
Sedangkan di tempat lain terdapat beberapa murid yang sedang mengobrol seperti merencanakan sesuatu.
“Ayo lenyap kan pria idiot itu terlebih dahulu”
***
Haichuu…..
“Kau ini kenapa?” tanya Azka pada Zhishu yang tiba tiba bersin saat akan mengambil gelang Xiao Bai kembali.
“Zhishu tidak tau kenapa tiba tiba bersin padahal Zhishu tidak sakit” jawab Zhishu sambil menggosok gosok hidungnya menggunakan tangan satunya.
“Mungkin ada orang yang sedang membicarakanmu” sahut Azka lalu pergi meninggalkan Zhishu untuk masuk kedalam kamarnya bersama Tao di gendongannya.
Zhishu hanya menggendikkan bahunya acuh lalu beralih masuk ke kamarnya sendiri untuk beristirahat.
>>>>>>>
Keesokan harinya Zhishu terbangun akibat bau sedap yang masuk kedalam indra penciumannya, dengan segera dia bangun dari tidurnya lalu berjalan menuju asal bau sedap itu.
“Istri” panggil Zhishu serak khas bangun tidur saat mendapati Azka yang sedang menata sarapan di atas meja makan dan Tao yang sedang bertengger manis di atas meja dengan wujud kucing kecilnya.
Azka yang semula sibuk menata makanan kini beralih menatap Zhishu yang sedang mengucek kedua matanya dengan keadaan kusut dan rambut acak acakan yang sialnya masih terlihat tampan di mata Azka.
“Berhenti mengucek matamu sebelum mata itu copot dari tempat nya” ujar Azka lalu melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.
“Baik istri” sahut Zhishu patuh lalu duduk manis di kursi untuk sarapan.
“Jangan menyentuh apapun sebelum kau membersihkan tubuh mu” ujar Azka ketus membuat Zhishu kembali ke kamarnya sambil menghentak hentakkan kakinya kesal.
“Aigoo, dari mana dia belajar sikap imut seperti itu” gumam Azka sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
“Nona berbicara sesuatu?” tanya Tao yang samar samar mendengar gumaman Nonanya.
“Tidak ada, lupakan” jawab Azka santai.
“Bundaa!!!!” teriak Xiao Bai tiba tiba keluar dari ruang dimensi dengan wujud manusianya membuat Azka hampir terjungkal karna kaget.
“Ah Xi’er kau mengagetkanku, bagaimana jika Zhishu melihatmu” ujar Azka sambil berbisik takut terdengar Zhishu yang sedang mandi.
“Hehhehe bunda tenang saja Xiao Bai akan membuat formasi kedap suara agar tidak terdengar paman Zhishu” jawab Xiao Bai sambil menggerakkan jari jarinya di udara membuat segel tangan.
“Bagus, ah iya kenapa kamu tiba tiba keluar?” tanya Azka membuat Xiao Bai mengingat tujuannya kembali.
“Bunda kau menyukai paman Zhishu ya!!!!”
“Uhukkk….. kau ini bicara apasih?”
“Tidak boleh pokoknya tidak boleh!!!!!!” teriak Xiao Bai sambil menghentak hentakkan kaki kecilnya.
“Tidak tidak, bunda tidak boleh menyukai paman Zhishu, pokoknya ayah Xiao Bai harus Master Zhu yang kuat itu dan bukan paman Zhishu yang letoy” lanjut Xiao Bai ngotot, maklum fans berat Master Zhu si Raja Kegelapan.
“Xi’er dari mananya kamu menyimpulkan kalau aku menyukai Zhishu?” tanya Azka baik baik mencoba sabar menghadapi Xiao Bai yang seenaknya memfitnah dirinya.
“Dari sikap bunda yang selalu melindungi paman Zhishu, selalu mengutamakan keselamatannya, dan juga bunda rela terluka untuk paman Zhishu” jawab Xiao Bai panjang lebar.
Kini Azka hanya bisa memijit pelipisnya, dia benar benar pusing sebab yang di katakan Xiao Bai memang benar jika dia selalu menjaga keselamatan Zhishu apapun yang terjadi, namun itu bukan berarti Azka menyukai Zhishu.
Sedangkan Tao hanya diam dia tengah asyik menonton drama ibu dan anak di depannya sambil memakan daging bakar buatan Nonanya.
“Ahh bundaaaaa kenapa diam saja, apa tebakan Xiao Bai benar adanya?” tanya Xiao Bai menggebu gebu.
“Apa ben-”
“Istri!!!!” teriak Zhishu dari dalam kamar memotong pembicaraan Xiao Bai membuat Azka reflek memasukkan Xiao Bai kedalam ruang dimensi.
“Haiss kenapa dia cepat sekali mandinya” gumam Azka kesal.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu Zhishu keluar dari kamarnya dengan berlari lari kecil menghampiri Azka yang sibuk mengatur detak jantungnya akibat kejadian tadi.
