
SEBELUMNYA, KUY FOLLOW IG AUTHOR, BURUAN AUTO FOLLBACK.
🐣🐣🐣
Kalian para readers juga merasa begitu bukan, sejak chapter Kerajaan Anyelir setelah Zhishu kembali dari pelelangan Bao Yu jadi jarang ngobrol bersama Zhishu.
Atau hal itu sudah berlangsung sebelumnya.
***
Kita kembali kepada Azka yang kini sedang mengantuk di perjalanan, sebenarnya tidur di perjalanan adalah hal wajib bagi Azka, jika biasanya Azka akan tidur di dada bidang Zhishu atau paling tidak mengobrol dari ruang dimensi sebagai pengalihan rasa kantuk, hanya saja sekarang dia lagi males ngomong sama Zhishu, jadilah dia hanya terdiam tanpa menghiraukan Xiao Bai yang sedang mengoceh di kepalanya.
Mulai dari mengkomentari sikap Beruang Es milik Guru Hwang yang masih gemetaran sampai pada mengumpati Guru Fao yang arogan, dan kebetulannya lagi Guru Fao berada di depan Azka membuat Xiao Bai tidak dapat menahan dirinya untuk membakar Srigala Petir tingkat 8 milik Guru Fao agar Guru tengik itu terjatuh dari tunggangannya.
Untungnya dengan sigap Azka menutupi Xiao Bai menggunakan lengan hanfunya sebelum hal hal yang tidak di inginkan terjadi.
“Xi’er ga boleh jadi pendendam oke” bisik Azka membuat Tao tersenyum.
Yah Azka tidak menyedari dirinya sendiri juga pendendam.
Tidak terasa beberapa jam sudah berlalu, kini hari sudah malam akhirnya para Rombongan memutuskan untuk membangun tenda di Hutan dekat dengan ibukota Kerajaan Bulan.
Seharusnya mereka hanya perlu membuat 2 tenda namun karna ada 3 perempuan di rombongannya akhirnya mereka membuat 3 tenda, tenda pertama di huni Ketua Akademi, Tetua Ming, Guru Hwang dan juga Guru Ling.
Sedangkan tenda yang kedua di isi Guru Fao, Guru Yao, si Murid gagap dan yang terakhir Zhao, untuk tenda terakhir di huni Tetua Gu, Yanran dan juga Azka yang masih ogah masuk karna ingin melindungi diri.
Oh ayolah mereka tega sekali manaruhnya satu tenda dengan Tetua Gu yang pencemburuan, di tambah lagi sebelumnya dia mendengar Guru Fao yang memanggil Azka tanpa embel embel Murid.
Itu sih menjengkelkan bagi Azka, namun bagi penggemarnya hal itu merupakan panggilan akrab!! jadilah sekarang Azka masih duduk manis di atas punggung Tao dengan mata yang sudah memberat akibat mengantuk.
“Kenapa? apa anak orang kaya yang manja ini tidak terbiasa tidur di tenda?” tanya Guru Fao yang tiba tiba datang dengan tujuan membuat Azka kesal.
“Guru apa kamu tidak ada pekerjaan lain selain mengganggu ku?” tanya Azka sewot, oh ayolah jika tatapan mata bisa membunuh mungkin dia sudah terbunuh dari tadi akibat tatapan maut Tetua Gu.
“Sayangnya tidak ada, karna aku harus berjaga bersama Guru Yao jadi tentu saja aku bisa mengganggumu sebagai penghilang rasa kantuk” jawab Guru Fao membuat Azka benar benar tidak bisa berkata kata.
“Terserah, hanya mengingatkan lihat wanita mu dia benar benar pencemburu” ujar Azka yang berbisik ke arah Guru Fao membuat Guru itu sedikit menegang.
“Dan lagi bekas luka mu itu sangat jelek, aku jadi kasihan dengan para penggemarmu” lanjutnya membuat Guru Fao menganga tidak percaya.
__ADS_1
Melihat itu segera Azka melemparkan pil penyembuhan tingkat 10 ke mulut Guru Fao yang langsung reflek tertelan membuat wajah Guru itu memerah.
Azka sendiri tidak begitu perduli dan langsung berlari dan memanjat pohon untuk mencari posisi tidur yang enak.
“Ya!!! Azkaa!! Murid sialan!! apa yang kamu masukkan kedalam mulutku ha!!!” teriak Guru Fao berniat mengejar Azka namun terhenti saat melihat perubahan di kakinya.
Bekas lukanya menghilang!! bahkan jika itu luka lama sekalipun!!.
“Anggap saja itu balas budi ku karna sudah memberi informasi tentang perjalanan” gumam Azka pelan lalu segera memejamkan matanya.
Sebenarnya alasan Azka memberikan pil itu semata agar membuat Guru itu tidak memiliki kekurangan yang merugikan nya, contohnya membuat Tetua Gu tidak jadi mencintainya dan beralih mencintai Zhishu nya.
Percayalah Azka masih memikirkan hal itu.
🌥🌥🌥
Pagi ini mendung tengah menyelimuti langit Benua Tengah membuat suasana sedikit dingin namun sama sekali tidak terpengaruh bagi Azka yang sedang mandi di ruang dimensi.
Sebelumnya para Guru mempersilahkan Murid Murid untuk membersihkan diri dan menyuruh kaum wanita untuk mencari sungai lain yang akhirnya menemukan sungai jernih tidak jauh dari sungai para lelaki.
