Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Nasib Hutan Pinus


__ADS_3

Suara itu tidak salah lagi.


“Zhishu”


***


Gumam Azka pelan namun terdengar jelas oleh telinga Zhishu.


‘Astaga astaga Tuan….. akhirnya dugaan ku benar Master Zhu menyukaimu!!!!’ teriak Bao Yu dari ruang dimensi membuat telinga Azka mendengung.


‘Xi’er, Xi’er….. oh ayolah Xiao Bai’ batin Azka memanggil Xiao Bai namun tak kunjung mendapat jawaban.


‘Bao Yu coba kau cari Xiao Bai!!!’ perintah Azka dengan panik, dia bahkan tidak perduli dengan ucapan Bao Yu atau pun dengan dirinya yang saat ini menjadi pusat perhatian akibat hanya diam saja ketika di tanyai Master Zhu.


‘Tuan kau ini kenapa?’ tanya Bao Yu kebingungan dengan sikap nonanya yang tidak mencerminkan kebahagiaan sama sekali saat di lamar Master Zhu si Raja Kegelapan.


‘Diamlah Bao Yu, aku sedang mencoba menolak kenyataan’ jawab Azka dengan sendu.


Bayangkan betapa sakitnya Azka disaat dia mengakui perasaannya di hadapan semua orang dan secara bersamaan kebohongan besar Zhishu terungkap pada saat itu juga.


Baru kali ini Azka menyesal karna telah memiliki kemampuan luar biasa di bidang ketelitian.


Terdiamnya Azka sontak membuat orang orang berbisik bisik betapa sombongnya dia yang telah menolak Master hebat demi sampah tidak berguna.


Hal ini membuat Jendral Fang yang memiliki ambisi besar tidak akan menyia nyiakan kesempatan berharga untuk menjalin hubungan dengan Master hebat kaya raya.


Secepatnya Jendral Fang mengkode anaknya untuk mencuri perhatian Master Zhu, Fang Yin yang mengetahui maksud dari ayahnya pun langsung beraksi.


“Maaf menyela Yang Mulia Master Zhu, saya kenal baik dengan adik seperguruan dia sangat mencintai Zhishu pria idiot itu, lebih baik Yang Mulia mencari wanita lain saja yang lebih cantik dan berpendidikan dari adik seperguruan yang tidak menghargai perasaan Yang Mulia” sahut Fang Yin malu malu sambil membenahi hiasan emas di rambutnya.


“Yang di katakana putri saya ada benarnya Yang Mulia, bukankah putriku lebih cantik dan berpendidikan di banding wanita asing yang tidak di ketahui asal usulnya itu” sahut Jendral Fang membenarkan ucapannya anaknya.


“Saya permisi Yang Mulia Kaisar” sahut Azka dengan tiba tiba menggendong Tao lalu pergi begitu saja meninggalkan aula sebelum Kaisar Wei menjawab.


Azka bahkan menerjang para Kasim dan Pengawal yang mencoba menghentikannya karna di anggap tidak sopan dengan Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Master Zhu.


“Cek cek cek…… lihatlah wanita tidak punya sopan santun itu Yang Mulia, apakah dia pantas untuk di jadikan pendamping anda yang Hebat ini” sahut Jendral Fang semakin menjelekkan tingkah bar bar Azka.


“Kaisar” panggil Zhishu dengan nada angkuhnya membuat Kaisar Wei gemetaran.


“Ham-hamba Yang Mulia” jawab Kaisar Wei gugup, apa dia akan di hukum karna salah satu rakyatnya tidak menghormati sang penguasa benua Tianyu ini.


Berbeda halnya dengan Kaisar Wei yang ketakutan, Jendral Fang justru menahan untuk tidak tersenyum melihat ketakutan Kaisar Wei dengan Master Zhu yang sudah dia anggap sebagai calon menantunya ini.


Hoek…. kresek mana kresek 😂 author muntah ngeliat kelakuan ayah anak ini.


“Silahkan lanjutkan penjamuannya aku harus pergi” ujar Zhishu membuat semua tamu undangan merasa kecewa dan mencemooh Azka di dalam hati.