Hari ini Zhishu memakai hanfu bewarna biru navy polos dengan rambut yang di kucir tinggi menggunakan aksesoris rambut dengan ukiran burung merpati bewarna emas.
Sedangkan Azka terlihat cantik dengan balutan hanfu laki laki bewarna hujau muda dengan sulaman bambu bewarna emas di bawahnya, rambut hitamnya seperti biasa hanya di ikat tinggi tinggi menggunakan pita bewarna hijau senada dengan hanfunya.
“Cepat makan lah, hari ini kita akan menemui guru” ujar Azka yang di angguki Zhishu.
Setelah selesai sarapan Azka mengambil cadarnya dari ruang dimensi yang bewarna senada dengan hanfunya lalu memakainya.
“Tao, kau diam saja disini untuk menjaga pavilium” ujar Azka yang di angguki kucing kecil Tao.
Azka berniat mengunjungi gurunya sesuai perintah Tetua Han dengan bantuan Bao Yu sebagai petunjuk jalan yang semalam sudah Azka beri perintah untuk menyusuri Akademi ini.
“Zhishu, sebenarnya aku ingin mendaftarkanmu di kelas formasi namun aku telah membunuh gurunya jadi aku mengurungkannya” ujar Azka sambil berjalan keluar dari pavilium di ikuti Zhishu dari belakang.
“Zhishu akan menuruti apapun yang di inginkan istri” sahut Zhishu membuat Azka menghela nafasnya kasar.
Bocah ini bukankah terlalu mempercayainya.
“Zhishu jika seandainya aku menyuruhmu untuk mati apa kau akan melakukannya?” tanya Azka tiba tiba berhenti membuat Zhishu memandanginya lekat lekat.
Hal ini sukses membuat Azka salah tingkah, di pandangi seintens itu oleh cowok ganteng siapa coba yang gak salting.
Yah meskipun seperempat wajah Zhishu masih tertutup topeng namun hal itu tidak mengurangi kadar ketampanannya sedikitpun menurut Azka,
“Jika itu keinginan istri, maka Zhishu akan melakukannya” jawab Zhishu serius.
Oke fiks Azka jantungan, kenapa coba wajah Zhishu bisa bertambah tampan berkali kali lipat jika sedang serius.
“Kenapa?” tanya Azka pelan sambil mengatur laju detak jantungnya.
“Karna Zhishu mencintai istri”
Deg….
‘Sial sial sial jantung sialan, gak boleh baper, pokoknya gak boleh baper sama bocah tukang gombal' batin Azka menenangkan detak jantungnya yang udah gak karuan.
“Pssttt bukan kah itu pasangan buruk rupa yang semalam membunuh guru Xu”
“Ya kau harus berhati hati karna mereka berdua adalah murid Ketua Akademi”
“Apa mata Ketua Akademi kelilipan, bagaimana bisa beliau memilih murid yang buruk”
“Hey jangan berbicara sembarangan”
Bisik bisik mulai terdengar dari beberapa murid Akademi Seribu Bayangan karna melihat Zhishu dan Azka yang sedang berhenti di koridor.
Hal itu sukses membuat suasana romantis antara Zhishu dan Azka buyar.
‘Dasar pengganggu’ batin Zhishu mendengus kesal.
Sedangkan Azka sedang bersyukur dalam hati karna bisa keluar dari suasana canggung yang dia ciptakan bersama Zhishu.
“Ehem…. jangan dengarkan mereka” ujar Azka masih sedikit canggung lalu menarik Zhishu agar segera pergi menemui Ketua Akademi, namun.
Brukk….. shit.
Tiba tiba saja ada seorang murid perempuan yang menghalangi jalan mereka berdua membuat Azka yang tidak siap mengerem mendadak dan akhirnya tertabrak Zhishu yang berada di belakangnya.
Untungnya Zhishu dengan cekatan menahan tangan Azka agar tidak jatuh tersungkur.
Kini Azka beralih menatap murid perempuan dengan dandanan menor dan berkilau akibat banyaknya aksesoris emas di tubuhnya, lalu di belakang murid perempuan itu terdapat dua murid perempuan juga yang dandanannya tak kalah menor.
Azka yang sedang tidak mood untuk berdebat pun memilih untuk tidak menghiraukannya dan pergi meninggalkan ketiga murid perempuan tidak jelas itu.
“Huh berani sekali murid baru itu mengabaikan nona Fang Yin begitu saja” ujar murid A ghibahin Azka.
__ADS_1
“Habis lah mereka berdua karna berani menyinggung anak jendral” sahut murid B.
“Heyy pasangan buruk rupa!!!!” teriak Fang yin bermaksud mempermalukan Azka dan Zhishu namun sayang Azka masih meneruskan perjalanannya tanpa merasa terganggu.
“Dasar jal*ng tidak tahu diri!!” teriak Mo Lan cucu dari Mentri pangan teman dari Fan Yin.
