Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Marah


__ADS_3

Azka di kejutkan dengan rengkuhan tangan seseorang yang bahkan dia tidak merasakan kehadirannya.


“Istri kenapa hujan hujanan?”


***


Suara ini dan aroma cendana yang ada di tubuhnya Azka hafal betul siapa ini.


Dengan cepat Azka berbalik lalu memukuli dada bidang orang itu dengan bringas.


Di sana, tepat di depan Azka terdapat Zhishu dengan wajah bodohnya, tak lupa hanfu yang sudah basah kuyup serta rambut yang awut awutan.


Zhishu hanya meringis menahan pukulan Azka yang luar biasa sakitnya, tapi apa? dia hanya membiarkan Azka melampiaskan kekesalannya.


“Kau dari mana saja ha!!!!!” teriak Azka marah marah dengan tangan yang masih setia memukuli dada bidang Zhishu.


Tuhan tau bagaimana frustasinya Azka memikirkan Zhishu di tengah tengah hujan petir ini.


“Kenapa Tao bisa kehilangan jejakmu, sialan!!!!!” maki Azka, dia benar benar marah.


Zhishu hanya diam namun beralih menahan tangan lembut Azka yang memukuli dada bidangnya.


“Kenapa? dadamu sakit? Rasakan itu!!!”


“Jika istri terus memukuli Zhishu, lama lama tangan istri akan sakit” ujar Zhishu membuat Azka melongo.


Dia kira Zhishu kesakitan karna pukulannya yang tidak main main.


Grep….


“Biarkan seperti ini dulu” ujar Zhishu tiba tiba memeluk Azka menenggelamkan wajah Azka di dada bidangnya.


Azka hanya diam, tidak membalas dan tidak menolak perlakuan Zhishu yang tiba tiba.


Kini suasana menjadi hening bahkan hujan pun telah berhenti dan Zhishu masih betah memeluk Azka.


“Zhishu berhenti kaki ku kesemutan” ujar Azka sambil mendorong pelan dada Zhishu.


Tanpa menyahuti perkataan Azka segera Zhishu menggendong Azka ala bridal style menuju pinggiran danau.


“Kyaaa!!!! Zhishu kau gila, turunkan aku” teriak Azka sambil menendang nendang udara sedangkan kedua tangannya dengan reflek memeluk leher Zhishu agar tidak jatuh.


“Aku baru tahu jika paman Zhishu yang lemah mampu menggendong ibunda dengan cara yang romantis” ujar Xiao Bai saat melihat tontonan di depannya.


“Entah kenapa aku merasa identitas Zhishu tidak lah biasa” ujar Bao Yu menyahuti perkataan Xiao Bai, sejak awal Bao Yu sudah jengkel dengan Zhishu yang menurutnya penuh kebohongan.


“Hei kak dimana sopan santun mu, bukankah seharusnya kamu memanggilnya dengan embel embel paman” protes Xiao Bai.


“Kenapa kau membelanya, apa sekarang kau memasukkan bocah itu kedalam daftar kandidat calon ayahmu?” tanya Bao Yu menelisik.


“Entahlah jika identitas paman Zhishu tidak membahayakan serta itu bisa membuat ibunda bahagia aku akan mempertimbangkannya” jawab Xiao Bai membuat Bao Yu mendengus kesal lalu masuk ke ruang dimensi.


Kita kembali kepada Azka yang kini di dudukkan Zhishu di atas bebatuan danau lalu membuka alas kaki milik istrinya dan melihat seberapa parah luka kaki Azka yang katanya kesemutan.


“Istri kenapa ini bisa membengkak?” tanya Zhishu sambil memijiti kaki Azka.


“Lupakan, kau belum menjawab pertanyaan ku dari mana saja dirimu?” tanya Azka balik sambil melihat tangan Zhishu yang sedang memijiti kakinya yang sudah membengkak.


Tunggu dulu, tangan Zhishu? apa itu lebam dengan darah kering di sekitarnya.


“Zhishu mencari istri” jawab Zhishu.


Tanpa mendengarkan jawaban Zhishu Azka beralih menrik tangan Zhishu dengan kasar.


“Luka apa ini?” tanya Azka tajam membuat Zhishu kalabakan.

__ADS_1


“Kamu meninju sesuatu?” tanya Azka sekali lagi, Azka paham betul luka itu seperti luka karna sehabis meninju sesuatu yang keras berkali kali.


“Emmm itu….. Zhishu terjatuh iya terjatuh” jawab Zhishu mencari alasan yang tepat, namun sayangnya Azka tidak mudah di bohongi.


“Kamu pikir aku bodoh?” tanya Azka meninggikan suaranya.


‘Ya aku meninju kediaman Xu Jing (Guru formasi yang di bunuh Azka) sampai roboh karna kesal’ ingin rasanya Zhishu mengatakan hal itu namun apalah daya, dengan popularitas sebagai orang idiot apa dia terlihat mampu melakukan hal itu?.