“Dan juga sebegai tanda terimakasih karna sudah mengundang Nona Azka, aku akan meninggalkan bingkisan yang harganya tidak seberapa ini” ujar Zhishu sambil meletakkan bingkisan di atas meja lalu menghilang di ikuti para bawahannya.


Seketika aula kerajaan menjadi hening, Jendral Fang bahkan tidak percaya jika Master Zhu tidak marah akibat tindakan bar bar Azka dan malah memberi hadiah kepada Kaisar Wei.


Ini tidak bisa di biarkan.


“Apa ini…. Raja Kegelapan mengucapkan terimakasih” ujar Ketua Akademi Pedang Ilahi membuat semua orang tersadar akan lamunan mereka.


“YANG RENDAHAN INI TURUT BERBAHAGIA DENGAN BERKAT YANG DI BERIKAN RAJA KEGELAPAN PADA YANG MULIA KAISAR” ujar para tamu undangan mengucapkan selamat untuk Kaisar mereka secara bersamaan lalu bersujud satu kali.


Tanpa menghiraukan ucapan selamat dari para rakyatnya, Kaisar Wei beralih mengambil bingkisan yang di berikan Master Zhu untuknya dengan tangan gemetaran lalu membuka nya secara perlahan.

__ADS_1


“Ya Dewa!!!! Pedang Sinar Bulan!!!” teriak Kaisar Wei tanpa sadar jatuh terduduk sambil membawa pedang hadiah dari Master Zhu ditangannya.


Kini semua orang hampir muntah darah melihatnya, bagaimana tidak harga pedang itu bahkan mampu untuk membeli Seluruh Istana Kerajaan Barat beserta isinya.


Kita beralih kepada Azka yang telah selesai memberantas pengawal yang menghalangi jalannya lalu dengan segera menunggangi Tao menyuruhnya untuk melaju dengan kecepatan penuh menuju hutan pinus tanpa menghiraukan para warga yang melihatnya menunggangi Macan Hitam.


Kini Azka sudah berada di atas dahan pohon pinus tertinggi di hutan pinus tanpa takut terjatuh atau apapun.


“Groarrr…..nona kau ini kenapa? jangan bunuh diri nona!!!, aku tahu kamu ingin menolak Master Zhu tapi tidak begini juga” teriak Tao yang di tinggalkan Azka di bawah pohon.


Tao sendiri tidak berniat menyusul Azka karna dia sedikit takut dengan ketinggian, sedangkan Bao yu dia sedari tadi melayang layang di depan Azka menggunakan wujud rubah kecilnya, mencoba berfikir apa hari ini ada sesuatu yang salah hingga membuat tuannya memendam amarah seperti ini.


“ZHISHU SIALAN!!!!!!” Teriak Azka dengan keras secara tiba tiba membuat Bao Yu yang berada di depannya hampir terjatuh karna kaget.


“Tao kau harus menangkap ku, jika tidak kita akan mati bersama!!!” teriak Azka lagi, memerintah Tao lalu tanpa aba aba melompat dari atas pohon membuat Tao gelagapan sendiri.


Tao yang belum siap menjadi kalang kabut merubah wujudnya menjadi manusia malah salah menjadi kucing kecil membuatnya ingin menangis saat itu juga.


Untungnya Bao Yu dengan sigap menangkap Azka menggunakan kesembilan ekornya, dia belum mau mati konyol akibat kesalahan Tao saat merubah wujudnya.


“Turunkan aku” ujar Azka pelan namun terdengar ketus membuat Bao Yu dengan sigap menurunkan Tuannya yang sedang baluti api kemarahan.


“Sialan!!!!” maki Azka lalu mengayunkan cambuk curah hujan yang baru saja dia ambil dari ruang dimensi ke arah bebatuan hutan secara acak membuat Bao Yu dan Tao sontak mundur menghindari dari sabetan cambuk gak ada akhlak itu.


Ctass…..Ctasss…. Ctasss…


Suara cambuk Azka mengalun bagaikan lagu kematian, mencambuki sebagian hutan pinus yang luas hingga membuat sebagian hutan itu bahkan tidak pantas di sebut hutan lagi, mungkin lebih pantas di sebut area bekas tanah longsor.


