalian membenciku, cepat maki aku sesuka kalian dan Bao Yu mana ada orang memaki dengan suara pelan” sahut Azka dengan mata yang masih terpejam dan jari jari yang bertautan.


Percayalah di maki orang yang kita sayang rasanya akan jauh lebih menyakitkan, ya meskipn Azka sudah kebal oleh makian dari para musuh serta korban korbannya, dengan makian yang mengandung cabai merah seperti


Jal*ng, Iblis wanita, pembunuh berdarah dingin, titisan bayi bajang, penjahat, penipu, dan masih banyak lagi.


Namun bagi Azka hanya dengan kata “ Tuan…” dengan suara pelan yang mengandung kekecewaan sudah membuatnya seakan mendengar alunan lagu kematian.


“Tuan, maaf aku sudah menceritakan semuanya pada mereka” ujar Bao Yu lalu memeluk kaki Azka, membuat otak Azka serasa di pause alias berhenti beroprasi.


“Nona maafkan aku yang tidak tahu apapun tentang masa kelam Nona” sahut Tao lalu duduk bersimpuh ala ala ksatria di depan Azka sambil menunduk membuat Azka memincingkan salah satu matanya berniat mengintip.


“Bunda maaf kan Xi’er yang telah berusaha menggali ingatan bunda kembali tentang masa lalu kelam itu” ujar Xiao Bai lalu segera turun dari gendongan Zhishu yang masih melamun untuk mencium punggung tangan Azka.


“Dan maafkan kami yang datang terlambat dan tidak bisa membantu Nona/ Bunda/ Tuan saat itu” ujar mereka bertiga bersamaan membuat Azka sontak membelalakkan matanya.


Kenapa jadi seperti ini? apa sekenario tuhan telah berubah? ini sama sekali bukan yang di bayangkan Azka.


“Hahahaha aku pasti bermimpi” gumam Azka sembari terkekeh pelan.


Plaakkk….!!!


“Ayo bangun sialan, kenyataan tidak seindah ini, mana ada penjahat yang akan di perlakukan sebaik ini” ujar Azka sambil menampar pipinya sendiri membuat semua orang tersentak kaget.


Termasuk Zhishu yang langsung mengambil tangan kanan Azka yang tadi dia buat untuk menampar dirinya sendiri.


“Sekali lagi kamu menyakiti dirimu sendiri, mungkin aku akan benar benar membencimu saat ini juga” ujar Zhishu membuat bulatan mata Azka semakin lebar.


Dia tidak bermimpi!!!


“Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan tidak ada orang yang melakukan kejahatan karna ingin, kau tahu mereka hanya terpaksa!! kehidupan yang kejam telah membuat diri mereka sendiri mengikuti arusnya” lanjut Zhishu berniat menyadarkan Azka yang kembali terpuruk.


“Ayahanda benar!! seperti apapun kehidupan ibunda yang dulu yang terpenting sekarang ibunda hanya ibuku, itu saja” ujar Xiao Bai lalu menarik narik tubuh Azka untuk naik kegendongannya membuat Azka yang belum siap harus terhuyung karna tingkah Xiao Bai.


“Tapi ini berbeda, aku jahat aku benar benar jahat dengan membunuh orang orang yang tidak bersalah” ujar Azka dengan tubuh yang bergetar dan wajah yang mulai memucat membuat Xiao Bai dan Bao Yu semakin mengeratkan pelukan mereka.


Sedangkan Zhishu dan Tao mereka berdua hanya mampu mengeraskan rahangnya.


Ternyata rasa trauma itu masih ada.


“Nona kumohon tenanglah, itu bukan masalah besar selagi Nona melakukan hal itu bukan karna sengaja” sahut Tao tidak terima dengan Azka yang selalu menyalahkan dirinya sendiri.


“Benar kata ayahanda, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan yang fatal, bunda!! tolong jangan membebani dirimu sendiri dengan perasaan bersalah” ujar Xiao Bai dengan pelan karna wajahnya yang tertutup bahu Azka.

