Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
6 Black Tiger


__ADS_3

Bao Yu pun mengajak Azka untuk menemui telur naga yang selama ini di abaikan oleh Azka, tiba tiba.


Krakkk!!!!! “IBUNDA…..”


***


Saat Azka memegang telur naga besar itu tiba tiba menetas lalu muncul lah sosok naga bewarna merah yang sangat besar.


“KYAAA ANACONDA!!!!! BAO YU LARI” teriak Azka lalu berlari pontang panting sambil menggendong Bao Yu kecil, ah dia bahkan lupa kalau dia bisa keluar dari ruang dimensi hanya dengan memfokuskan pikiran nya ke arah tato mawar.


“Tuan kenapa kita lari?” tanya Bao Yu yang berada dalam gendongan Azka.


“Kau… diamlah, apapun yang terjadi kita harus selamat” ujar Azka lalu mulai memanjat pohon sakura di samping kolam.


“Apa yang membuat kita tidak selamat Tuan?” tanya Bao Yu lagi setelah mereka sampai di atas pohon.


“Kau lihat itu Bao Yu….. hah anacondanya kok hilang!!!” ujar azka sambil menunjuk kearah tempat telur naga menetas sebelumnya yang sekarang sudah kosong tidak ada apapun.


“Anaconda apasih Tuan???” tanya Bao Yu lagi frustasi, bagaimana tidak frustasi tidak ada angin tidak ada badai tiba tiba Tuannya menggendongnya lalu berlari memanjat pohon.


“Kau tau Bao Yu meskipun aku belum pernah melihat anaconda tapi kata kakak ku anaconda adalah ular besar, jadi bisa ku pastikan yang tadi itu adalah ular anaconda” ujar Azka sok tahu.


“ASTAGA!!!! tuan yang benar saja itu adalah bayi naga!!” teriak Bao Yu benar benar emosi dengan pengamatan Tuannya.


Jangan salahkan Azka yang salah mengenali naga dengan ular anaconda, salahkan saja pekerjaan nya yang membuat dia tidak punya waktu untuk sekedar menonton televisi, Azka hanya tau dari kakaknya kalau ular besar itu di sebut sebagai anaconda dia bahkan tidak tahu rupa anaconda yang sebenarnya.


Sedangkan penampilan naga yang baru menetas saat ini serupa dengan ular besar namun memiliki tanduk serta sayap dan jangan lupakan kedua kakinya, Azka saja yang tidak bisa membedakan.


“Bayi gundulmu, besar gitu-”


“IBUNDA!!!!” ucapan Azka terpotong oleh suara khas bayi laki laki yang kira kira berumur 1 tahun sedang teriak teriak di bawah pohon dengan keadaan telanjang!.


“OMG Bao Yu anak siapa itu kok bisa sampai di sini?” tanya Azka histeris sambil melompat turun dari pohon masih dengan Bao Yu di gendongannya.


“Itu adalah bayi naga yang tuan ambil di gua waktu itu” jawab Bao Yu yang sekarang sudah berdiri di samping bayi naga.


“Hah” seketika azka mematung.


‘Jadi itu bukan anaconda, aduh malu nya’ batin Azka merutuki mulutnya yang sok tau, sungguh ukuran tak menjamin umur.


“Ibunda kenapa lari, apa ibunda membenci ku” rengek bayi naga sambil memeluk kaki azka yang masih mematung, tolong ingatkan Azka bayi itu tidak memekai apapun alias telanjang!!!.


“Tuan bayi naga bisa berubah jadi manusia karna semua klan naga, klan phoenix dan keturunan langsung rubah berekor Sembilan sepertiku adalah binatang ilahi” ujar Bao Yu lalu berlari meninggalkan tuannya untuk mengambilkan bayi naga baju.


Sepeninggalan Bao Yu Azka langsung tersadar lalu mengambil bayi naga untuk di mandikan, bayi naga tentu saja merasa senang karna itu pertanda Azka tidak membencinya.

__ADS_1


“Ibunda tidak membenciku?” tanya bayi naga di dalam kolam, Azka yang sedang telaten memandikan bayi berumur satu tahun itu dengan lembut pun menjawab.


“Tentu saja tidak, tapi bagaimana bisa kamu baru lahir namun sudah bisa berjalan dan berbicara?” tanya Azka yang masih bingung dengan bayi kecil ini.


“Semua binatang ilahi garis darah memang seperti itu, saat menetas sudah berumur 1 tahun yang artinya 100 tahun berbentuk telur di dunia nyata, contohnya diriku yang berumur 5 tahun di dunia nyata namun aku menghabiskan 50 tahun di ruang dimensi ditambah menjadi telur selama 100 tahun berarti umurku yang sebenarnya adalah 150 tahun” jelas bao yu yang datang tiba tiba dengan membawa hanfu di tangannya.


“Ooo jadi begitu” ujar azka sambil mengangkat bayi naga dari kolam lalu memakaikan hanfu milik Bao Yu.


“Sekarang kamu aku beri nama Xiao Bai, apa kamu senang?” tanya Azka sambil menoel hidung Xiao Bai.


“Tentu saja, tapi Xiao Bai belum buat kontrak dengan ibunda” jawab Xiao Bai lalu menggigit ujung jari telunjuk Azka lalu diteteskan di keningnya seketika cahaya putih menyelimuti mereka berdua.


