
Ahh dunia ini memang keras, Azka sedikit tidak tega.
“Bao Yu keluarlah!!”
***
Merasa di panggil Bao Yu keluar dari ruang dimensi dengan wujud manusianya, lalu ikutan nangkring di atas atap bersama Azka serta Tao.
“Tumben tuan ingin menolong orang, apa hati nuranimu telah tersentuh?” tanya Bao Yu meledek Azka.
“Tidak, hanya saja aku tidak tahu tingkat kultivasi pemuda itu, bisa jadi dia lebih kuat dariku atau sebaliknya, aku hanya penasaran apa dia benar benar idiot” jawab Azka datar.
“Aku sepemikiran dengan mu Tuan, aura pemuda itu tidak biasa tapi kenapa dia malah jadi orang idiot” ujar Bao Yu.
“Hanya 1 jawabannya, kita harus memastikannya sendiri” sahut Tao yang sedari tadi diam menyimak.
“Tuan ingin aku berbuat apa pada mereka?” tanya Bao Yu.
“Terserah pokoknya buat mereka pergi lalu berikan pil penyembuhan untuk pemuda itu” jawab Azka sambil menunjuk ke arah Zhishu.
“Baik Tuan, lihat saja yang mulia Rubah berekor Sembilan ini beraksi” ujar Bao Yu lalu menghilang dari pandangan Azka.
“Tao buat dirimu nyaman kita akan melihat pertunjukan” ujar Azka lalu menempatkan Tao di pangkuannya.
“Baik nona, aku benar benar ingin tau bagaimana seekor binatang ilahi menyelesaikan ini” sahut Tao menyamankan dirinya di pangkuan Azka.
Tidak berselang lama tiba tiba ada seorang bocah laki laki berumur 5 tahun berlari pontang panting dengan nafas ngos ngosan lalu berteriak
“Awas!!! minggir ada spirit beast mengamuk dari arah hutan hosh hosh” bocah itu tak lain adalah Bao Yu yang sedang berakting.
Orang orang yang awalnya beraktivitas seperti biasa sekarang sudah lari menyelamatkan dirinya masing termasuk orang orang yang membully Zhishu, ada yang sampai saling bertabrakan ada yang langsung masuk ke dalam rumah lalu menguncinya, ada yang menyelamatkan anak anak mereka, ah benar benar berantakan.
Sungguh kemampuan acting Bao Yu perlu di acungi jempol, percayalah spirit beast mengamuk lebih mengerikan dari binatang legenda.
Namun yang membuat Azka penasaran adalah kenapa Zhishu tidak lari, apa karna tangan nya di ikat tapi lari kan menggunakan kaki, atau dia terlalu lemah untuk berlari entahlah.
Di sisi lain Xiao Bai yang melihat dari ruang dimensi serta Tao sudah sakit perut karna kebanyakan tertawa melihat bagaimana Bao Yu menyelesaikan tugas dari Tuannya, mereka fikir akan ada badai atau setidak nya lautan darah nah ini, benar benar ekspektasi tidak sesuai dengan realita.
Kembali ke Bao Yu, setelah membuat desa ini tiba tiba sepi dalam sekejap Bao Yu mendekati Zhishu lalu melepaskan ikatan tangannya.
“Adik kecil bukankah kau seharusnya lari?” tanya Zhishu yang sekarang sudah bebas dari ikatan.
“Tidak perlu aku tadi hanya berbohong” jawab Bao Yu santai lalu mengambil pil penyembuhan di lengan bajunya.
__ADS_1
“Kenapa adik kecil berbohong, tidakkah adik kecil takut Dewa akan marah” ujar Zhishu mencoba menasehati Bao Yu.
“Tidak Tuanku yang akan menanggungnya, ini makanlah” sahut Bao Yu lalu memberikan pil penyembuhan tingkat tinggi kepada Zhishu.
Andai para alchemist tau kalau Bao Yu membagikan pil penyembuhan tingkat tinggi secara percuma mereka pasti akan muntah darah.
“Ini apa?” tanya Zhishu sambil menerima pil dari Bao Yu.
“Hanya permen, makanlah Tuanku yang membuatkan ini” jawab Bao Yu enteng lalu Zhishu memakan pil itu.
“Ini pahit” protes zhishu setelah pil itu benar benar masuk kedalam mulutnya.
“Tapi itu membantu lukamu sembuh” dan benar saja seketika luka lebam di tubuh zhishu langsung hilang.
“Wah benar benar sembuh, terimakasih adik kecil aku harus segera pulang sebelum bibi marah, sampaikan terimakasih ku kepada tuanmu” ujar Zhishu lalu berlari seperti anak kecil, sedangkan di atap azka hanya tersenyum melihat kepergian Zhishu.
“Harus segera pulang sebelum bibi marah” suara Zhishu masih terdengar sambil berlari tak berselang lama salah satu dari orang yang sedari tadi bersembunyi di atas pohon pun mengikuti Zhishu dari bayang bayang membuat senyum Azka makin melebar.
