Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Penjamuan Istana


__ADS_3

Setelah kepergian Azka dan ketiga binatang kontraknya yang mengaku pada Zhishu akan membeli makanan, tiba tiba sosok berpakaian serba putih datang menghampiri Zhishu.


“Tuan aku sudah tahu pelakunya”


***


Ujar tangan kiri Zhishu, Jingmi yang tiba tiba datang mengenakan pakaian serba putih dengan rambut panjang bewarna hitam yang sengaja dia gerai membuatnya hampir mirip kuntil anak.


Kalian sudah tahu kan kalau seorang Jingmi adalah bawahan Zhishu yang paling berbeda dari yang lain, jika para pengawal bayangan Zhishu umumnya menggunakan baju serba hitam, maka Jingmi sebaliknya memakai baju serba putih.


“Ceritakan” perintah Zhishu sambil mendudukkan pantatnya di atas ranjang.


“Waktu aku menyusup ke Akademi aku menyamar sebagai Penjaga gerbang dan bertanya pada Pelayan tentang siapa juru masak yang membuatkan bekal untuk rombongan, dan juru masak yang menyiapkannya sudah bekerja disana selama 10 tahun, dia juga salah satu orang kepercayaan Ketua Akademi karna dia di rekrut langsung oleh guru Formasi yang baru baru ini meninggal” jelas Jingmi panjang lebar.


“Terkadang orang yang paling kita percayai bisa jadi orang yang paling membahayakan untuk kita” sahut Zhishu membuat Jingmi mengangguk.


“Ya Tuan benar, jadi aku mengintrogasinya secara singkat dan sadis, akhirnya dia mengaku jika dia adalah bawahan Xu Jing, dan dia menerima perintah dari Fang Lian dari kadiaman Jendral keluarga Fang untuk mencampurkan obat tidur racun itu kedalam makanan yang sudah di siapkan perjalanan” Lanjut Jingmi lalu mengirup nafas panjang, lelah juga mendongeng.


“Hehehe aku tidak percaya jika Ketua Akademi mau menerima murid lebah pengganggu seperti mereka” sahut Zhishu disertai kekehan kecilnya.


“Seperti biasa pengamatan Tuan memanglah yang terbaik” ujar Jingmi sambil menunjukkan kedua jempolnya di depan Zhishu.


“Orang yang membawa Kedua saudara Fang bersama antek anteknya adalah Xu Jing, mendiang guru formasi, guru itu membawa mereka pada saat pemilihan murid tahunan” lanjut Jingmi membuat senyum Zhishu mengembang.


“Aku sudah tahu akar permasalahan ini, kembalilah!!” perintah Zhishu yang langsung di angguki dengan semangat oleh Jingmi, lalu menghilang begitu saja.


‘Heh Jendral Fang, sesuai jabatanmu kau begitu berambisi jika menginginkan sesuatu’ batin Zhishu.


Tidak berselang lama datang lagi dua orang berpakaian serba hitam dan langsung berlutut menghadap Zhishu, dua orang itu adalah Shuwan dan Minghao yang di tugaskan Zhishu untuk membantai organisasi yang berani menyentuh calon istrinya.


“Salam Tuan” ujar Shuwan dan Minghao bersamaan.


“Bagaimana?” Tanya Zhishu singkat pada kedua bawahannya.


“Para pembunuh bayaran itu berasal dari organisasi Laba Laba beracun” jawab tangan kanan Zhishu, Shuwan.


“Ah sepertinya Jendral Fang benar benar berambisi untuk mengambil alih Akademi Seribu Bayangan hingga menyewa pembunuh bayaran dari organisasi ternama” ujar Zhishu membuat kedua bawahannya menganga.


“Tuan sudah tahu dalangnya?” tanya Shuwan dan Minghao bersamaan.


“Jangan panggil aku Raja Kegelapan jika hal sepele seperti itu saja tidak tahu” jawab Zhishu sombong.


Huh nyatanya dia tahu dari Jingmi.


“Ahahaha, Tuan pasti mengantri di barisan pertama saat pembagian otak” sahut Minghao sembari terkekeh pelan, membuat Zhishu makin membusungkan dadanya bangga.