__ADS_1


“Tuan maaf kan aku” sahut Bao Yu yang hanya bisa mengatakan ‘maaf’ untuk saat ini.


“Tidak buat apa meminta maaf, aku yang salah disini karna menyembunyikan keburukan ku di hadapan kalian, aku yang salah, aku yang bersalah, aku jahat” ujar Azka lirih dengan tubuh yang semakin bergetar bahkan keringat dingin mulai bercucuran membuat Xiao Bai semakin miris serta di dalam hati memaki wanita mesum sialan yang telah membuat ibundanya seperti ini.


Bahkan kini Zhishu di buat panik bercampur geregetan dan segera menarik Bao Yu dan Xiao Bai untuk menjauh lalu menarik Azka kedalam dekapannya.


Nyaman! itu yang Azka rasakan, perlahan tubuhnya mulai membaik wajah pucatnya berangsur angsur pulih, dalam dekapan Zhishu entah kenapa Azka merasa bebannya telah terbagi dan mulai ringan.


Karna hakikatnya orang trauma pasti akan lebih baik jika ada penenang, dan Zhishu adalah penenang terbaik bagi Azka setelah Hyunjin.


“Jangan buat dirimu lah yang paling bersalah disini, kamu menjadi seperti itu bukan karna ingin jadi jangan merasa terbebani, biarlah yang lalu sudah berlalu di sini kamu akan membuka lebaran baru dan hidup bahagia bersama aku, Tao dan anak anak” sahut Zhishu masih sempat menyelipkan gombalan untuk Azka.


Buaya mah gitu, ada peluang dikit langsung gas poll.


“Selagi bunda tidak membunuh mereka yang tidak bersalah karna iseng maka itu bukan masalah besar” sahut Xiao Bai membuat Azka melepaskan diri dari pelukan Zhishu.


“Yaa!!! kamu pikir aku ini maniak pembunuh apa?” sahut Azka tidak terima membuat yang lain terkekeh termasuk Azka.


“Terimakasih karna telah menerima kekurangan terbesar milikku” lanjut Azka lalu memeluk Xiao Bai serta mengelus pucuk rambut Bao Yu.


“Tuan maaf kan aku” ujar Bao Yu saat Azka berhenti mengelus rambutnya.


“Apa kamu tidak ada kata kata lain selain itu” sahut Azka membuat Bao Yu semakin menundukkan kepalanya.


“Maaf” ujarnya membuat Azka menghela nafas kasar.


“Bukan salahmu, kamu pasti punya alasan baik karna telah menyembunyikan kebenaran itu” sahut Azka lalu mengacak ngacak rambut Bao Yu dengan gemas membuat Bao Yu kini mendengus kesal.


Ya Bao Yu telah kembali menjadi dirinya yang sombong, arogan serta tidak ingin di perlakukan sesuai umurnya.


“Tao terimakasih, percayalah kau yang paling penurut di antara mereka” ujar Azka membuat Tao tersenyum karna Nona nya telah kembali.


“Itu sudah kewajiban ku Nona”


“Dan kau Zhishu, terimakasih karna masih mau menerimaku di saat kamu sudah tahu sisi terburuk dari seorang Jovanka Azkiya” ujar Azka malu malu membuat Zhishu yang tidak tahan langsung mendekap tubuh sang gadis.


“Ah iya kenapa kamu tadi terlihat murung, aku sampai di buat gelisah” lanjut Azka sambil mendonggakkan kepalanya untuk menatap Zhishu membuat orang orang di belakangnya serasa menjadi sekumpulan obat nyamuk.


Namun tidak dengan hatinya yang berfikir keras alasan dari Zhishu yang terlihat memikirkan sesuatu dengan ekstra setelah mendengarkan cerita masa lalunya.


Apa dia pernah melakukan kesalahan lain yang lebih fatal? kenapa dia tidak mengingatnya?


