Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Perjalanan Menuju Istana


__ADS_3

‘Apa dia sedang cemburu jika perempuan lain melihat ketampananku’ batin Zhishu dengan hati yang penuh bunga bunga bermekaran.


‘Ah senangnya’


***


“Sudah ku ikat, apa sekarang Zhishu sudah terlihat tampan?” tanya Zhishu sambil mengedipkan sebelah matanya.


Bentar bentar, ini rasanya Azka ingin gumoh, darimana Zhishu belajar genit seperti itu.


“Tao!!!” bukannya menjawab Azka malah beralih memanggil Tao yang sedang meladeni celotehan tidak penting Xiao Bai di ruang dimensi.


“Ah Nona akhirnya kau menyelamatkan ku” ujar Tao sambil berlari dari dalam kamar Azka.


“Memangnya kau kenapa?” tanya Azka bingung.


“Iblis kecil itu, tidak henti hentinya bercerita tentang masa dia menjadi telur yang kesepian uhh rasanya telingaku ingin copot” jawab Tao sambil mengelus ngelus kaki Azka.


“Siapa yang kau panggil iblis kecil, dia anakku asal kau tau!!” sahut Azka lalu menatap Tao dengan tatapan tajamnya.


Glekk….


“Ahahaha Nona lidah ku terpeleset, Nona pasti salah dengar aku menyebutnya malaikat kecil kok” ujar Tao sambil menelan salivanya susah payah.


“Sudahlah ayo pergi, dan kau berhenti mengedipkan sebelah matamu memangnya kau ini kelilipan” sahut Azka membuat Zhishu merengut sebal.


Niatnya mau goda in Azka, eh bukannya tergoda malah kena marah.


Dan setelah perdebatan kecil di pagi hari akhirnya mereka bertiga menuju gerbang akademi untuk melakukan perjalanan selama tiga hari menuju kerajaan barat, di gerbang sudah terdapat ketua akademi dengan Burung Elang api yang bertengger manis di pundaknya, Tetua kedua, guru ahli pedang dan 5 murid yang terpilih untuk mengikuti ke istana.


“Lihat lah pasangan buruk rupa bersama kucing hitam jelek yang menjadi alasan keterlambatan kita menuju istana” ujar Fang Yin dengan tatapan sinisnya kepada rombongan Azka.


‘Hahahaha paman Tao, wanita emas berjalan itu mengataimu jelek’ sahut Xiao Bai dari ruang dimensi membuat Tao mendecih.


Sedangkan Elang Api milik ketua akademi sudah merinding disko melihat Tao yang berada di gendongan Azka membuat Ketua Akademi kebingungan menatap elang itu.


“Salam guru, salam Tetua kedua, salam guru Li” salam Azka dan Zhishu bersamaan sambil membungkukkan badannya tanpa menghiraukan kicauan Fang Yin.


“Wanita ini beraninya mengacuhkan ku!!” teriak Fang Yin berniak menjambak rambut Azka namun tangannya di halau kakaknya.


“Jangan mempermalukan dirimu sendiri” Bisik Fang Lian kepada Fang Yin membuatnya mengurungkan niatnya untuk menjambak Azka.


“Tapi kakak bagaimana bisa pria idiot itu ikut juga, apa ada seseorang telah membocorkan rencana kita?” tanya Fang Yin berbisik kepada kakaknya.


“Jangan khawatir, aku sudah menyiapkan rencana B” jawab Fang Lian membuat Fang Yin merasa puas dengan kakaknya yang cepat tanggap.


“Ah murid ku kau mengajak kucingmu juga ternyata” ujar Ketua Akademi yang merasa janggal dengan tingkah Burung Elang miliknya saat Tao.


“Apa itu tidak boleh?” tanya Azka tajam membuat Ketua Akademi menggeleng dengan cepat.

__ADS_1


“Sudah lah mari semuanya masuk kedalam kereta” ujar guru Li mempersilahkan para murid untuk masuk kedalam kereta kuda yang di kawal Elang api tingkat 8 yang baru di jinakkan ketua akademi agar perjalanan mereka tidak terhambat oleh spirit beast di bawah tingkat 8, padahal kan sudah ada Tao.


