Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
143 Tiga Kelopak Mawar Hitam


__ADS_3

“Ishh … memangnya kenapa?” tanya Azka dengan bibir mayun membuat Tao semakin gemas.


‘Aku Cemburu’


***


“Kenapa hmm?” tanya Azka lagi saat Tao tak kunjung menjawab pertanyaannya.


“Nanti Master Zhu akan memarahi ku jika aku tidak bisa menjaga Nona dengan benar” jawab Tao sembari tersenyum miris membuat Azka sontak memakai cadarnya karna tidak ingin obrolan menyakitkan ini berlanjut.


Andai Tao berani mengungkap rasa Cintanya, kecemburuannya, dan rasa ingin memilikinya, apa Azka akan marah lalu pergi meninggalkannya.


Sudahlah membayangkan saja Tao tidak berani.


“Ehem, kalian bertanya apa hubunganku dengan pak tua penjual obat yang membawa plakat nama Wu Yi Fan itu bukan?” tanya Azka sambil menggeser tubuh Tao sedikit agar bisa menatap lawan bicaranya.


“Be benar Mas – ”


“Panggil Nona saja, julukan Master hanya untuk orang orang hebat, dan aku belum termasuk kedalamnya” potong Azka membuat Tao mencibir.


“Jika orang sehebat Nona bukan Master, lantas Master abal abal di luaran sana harus di panggil apa?” tanya Tao membuat Azka menaruh jari telunjukkan di bibir Tao agar diam.


Dan Viollaa!! itu berhasil 1000%, bukan hanya diam, wajah Tao bahkan sukses memerah sempurna.


“Jadi si jelek itu adalah bawahanku, dan Wu Yi Fan adalah nama samaran wajahku saat tampan, nah berhubung kalian akan menjadi bawahanku maka aku akan memperkenalkan diri dengan benar” ujar Azka sambil menjulurkan tangannya yang langsung di terima oleh pak tua Han namun segera di tepis oleh Tao.


“Biar aku yang mewakili Nona” ujar Tao yang kini menjabat tangan pak tua Han membuat Azka terkekeh.


Tao benar benar pencemburu.


“Nona ku bernama Azka, ciri khasnya adalah berwajah cantik SANGAT CANTIK dan tentunya memiliki Tato bunga mawar di tangannya dan dia gadis tulen! sudah itu saja yang perlu kamu ketahui” ujar Tao lalu melepaskan jabatan tangannya yang sama sekali tidak ikhlas membuat pak tua Han tersenyum canggung.


“Sebelumnya aku sudah menyelidiki keluargamu, kamu hanya memiliki 1 anak perempuan Sa Ni, istrimu beserta ibumu sudah meninggal, lalu ayah mu membantumu bekerja sebagai pencari bahan obat untuk toko mu, kamu memiliki satu Saudara jauh yang sudah putus hubungan karna sebuah perdebatan, intinya keluarga dekatmu hanya tinggal Sa Ni dan juga Ayahmu, jadi Sa Ni dan Ayahmu dia harus meminum ramuan yang sama sepertimu agar tatto tiga kelopak mawar hitam bisa muncul di pergelangan tangannya sama sepertimu” ujar Tao sambil menunjuk tattoo baru milik pak tua Han.

__ADS_1


Mendengar itu sontak pak tua Han mengecek pergelangan tangannya yang benar benar ada sebuah tatto bergambar 3 buah kelopak mawar hitam.


“Ba- bagaimana bisa?” tanya nya gugup sambil menunjukkan tato itu kepada Sa Ni putrinya.


“Menurutmu apa aku memasukkan Mawar Hitam hanya untuk pajangan hmm?” tanya Azka membuat pak tua Han mengangguk mengerti.


“Baiklah, sudah cukup sesi perkenalannya, sekarang aku memiliki tugas pertama untuk kalian” ujar Azka membuat pak tua Han mengangguk dengan semangat.


“Hamba siap mendapat tugas dari Nona” ujar mereka berdua bersamaan.


