Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
149 Menetas


__ADS_3

“HENTIKAN!! bukankah kalian ingin menangkap ku?”


“BAO YU!!/KAKAK!!!”


...***...


“Sial!!” maki Azka entah yang sudah keberapa kalinya malam ini.


Setelah para utusan benar benar membawa Bao Yu pergi Azka masih belum berhenti untuk melampiaskan kemarahannya dengan memaki lalu mencambukki seluruh kawasan gunung hingga tidak berbentuk.


Hanya tersisa puncak tertingginya yang merupakan tempat telur hitam untuk menetas.


Yah … bahkan tenaga dalamnya hampir habis akibat penggunaan cambuk curah hujan berkepanjangan.


“Nona tenanglah, QI di dalam tubuhmu hampir terkuras, jika hal ini terus berlanjut takutnya Nona akan turun tingkat” nasihat Tao membuat Azka mengeram marah.


“UTUSAN SIALAN!!! lihat saja suatu hari nanti aku akan mendobrak gerbang Istana Xiliang kalian itu lalu membakar habis laporan yang berada di dalamnya!!” teriak Azka sambil kembali mengayunkan cambuknya membuat Xi Long meringis.


Duarr ….


Duarrr …


“Haishh … aku khawatir besok akan terdengar rumor mengerikan tentang gunung binatang iblis, misalnya gunung binatang iblis hancur akibat kemarahan Dewa, atau tanah longsor di wilayah gunung binatang iblis terjadi akibat ketidak seimbangan dunia” gumam Xi Long meratapi gunung agung di kawasan Kerajaan Iblis kini menjadi reruntuhan batu tak berguna.


Bahkan para binatang iblis di dalamnya sudah berlarian kesana kemari dan beberapa juga ada yang telah meninggal di tempat, jika begini jiwa lembut Xi Long akan merasa tertekan karna secara tidak langsung mereka masih satu spesies dengannya.


“Nona berhentilah!! lagi pula Istana Xiliang tidak memiliki pintu gerbang” teriak Xi Long mencoba untuk menghentikan Azka kembali.


“Huaa gak mau tahu!! pokoknya aku kesal!!” maki Azka dengan tangan yang terus terusan mengayunkan cambuknya hingga.


JDERRRR!!!!


“Kaget bangs*t!!” maki Azka sambil berlari lari kecil karna sedikit kaget dengan sambaran petir yang tiba tiba datang.


“Ck tau gini ngapain aku ngoceh sedari tadi biar Nona berhenti” kesal Xi Long karna pada akhirnya kelakuan Azka di hentikan dengan sekali sambaran petir.


“Kayaknya telur hitam itu bakal secepatnya menetas, aku sudah tidak sabar kira kira hewan seperti apa yang ada di dalamnya” gumam Tao lalu berlari menghampiri Azka yang kini tiduran di sebelah Xiao Bai yang masih terdiam sedari Bao Yu di tangkap.


“Oh ayolah Nona … kata para utusan Bao Yu hanya di tahan untuk beberapa bulan kedepan dan lagi pula Pengadilan Surgawi itu tempat yang sangat menjunjung tinggi keadilan jadi kurasa Bao Yu benar benar mencuri informasi itu untuk suatu kepentingan” ujar Tao mencoba menenangkan Azka yang tenaga dalamnya sudah hampir sekarat.


“Cuih … pengadilan pant*tmu!! jika mereka memang menjunjung tinggi keadilan lantas kenapa mereka menghukum Dewi Perang yang tidak bersalah?” cibir Xiao Bai karna sudah terlampau kesal dengan orang orang di pengadilan surgawi.


Bahkan nyali seekor naga ini cukup besar karna mampu menaruh kebencian mendalam untuk Kaisar Dewa yang di hormati oleh para Dewa Dewi lainnya.

__ADS_1


Itulah kenapa setelah menetas Xiao Bai bahkan tidak pergi ke langit untuk sekedar memberi penghormatan.


“Xi’er jangan memanasi suasana, aku tahu kamu kesal karna Bao Yu di tangk-”


“Siapa yang kesal karna hal itu!! Xiao Bai ini sangat kesal karana kakak tidak memberi tahu kita tentang informasi Dewa setengah Iblis itu”


“Huh memang apa bagus nya informasi itu sampai sampai Bao Yu rela menerima hukuman? lagi pula apa pentingnya bagi kita?” tanya Azka beruntun.


“Tentu saja itu penting!!, karna hanya Dewa setengah Iblis saja yang mampu membunuh ibunda jadi kita harus menghindarinya” jawab Xiao Bai yakin membuat Azka terdiam.


Bagaimana kalau seandainya selama ini mereka pernah bertemu?


“Nona tenang saja, jika Dewa setengah Iblis itu memiliki niat buruk pada Nona maka dia harus membunuhku terlebih dahulu sebelum menyentuh Nona” ujar Tao serius membuat Azka terkekeh pelan.


“Lupakan!! aku akan berusaha menjadi kuat agar si blasteran surga neraka itu tidak bisa menyentuhku, lagi pula kita tidak memiliki dendam kenapa dia harus membunuhku” sahut Azka membuat Xiao Bai tersenyum miris.