Azka sendiri berjalan terus menuju ujung sungai tanpa memperdulikan Tetua Gu dan Yanran yang sudah mulai mandi, Azka lebih memilih menjauh dan berakhir mandi di ruang dimensi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama kini Azka sudah selesai, dan mulai memakai pakaian yang sudah dia modifikasi sendiri.
(*kek gitu bajunya😊 tapi mukanya bukan😂) sumber sudah tertera di gambar*😊
“Yok makan!!” teriak Azka saat memasuki dapur yang sudah terdapat Zhishu dan yang lainnya yang duduk melingkar di depan meja makan.
“Ya Dewa!! ibunda cantik sekali!!”
“Apa ini benar benar Tuan? atau seorang Dewi?”
“Oh shitt!! my eyes!!” teriak Azka sambil menutup matanya saat mendapati darah keluar dari hidung Tao dan juga Xi Long.
Mendengar itu segera mereka berdua menghapusnya sebelum terlihat oleh Zhishu, percayalah meski mereka tidak tahu bahasa mana yang dipakai Azka namun tetap saja dari nadanya sepertinya Azka sedang mengumpatinya.
“Oh ayolah, jika begini mana sanggup aku meninggalkan istri” ujar Zhishu tiba tiba sambil membawa Azka duduk di sebelahnya lalu menutup paha mulus Azka yang terekspose menggunakan hanfu bagian luarnya.
“Ya!! apa kamu sedang mengaku ingin meninggalkan ku!!?” tanya Azka sambil mengacungkan pisau buah keleher Zhishu.
__ADS_1
“Apa sekarang istri sedang mencoba membunuh suamimu sendiri?” bukannya menjawab Zhishu malah balik bertanya sambil mengelus pucuk rambut Azka.
“Iya!! memangnya kenapa? apa tidak boleh?” tantang Azka sambil menambah garpu di tangan kirinya untuk melakukan penyerangan.
“Apa istri sedang berniat untuk menjanda?” tanya Zhishu yang masih menggoda Azka tanpa memperdulikan Azka yang benar benar ingin menghabisinya membuat para penonton sedikit menahan nafas dengan pertengkaran keduanya.
“Cih … kamu tidak lihat, aku ini cantik!! mana bisa orang cantik menjanda!! aku masih bisa menjadi biarawati” jawab Azka gak nyambung membuat Zhishu menghela nafasnya sambil meletakkan garpu dan juga pisau buah kembali ketempatnya.
“Zhishu gak mungkin bisa ninggalin istri, hanya saja di Kerajaan kegelapan punya suatu masalah yang mendesak, dari tadi Zhishu diam ya mikirin itu” ujar Zhishu membuat yang lain bisa bernafas lega kembali, berbeda dengan Azka yang malah sibuk menetralisir detang jantungnya.
Emang jantung sialan!! kaya gak perna di lembutin aja, sekalinya dengar suara lembut Zhishu kenapa musti lompat sih.
“Apa terjadi perang?” tanya Tao.
“Atau Kerajaan mu bangkrut?” tanya Xi Long yang langsung dapat hadiah geplakan dari Xiao Bai.
“Ya!! kamu pikir ayahanda mampu membuat Kerajaan nya bangkrut? yang ada malah semakin berkembang!!” teriak Xiao Bai tidak terima.
“Heum … apa ini sesuatu yang besar?, kamu sepertinya terlihat gelisah” tanya Azka namun tak kunjung mendapat jawaban dari Zhishu.
“Sudahlah ayo makan, aku tidak akan bertanya jika kamu tidak ingin menjawabnya, pergilah namun kamu harus kembali dengan selamat tanpa ada luka sedikitpun bahkan jika itu adalah gigitan serangga” ujar Azka lalu segera menyendok sarapannya di ikuti yang lain dengan keadaan canggung.
“Kerajaan Iblis sedang mengancamku”
Klontang!!!
Mendengar perkataan Zhishu yang tiba tiba sontak membuat sendok semua orang terjatuh karna kaget, kecuali Azka yang masih menyendokkan makanan dengan kalem kedalam mulutnya.
“Apa istri tidak ingin bertanya alasannya?” tanya Zhishu membuat Azka menghentikan makannya.
“Aku sudah bilang bukan, aku tidak akan bertanya jika kamu tidak ingin menjawabnya!!” ujar Azka membuat Zhishu terdiam.
“Lagi pula kamu tidak akan diam selama itu jika berniat memberitahuku sebelumnya? tidak apa apa aku percaya padamu? cukup kembalilah dengan selamat maka aku akan lega” ujar Azka lalu memberikan pistol harta karunnya untuk menjaga Zhishu.
Desert Eagle, pistol yang Azka masih belum mampu membuat tiruan pelurunya, pistol yang sangat di jaga oleh Azka akibat hanya punya satu dan tentunya memiliki daya ledak menakjubkan di dalam pelurunya.
Bahkan jika itu seorang kultivator tingkat tinggi, mungkin dia tidak akan selamat, karna bukan hanya menembus kulit! pelurunya juga bisa meledakkan target saat pelurunya sudah menembus dan berada di dalam tubuhnya, jadi bisa di pastikan tubuhnya akan hancur dan jiwanya akan menyebrang kea lam baka.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
__ADS_1
jan lupa follow ig nya author juga😅😅