Akademi menyiapkan 4 kereta beserta 4 kusir untuk perjalanan kali ini, kereta pertama berisi Ketua Akademi, Tetua kedua serta Guru Li, kereta kedua di tempati Kedua saudara Fang beserta dua Murid senior ahli pedang, sedangkan kereta ketiga sedikit lenggang karna hanya berisikan Azka, Zhishu dan Xu Kai yang sedari tadi keukuh ingin satu kereta bersama Azka padahal Fang Yin sudah menyiapkan tempat untuknya.


Dan yang terakhir kereta keempat atau yang paling belakang, berisi beberapa makanan dan barang yang di perlukan selama perjalanan 3 hari kedepan, kereta itu dijaga kedua pengawal bayangan milik Ketua Akademi.


Ahh andaikan Azka hanya perlu menaiki Tao mungkin hanya membutuhkan setengah jam untuk sampai di perbatasan.


Dari sini Azka tahu jika gurunya ini sepertinya bukan orang biasa, buktinya dia memiliki penjaga bayangan yang Azka tidak tahu berapa jumlahnya.


Suasana di dalam kereta yang di naiki Azka terbilang cukup panas untuk Zhishu, karna sedari tadi Xu Kai tidak henti hentinya mengajak Azka bicara sehingga Azka mengabaikan Zhishu, bahkan Tao pun lebih memilih untuk tidur di samping Azka.


“Bagaimana rasanya menjadi murid ketua akademi? lalu apa yang kau bisa selain berpedang? oh ayolah biarkan aku berteman denganmu, aku sedikit menyukai kepribadianmu”


Kira kira seperti itu kicauan Xu Kai yang sedari tadi menyita perhatian Azka membuat Zhishu panas dalam.


“Istri Zhishu mengantuk” ujar Zhishu tiba tiba sontak membuat Xu Kai terdiam.


Istri? aku tidak salah dengar kan?


“Tidurlah, sepertinya guru akan mengajak kita beristirahat dan makan saat sore hari” sahut Azka lalu memindahkan Tao untuk tidur di sebelah Xu Kai.


Posisi duduk sebelumnya, Azka, Zhishu dan Tao duduk menghadap Xu Kai yang sendirian namun sekarang Azka memindahkan Tao agar Zhishu bisa tidur berbaring dengan menjadikan pahanya sebagai bantal.


Hehehehe sekarang Zhishu tersenyum penuh kemenangan dia atas kebingungan Xu Kai akan hubungannya dengan Azka.


“Sebenarnya aku belum tahu tujuan istana mengundang Akademi Seribu Bayangan ke penjamuan, apa kau tahu?” tanya Azka membuat lamunan Xu Kai yang iya iya terhenti.


“Kompetisi?” tanya Azka lagi sambil mengelus surai Zhishu yang sudah tertidur.


“Ya, biasanya kerajaan akan mengadakan lomba perpedang, ahli formasi dan alchemist” jawab Xu Kai yang kini pandangannya sudah beralih menatap Azka yang sadang mengelus surai Zhishu dengan tlaten.


“Tapi akademi kita kan tidak membawa murid alchemist saat ini, lalu siapa yang akan mewakilinya?”


“Tidak ada, akademi hanya ikut lomba berpedang dan formasi saja”


“Ahhh…. jadi ini alasan akademi kita berada di urutan terbawah”


“Sebenarnya tidak sih, hanya saja Ketua Akademi tidak ingin terlihat mencolok”


“Ya aku setuju dengan alasan guru” ujar Azka lalu beralih menatap Zhishu yang kini sudah tertidur pulas, bahkan tangan Azka masih setia mengelus surai Zhishu.


“Emm apa aku boleh menanyakan sesuatu” ujar Xu Kai membuat elusan tangan Azka terhenti lalu menatap laki laki yang baru di kenalnya itu.


“Bukannya kau sedari tadi sudah bertanya, lantas kenapa harus meminta izin” sahut Azka.


“Emm sebenarnya ini tentang masalah pribadi, apa kau mencintai Zhishu? emm sebenarnya aku penasaran karna Zhishu memanggilmu istri dan kau tidak terganggu akan hal itu” tanya Xu Kai hati hati.


Azka hanya diam, dia juga bingung sendiri apa dia mencintai Zhishu.

__ADS_1


“Jika rasa nyaman dan takut kehilangan itu berarti mencintai mungkin kau bisa menyebutnya itu” jawab Azka sambil memandang wajah tenang Zhishu yang tertidur.


