Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
150 Kembali Ke Penginapan


__ADS_3

“De- dde- DEWI PERANG!!! bagaimana bisa!! bukannya Dewi berada di Zaman Modern bersama Yang Mulia Dewa Perang?!”


...***...


“Dewa Dewi Apasih? t-tunggu zaman modern” gumam Azka pelan lalu terdiam beberapa detik.


“APAAN ZAMAN MODERN!! KAMU DATENG DARI TEMPAT YANG ADA PESAWAT, TV, MOBIL, KERETA API, HANDPHONE?!” pekik Azka sambil menenteng salah satu kaki cicak tersebut.


“Aku juga datang dari tempat yang ada Kulkas dan makanan enaknya” jawab cicak itu membanggakan diri.


“Emang cicak makan di kulkas?”


“Ya iya lah aku kan Yang Muli-”


“Iya iya siluman”


“Heh aku ini orang ganteng bukan siluman!!”


“Sudahlah Nona aku tahu kalian berdua berasal dari tempat yang sama, tapi lebih baik kita pergi dulu dari sini sebelum orang orang datang karna petir petir tadi” sela Tao yang mengkhawatirkan jika Azka akan di buru orang lain.


Yah … mengingat banyaknya benda berharga di dalam tubuhnya serta banyaknya binatang2 berpengaruh di sekitarnya, mungkin Azka akan menjadi sasaran empuk para monster kultivator.


“Oke!! cicak jelek urusan kita belum selesai, nanti setelah kita sampai di penginapan aku akan mengintrogasimu lagi” ujar Azka lalu melemparkan cicak itu kedalam ruang dimensi bersamaan dengan Xi Long yang ikut masuk kedalam.


Tinggal Azka, Tao dan Xiao Bai yang kini melakukan perjalanan kembali dengan Tao yang setia menjadi tunggangannya.


Sedangkan di ruang dimensi si cicak tidak henti hentinya memaki menggunakan bahasa aneh yang hanya di mengerti oleh Azka dan tentunya masih terdengar oleh telinga Azka karna ruang dimensi itu miliknya.


Tapi hal itu tidak berlangsung lama, karna setelahnya umpatan umpatan itu berubah menjadi binar kagum.


“Wuahhhh … aku tidak tahu jika Dewi Perang menjadi sekaya ini!!” girangnya lalu merayap dengan cepat kedalam kolam air surgawi untuk penyembuhan diri.


“Heh cicak, bagaimana bisa kamu berakhir masuk kedalam telur, dan juga … kenapa Tao bilang kamu dan Nona berasal dari tempat yang sama?” tanya Xi Long sambil berjalan mendekati si cicak lalu menaruh seuntai daun besar yang tengahnya berlubang agar si cicak tidak tenggelam saat berendam.


“Meski aku memberitahumu mungkin kamu tidak akan sampai dengan pembahasannya, dan lagi soal jadi telur, 10 tahun yang lalu saat Dewa Perang mendapatkan raga yang cocok untuk di tempati tiba tiba aku berada dalam setumpuk kabut hitam lalu berakhir seperti ini” jawab si cicak mengenang masa dimana dia berpisah dengan sang Tuan.

__ADS_1


“Dan lagi kamu tahu hal yang paling membuat ku kaget setengah mati?, jika saat menjadi telur kita masih bisa melihat dan merasakan hal hal yang terjadi di luar maka aku tidak bisa, terlebih lagi bagaimana bisa aku kembali kesini!!” lanjutnya.


“Kembali kesini? jadi kamu bukan berasal dari sini? apa selama ini kamu berada di langit, dunia para Dewa Dewi?!”


“Tidak bukan!! memang tempatnya masih berbaur dengan manusia, hanya saja aku berada di tempat yang lebih jauh masanya, mungkin aku menyebutnya Masa Depan”


“MASA DEPAN!!” teriak Xi Long dan Azka bersamaan membuat cicak itu kaget sampai hampir tenggelam.


“Nona” panggil Tao pada Azka yang sudah datang bersama Xiao Bai dan Tao di belakangnya.


“Cepat bukan? aku menyuruh Tao berlari” jawab Azka seakan tahu Xi Long akan menanyakan hal ini.