“Pertama tama, aku butuh informasi tentang jalan yang selalu di lewati para rombongan petinggi Kerajaan Iblis, setelah itu berikan aku alamat, jam beserta hari kapan mereka akan lewat, jadi secara otomatis jalan itu pasti dekat dengan kerajaan iblis, berhati hati hatilah, besok aku akan kembali untuk meminta alamat beserta bukti jika keluargamu sudah meminum ramuan dariku” ujar Azka sambil menaruh 2 botol ramuan buatannya.


“Baik Nona” ujar mereka berdua bersamaan.


Tanpa berlama lama segera Azka menyuruh Tao untuk merubah wujudnya kembali menjadi macan hitam lalu pergi dari toko obat milik pak tua Han.


“Kamu sudah mencari informasi tentang toko itu belum?” tanya Azka pada Tao saat di perjalanan.


Dan yah seperti biasa Azka enggan mengikuti Tao dan lebih memilih berbicara sendiri seperti orang gak waras.


“Pekerja? berapa gaji mereka?”


‘Tidak ada, mereka adalah budak yang di beli pak tua Han, jadi mereka hanya bekerja untuk biaya makan dan tempat tinggal yang di berikan pak tua Han’


“Bisa enak gitu ya, kalo begitu setelah urusan dengan Kerajaan Iblis selesai mari membeli beberapa budak untuk di jadikan tambang emas baru”


‘Baik Nona’


Kali ini perjalanan pulang Azka sedikit membutuhkan waktu yang lama, dan akhirnya setelah menyapa para gadis gadis, menggoda mereka dan tentunya berkenalan akhirnya Tao dan Azka sudah kembali ke penginapan mereka.


Kini mereka berdua sudah memasuki ruang dimensi dengan Tao yang uring uringan.


“Haruskah Nona menggoda gadis gadis itu? jika mereka benar benar mencintai Nona bagaimana?” tanya Tao sewot membuat Xiao Bai tertawa atas kemalangan Tao.

__ADS_1


Fakta baru yang di ketahui Xiao Bai, jika Tao benar benar membenci wanita selain ibundanya.


Terbukti dengan wajah Tao yang benar benar terlihat tidak bersahabat saat bertatapan dengan gadis lain, apalagi Tao pernah bilang jika wanita itu merepotkan tapi tidak dengan ibundanya.


“Paman Tao, jika kamu tetap membenci wanita kapan kamu akan menikah?” tanya Xiao Bai bermaksud mengejek Tao.


“Benar kah? hei hei aku ini juga wanita!” ujar Azka mempertegas gendernya.


“Ahaaha Xi’er bercandanya tidak lucu, kapan aku pernah mengatakan sesuatu seperti itu?” tanya Tao sambil terkekeh namun dengan tatapan seakan akan ‘Kamu ini ingin membunuhku ya?’


“Aduh aduh paman Tao, Xiao Bai ini masih belum hilang ingatan, siapa coba yang menolak daftar betina pilihan Xiao Bai saat itu dan berkata jika perempuan itu merepotkan?”


Skak mat!!


Oke maksud Tao bilang begitu hanya tidak ingin Xiao Bai memperpanjang daftar calon betina yang akan menikah untuknya sebagai pengalihan hatinya yang sudah di berikan sepenuhnya kepada Azka.


Namun kali ini dia termakan omongannya sendiri.


Dia sih lupa kalau sebenarnya Xiao Bai itu iblis kecil yang selalu berpihak pada Azka.


“Ehem … jadi kapan Nona berencana akan menghentikan acting nakal pada gadis gadis di luaran sana?” tanya Tao mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Ahhh … jadi aku ini merepotkan?” tanya Azka dengan nada mengancam membuat Tao gemetaran.


“Tidak Nona!! bukan begitu maksud ku!!” teriak Tao merasa khawatir Azka marah membuat seluruh penghuni ruang dimensi menertawakannya.


“Sudahlah aku juga memiliki trauma buruk terhadap wanita meski diriku nyatanya juga wanita, jadi kamu pasti tahu kan seberapa kuat diriku menahannya untuk rencana besar ini” jawab Azka sambil menepuk pundak Tao yang sempat bergetar.


“Tenang lah, aku akan berhenti jika ketahuan”


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2