“Lalu sudah kau apakan organisasi bodoh itu?” tanya Zhishu.


“Sesuai perintah tuan, kami memberantas semuanya sampai 7 turunan, bahkan anak anak pun tidak kami lewatkan” jawab Shuwan di sertai tatapan bengisnya mengingat dia dan beberapa anak buahnya telah melenyapkan satu organisasi dalam semalam.


“Hahahaha kalian memang bisa di andalkan, dari pada anak anak itu menjadi bibit yang tidak berkualitas dan malah mempersesak dunia lebih baik mengirimkan mereka keakhirat secepatnya” sahut Zhishu membuat Minghao bergidik ngeri.


Tuannya ini benar benar tidak akan melepaskan musuh nya, bahkan jika itu seekor semut sekalipun.


“Tapi kami masih membiarkan Jendral Fang begitu saja karna masih belum menerima arahan dari Tuan” sahut Shuwan membuat Zhishu mengeluarkan Smirknya.


“Kirim orang untuk memata matainya, aku akan membiarkan calon istriku yang menanganinya untuk membalaskan dendamnya, dan juga kirim beberapa penjaga bayangan dengan kemampuan tinggi untuk menjaga nyonya kalian” ujar Zhishu semangat jika membahas Azka.


“Baik Tuan, kami undur diri” sahut Shuwan dan Minghao lalu menghilang begitu saja dari hadapan Zhishu.


Sedangkan di lain tempat Azka telah selesai dengan ritual mandi, dan memasak bercampur ghibahnya, kini dia dan Bao Yu berjalan menghampiri Xiao Bai dan Tao yang sedang berbincang bincang, eh salah maksutnya Xiao Bai yang terus menerus bercerita sedangkan Tao mendengarkan sambil sesekali menggosok pantatnya yang terasa panas karna kelamaan duduk.


“Bunda, kau sudah selesai!!” teriak Xiao Bai memotong ceritanya membuat Tao bersyukur di dalam hati.

__ADS_1


“Berhenti mengacau Tao, mari membahas seseorang yang telah menyelamatkan kita waktu itu” ujar Azka lalu duduk bersila di depan Xiao Bai di ikuti Bao Yu yang duduk di hadapan Tao.


“Sebenarnya aku mencurigai seseorang”


“Kakak mereka adalah penolong kita kenapa kau mencurugainya” sahut Xiao Bai memotong pembicaraan Bao Yu, membuat Bao Yu mendengus kesal.


“Masa bodo, di benua ini yang punya kemampuan teleportasi hanyalah orang orang dari Istana Kegelapan” sahut Bao Yu mengabaikan Xiao Bai yang kini mendelik tidak percaya.


“Jangan bilang dua orang yang membantu bunda adalah bawahan dari Master Zhu calon ayahnya Xiao Bai” sahut Xiao Bai tidak percaya jika idolanya akan menyuruh orang untuk melindungi bundanya.


“Nona kau yakin tidak pernah bertemu dengan Master Zhu sebelumnya?” tanya Tao yang hanya di balas gelengan kepala oleh Azka.


“Sepertinya Master Zhu menyukai Tuan, jika tidak mana mungkin dia sampai menyuruh orang untuk melindungimu” sahut Bao Yu membuat Azka mendelik kesal.


“Kau tahu, aku tidak pernah dan bahkan tidak ingin bertemu dengan TUA BANGKA BAU TANAH seperti Master Zhu idola kalian” ujar Azka menekankan kata “Tua Bangka bau tanah”


“Oh ayolah bunda, Master Zhu itu masih muda dan tampan” sahut Xiao Bai tidak terima idolanya di tindas.


“Darimana kau tahu dia muda dan tampan? kamu kan belum pernah meliahat master zhu secara langsung” ujar Azka membuat Xiao Bai tersenyum memperlihtkan gigi gigi kecilnya.


“Insting ku yang mengatakan itu”


“Hillih kutil, mana ada kata Bao Yu orang orang yang telah meninjak ranah master semuanya sudah tua dan berjenggot” sahut Azka membuat kedua binatang kontraknya hanya menghela nafas pasrah.