“Tapi- Wahh … jadi kamu benar benar berasal dari sana!! jelaskan lebih lanjut!!” perintah Azka sambil membawa cicak itu pergi ke gazebo dengan yang lain mengikuti dari belakang.


“Jadi aku harus memulainya dari mana?” tanya si cicak setelah mendapatkan posisi enak di atas meja.


“Dari awal” jawab Azka.


“Dewi ingat bukan saat dimana Dewi di bawa Kaisar Dewa ke Zaman Modern? mungkin saat itu Dewi baru berumur 2 tahun”


“T-tunggu!! bagaimana bisa Dewi tidak mengingat saat saat paling menjatuhkan!! dan lagi seorang Dew-”


“Bunda sepertinya ada seseorang yang mendekat” potong Xiao Bai membuat Azka bergegas keluar dari ruang dimensi.


Dan benar saja, seseorang mengetuk pintu penginapan Azka dengan brutal membuat Azka mendengus kasar lalu membuka pintu kayu itu dengan kasar sampai seseorang di baliknya terjatuh.


“Auuchhh punggungku” gumamnya pelan lalu segera berlari untuk bersembunyi di samping pintu.


“Pstt … tutup pintunya” bisiknya pelan membuat Azka menaikkan salah satu alisnya.


Meski tidak ikhlas namun Azka benar benar menutup pintu kamarnya lalu menatap tajam pria tidak kenal di depannya.


“Oh ayolah kita ini sesama pria apa kamu keberatan jika aku ikut bersembunyi disini sebentar” ujar pria itu membuat Azka melihat kembali penampilannya yang memang seperti seorang pria.


Hanfu laki laki mewah dengan selendang yang masih menempel di wajahnya mengingat setelah kembali dari gunung Azka segera masuk kedalam ruang dimensi.

__ADS_1


“Pencuri ya?” tanya Azka sambil berjalan santai menuju ranjang di kamarnya.


“Ka-kamu perempuan!!” pekik pemuda itu lalu segera menutup kembali mulut ngegasnya.


“Kamu pencuri?” tanya Azka lagi dengan nada kesal, Azka sih sengaja tidak menyembunyikan suara perempuannya, lagian besok dia sudah tidak melakukan penyamaran lagi.


“Heh enak saja, aku ini pria baik baik” jawab pria itu membuat Azka menelisik penampilannya.


Cukup tampan dengan tingkat kultivasi yang lumayan lebih tinggi dari pada Azka, Ranah Berlian tingkat Menengah, berhubung ini Benua Tengah sepertinya pemuda itu pemalas.


“Ck dilihat dari pakaian mu sepertinya itu pakaian mahal, dan lagi beberapa pengawal di luar sepertinya sedang mencarimu, jika aku tidak salah sepertinya kamu adalah Tuan Muda yang kabur dari kediaman” tebak Azka yang sepertinya tepat sasaran.


Melihat ekspresi pria itu sepertinya dia mulai terancam.


“Kumohon!! berapapun imbalan yang di berikan mereka aku bisa memberimu dua kali lipat, aku hanya ingin menumpang di sini sampai besok”


“Terserah!! asal kamu tidak menggangguku” jawab Azka ketus lalu pergi ke kamar yang satunya lagi.


Untungnya Azka menyewa penginapan kelas menengah jadi dia memiliki 2 kamar serta 2 ruangan lain di dalamnya, untuk kamar mandi masing masing 1 berada dalam 1 kamar.


Tidak membutuhkan waktu yang lama kini Azka sudah kembali ke ruang dimensi menyaksikan keadaan canggung antara Xiao Bai dan juga cicak baru itu, ah dan jangan lupakan Xi Long yang terlihat lebih murung dari biasanya.


Sepertinya Azka melewatkan sesuatu, terlebih lagi sejak tadi tidak ada percakapan dari ruang dimensi, mungkin mereka berkomunikasi dengan cara lain.


“Kenapa? lanjutkan cerita mu” ujar Azka setelah kembali ke tempat duduknya.


“Er … ini … Nona sepertinya kita harus memulai saat aku dan Dewa Perang terdampar di Zaman Modern” sahut cicak itu membuat Azka mengeluarkan smirk andalannya di balik selendang.


Nona ya.


Sepertinya Azka benar benar melewatkan sesuatu.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2