Sebenarnya Azka tidak penasaran akan tingkat kultivasi Zhishu maupun auranya, Azka hanya penasaran tentang penjaga bayangan atau malah pembunuh bayaran yang mengawasi Zhishu di atas pohon jauh dari tempat Azka.
Jika mereka adalah pembunuh bayaran mereka pasti sudah menyerang saat desa dalam keadaan sepi tadi tapi mereka tidak menyerang apa mungkin mereka takut dengan Bao Yu, tapi itu hanya bocah berumur 5 tahun.
Lalu jika mereka penjaga bayangan milik Zhishu kenapa mereka diam saja saat Zhishu di bully para bangsawan tadi, jadi pertanyaannya mereka siapa? dan apa motif mereka mengawasi Zhishu, entahlah Azka tidak ingin ikut campur jika memang itu pembunuh bayaran mungkin dia akan mendengar tentang kematiannya besok.
Bao Yu yang sudah selesai langsung menghadap Tuannya.
“Bagaimana aksi ku Tuan?” tanya Bao Yu sambil membusungkan dadanya merasa bangga.
“Benar benar hebat seperti pemain opera” jawab Azka dengan mata berbinar.
Seketika Tao dan Xiao Bai tertawa terpingkal pingkal.
Bao yu “………”
“Hahahaha Bao Yu ada apa dengan wajah masam mu itu? bukan kah aku baru saja memujimu” ujar Azka sambil tertawa senang.
“Menurutku itu ejekan bukan pujian, tidak bisakah Tuan memujiku dengan benar sekali saja” sahut Bao Yu sambil menggembungkan pipinya.
Imut nya…
“Iya iya lain kali buat lah aku tersanjung agar aku memujimu dengan benar” sahut Azka lalu menggandeng Bao Yu serta menyuruh Tao untuk bertengger di pundaknya, Azka sengaja tidak memasukkan mereka berdua kedalam ruan dimensi karna ada orang yang mengawasinya .
Setelah itu Azka mulai melanjutkan perjalanannya mencari penginapan, desa ini benar benar sunyi orang orang mungkin masih takut keluar rumah karna ulah Bao Yu.
__ADS_1
Sesampainya di penginapan yang bertuliskan pavilium penginapan anggrek Azka serta Bao Yu langsung masuk saja tanpa menghirau kan tatapan orang orang yang seperti penasaran akan sesuatu semoga saja mereka tidak mengenali Bao Yu yang membuat keributan.
“Apa masih ada kamar kosong?” tanya Azka kepada bapak bapak sedikit berumur yang diyakini adalah pelayan penginapan itu.
“Masih ada, Tuan muda mau kamar kelas biasa, menengah atau kelas atas?” tanya pelayan itu kembali dengan ekspresi yang err sulit di jelaskan.
“Kelas menengah saja satu berapa harganya?” tanya Azka datar
“Harga tergantung berapa lama anda akan menginap Tuan muda” jawab pelayan penginapan itu ramah.
“1 minggu”
“2 koin emas”
Azka langsung memberikan 2 koin emas kepada pelayan itu langsung saja pelayan itu menunjukkan jalan lalu memberikan kunci, setelah itu tanpa mengucapkan apapun Azka pergi begitu saja namun tiba tiba berhenti karna pertanyaan pelayan tadi.
“Tunggu dulu Tuan muda, bagaimana Tuan bisa sampai di sini sedangkan diluar sedang ada spririt beast mengamuk?”
“Entahlah aku tidak melihatnya” jawab Azka santai lalu berlalu pergi menuju kamar penginapan.
Sedangkan di tempat lain, terdapat seorang pemuda tampan berbaju putih dengan motif bersulam naga emas di punggung serta dadanya di tangan nya terdapat topeng setengah wajah bewarna putih, dia sedang duduk santai di gazebo di tengah tengah kolam teratai lalu datanglah dua orang pria berpakaian serba hitam.
“Salam hormat kami tuan” ujar pria berpakaian serba hitam itu bersamaan sambil menunduk.
“Bangunlah, sekarang jelaskan” perintah pemuda tampan berbaju putih.
“Tuan dari bocah laki laki itu adalah seorang Tuan muda namun setelah di perhatikan sepertinya dia perempuan, menurut informan dia datang dari arah hutan kematian lapisan ketiga perbatasan ke empat karna sebelumnya dia tertidur di situ, dia datang ke desa bersama kucing hitam saja lalu menginap di penginapan anggrek mengambil kamar menengah bersama bocah laki laki serta kucingnya” jelas salah satu dari pria berpakaian hitam.
“Hmm menarik kalian kembalilah” perintah pemuda berpakaian putih itu kembali lalu seketika gazebo itu kembali sepi hanya menyisahkan pemuda tampan berbaju putih.
“Apa benar itu hanya kucing hitam, semoga kita bertemu lagi tuan dari rubah berekor sembilan” gumam pemuda tampan itu sambil membelai topeng yang ada di tangannya.
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊❤
__ADS_1