
Suara gebrakan pintu pavilium sontak membuyarkan lamunan indah Azka tentang Zhishu.
“Azka!!”
***
Yah Azka tahu suara siapa yang memanggilnya bahkan sebelum orang itu menapakkan kaki di dalam paviliumnya.
Suara yang sering membuatnya kesal, bagaimana bisa dia yang jenius ini melupakannya begitu saja.
“Apa ada sesuatu yang membuat Guru Fao tidak senang?” tanya Azka sambil memasukkan buah apel yang di kupaskan bao yu tadi ke dalam mulutnya namun dia urungkan.
Ah … Azka lupa dia sudah memakai cadarnya.
Benar benar merepotkan Guru satu itu.
“Ya!!! … apa kau sedang merencanakan sesuatu yang buruk menggunakan Jamur Lingzhi itu, apa rencana mu sebenarnya ha?! aaa … aku tahu kamu pasti berniat memberi hutang budi, atau jangan jangan kamu mendapatkan Jamur itu dari Kerajaan Iblis dan sengaja memberikan kepada Akademi ini agar harga diri kami terluka? ya!! kamu tahu akibat dari rencana busukmu ini!!” jawab Guru Fao panjang lebar membuat Azka tidak bernafsu untuk makan lagi.
“Kau tahu Guru Fao, aku ini memang bukan orang yang baik tapi ketika kebaikanku yang sebenarnya di anggap merugikan, waahh … hatiku benar benar terluka” sahut Azka sambil menepuk dadanya membuat Guru Fao benar benar emosi.
Srett!!
“Kau menganggap ini main main gadis kecil?” tanya Guru Fao serius sambil mencekal tangan Azka yang tadi dia gunakan untuk menepuk dadanya.
Bukannya takut Azka malah menatap intens wajah Guru Fao yang hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahnya.
Berbeda dengan Azka yang semakin ingin menantang, di ruang dimensi Zhishu sedang kalang kabut ingin meledakkan Guru itu sampai menjadi bagian bagaian terkecil, mengerti situasi ini segera Xiao Bai melompat ke gendongan Zhishu berusaha untuk menutupi mata ayahandanya.
“Guru Fao, sikap kasarmu itu sangat menjengkelkan bagi seorang gadis seperti ku, namun aku masih sangat memakluminya, tapi untuk sikap lancangmu aku benar benar bisa membuat tangan mu putus jika ingin!!” ancam Azka saat mendapati tangan Gurunya yang hendak melepas tali cadar di belakang kepalanya.
Mendengar itu segera Guru Fao tersadar akan perbuatannya dan segera mengurungkan niat yang tidak di sadarinya itu dan juga langsung melepaskan tangan Azka dari cekalannya.
Mata itu? mata milik Azka benar benar membuat Guru Fao hilang kendali.
__ADS_1
“Maaf” sahutnya sambil memalingkan wajah tampannya.
“Kenapa Guru Fao sangat membenciku? ku rasa kita tidak pernah bertemu satu sama lain sebelum ini, apa aku pernah membuat sebuah kesalahan yang tidak di sengaja?” tanya Azka dengan nada santai sambil menopang dagunya di atas meja.
“Jangan berlagak menyedihkan di depanku karna itu tidak akan berhasil” sahut Guru Fao masih dengan memalingkan wajahnya membuat Azka terkekeh.
Apanya yang tidak berhasil.
“Baiklah, Guru Fao jauh jauh kemari hanya untuk menanyakan tujuanku bukan? jadi jika aku memberitahunya apa Guru bisa segera pergi?” tanya Azka tanpa perasaan.
Apa ini yang namanya mengusir secara halus namun lebih terasa menusuk.
“Tergantung tujuanmu” jawab Guru Fao yang kini kembali berani menatap wajah cantik Azka.
“Baiklah, sebenarya aku sudah mendengar tentang Guru Ling yang sudah berusaha berkali kali membuat Pil Regenerasi namun gagal, aku tidak tahu apa ini uji coba atau uji kebodohan?, Guru Ling masih mengulanginya dengan cara yang sama meski tahu hasil akhirnya akan sama juga. Apa itu tidak membuang tenaga?” ujar Azka sambil mamainkan jari jarinya di atas meja makan.
“Jadi aku memutuskan untuk memperbaiki kesalahannya, Guru tahu saat seorang Alchemist mampu membuat Pil baru, itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi mereka, dan lagi Guru Ling sangat ramah padaku, jadi aku tidak keberatan memberikan kebahagiaan itu” lanjut Azka membuat kerutan di dahi Guru Fao semakin terlihat.
“Omong Kosong!!” bentak Guru Fao membuat Azka segera bangkit dari posisi santainya.
Sebenarnya Azka bukanlah seseorang yang mudah di provokasi hanya karna omongan!! yah sedari kecil dia sudah sangat kebal dengan segala bentuk cacian, tapi omongan pedas Guru satu ini berhasil membuatnya kesal.