Azka tidak mempermasalahkan tindakan Xiao Bai maupun panggilan ibu dari Xiao Bai, justru Azka malah senang hitung hitung belajar punya anak.


“Bunda apa rubah itu adalah binatang kontrak milikmu?” tanya Xiao Bai menunjuk Bao Yu.


“Bukan dia kakakmu namanya Bao Yu” jawab Azka lalu menarik tangan Bao Yu.


Bao Yu merasa terharu dengan ucapan Tuannya, ternyata Tuannya tidak berniat memperbudak dirinya.


“Kalian berdua tinggallah disini, aku akan keluar menuju pedesaan mencari informasi tentang lembah kehidupan, Bao Yu tolong ambilkan aku jubah hitam” ujar azka sambil mengelus kepala xiao bai, bao yu yang di perintah pun langsung melesat pergi mengambil jubah yang di inginkan tuannya.


“Kenapa bunda mencari lembah kehidupan?” tanya Xiao Bai.


“Bunda perlu memastikan sesuatu, apa kau tau dimana letak lembah kehidupan?” jawab Azka lalu kembali bertanya.


Setelah Bao Yu sampai Azka langsung mengambil jubahnya lalu melesat keluar dari ruang dimensi.


…………..


Kerajaan timur, hutan kematian lapisan ke Sembilan.


Azka yang sudah keluar dari ruang dimensi pun mulai memakai jubah hitam bertudung itu lalu beranjak pergi meninggal kan hutan kematian menuju desa dekat hutan.


Butuh waktu 30 menit bagi Azka untuk melewati lapisan kesembilan, sebenarnya Azka bisa saja menghemat waktu dengan menunggangi Xiao Bai, namun Azka lagi tidak ingin terbang, sesampainya di perbatasan hutan lapisan ke Sembilan tiba tiba azka di hadang sesuatu bewarna hitam yang sangat besar.


Setelah di perhatikan yang benar saja itu adalah Black Tiger dengan ukuran 3 kali lipat dari aslinya.


“Bao Yu kau tau binatang itu berada pada tingkat keberapa?” tanya Azka pada Bao Yu yang berada di ruang dimensi.


“Tuan itu adalah binatang mitologi yang hampir sampai pada tingkat ilahi, ternyata rumor itu benar, Tuan harus berhati hati, apa aku perlu keluar” jawab Bao Yu.


“Ibunda hati hati, biar Xiao Bai saja yang menghadapinya” sahut Xiao Bai yang menghawatirkan ibunya.


“Tidak perlu, aku perlu mangsa untuk mencoba elemen ku” ujar Azka tenang.

__ADS_1


“Hei manusia, bagaimana bisa kau sampai disini?” tanya harimau hitam itu dengan suara yang sangat besar.


“Itu bukan urusanmu” jawab Azka enteng.


“Beraninya kau manusia rendahan!!!” geram harimau itu lalu mulai maju menerkam Azka.


Azka yang merasa musuhnya sudah termakan emosi pun tersenyum lebar lalu mulai menghindar dari terkaman harimau, mulai dari melompat berguling sampai kayang, harimau itu semakin emosi dikala serangannya tidak mengenai Azka sama sekali.


“Sekarang giliranku” ujar Azka lalu mulai menyerang harimau itu menggunakan elemen petirnya, menyayat beberapa kulit tebal milik harimau itu dengan petirnya, darah merembes keluar dari tubuh sang harimau.


Azka mulai menggunakan elemen tumbuhannya menciptakan sulur tanaman rambat untuk mengunci pergerakan sang harimau, lalu mengeluarkan elemen api mengambil ancang ancang untuk membakar harimau menggunakan api murni miliknya.


“Api murni!!! yang benar saja, maaf kan aku master sungguh aku buta tidak bisa melihat master sehebat dirimu” ujar sang harimau lalu menunduk.


“Huh tadi saja kau mengataiku sudahlah minum ini” sahut Azka menghilangkan apinya dan melepaskan sulur tanaman rambatnya lalu memberikan harimau itu pil penyembuhan tingkat 10 miliknya.


“Pil penyembuhan tingkat 10, hamba tidak pantas menerimanya master” ujar harimau lalu bersujud di hadapan Azka.


“Ambil atau mati” ancam Azka lalu mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat pekat, harimau itu langsung memuntahkan seteguk darah melihat itu Azka langsung menarik auranya.


Tanpa basa basi harimau itu langsung memakan pil penyembuhan dari azka lalu seketika luka lukanya hilang tanpa bekas.


“Tuan mohon ambil hamba menjadi binatang kontrakmu” mohon harimau itu ke Azka.


“Dengan syarat kau harus mau menjadi tungganganku serta berjanji untuk tidak menghianatiku”


“Dengan senang hati tuan”


Azka pun menggigit jarinya sampaai berdarah lalu meneteskan ke arah dahi harimau itu seketika tubuh mereka di kelilingi cahaya, setelah cahaya itu menghilang Azka di kagetkan oleh suara harimau tadi.


“Tuan berkatmu aku menerobos, tinggal satu tingkat lagi aku bisa menjadi binatang ilahi, tidak salah aku memilih Tuan” ujar harimau itu senang.


“Sekarang namamu adalah Tao” ujar Azka membuat Tao menggoyang goyangkan ekornya senang.


Azka dengan cekatan menaiki punggung Tao lalu melanjutkan perjalanannya menuju desa.


.


.


.


.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊❤


__ADS_2