Justru karna dendam masa lalu yang membuat mereka harus saling membunuh di masa depan.


“NONA KEMARILAH!! TELUR INI SUDAH MAU MENETAS!!” teriak Xi Long dari atas puncak gunung membuat Tao segera merubah wujudnya menjadi macan hitam lalu membawa Azka dan juga Bao Yu keatas sana.


“Pantas saja sedari tadi Xiao Bai tidak melihat Xi Long, di kira kabur eh ternyata mantengin telur” gumam Xiao Bai pelan namun masih terdengar oleh Azka.


Sepertinya mereka berdua akan tidak akur di waktu yang lama.


“Aku berani bertaruh jika binatang itu memiliki elemen petir” ujar Xiao Bai percaya diri membuat Xi Long tertawa.


“Hei hei bukankah sudah jelas, jika kamu berani maka ayo bertaruh jenis binatang di dalamnya” tantang Xi Long membuat Xiao Bai mendecih tidak suka.


“Jangan membodohi Xiao Bai, jelas jelas dia satu spesies dengan mu!!”


“Haishh kalian berdua ini, lihat dia sudah mau menetas” sela Azka sambil menunjuk telur hitam yang sepertinya akan meledak.


“Nona awass!!” teriak Tao reflek maju kedepan untuk melindungi Azka bersama Xiao Bai.


Blarrr!!! ….


Dan benar saja telur itu meledak menyisakan seekor binatang kecil berkaki empat yang di kelilingi asap.


“Lah coeg!! mana sayapnya!?” tanya Azka sewot dengan tangan menunjuk binatang yang tengah memulihkan dirinya.


“Bwahahaha ini yang katanya binatang hebat, cicak woyy!!!” teriak Xiao Bai dengan tawa membahananya membuat Xi Long ingin mungubur wajahnya karna malu.


“OEMJI OEMJI AKHIRNYA!!! HAHAHAHA SETELAH 10 TAHUN AKU KEMBALI!!! WUHUHUHU EVERYBODY IAM COMEBACK!!!” teriak cicak itu dengan lantang membuat Azka tertegun.

__ADS_1


Cicak bule?


“Yoo Kerberos apa kabar broo, gimana kamu masih jadi Anj*ngnya Dewa Kematian? atau udah pensiun?” tanya cicak itu kepada Xi Long membuat Azka semakin yakin dengan pemikirannya.


“Pstt Kerberos, ini ada apa kok banyak orang? itu bukannya Monster binatang ilahi ya, terus belakangnya kaya aura milik Naga Merah penjaga pedang milik Dewi Perang?”


“Ngapain rame rame kesini woy!! mau ngajak gelud!! ayo sini aku gak takut!! lagi pula yang mulia Dewa Perang udah minta maaf!!”


“Sadar diri kenapa, gak usah sombong kamu lagi jadi cicak” sahut Xi Long ketus lalu menenteng ekor cicaknya membuat cicak itu kembali berteriak menggunakan bahasa yang tidak di mengerti sama sekali oleh Xi Long.


Namun sangat di mengerti oleh Azka.


Bahasa inggris.


“Nona jangan dengarkan omong kosongnya, sebenarnya dia itu sangat kuat, wujudnya juga bisa berubah ubah hanya saja saat ini kemampuannya tersegel, dan lagi dia sebelumnya merupakan binatang peliharan milik Dewa Perang”


“DEWA PERANG!!” teriak Tao dan Xiao Bai bersamaan membuat cicak itu semakin percaya diri.


“Benar!! Dewa Perang!! apa sekarang kalian sudah merasa takut? hahaha tenang saja, suruh Kerberos sialan ini untuk menurunkan ku terlebih dahulu maka aku akan memaafkan ketidak sopanan kalian” ujar cicak itu sombong membuat Xiao Bai naik pitam.


“Puihhh … sombong banget!! hanya seekor cicak aja bikin emosi, Xiao Bai yang merupakan klan Naga Merah aja gak sombong kaya kamu”


“Heh siapa bilang aku cicak? aku ini binatang yang bisa berubah ubah!! panggil aku Yang Mul-”


“Siluman” potong Azka.


“Enak aja ganteng gini di bilang siluman!! sini kamu kalau berani” teriak cicak itu sambil menunjuk Azka yang tertutup oleh tubuh bongsor Tao.


“Apa? mau ngajak gelud? jawab dulu kamu berasal dari mana?” tanya Azka lalu keluar dari perlindungan Tao membuat cicak itu reflek berteriak hingga membuat ekornya putus lalu terjatuh dari genggaman Xi Long.


“De- dde- DEWI PERANG!!! bagaimana bisa!! bukannya Dewi berada di Zaman Modern bersama Yang Mulia Dewa Perang?!”


Apa? Gimana?


Kira kira apa identitas cicak itu yang sebenarnya?


Terus gimana ceritanya Azka bisa bareng seorang Dewa di zaman modern


Hehehe pantengin terus ya guys😉see u❤


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2