Awut awutan persis seperti tubuh Azka yang sekarang di banjiri keringat serta darah yang menggenang di telapak tangannya akibat terlalu brutal saat mencambuk.


Sebagian dari Hutan pinus kini telah hancur seperti hati Azka yang telah menerima kebohongan besar dari seorang Zhishu yang mampu memporak porandakan hatinya, untungnya Bao Yu dengan sigap mengungsikan para spirit beast maupun binatang biasa ke bagian hutan pinus yang lain.


Ah bahkan Azka sudah tidak merasakan sakit di telapak tangannya yang kini darahnya sudah menetes sampai ketanah, hatinya lebih sakit jika di bandingkan dengan hal itu.


Jika kejujuran bisa sesakit ini mungkin Azka akan lebih memilih hidup di dalam kebohongan yang setidaknya membuatnya bahagia meski itu palsu.


Palsu? ya Azka berfikir jika semua yang ada pada diri Zhishu itu palsu termasuk pengakuan cintanya.


“Anj*ng, ******, tayi leudiq, Zhishu sialan!!! aku akan membunuhmu!!” teriak Azka lalu melemparkan cambuk curah hujannya kembali keruang dimensi.


“Jika aku bisa” gumam Azka pelan sambil mengusap kasar keringat yang membasahi wajahnya hingga wajahnya kini belepotan darahnya sendiri.


Grep….


“Maaf maaf kan aku, tolong jangan sakiti dirimu sendiri” ujar Zhishu yang tiba tiba datang memeluk Azka dari belakang dengan penampilan yang masih sama saat mendatangi penjamuan.


Sontak tubuh Azka menegang, kini pertahanannya runtuh, dia kecewa, marah, namun tidak dapat meluapkannya jika di hadapan Zhishu.


“Kau puas?” tanya Azka singkat, dadanya sesak kenapa dia mampu mencintai Zhishu namun tidak mampu untuk membencinya setelah melihat sendiri seberapa besar kebohongan dari Zhishu.


“Maaf sungguh maafkan aku, aku tidak berniat melakukannya, aku mencintaimu sangat” jawab Zhishu sendu sambil mengeratkan pelukannya membuat Azka tidak mampu melakukan apapun.


“Kenapa?” tanya Azka serak bahkan matanya telah berkaca kaca menahan tangis.


“Maaf” jawab Zhishu pelan, hanya itu yang mampu dia katakan, karna Zhishu memang sudah memutuskan akan membongkar identitasnya pada saat itu juga.


Zhishu merasa jika dia menyembunyikannya lebih lama lagi, mungkin hasilnya akan lebih dari sekedar Azka yang membencinya dan dia tidak akan sanggup menerima konsekuensinya.


“Pergilah” perintah Azka parau, bahkan kini air matanya telah menetes membasahi darah hasil belepotannya yang sudah kering dan menetes sampai ke tangan Zhishu yang berada di pinggangnya membuat dunia Zhishu hancur saat itu juga.

__ADS_1


“Kumohon jangan menangis, maafkan aku maafkan aku”


“Cukup!!! pergilah jika tidak aku akan semakin membencimu” teriak Azka dengan tubuh yang meronta ronta ingin di lepaskan dan jangan lupakan air mata bercampur darah yang telah mengalir deras di pipinya.


Dengan cepat Zhishu mebalik tubuh Azka lalu mendekapnya “Benci aku sesukamu, tapi kumohon jangan tinggalkan aku” egois memang, tapi biarlah Zhishu menjadi egois untuk mencintai Azka.


“Zhishu” Panggil Azka dengan nada yang terdengar menyakitkan di telinga Zhishu membuatnya enggan menjawab.


“Pergilah”


Perlahan Zhishu melepaskan pelukannya beralih mencium kening Azka lama lalu berucap “Aku mencintaimu percayalah” dan pergi begitu saja sesuai perintah Azka.


Azka? dia jatuh terduduk dan masih menangis tanpa suara, dia ingin percaya namun hati kecilnya merasa takut jika kepercayaannya berhasil di hancurkan Zhishu lagi untuk yang kedua kalinya.


Harus kah dia memaafkannya.