“Ahh begitu, maaf karna menanyakan hal pribadi” ujar Xu Kai yang kini memandang Zhishu seakan mengatakan ‘Kau beruntung bung, bisa mendapatkan cinta dari seorang Azka’.


“Tidak usah sungkan, lagi pula kau teman berpedang yang baik” sahut Azka membuat Xu Kai tersenyum kecut.


Setelah percakapan itu suasana di kereta yang di tumpangi Azka menjadi canggung, Xu Kai masih diam dalam pikirannya dan Azka meneruskan kegiatannya mengelus surai Zhishu.


Pria idiot yang mampu memporak porandakan hatinya yang sebelumnya hanya terisi kakaknya seorang.


Sedangkan Zhishu yang sebenarnya tidak tidur, entah dia harus merasa bagaimana?, senang, bahagia serta ketakukan menjadi satu.


Senang karna cintanya terbalas, bahagia karna dia bisa memiliki Azka, namun takut jika Azka akan pergi meninggalkannya saat tahu identitas aslinya.


Kenapa rasanya tuhan begitu memperumit asmaranya.


>>>>>>>


Tidak terasa hari sudah mulai beranjak sore dan kereta sudah mulai berhenti untuk beristirahat Azka pun segera membangunkan Zhishu namun bukannya bangun Zhishu malah membalik tubuhnya menghadap Azka lalu memeluk pinggang Azka posesif membuat Xu Kai memalingkan wajahnya.


Azka? jangan di tanya mukanya sudah memerah semerah tomat, untungnya ada cadar yang menutupinya.


“Jika 5 detik lagi kau tidak bangun kupastikan tubuhmu ku tendang sampai KE MEIKARTA!!!” teriak Azka membuat Zhishu terlonjak langsung bangun dari tidurnya, yah meskipun dia tidak tahu dimana itu meikarta.


“Ah istri kau membuat telingaku sakit” rengek Zhishu sambil mengorek telinganya yang berdengung.


Tanpa menghiraukan rengekan Zhishu Azka segera turun dari kereta dengan Tao di gendongannya, ah perutnya benar benar keroncongan saat ini.


“Ah muridku, mari beristirahat, sebentar lagi kita akan sampai di perbatasan” ujar Ketua akademi yang baru datang menghampiri Azka yang sedang ngedumel akibat perlakuan Zhishu.


“Secepat itu?, ah salam Ketua Akademi” tanya Xu Kai yang saat ini sudah di samping Azka bersama Zhishu dengan wajah bantalnya.


“Aku tidak tahu mengapa perjalanan ini terasa cepat karna tidak ada spirit beast yang berani mendekat padahal aku sudah menyiapkan beberapa senjata” jawab ketua akademi membuat Xu Kai mengernyit heran.


“Apa itu karna Burung Elang itu, jika iya bukankah seharusnya spirit beast tingkat 9 dan 10 masih bisa menyerang” sahut Xu Kai merasa janggal, bagaimana tidak biasanya mereka akan sampai pada berbatasan 3 hari kemudian akibat hambatan beberapa spirit beast dan ini masih setengah hari loh.


“Entahlah, aku juga merasa janggal apalagi Burung itu sekarang tidak mau aku ajak menemui muridku” ujar ketua akademi sambil menunjuk Burung Elang di atas pohon yang sedang ketakutan saat melihat Tao yang sedang menguap.


“Aku? kenapa?” tanya Azka pura pura bingung padahal dia sudah tau, ini pasti ulah Tao yang secara tidak langsung menggertak elang itu.


Ah kenapasih ketiga binatang kontraknya ini suka sekali menggertak dan menyombongkan diri dihadapan hewan yang tingkatnya jauh di bawahnya.


“Entahlah, lebih baik kita makan ah tinggalkan kucing mu itu bersama elang milikku” jawab Ketua Akademi membuat Azka entah ingin tertawa atau menangis.


Sedangkan Tao dia malah menunjukkan cakar kecilnya kepada elang milik ketua akademi membuat elang itu ingin pingsan saat itu juga.


“Tao, jangan menggertaknya atau kau tidak kuberikan cemilan lagi” bisik Azka membuat Tao memasukkan kembali cakar kecilnya.


Miauww…..

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁


__ADS_2