“Zhishu kesal karana tidak menemukan keberadaan istri dimanapun, jadi Zhishu meninju pohon saat perjalanan kesini lalu tangan Zhishu berdarah” jawab Zhishu berbohong namun Azka tidak menanggapinya malah sebaliknya memelototi Zhishu seakan akan mengatakan ‘Beraninya kau melukai dirimu sendiri!!!’.


“Huh sudahlah tidak ada gunanya memarahimu” ujar Azka mendengus kesal lalu mengambil kotak peralatan medisnya dan mulai mengobati serta memperban luka Zhishu.


Setelah itu Azka membalut kakinya sendiri agar tidak semakin membengkak.


“Istri” panggil Zhishu pelan.


“Hmm” jawab Azka sambil membenahi kotak medisnya.


“Maaf”


“Untuk?”


“Zhishu yang sudah memaksa istri untuk memperjelas hubungan kita” jawab Zhishu gamblang membuat Azka menganga tidak percaya.


Bagaimana bisa dia mengatakan hal ini tanpa beban.


“Aku hanya sekali mengatakannya jadi dengarkanlah baik baik” ujar Azka yang diangguki dengan semangat oleh Zhishu.


“Jika kamu hanyalah Zhishu dan aku hanyalah Azka maybe we can live together” lanjut Azka sambil menadahkan kepalanya keatas berharap hidupnya tidak serumit sekarang.


Zhishu terdiam, dia tidak tahu Azka ngomong apa? menggunakan bahasa planet mana? yang dia bisa hanya mengingat kata kata itu di otaknya lalu menyuruh anak buahnya untuk mengartikannya.


“Hidup sederhana dengan rumah sederhana yang jauh dari pusat keramaian bersama keluarga kecilku, hanya itu yang aku inginkan sedari dulu” ujar Azka sambil memejamkan matanya menikmati semilir angin di sore hari ini.


Zhishu? dia masih diam memandangi Azka lekat lekat, wajah istrinya ini kenapa bisa begitu cantik, lagi lagi Zhishu di buat kagum akan kecantikan Azka yang tiada duanya.


“Zhishu apa kau juga punya keinginan yang ingin kau capai?” tanya Azka pada Zhishu namun tak kunjung mendapat balasan.


Dengan kesal Azka membuka matanya, namun tiba tiba terdapat benda kenyal yang menempel tepat di bibirnya membuat Azka terlonjak kaget.


1 Detik.


2 Detik.


3 Detik.


Bugh… Bughhhh….


“ZHISHU BAJING*N!!!! CIUMAN PERTAMAKU!!!!” teriak Azka dengan wajah memerah setelah memberikan 2 pukulan maut tepat di wajah Zhishu.


“Akhhh istri maafkan Zhishu, Zhishu benar benar tidak dapat menahannya” sahut Zhishu sambil menyeka darah di ujung bibirnya yang sobek akibat tonjokan dari Azka serta tulang pipinya yang memar.


“Kamuuuu…….. sialan!!!” maki Azka dengan wajah yang semakin memerah.


Bagaimana bisa dia mengatakan hal sevulgar itu dengan gamblang, ‘tidak dapat menahannya’ cihh omong kosong.


Marah, kesal, dan rasa menggelitik di perut bercampur menjadi satu membuat Azka pergi meninggalkan Zhishu begitu saja untuk kembali ke Akademi, sungguh mau di taruh dimana wajah cantiknya ini.


‘Kakak apa tidak apa apa meninggalkan paman Zhishu begitu saja di hutan belantara ini?’ tanya Xiao Bai di ruang dimensi pada Bao Yu yang tentunya juga dapat di dengar Azka.


‘Tunggu lima detik’ jawab Bao Yu santai.


‘Hah’ sahut Xiao Bai tidak mengerti.


Namun tidak lama setelah itu tepat 5 detik setelah Bao Yu berbicara Azka berhenti sambil membuang nafasnya kasar.

__ADS_1


“Sial!!!!” umpat Azka frustasi.


“Tao kau temani Zhishu sampai Akademi, kau hanya perlu manjaganya diam diam, jangan sampai ketahuan” perintah Azka kepada Tao yang sedari tadi mengikutinya dari belakang.


“Baik Nona” jawab Tao patuh lalu berubah menjadi kucing hitam dan langsung melesat menyusul keberadaan Zhishu.


‘Sekarang aku tahu’ ujar Xiao Bai dari ruang dimensi.


‘Apa?’ tanya Bao Yu malas.


‘Bunda adalah sosok wanita yang berhati baik, dia bahkan tidak tega meninggalkan paman Zhishu sendirian di hutan ini meskipun dia baru saja melecehkan ibunda’ jawab Xiao Bai mantap, kini kekaguman Xiao Bai pada ibunya semakin bertambah saja.