“Heh di bagian mana kamu melihatku seperti itu?” tanya Azka sambil menampikkan senyum sinis di balik cadarnya.
“Hanya dengan prilakumu semuanya sudah bisa ketebak” jawab Guru Fao tak kalah sinis.
Brakk!!!! Srettt!!
Dengan kesal Azka menggebrak meja makannya sampai membuat meja itu terbelah menjadi dua, tak urung separuh belahannya terkena kaki kecil Azka hingga membuat kakinya tertutup bongkahan kayu yang terbilang cukup berat untuk ukuran meja makan besar.
Tidak berhenti di situ, dengan kasar Azka menarik kerah hanfu Guru Fao, meski perbedaan tinggi yang cukup jauh namun Azka berhasil mendekatkan wajahnya kearah Guru itu membuat Guru Fao benar benar terkejut setengah mati.
“Kamu pikir semua orang kaya itu sama hah!! cobalah jangan berfikir terlalu kekanak kanakkan!! emosimu benar benar merugikan dirimu sendiri!! kau tahu aku masih punya segunung Jamur seperti itu jadi buat apa aku mencari keuntungan hanya dengan sekantung Jamur!! jika aku ingin membuat hutang budi, aku lebih baik menusuk Guru Ling secara diam diam sampai sekarat lalu aku akan menyembuhkannya kembali di hadapan banyak orang!! bukankah lebih menguntungkan hutang nyawa di banding hutang budi!!” ujar Azka penuh penekanan membuat Guru Fao semakin terkejut.
__ADS_1
“Jangan sibukkan dirimu dengan mencari cari letak kesalahan ku!! karna hal itu hanya akan sia sia!! kau tahu aku ini penjahat yang rapi, jadi jejak kesalahan sekecil apapun tidak akan aku tinggalkan” lanjutnya sambil mengeratkan cengkraman tangannya di hanfu Guru Fao lalu segera menarik pria itu kearah pintu keluar Paviliumnya.
“Ka- Kau gadis jahat!! kau mau membawaku kemana ha!!” teriak Guru Fao sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Azka namun usahanya benar benar sia sia.
“Kuharap setelah kejadian ini, aku tidak pernah melihat wajah menjengkelkan mu itu!!” teriak Azka sambil mendorong tubuh Guru Fao keluar dari Paviliumnya lalu menutup pintunya dengan keras.
Brak!!!
Guru Fao? jangan di tanya dia benar benar di buat kaget dengan sikap Azka apalagi dengan Guru Guru lain yang sedari tadi mengintip dari balik semak semak halaman Bambu pavilium Azka.
“Murid kita benar benar berani” komentar Guru Ling sambil bertepuk tangan kecil layaknya balita, dia bahkan menunda pembuatan Pil nya hanya untuk melihat apa yang akan di lakukan Guru Fao pada Azka.
“Wahh … aku semakin menginginkannya menjadi Murid khusus ku” komentar Guru Hwang, dia adalah oknum yang memprovokasi Guru Guru lain untuk mengintip apa yang akan terjadi saat Guru Fao datang melabrak,
“Daya tariknya semakin terlihat jika seperti itu” Komentar Guru Yao membuat Guru Hwang dan juga Guru Ling langsung menatap Guru Yao penuh kecurigaan.
Kita beralih kedalam Pavilium milik Azka, suasana pavilium itu benar benar sangat ramai padahal penghuninya hanya bisa di hitung menggunakan jari jari tangan, untungnya dengan sigap Xiao Bai sudah membuat Formasi kedap suara tingkat tinggi agar tidak terlihat ahli Formasi lain.
“Ya!! aku benar benar ingin mencincang Guru itu menjadi potongan dadu lalu memakannya dengan campuran nasi goreng buatan Nona” ujar Tao sambil mengeluarkan pedang es yang baru saja selesai dia buat di sela sela waktu luangnya.
“Ohh paman Tao kamu semakin terlihat gagah jika seperti ini” sahut Bao yu.
“Tidak tidak itu kurang sadis, kita bisa memotong salah satu anggota tubuhnya terlebih dahulu lalu membakarnya di depan mata nya dan membuatnya merasakan dagingnya sendiri” sahut Xiao Bai membuat Xi Long menganga seketika.
Bagaimana bisa kalimat sekejam itu keluar dari mulut bocah yang umurnya baru mencapai 1 tahun.
“Xi’er kau yakin tidak mencontek perkataan itu di buku cerita?” tanya Xi Long memastikan membuat ketiga binatang kontrak Azka tertawa cekikikan.
Dia baru tahu.
“Apa ibunda baik baik saja?” tanya Xiao Bai yang kini mendekat kearah Azka yang sedang merendam kakinya di dalam baskom yang di penuhi air surgawi, di temani Zhishu yang senantiasa mengelus kaki Azka dengan harapan cepat sembuh.
Yah walau pun memang sudah sembuh sih berkat bantuan air surgawi, hanya saja Zhishu tidak bisa menerimanya begitu saja!!
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