“Sempat sempatnya menggombal” sahut Azka sambil memukul pelan dada bidang Zhishu.


“Beneran tau, sehari tanpa senyuman istri itu bagaikan neraka untuk seorang Zhu Zhishu” ujar Zhishu ambil terkekeh lalu mengeratkan pelukannya kepada Azka.


“Paman, ayo pergi sebelum kamu merasa terbunuh oleh keromantisan mereka” ajak Xiao Bai membuat Bao Yu dan Tao bertanya tanya.


“Terbunuh? bagaimana bisa?” tanya Bao Yu penasaran.


“Kan paman Tao gak laku, alias masih jomblo”


Jlebb… rasanya Tao seperti menjadi superman, bukan ironman lagi.


“Apa hubungannya bangs*t!!!” maki Tao lalu pergi begitu saja sambil menghentak hentakkan kakinya membuat yang lain tertawa bersamaan.


Haiss pria keren dengan jiwa Barbie macam Tao itu benar benar syulit di ajak becanda.


Setelah perdebatan antara Tao dan Xiao Bai selesai akhirnya Zhishu dan Azka memutuskan untuk kembali ke akademi karna hari yang sudah mulai menjelang larut, dan Azka tentu saja meninggalkan Tao, Bao Yu dan Xiao Bai di ruang dimensi mengingat ada seseorang yang memergokinya tengah berbicara dengan Tao.


Hanya untuk meminimalisir perebutan, untungnya waktu itu Azka ada membawa cadar bersamanya.


Brukk…..


“Ah…. hei!!! kalau jalan pakai mata dong!!! kaget tau!!” maki Azka saat bertabrakkan dengan sesorang di koridor Akademi.


“Maafkan aku Nona” sahut si penabrak yang ternyata adalah pria tampan berambut merah menyala ehem seperti rambut Xiao Bai namun rambut milik pria itu bewarna merah sedikit kecoklatan.


“Sudahlah istri, mari tidur Zhishu sudah mengantuk” sahut Zhishu lalu segera merangkul pinggang Azka dan pergi meninggalkan pertanyaan ambigu dari ‘Mari tidur’ yang di dengar pria itu.


Sedangkan Azka yang masih sedikit kesal mengacungkan jari tengahnya ke arah pria tadi yang tentu saja tidak ada yang mengetahui maksutnya selain Bao Yu.

__ADS_1


“Pria tadi apa dia murid baru, kenapa aku belum pernah melihatnya?” tanya Azka kepada Zhishu.


“Entah lah, yang terpenting istri jangan pernah memikirkan laki laki lain selain aku” jawab Zhishu ketus membuat Azka ingin menggodanya.


“Jadi aku tidak boleh memikirkan Bao Yu, Xiao Bai dan Tao juga?” tanya Azka dengan tatapan sok polos membuat Zhishu gemas.


“Mereka bertiga tidak termasuk” jawab Zhishu enteng sambil membuka pintu pavilium khusus.


“Jadi menurutmu mereka bertiga bukan laki laki?” tanya Azka kembali menggoda Zhishu.


“Tidak bukan begitu maksudku”


“Lantas ap-”


Cupp…..


Brakkk……..


“Ya!!! beraninya kamu mengambil keuntungan dari ku!!” teriak Azka memaki Zhishu yang mencuri ciumannya saat sedang berbicara lalu segera berlari ke kamar dan langsung menutup pintunya dengan keras.


Untung bibir Azka terhalang cadar jadi gak seberapa rugi, gak rugi sih aslinya, orang Zhishu tampan masa rugi.


“Istri percayalah kamu terlihat cantik bahkan saat marah sekalipun!!” teriak Zhishu dari balik pintu membuat senyum Azka mengembang.


“Ishh… gak jadi marahkan” gumam Azka lalu segera pergi ke ruang dimensi untuk bobok cantiq.