Kini Bao yu menyesal karna pernah mengatakan hal itu kepada Azka yang keras kepala, namun tidak dengan Xiao Bai yang notabenya adalah penggemar Master Zhu nomor satu.


“Hi apaan sih, pokoknya Master Zhu tetap menjadi kandidat terkuat untuk ayah Xiao Bai” ujar Xiao Bai keukuh meski sempat bingung dengan kata aneh yang keluar dari mulut ibundanya.


“Terserah, tapi asalkan kalian tau mungkin saja Ketua Akademi memiliki hubungan dengan tua Bangka itu, jadi yang dia tolong bukanlah aku melainkan Ketua Akademi” sahut Azka membuat Bao Yu dan Tao manggut manggut karna ucapan Azka ada benarnya juga.


“Itu tidak mungkin, tapi Xiao Bai akan menanyakannya pada Ketua Akademi agar semuanya jelas”


“Jangan berani!!” sahut Azka membuat wajah Xiao Bai manyun, fiks dia ngambek.


Krieett….Haichuuu….


“Kau sakit?” tanya Azka yang kini sudah keluar dari kamar mandi alias ruang dimensi.


“Tidak, tapi Zhishu tidak tahu kenapa tiba tiba bersin sedari tadi” jawab Zhishu namun Azka hanya mengendikkan bahunya, dan kini tatapannya beralih pada pintu kamar yang terbuka memperlihatkan Tao, Bao Yu serta Xiao Bai yang memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Azka.


‘Hais anak itu masih marah’ batin Azka lalu duduk di kursi yang di sediakan penginapan di ikuti ketiga binatang kontraknya.


“Kenapa Xiao Bai terlihat marah hmm” tanya Zhishu lembut membuat Xiao Bai berpindah tempat duduk ke pangkuan Zhishu.


“Kau tau paman, ibunda menolak Master Zhu mentah mentah membuatku marah besar” jawab Xiao Bai membuat Zhishu terlonjak kaget sedangkan Azka hanya mendecih.


Enak saja dia yang cantik ini di suruh menikah dengan tua Bangka.


“Ehem…. siapa itu Master Zhu?” tanya Zhishu sedikit kikuk.


“Dia adalah idola Xiao Bai nomor satu, ah aku benar benar ingin bertemu dengannya” jawab Xiao Bai membuat Azka pusing sendiri lalu mengambil air minum yang telah di sediakan Tao, sedangkan Bao Yu masih sibuk menata makanan di atas meja.


“Memangnya Xi’er mau apa jika bertemu dengannya?” tanya Zhishu hati hati.


“Tentu saja menyuruhnya untuk menikahi bunda!!!”


Uhukkk…….


Ucapan bar bar Xiao Bai sontak membuat Azka tersedak air minum yang sebentar lagi akan menyentuh tenggorokannya, sedangkan Zhishu? Entahlah dia hanya diam memandangi Azka yang kini sedang terbatuk.


“Hentikan omong kosongnya, dan kau Zhishu berhenti bertanya dan makan” sahut Azka sedikit marah akibat tersedak air, percayalah itu sedikit menyakitkan.


Tapi pada akhirnya mereka berdua menuruti Azka dan memakan makanannya dengan nikmat.

__ADS_1


>>>>>>>


Tidak terasa sehari telah berlalu dan akhirnya hari penjamuan telah tiba.


Azka sudah siap dengan setelan hanfu laki laki bewarna biru dongker dengan sulaman burung phoenix bewarna emas di bawahnya, ah dan jangan lupakan cadar berwarna senada sudah terpatri di wajahnya menutupi kecantiknya.


Azka berencana untuk mengajak Xiao Bai dan juga Bao Yu dan meninggalkan Tao untuk menjaga Zhishu, namun dia urungkan akibat Xiao Bai yang masih marah padanya.


Dengan pasrah Azka meninggalkan Xiao Bai lalu mengajak Bao Yu yang sudah berada di ruang dimensi dan juga Tao yang kini berada di gendongannya dengan wujud kucing hitamnya.


Azka hanya berjalan kaki menuju Istana Kerajaan Barat karna terlalu malas berkuda, ah bukannya malas, lebih tepatnya dia memang tidak bisa menungganginya.


