
“Jadi kapan ibunda berencana mengunjungi pak tua Han?”
“Nanti habis sarapan”
***
Setelah sarapan pagi selesai Azka benar benar menepati ucpannya, kini dia sudah siap dengan penampilan barunya yang sudah di pastikan dapat membuat para wanita di luaran sana menggila saat melihatnya.
Rambut panjangnya yang dia biarkan tergerai dengan kepangan sedikit di bagian kanannya, wajahnya yang biasanya terlihat cantik kini semakin terlihat cantik dengan tambahan tattoo buatan di sekitar mata kirinya yang bergambar Naga Merah yang menggigit salah satu ekor Rubah putih Berekor Sembilan.
Yah Azka sengaja membuat nya menjadi ilustrasi seperti Xiao Bai yang bertengkar dengan Bao Yu, tidak berhenti di situ kali ini Azka juga menambahkan cadar transparan yang menutupi hidung sampai leher jenjangnya.
Dan seperti kemarin Azka kembali membalut dadanya menggunakan perban, lalu sebagai sentuhan akhir Azka menggunakan Hanfu laki laki bewarna Emas dengan sulaman Macan Hitam di bawahnya.
“Ya Dewa!! ketampanan ku terkalahkan!!” teriak Xi Long sambil mengitari tubuh Azka yang baru saja Keluar dari istana di ruang dimensinya.
“Haruskah Xiao Bai memanggil Ibunda atau Ayahanda?” tanya Xiao Bai sambil mencolek colek dagu Azka.
Yah Naga kecil satu itu tiba tiba langsung melompat kegendongan Azka bersama Bao Yu saat melihat penampilan Azka yang berbeda, padahal mah sebelumnya mereka sudah menyiapkan mental untuk melihat wajah cantik Azka kembali menjadi buruk rupa.
“Apa ini asli? heoll gambar macam apa ini!! bagaimana bisa seorang Rubah yang terhormat terkalahkan oleh Naga Merah!!” protes Bao Yu sambil mencolek tattoo buatan Azka.
“Tentu saja palsu!! jadi stop colek colek, kalau hilang aku males gambar ulang, lagian gambarnya memang kenyataan, kamu kan sering kalah kalau lawan Xiao Bai” jawab Azka lalu menurunkan Xiao Bai beserta Bao Yu membuat Bao Yu menghentak hentakkan kakinya kesal sedangkan Xiao Bai langsung tersenyum penuh kemenangan.
Berbeda halnya dengan para perusuh itu, Tao sendiri masih terlihat stay kalem namun dengan jantung yang sudah berpacu layaknya lomba marathon, dia bahkan kesulitan menyembunyikan telinganya yang memerah membuat Xiao Bai menahan tawanya.
“Gimana penampilan ku? udah ganteng kan? jadi gak bakal mencoret nama ganteng Wu Yi Fan” tanya Azka beruntun sambil berpose tampan membuat Tao semakin gelagapan.
“Sudah sudah, Tuan benar benar sudah tampan dan cantik secara bersamaan jadi berhentilah berpose menjijikkan” ejek Bao Yu saat melihat Azka yang tengah berpose layaknya pria panas dengan cara menyingkap sedikit cadarnya menunjukkan bibir sexynya yang sedang menggigit bawahnya sensual.
“Ishh … ini tuh namanya acting, biar orang lain tahu kalau aku laki laki tulen” ujar Azka sewot tanpa menghiraukan Tao yang berlari ke kolam air surgawi untuk membasuh wajahnya yang memerah sempurna.
“Bunda kamu membuatnya salah tingkah” bisik Xiao Bai membuat Azka sontak tertawa.
“Tao ya!!” panggil Azka dengan keras membuat Tao langsung menatap Xiao Bai penuh permusuhan.
__ADS_1
Pasti bocah itu mengadu yang enggak enggak.
“Ayo kita segera keluar, sebentar lagi kita akan menjadi idol dadakan” ajak Azka yang langsung di laksanakan oleh Tao meski tidak tahu apa itu idol.
Tao sendiri tidak banyak bertanya, baginya kesenangan Azka adalah kesenangannya juga.
Di perjalanan menuju pasar gelap, sesuai prediksi kini Azka di kerubungi banyak gadis gadis cantik entah dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.
Azka sendiri benar benar memerankan perannya sebagai laki laki tulennya dengan baik, apalagi Tao sebagai macan hitam benar benar menambah kesan gagah untuk Azka.
Dan yah … Azka bahkan tidak segan segan menggoda para gadis gadis itu hingga membuat mereka menjerit histeris.