>>>>>>


Keesokan harinya pagi pagi sekali Azka telah sampai di pavilium atas awan untuk membicarakan sesuatu yang penting dengan gurunya, Azka bahkan meninggalkan Zhishu yang masih tertidur di kamarnya dengan Xiao Bai di dekapannya.


Bener bener kayak pasangan ayah anak sungguhan, Azka jadi melting ngelihatnya.


“Apa tidak ada cara lain selain meningkatkan tingkatan kultivasi agar ketahanan tenaga dalamku semakin kuat?” tanya Azka yang kini terlihat sedang berbicara serius dengan gurunya di gazebo Pavilium Atas Awan.


Sesuai namanya Pavilium milik gurunya ini benar benar sejuk di penuhi angin sepoi sepoi seperti di atas awan.


“Entahlah, meski itu berlatih Formasi kamu masih herus menggunakan tenaga dalam yang kuat agar formasi buatan mu juga ikut kuat, tapi mungkin masih ada satu cara” jawab Ketua Akademi sambil mengelus janggut panjangnya.


“Apa itu?” tanya Azka penasaran.


“Roh pedang seharusnya hal itu mampu membantu mu untuk menyempurnakan kemampuan berpedang serta memperkuatkan pertahanan saat lawan menyerang, jadi tidak perlu menggunakan tenaga dalam” jawab Ketua Akademi panjang lebar namun masih membuat Azka kurang faham.


“Apa itu roh pedang?” tanya Azka kembali.


“Pedang yang punya kekuatan roh bersamanya, sayangnya pedang itu rata rata berasal dari dunia atas jadi sangat mustahil untuk mendapatkannya” jawab Ketua Akademi membuat Azka berfikir keras apa dia mempunyai sesuatu seperti itu.


“Apa ini bisa punya kekuatan roh, cambuk ini kan juga bisa berubah menjadi pedang?” tanya Azka sambil mengeluarkan cambuk curah hujan dari ruang dimensi dengan wujud pedang.


“Entahlah aku kurang tahu soal cambuk misterius itu, tapi beberapa ahli membuat senjata pasti tau, ah iya!! kebetulan Tetua ketiga baru saja selesai dari kultivasi pintu tertutupnya, dan dia adalah ahli membuat senjata terbaik yang pernah aku temui” jawab Ketua Akademi sambil beranjak dari duduknya membuat Azka bingung.


“Tunggu dulu gu-”


“Biar aku panggilkan” sahut Ketua Akademi memotong pembicaraan Azka lalu pergi begitu saja.


“Haiss…. aku kan mau bilang kalau aku juga sudah punya Tao ahli senjata terbaik menurut penglihatan mata cantikku ini” gumam Azka pelan lalu memanggil Tao untuk keluar.


“Tao!! apa kamu tahu tentang roh pedang?” tanya Azka pada Tao yang kini keluar dengan wujud kucingnya.


“Pedang yang punya kekuatan roh, emm Pedang Naga punya Nona juga ada kekuatan rohnya, lalu untuk cambuk itu sepertinya Nona perlu mencari roh untuk mengisinya, cambuk itu memang kuat tapi pastinya akan lebih memukau lagi dengan adanya roh pedang” jawab Tao panjang lebar.


“Tidak perlu, aku bukan orang serakah pedang naga itu sudah lebih dari cukup” sahut Azka membuat Tao tersenyum kecut.


Masalahnya meski sudah terikat kontrak pedang itu masih tidak mau menunjukkan kekuatan aslinya jika si pemilik bukan Dewi Perang maupun Reinkarnasi dari Dewi Perang.


Err tapi satu hal, menurut curhatan Xiao Bai mungkin masih ada harapan karna meski bukan Reinkarnasi Dewi Perang Azka mampu membuat pedang itu terikat dengannya.


“Murid kuu!!!” teriak Ketua Akademi yang kini terlihat berlari mendekati Azka di ikuti seorang pria di belakangnya membuat Azka segera melempar Tao kembali ke ruang dimensi.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁.

__ADS_1


__ADS_2