
“Dan aku juga pastinya sangat terkejut dengan Penguasa Dataran Dong Fang (Timur) yang ternyata bersembunyi di Akademi kecil dan menempati posisi sebagai Tetua banyak gaya dan malas berkultivasi” sahut Zhishu tidak mau kalah.
“Sialan!! lepaskan Azka dan aku akan menganggap hutang kita di masa lalu selesai!!”
***
“Kurasa aku tidak punya hutang apapun kepadamu” sahut Zhishu mengelak tuduhan tidak berlaku dari Haechan.
“Jangan berpura pura, apa perlu ku ingatkan siapa pelaku pembunuhan dari Ling Yue!!” ujar Haechan tidak terima namun sebaliknya tatapan matanya menunjukkan luka dan kesepian.
“Jal*ng sialan itu yang membunuh dirinya sendiri!!!” teriak Zhishu emosi membuat Haechan benar benar ingin meluapkan amarahnya.
Brak!!!!..... bughh!! bugghh….
Kali ini Haechan benar benar menghabisi Zhishu dengan tinjunya hingga membuat Zhishu tidak berkutik dan hanya mampu menerima tinju itu dengan lapang dada.
Tidak!! bukannya Zhishu tidak mampu untuk menyerang balik, hanya saja dia tidak ingin menyakiti satu satunya teman masa kecil yang dia punya.
Ya teman masa kecil, itulah hubungan erat keduanya sebelum kejadian Naas yang membuat hubungan mereka menjadi seperti sekarang.
“Uhuuk… uhukk….”
“Dasar payah” sahut Haechan saat melihat Zhishu yang terbatuk dan mengeluarkan seteguk darah, yah pukulan Haechan tidak main main dia benar benar menggunakan ekstra tenaga dalamnya yang telah mencapai ranah langit, 6 tingkat di bawah Zhishu.
Zhishu bisa saja menggunakan kemampuannya untuk menahan serangan Haechan, namun dia sengaja membiarkannya agar temannya ini mampu meluapkan emosi yang telah dia pendam selama Haechan menghilang beberapa tahun ini.
“Uhuukk…. A Chan dari dulu pukulanmu memang tidak pernah main main ya” ujar Zhishu sambil menyeka sisa sisa darah di bibirnya.
“Beraninya kamu memanggilku seperti itu lagi!!!” teriak Haechan sambil memalingkan wajahnya.
“Kau masih sama seperti dulu” sahut Zhishu dengan tatapan sendu mengisyaratkan kerinduan.
Zhishu paham betul dengan kelemahan Haechan saat dia memanggil nama kecilnya karna sesungguhnya Haechan adalah orang berhati lembut, sangat bertolak dengan sifat Zhishu yang dingin.
“Tidak kali ini, aku benar benar tidak akan melepaskan Nona Azka begitu saja” sahut Haechan membuat emosi Zhishu tersulut.
“Cukup!!!” teriak Zhishu tiba tiba sempat membuat Haechan kaget namun masih bisa mengendalikannya.
“Kenapa? apa karna Nona Azka adalah cinta pertama mu, atau cinta yang kamu pakai untuk menyembuhkan luka dari Ling Yue?” tanya Haechan dengan nada angkuhnya.
__ADS_1
Tidak tahan lagi akhirnya Zhishu memukuli Haechan dengan brutal membuat suasana pavilium jadi sangat berantakan.
Brakkk!!!
“Ingat hal ini baik baik!!! aku tidak pernah dan tidak sudi untuk mencintai Ling Yue sampai kapan pun itu karna hati ku hanya untuk Azka seorang!!” teriak Zhishu setelah membanting tubuh Haechan di atas meja makan membuat meja itu langsung hancur berkeping keping.
“Dan aku tidak sebodoh itu untuk mempercayai kata kata busukmu!!” teriak Haechan dengan sisa sisa tenaganya lalu kembali meninju Zhishu.
Kini Zhishu sudah tidak lagi pasrah, dia menyerang balik serta menangkis seluruh serangan serangan yang Haechan berikan untuknya hingga membuat penampilan keduanya kini hancur, lecek, lepek kayak pemulung tampan.
“Bisakah kalian berdua BERHENTI!!!!”
Teriakan penuh tekanan yang keluar dari mulut satu orang sontak menghentikan aksi adu jotos keduanya yang masih dalam tahap wajah Zhishu yang sudah bonyok dan wajah Haechan yang lebih bonyok lagi.
Dan orang itu tidak lain adalah Azka yang sedari tadi menonton pertikaian itu dengan fikiran yang traveling kemana mana.
“Ah Nona Azka” panggil Haechan dengan suara kalem namun terlihat sangat jelas jika sedang menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Sedangkan Zhishu dia hanya diam tertunduk, bukan karna takut atau apa! melainkan dia masih bingung memikirkan bagaimana caranya menjelaskan hal ini kepada gadisnya?
“Aihh…. lihat kekacauan ini!!!” teriak Azka frustasi sambil menunjuk isi paviliumnya yang kini lebih mirip kapal pecah.