‘Cihh baik apanya, otak mu benar benar tidak sampai, Tuan itu menyukai Zhishu maka dari itu Tuan benar benar tidak membiarkannya terlibat bahaya sedikitpun’ sahut Bao Yu membenarkan pemikiran Xiao Bai.


“Sekali lagi kamu bicara omong kosong akan aku potong kesembilan ekormu!!!!” teriak Azka tiba tiba yang tentu saja di dengar dengan baik oleh Bao Yu dan Xiao Bai yang berada di ruang dimensi.


Seketika Bao Yu dan Xiao Bai terdiam, ah marahnya Azka benar benar menakutkan.


Sedangkan di danau Zhishu benar benar kebingungan entah dia ingin menangis atau tertawa.


Di sisi lain dia merasa bahagia sebab ciuman pertama Azka adalah dirinya dan sebaliknya itu juga merupakan ciuman pertama Zhishu.


Tapi di sisi lain dia ingin menangis jika Azka benar benar marah kepadanya, ah Zhishu benar benar tidak siap menghadapi hari esok tanpa senyuman manis Azka.


“Tuan apa aku harus mematahkan lengan Nyonya besar yang telah berani memukulmu?” tanya tangan kanan Zhishu yang tiba tiba muncul bersama rekannya.


“Jika kau ingin mempercepat kematianmu maka kau bisa mencobanya” jawab Zhishu sambil menatap tajam kearah tangan kanannya, membuat bawahannya itu meneguk salivanya susah payah.


“Terimakasih atas kemurahan hati Tuan, namun bawahan ini masih ingin menikmati masa mudanya” sahut tangan kanan Zhishu sambil menahan gemetaran.


“Hhehehehe maka dari itu jaga bicaramu di masa depan agar nyawamu dapat di perpanjang” sahut rekannya mengejek tangan kanan Zhishu.


Zhishu benar benar tidak menyangka jika Azka benar benar akan meninggalkannya sendirian di hutan belantara ini, meski itu bukanlah masalah baginya namun sebagai Zhishu si pria idiot hatinya benar benar terluka.


“Tuan sepertinya nyonya besar benar benar marah, buktinya di-”


“Diam!!” ujar Zhishu memotong perkataan tangan kanannya akibat merasakan kehadiran binatang ilahi yang mulai mendekat kearahnya.


Buru buru Zhishu menendang kedua bawahannya agar cepat menghilang dari hadapannya, bisa bahaya jika Tao melihat Zhishu punya dua bawahan yang tingkat kultivasinya berada di ranah Master tingkat menengah.


‘Tuan benar benar menakutkan saat sedang jatuh cinta’ batin kedua bawahannya yang kini berada di benua lain akibat perbuatan Zhishu yang menteleportkan mereka berdua terlampau jauh.


“Istri, semarah apapun kamu pada ku, kamu tetap tidak akan membiarkan ku terluka ya, jika sudah begini kedepannya mungkin aku akan sulit untuk melupakan mu” gumam Zhishu lalu melangkah meninggalkan danau.


Di tempat lain tepatnya di halaman depan akademi, Azka telah memakai kembali cadarnya yang dia ambil dari ruang dimensi.


Bao yu benar benar mempermudah aksesnya untuk keluar masuk akademi menggunakan keterampilannya membuat ilusi.


“Yo yo yo, apa ini si perempuan pasangan buruk rupa itu” ujar seorang pria berambut coklat bersama ketiga temannya yang tiba tiba menghadang Azka.


“Pergilah aku sedang malas ribut” sahut Azka datar.


“Heh ngomong saja kalau kamu telah terpana terhadap ketampananku, maka dari itu kamu tidak ingin berlama lama melihatku karna takut kehabisan darah akibat mimisan” ujar pria itu angkuh yang ternyata dia adalah kakak dari Fang Yin, Fang Lian bersama ketiga antek anteknya.


Kini Azka beralih menatap pria itu dari atas sampai bawah, sedangkan yang di tatap makin menyunggingkan senyumnya “Hahahaha mungkin perempuan ini sudah jatuh akan pesonaku yang sulit di tolak ini” kira kira itu yang ada di fikiran Fang Lian.


‘Gantengan juga Byun Baekhyun suami halu ku’ batin Azka membandingkan pria angkuh di depannya dengan idolanya.


“Hahahaha kau pasti sudah jatuh cinta pandangan pertama kan dengan ku, namun sayangnya seleraku tinggi, bukan gadis buruk rupa sepertimu” ujar Fang Lian yang kepalanya makin membesar akibat di tatap Azka.


‘Apasih nih cowok urat malunya udah putus mungkin’ batin Azka menghujat pria tidak tahu malu didepannya.


“Pergilah mata cantikku sudah cukup tercemar akibat melihat wajah standarmu itu”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊


__ADS_2