Perjalanan dari penginapan menuju Istana Kerajaan Barat akan membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan, dan kini satu jam telah berlalu yang artinya Azka sudah sampai didepan gerbang Istana.


Di gerbang istana banyak sekali tandu tandu atau rombongan yang sedang mengantri untuk masuk termasuk Azka.


“Tuan muda ini dari kediaman mana?” tanya penjaga gerbang itu ramah saat melihat pakaian Azka yang tergolong pada jajaran pakaian mahal limited edition.


Bukannya menjawab Azka hanya menunjukkan token giok yang sebelumnya di berikan Tao sebelum berangkat.


“Ah murid Ketua Akademi Seribu Bayangan” sahut Penjanga gerbang itu lantas menatap Azka remeh.


“Hanya murid Akademi miskin, masuklah” ujar penjaga gerbang itu membuat Tao ingin mencakar mulut penjaga itu.


Tanpa mengiraukan omongan penjaga rendahan itu Azka segera masuk dan berjalan menuju aula tempat penjamuan.


Di dalam aula itu sudah terdapat, puluhan orang mulai dari petinggi sampai murid biasa seperti Azka.


Kedatangan Azka sontak membuat Ketua Akademi yang sedari tadi menatap pintu masuk pun lekas berdiri menyambut murid kesayangannya.


“Murid ku kau sudah pulih?” tanya Ketua Akademi senang sampai tidak sadar saat ini dia dan Azka sedang menjadi pusat perhatian.


Berbeda halnya dengan Fang Yin dan Fang Lian yang kini menatap Azka penuh permusuhan sedangkan Xu Kai menatap Azka dengan rasa senang yang muncul di benaknya.


“Salam guru, murid ini sudah merasa lebih baik” jawab Azka sambil membungkan badannya.


“Aiyya murid ku, tidak usah terlalu formal pada kakek tua ini” ujar Ketua Akademi hendak mengajak Azka duduk bersama namun terhenti saat melihat Tao yang sedang tersenyum menatapnya.


“Mmurid-ku mm-mari du duduklah” ujar Ketua Akademi gugup sambil menarikkan kursi untuk Azka membuat Azka merasa heran.


“YANG MULIA KAISAR, PERMAISURI, IBU SURI DAN PARA PANGERAN MEMASUKI AULA” teriak seorang kasim yang tiba tiba mengumumkan kedatangan kaisar dan keluarga kerajaan membuat Azka tidak jadi menanyakan sikap gugup gurunya.


“SEMOGA YANG MULIA KAISAR BESERTA KELUARGA KERAJAAN HIDUP SELAMA SEPULUH RIBU TAHUN” ujar para tamu undangan bersama sama sambil berkowtow.


Azka? dia yang tidak tahu apa apa hanya ikut ikutan yang dilakukan para tamu agar tidak malu maluin Akademi.


“Bangunlah wahai rakyatku” ujar Kaisar Kerajaan Barat dengan nada tegasnya membuat semua orang kini duduk kembali di tempatnya.


Kini Azka dapat melihat dengan jelas anggota kerajaan yang terdiri dari Kaisar, Permaisuri, Ibu Suri dan 3 Pangeran dua diantaranya masih seumuran dengan Azka sedangkan yang satunya seumuran dengan Tao, mungkin dia adalah Putra Mahkota.


“Guru kenapa aku tidak melihat 1 pun Selir Kaisar, apa Selir tidak di perbolehkan ikut?” tanya Azka sambil berbisik kearah Ketua Akademi.


“Kau tidak tau, Semua anggota keluarga kerajaan Barat adalah orang yang setia, mereka hanya memiliki satu pasangan yang di cintainya” jawab ketua akademi membuat Azka hanya ber oh ria.


“YANG MULIA RAJA KEGELAPAN MEMASUKI AULA ISTANA"


.


Hehehehe Raja Kegelapan udah muncul tuh di depan Azka, kira kira bakal ketahuan gak ya??


Ayo beri author Like, Vote, dan Komennya biar author semangat ngetiknya😂 okeh👌 salam sayang dari author🥰, sekian terimakasih😊.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2