“Xi’er kau tahu sesuatu?” tanya Bao Yu kepada Xiao Bai yang sebelumnya datang dengan wujud manusianya bersama Zhishu, atau Bao Yu dan Tao masih menyebutnya dengan Master Zhu.


“Benar aku belum pernah melihat Nona se kacau itu” sahut Tao, yang kini melihat Azka terduduk menangis tanpa suara sambil meninju tanah di bawahnya.


“Kakak, paman Zhishu sebenarnya adalah Master Zhu” ujar Xiao Bai pelan namun mampu membuat Tao tersedak air ludahnya sendiri.


“Uhukkk….. Xi’er becandanya tidak lucu” sahut Tao pelan sambil mengibas kibaskan tangannya.


“Aku memang sudah curiga sedari awal, namun aku tidak sampai terfikirkan kenapa musti harus Master Zhu, kalian tahu kan seberapa tidak sukanya aku dengan Zhishu, habis lah aku” sahut Bao Yu sedih mengingat dia yang paling tidak akur dengan Zhishu.


“Kakak tahu, entah kenapa meski Xiao Bai tidak bisa merasakan rasa sakit yang di alami bunda namuan Xiao Bai tahu jika bunda pasti akan sangat kecewa” sahut Xiao Bai sambil mengayun ngayunkan salah satu ekor Bao Yu.


“Ya bahkan aku sendiri kecewa, sekarang aku baru menyadari dari mana tuan mengetahui hal itu” ujar Bao Yu yang paling tahu tentang Azka.


“Dari mana?”


“Suara Master Zhu sangat mirip dengan Zhishu dan pengamatan Tuan belum pernah sekalipun meleset, apalagi di tambah dengan perlakuan Master Zhu yang selalu melindungi Tuan secara diam diam bisa di pastikan alasan itu sangat kuat” jawab Bao Yu membuat Tao melebarkan mata kucingnya.


“Ini beneran!!!!” sahut Tao histeris, dia benar benar menolak untuk percaya.


“Itu benar”


“Astaga Nona, kau mengagetkan ku!!” teriak Tao untuk yang kedua kalinya akibat Azka yang tiba tiba menyahuti pertanyaannya dengan penampilan rambut acak acak an serta mata yang membengkak bahkan masih terasa sembab ah dan jangan lupakan sisa sisa darah kering yang masih menempel di wajahnya.


“Ternyata aku menghancurkan sebagian hutan ini dan aku masih belum bisa menggunakan elemen ku untuk menumbuhkan pohon yang baru” gumam Azka yang kini sedang melihat seberapa besar kekacauan yang telah di buatnya.


“Tuan tidak perlu cemas, aku sudah mengungsikan para spirit beast ke bagian hutan pinus yang lain” ujar Bao Yu membuat Azka menghela nafasnya kasar.


“Bunda maafkan Xiao Bai yang tidak menjawab panggilan dari bunda” ujar Xiao Bai lalu menundukkan kepalanya, merasa bersalah karna tidak memberi tahu bundanya lebih awal setelah Zhishu mengaku padanya saat perjalanan ke penjamuan.


“Aku sedikit lelah, jangan bahas hal itu” sahut Azka pelan membuat Xiao Bai semakin menundukkan kepalanya.


“Tao pergilah terlebih dahulu untuk mencari penginapan, aku akan membersihkan tubuhku terlebih dahulu lalu menyusul mu.


“Baik Nona”


Sedangkan ditempat lain, Zhishu berteleport di ikuti para bawahnnya sampai ke atas gunung di Benua Xifang dengan emosi yang berkecamuk membuat petir petir menyambar di atasnya.


“Tuan kumohon redakanlah amarahmu” ujar Minghao sambil memeluk Shuwan karna takut tersambar petir akibat ulah Zhishu.


“Minghao tenanglah, sebenarnya aku juga baru tahu untuk yang kedua kalinya jika kemarahan Tuan bisa membuat langit bergemuruh, identitas Tuan memang sangat menyeramkan” sahut Shuwan mencoba menenangkan Minghao meski keadaan jantungnya sangat tidak baik.


Tidak bukan karna jatuh cinta, dia juga takut tersambar petir hasil kemarahan Zhishu.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁


__ADS_2