Misalnya gini.
“Nona tau gak perbedaan Nona sama emas?” tanya Azka dengan suara ala laki laki ganteng.
“Tidak tahu, apa Tuan tampan ini mengetahuinya” jawab wanita kelabang jaman dulu.
“Kalo emas di jual kalau Nona di sayang” – gombal kaleng Azka 2k21.
Tao sih gak masalah asal yang ngerubung Azka bukan laki laki, tapi kalau ramai kayak gini dia bisa sawan 7 turunan.
‘Nona sepuluh meter dari sekarang kita bakalan sampai di pasar gelap’ ujar Tao memberi informasi agar Azka cepat cepat mengusir ceng cengannya.
“Aduh maaf ya Nona Nona cantik, setelah ini tujuan ku sudah dekat, dadah” ujar Azka menyelesaikan dramanya lalu segera menyuruh Tao agar cepat cepat keluar dari lingkaran sesak para kelabang jaman dulu.
“Haishh sial, gerah banget” maki Azka sambil mengipasi lehernya menggunakan telapak tangannya.
Mengerti keadaan Nonanya yang tidak nyaman segera Tao mengedarkan aura dingin di tubuhnya agar Nonanya kembali sejuk layaknya di dalam Indoapril.
“Nah gini kan adem” gumam Azka sambil mendesah lega membuat Tao menyunggingkan senyumnya.
'Jika Nona merasa tidak nyaman kenapa harus memaksakan diri?' tanya Tao membuat Azka mengeluarkan smirknya di balik cadar.
“Kamu tahu, Kerajaan Iblis ini sangat ketat, jika aku ketahuan merampok nantinya maka akan sangat mudah mencari keberadaan ku yang pendiam, bersikap misterius dan jarang bergaul, tapi kalau nyatanya seorang Wu Yi Fan orangnya genit, ramah, dan tentunya sangat blak blakan bagaimana bisa mereka menuduhku sembarangan sebagai perampok” jawab Azka panjang lebar yang langsung di balas anggukan mengerti oleh Tao.
__ADS_1
‘Jadi Nona benar benar sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang, dan bahkan sudah mempersiapkan pelarian jika ketahuan’ ujar Tao yang mendapatkan kesimpulan dari penjelasan Azka membuat Azka mengangguk dengan semangat.
‘Kita sampai’ lanjutnya membuat Azka segera turun dari punggung Tao lalu berjalan dengan anggun masuk kedalam toko obat.
“Selamat Datang, ada yang bisa di bantu Tuan Muda?” sapa seorang wanita yang kemarin juga menyambutnya.
Mungkin dia anak pak tua Han, atau cucunya, atau malah istri keduanya.
Tanpa menjawab sapaannya segera Azka menunjukkan tattoo mawar di pergelangan tangannya yang mana langsung membuat wanita itu gugup setengah mati.
“Mm- mari, ayah sudah menunggu Master di dalam” ujar wanita itu gugup lalu membawa masuk Azka ke sebuah ruangan di dalam toko obat.
Ah jadi bocah ini anaknya.
“Pak tua Han” sapa Azka dengan suara bass nya membuat si pak tua langsung menoleh lalu bersujud di hadapan Azka di ikuti anaknya.
“Salam Master Wu” salam mereka berdua secara bersamaan membuat Azka tersenyum kemenangan atas gelar Master dengan akhiran nama idolanya.
Sepertinya besok besok Azka akan memakai nama ‘Byun Baekhyun’ meski nanti akhirnya akan terdengar sedikit aneh karna pengucapannya yang benar benar berbeda dengan nama china pada umumnya.
Seperti namanya sendiri.
“Bagunlah!! bukankah aku sudah pernah bilang jika aku benar benar tidak suka melihat seseorang yang bukan musuhku bersujud seperti ini” ujar Azka sukses membuat pak tua Han melotot.
Apa ini!! dua orang yang berbeda namun dengan kepribadian yang sama.
“Haishh sudah lah, lagi pula aku ingin menanyakan sesuatu sebelum kita membicarakan hal hal yang lebih serius” ujar Azka sambil duduk di kursi yang sebelumnya sudah di siapkan oleh pak tua Han.
“Silahkan Master ini menanyakan apapun tentang hamba atau hal hal yang membuat Master merasa tidak nyaman” jawab pak tua Han membuat Azka kembali menampilkan smirk di balik cadarnya.
“Apa yang membuatmu sangat mudah menghianati Kerajaan mu sendiri? apa nantinya kamu juga akan menghianatiku?”
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
__ADS_1