“Beraninya kau mengabaikan nona Fang Yin!!” teriak Jian An anak Mentri perpajakan teman dari Fang Yin.
Azka masih acuh tak acuh.
Dengan kesal Fang Yin berlari menghampiri Azka di ikuti kedua temannya lalu membalik tubuh Azka bersiap untuk menamparnya namun dia kalah cepat dengan tangan Zhishu yang telah menahan tangan Fang Yin yang akan mengenai pipi Azka.
“Idiot!!! beraninya kau menghalangiku!!” bentak Fang Yin lalu mendorong Zhishu sampai jatuh tersungkur mengenai tanah.
“Apa mau mu?” tanya Azka dingin sambil menatap tajam Fang Yin membuat Fang Yin sendiri gemetaran dibuatnya.
“Ka-kauu wanita buruk rupa yang sama buruknya dengan pria idiot itu tidak pantas memiliki cambuk curah hujan bersamamu” jawab Fang Yin merendahkan Azka dan Zhishu.
“Berikan padaku” lanjut Fang Yin tidak tahu malu.
‘Heh mau bermain main rupanya’ batin Azka menatap remeh murid perempuan di depannya, lalu mengeluarkan cambuk curah hujan dari ruang dimensi membuat ketiga murid perempuan itu menatap cambuk itu lapar.
“Ambil lah” ujar Azka sambil menyunggingkan senyum smirk andalannya di balik cadarnya.
Tanpa membuang buang waktu lagi Fang Yin segera mengambil cambuk itu dari tangan Azka, namun sebelum itu hal mengejutkan terjadi.
Bukannya berpindah tangan, cambuk curah hujan malah melayang layang di udara lalu mencambuki ketiga murid perempuan itu tanpa ampun.
“Akhhh…..ampun ampun” teriak Fang Yin yang kini tubuhnya telah terkena beberapa luka cambukan.
“Akhhh cambuk sialan!!!” maki Jian An yang keadaan nya tidak jauh berbeda dengan fang Yin.
Sedangkan Mo Lan sudah berlari dengan air mata yang tidak henti hentinya mengalir, keadaannya benar benar kacau, punggungnya penuh dengan luka cambukan bahkan melebihi Fang Yin.
Heh itu akibat mengatai Azka jal*ng padahal dirinya sendiri tidak ada bedanya dengan jal*ng yang sering menjual diri.
“Hahahahahhaha” tawa Azka menggelegar akibat melihat pertunjukan yang dibuatnya sendiri.
“Berani bermain main dengan ku maka terimalah konsekuensinya” gumam Azka sambil membantu Zhishu untuk berdiri kembali.
Tanpa memperdulikan orang orang yang mulai mengerumuni kekacauan yang telah di buatnya, dengan santai Azka mengambil kembali cambuk miliknya lalu pergi meninggalkan kerumunan.
Sepeninggalan Azka dan Zhishu, para kerumunan itu merasa iba pada Fang Yin dan teman temannya yang sudah babak belur di buat murid baru, mau di taruh mana muka mereka.
“Adik!!!” teriak seorang murid laki laki yang berlari menghampiri Fang Yin di ikuti ketiga teman temannya.
Mereka adalah Fang Lian kakak dari Fang Yin, lalu Qi Xuan, Hao Cun, Tian Ba murid mendiang guru Xu sekaligus teman Fang Lian.
“Kalian ini kenapa?” tanya Qi Xuan meliat teman teman dari adik Fang Lian yang berantakan.
“Huhuhuhu kakak…… wanita jal*ng yang bersama pria idiot itu yang melakukan hal ini kepadaku” jawab Fang Yin menangis di pelukan kakak nya.
“Berani sekali mereka melakukan itu” sahut Tian Ba tidak terima.
“Benar, tidak cukup membunuh Guru kita sekarang dia melukai Fang Yin dan temannya” sahut Hao Cun marah marah.
“Huhuhuhu senior harus memberi wanita jal*ng itu pelajaran” sahut Jian An sambi menangis sesenggukan.
“Kalian tenang saja, awalnya aku dan teman temanku berencana untuk melenyapkan pria idiot itu terlebih dahulu, namun jika sudah begini maka kita harus ganti rencana” ujar Fang Lian membuat tangisan Fang Yin dan kedua temannya berhenti.
Kini mereka semua beralih berkumpul untuk membahas rencana menyingkirkan Azka dan Zhishu.
“Bagaimana jika aku mempermalukan Jal*ng itu terlebih dahulu dengan membuka cadarnya di depan umum” sahut Mo Lan yang memiliki dendam kesumat dengan Azka akibat amukan dari cambuknya.
“Ide bagus, aku yakin wajah di balik cadar itu adalah buruk rupa sama seperti pria idiot itu, jika tidak kenapa jal*ng itu mau berdekatan dengan pria idiot buruk rupa itu” sahut Fang Yin sambil tersenyum puas.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawand😊