“Maaf” sahut Haechan merasa bersalah, tidak dengan Zhishu yang masih diam memikirkan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.
“Bersihkan sendiri!! dan kau Zhishu!! setelah membersihkan ini cari aku, kita perlu bicara” ujar Azka lalu melesat pergi menuju air terjun dekat akademi dengan bantuan ilusi dari Bao yu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama karna Azka yang menggunakan jurus meringankan tubuhnya untuk segera sampai di dekat air terjun.
“Nona apa sekarang kita sepemikiran?” tanya Tao yang kini keluar dari ruang dimensi menggunakan wujud manusia nya menghampiri Azka yang sedang duduk di atas batu besar di tepi sungai yang letaknya sedikit jauh dari air terjun yang mengalir dengan deras.
“Jika kamu sedang memikirkan hubungan Tetua ketiga dengan Zhishu maka jawabannya adalah iya” jawab Azka lalu menoleh ke arah Bao yu yang sedang melayang layang di sebelahnya menggunakan wujud bocahnya dengan Xiao Bai yang baru keluar langsung mandi di depan Azka tanpa melepas baju.
“Dan tebakan kakak tentang identitas Paman tua yang tidak sesederhana kelihatannya benar benar tepat sasaran” sahut Xiao Bai yang langsung di balas dengan kekehan kecil dari Bao yu.
“Apa selama ini tebakanku pernah meleset sebelumnya?” tanya Bao yu dengan nada angkuh membuat Tao mendecih.
“Xiao Bai fikir mereka berdua terlibat sebuah pertikaian di masa lalu” sahut Xiao Bai tanpa memperdulikan Bao yu sambil bermain air dengan tubuh yang sedikit melayang karna jika tidak maka air sungai akan sampai pada hidung mungilnya itu akibat tubuhnya yang terlamapau kecil.
“Apa Tuan akan kecewa jika yang di katakan Haechan benar adanya tentang Master Zhu yang menggunakan Tuan hanya sebagai obat luka masa lalunya?” tanya Bao Yu yang paling mengerti tentang Azka.
__ADS_1
Karna memang benar, dari pada membingungkan hubungan Zhishu dangan Haechan di masa lalu, Azka malah lebih penasaran dengan siapa itu Ling Yue.
“Siapapun Ling Yue yang pasti wanita itu sangat beruntung” jawab Azka sembari menghela nafasnya kasar.
Ah Azka benar benar penasaran dengan sosok Ling Yue yang di perebutkan oleh dua pria sekaligus sampai akhirnya menjadikan dirinya sebuah pelampiasan.
“Bunda jangan berfikiran yang tidak tidak tentang perkataan paman tua itu, tunggu ayahanda menjelaskannya terlebih dahulu” sahut Xiao Bai yang mengkhawatirkan ibundanya yang terlihat menyimpan beban yang tidak mungkin dia bagi.
Sebenarnya Azka hanya sedikit mendengar percakapan Zhishu dengan Haechan yang membahas tentang cinta pertama atau cinta yang Zhishu pakai untuk menyembuhkan luka dari Ling Yue.
Tapi kenapa pilihan yang kedua rasanya menyesakkan di hati Azka, apa benar Zhishu hanya menjadikannya pelampiasan dari wanita bernama Ling Yue
“Xi’er benar” sahut suara berat Zhishu yang tiba tiba muncul di belakang Azka membuat semua orang kini menoleh dan langsung menatapnya menunggu kalimat selanjutnya.
“Aku hanya mencintaimu, yang di katakan Haechan hanyalah sebuah kesalah pahaman” lanjutnya mencoba menjelaskan dengan perlahan.
“Siapa Ling Yue?” bukannya menyahuti Azka malah langsung bertanya to the point dengan tatapan tajam seakan sedang membicarakan musuh bebuyutannya.
🐣🐣🐣
BONUS PICT🤩
FOTO TAO ganteng jodoh author😂😂😂✌✌✌
//plakk/// jangan ngehalu😂😂
sumber pinterest
Tao, seekor binatang ilahi jelmaan dari macan hitam yang berhasil di kontrak Azka waktu di hutan kematian.
Binatang kontrak yang paling patuh pada Azka, korban bully dari ke jahilan Xiao Bai dan Bao yu akibat tingkatannya yang masih di bawah binatang ilahi keturunan murni seperti Naga dan Rubah Berekor Sembilan.
Meski Tao terlihat pasrah saat sedang di kerjai duo balita yang sayangnya masih seniornya, namun dia adalah sosok yang akan berubah menjadi kejam jika menyangkut Azka, dan yah tingkah kejamnya itu sangat di dukung dengan wajah sangar nan tampan miliknya.
Hohohoho visual Tao dah muncul🥳🥳 semoga sesuai dan tidak menghancurkan ekspektasi kalian ya😅, habis ini mau siapa lagi hayoo? ayo silahkan tinggalkan komen mau yang mana dulu😉.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊.