Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Kekalutan Azka


__ADS_3

Hai guys👋 terimakasih ya buat kalian yang selalu menyemangati author😊 pokoknya komen komen kalian tuh moodboster banget❀ entar kalo otak author lagi encer pasti bakalan crazy up kok😋 jadi jangan bosen bosen ya buat nunggu kelanjutannya😉 semangat terus membacaranyađŸ’Ș


HAPPY READING GUYSđŸ„ł


<<<<<<


‘Kakak benar, mungkin mereka akan menggunakan pertandingan ini untuk mecari kesempatan melukai bunda’ sahut Xiao Bai mengeluarkan pendapatnya.


‘Heh kita lihat saja’


***


‘Aku akan memberikan orang orang itu kejutan yang luar biasa’ lanjut Azka sambil mengeluarkan smirk andalannya di balik cadar.


‘Entah kenapa aku merasa kasihan kepada mereka yang memprovokasimu Tuan’ sahut Bao Yu.


“Istri kenapa kamu melamun?” tanya Zhishu membuyarkan komunikasi Azka dengan para penghuni ruang dimensi.


“Tidak ada, ayo kembali Tao pasti sudah merindukan ku” jawab Azka membuat Zhishu ngedumel tidak jelas, awas saja jika kucing kecil itu berani merindukan istrinya.


‘Huh lihat saja akan aku cabuti bulu bulu hitamnya sampai habis’ batin Zhishu sambil menyungingkan senyum miliknya.


Di tempat lain entah kenapa Tao merasa merinding seperti ada seseorang yang mengumpatinya di belakang.


Brakkk!!!!


“Tao!!!!” teriak Azka sambil membanting pintu paviliumnya, sedangkan Zhishu yang menutupnya.


“Miauwww!!!!” erang Tao kaget sampai terjungkal dari atas meja membuat Azka dan Zhishu tertawa cekikikan.


“Ah Nona kau mengagetkan ku” protes Tao sambil menjilati bulu bulu ekornya yang berdiri.


“Hahahahaha Tao muka mu lucu kalo lagi kaget kayak gitu” ujar Azka di sela sela tawanya.


“Nona aku ini tampan tidak lucu” sahut Tao sambil melompat ke dekapan Azka.


Dengan jengkel Zhishu menarik ekor Tao sampai badannya terbalik.


“Zhishu kau ini apa apaan!!!” protes Tao, kepalanya benar benar pusing saat badan kecilnya di tenteng terbalik.


“Jangan coba coba memeluk istri Zhishu” ujar Zhishu ketus sambil menjauhkan Tao yang ingin mencakarnya dari bawah.


“Ah Nonaa tolong aku dari si pencemburu ini” rengek Tao namun tangannya tidak berhenti berupaya mencoba menyakar Zhishu.


“Hahahahaha berikan padaku” ujar Azka sambil mengambil Tao dari cekalan Zhishu, sedangkan Tao yang sekarang sudah selamat bersiap siap untuk meluncurkan serangan elemen esnya namun di hentikan Azka.


“Sudahlah jang-”


Brakkk
.


Ucapan Azka terhenti akibat terbantingnya pintu secara tiba tiba.


“Cucu ku!!!!!” teriak ketua akademi sambil berlari lari layaknya anak kecil.


“Guru tolong ingat umur, lagipula siapa cucumu” sahut Azka membuat ketua akademi mempoutkan bibirnya kesal.


Benar benar tidak ingat umur.


“Mulai sekarang kamu adalah cucuku, dan kamu harus memanggilku kakek” perintah Ketua Akademi mutlak.


“Kenapa tiba tiba?” tanya Azka kebingungan.


“Lihat lah” jawab ketua akademi sambil memainkan jari tangan kanannya yang telah tumbuh dengan sempurna.


“Berkatmu kakek tua ini kembali mendapatkan telapak tangan kanannya yang telah hilang” lanjut Ketua Akademi senang.


“Lalu apa hubungannya?” tanya Azka masih tidak faham.


“Kakek ini hanya ingin membalas budi mu dengan mengangkat kamu menjadi cucuku” jawab Ketua Akademi senang sambil mengayun ngayunkan tangan kecil Tao di gendongan Azka membuat Tao meregut sebal.


“Guru jangan anggap pertolongan ku adalah beban yang harus kau bayar, lagi pula aku ikhlas melakukannya jadi jangan memberiku imbalan apapun” ujar Azka membuat Zhishu mengembangkan senyumnya.


Memang tidak salah dia mencari istri.


“Tidak!!! pokoknya aku tidak mau tau kau harus jadi cucuku” sahut Ketua Akademi keukuh dengan keinginannya.


“Oh ayolah guru, jangan mempersulit diriku yang tidak berdaya ini, dengan dirimu menjadikan ku cucumu maka cucumu yang lain pasti akan cemburu” ujar Azka dengan tampang melasnya.


‘Cih tidak berdaya katanya’ cibir Bao Yu dari ruang dimensi, namun tidak di hiraukan Azka.

__ADS_1


“Hahahaha cucuku hanya satu dan itu adalah kau, jadi tidak perlu khawatir”


“Guru jangan berbohong aku tahu kalau kau punya 5 cucu laki laki sekaligus”


“Dari mana kau tahu?, ah itu tidak penting, maka dari itu kakek tua ini berniat menikah kan mu dengan salah satu cucu kakek yang tampan” ujar Ketua Akademi sambil tersenyum cerah.


Seketika atmosfir di pavilium khusus berubah drastis, hawa membunuh menguak di sekitar Ketua Akademi membuat kakek tua itu merinding disko.


Azka sendiri kaget hawa ini bahkan lebih pekat dari miliknya yang sudah membunuh banyak orang sedari berumur 5 tahun.


Dengan cepat Azka mengambil cambuk curah hujan di dalam ruang dimensinya lalu menarik Zhishu agar bersembunyi di belakangnya untuk berjaga jaga jika orang yang menebar hawa membunuh ini berniat membunuh dirinya beserta orang orangnya.


“Guru ada apa ini?” tanya Azka lalu menurunkan Tao dari gendongannya.


“Aura ini kenapa terasa tidak asing namun begitu menakutkan, murid ku kita harus bersiap” jawab Ketua Akademi lalu mengambil pedang bewarna merah pekat dari cincin ruangnya.


Sedangkan si pelaku penabur aura membunuh sedang menikmati bau harum Azka karna jaraknya yang sedang berdekatan membuatnya terlena akan bau khas istrinya.


Mawar hitam, beraroma wangi namun terasa dingin secara bersamaan.


“Guru ini tidak baik aku harus membawa Zhishu ketempat yang aman terlebih dahulu” ujar Azka penuh kekhawatiran akan aura membunuh yang tak kunjung hilang.


Mengetahui kekalutan istrinya pada akhirnya Zhishu menarik kembali aura membunuhnya yang semula dia keluarkan.


Ya pelakunya adalah Zhishu, dia sedikit marah karna Ketua Akademi berniat menjodohkan istrinya dengan salah satu cucunya.


“Huh, sepertinya aku harus menyelidikinya, siapa tahu orang itu akan membahayakan di masa depan” ujar Azka sambil membuang nafas lega karna aura membunuh itu sudah berangsur angsur hilang.


“Murid ku kau harus berhati hati” sahut Ketua Akademi mewanti wanti murid kesayangannya ini.


“Baik guru” patuh Azka lalu memasukkan kembali cambuknya kedalam ruang dimensi.


“Ehemm sebenarnya aku ingin menanyakan ini sedari tadi tapi kakek tua ini sedikit tidak enak” ujar Ketua Akademi pelan.


“Memangnya guru ingin menanyakan apa?” tanya Azka santai seperti sudah tahu apa yang akan di tanyakan Ketua Akademi.


“Err sebenarnya apa hubungan mu dengan Zhishu?, kenapa kau begitu mengkhawatirkannya sampai tidak ingin jauh jauh darinya?, lalu kenapa Zhishu memanggilmu istri?” tanya Ketua Akademi beruntun.


Azka sudah menduganya, gurunya ini pasti ingin menanyakan hal itu, huh sepandai apapun Azka mengalihkan perhatian namun hasilnya tetap sama.


Hal ini pasti akan di tanyakan lagi.


“Dia adalah tunangan ku” jawab Azka singkat namun mampu menjawab semua pertanyaan beruntun gurunya.


Semuanya diam, bahkan Tao dan para penghuni ruang dimensi pun ikut terdiam.


“Ahahahaha, muridku jika kamu mengatakannya dari awal aku pasti tidak akan memintamu untuk menikahi salah satu cucuku” ujar ketua akademi sambil tertawa garing.


Ada apa dengan suasana awkard ini T_T.


Azka hanya tersenyum menanggapi ucapan gurunya itu.


“Ah iya, terimakasih untuk pertolongan mu lain kali aku akan membalasnya, dan aku berencana mengajakmu ke penjamuan istana jadi kamu tidak boleh menolaknya” lanjut Ketua Akademi lalu nyelonong pergi begitu saja meninggalkan suasana canggung di pavilium khusus itu.


Sebenarnya Azka ingin bertanya lebih lanjut tentang penjamuan itu, kenapa dia tidak perlu mengikuti pertandingan terlebih dahulu dan malah langsung di pilih untuk pergi menemani Ketua Akademi bersama murid murid pilihan nantinya.


Tapi Azka sedang tidak dalam suasana hati yang baik jadi dia akan menunda pertanyaan nya.


“Apa yang istri katakan sebelumnya itu sungguhan?” tanya Zhishu memastikan, dia benar benar butuh kejelasan.


“Ah lupakan aku hanya mengatakannya asal supaya Ketua Akademi tidak bertanya lebih banyak lagi” jawab Azka santai namun entah kenapa dia merasa bersalah saat melihat ekspresi yang di tunjukan Zhishu setelah mendengar jawabannya.


Zhishu menatap Azka sendu lalu bertanya.


“Istri sebenarnya di matamu Zhishu ini apa?


Azka hanya diam dia tidak menjawab karna dia sendiri tidak tahu jawabannya.


“Apa menurutmu Zhishu hanyalah orang idiot yang bermimpi mendapatkan sosok Azka yang hebat?” tanya Zhishu tajam.


Jlebbb
. Nusuk mas kata katanya.


Hilang sudah nada kekanak kanakan yang biasa Azka dengar.


“Apa perlakuan baik istri selama ini hanya sebatas kasihan?” tanya Zhishu lagi


Namun Azka masih diam, dia benar benar bingung dengan jalan fikiran Zhishu dan juga kemauan hatinya sendiri.


“Ah benar, ini salah Zhishu karna terlalu berharap” lanjut Zhishu kecewa lalu pergi keluar dari pavilium.

__ADS_1


Azka hanya diam bukan berarti dia meng iyakan pernyataan Zhishu, itu sama sekali tidak benar namun Azka juga tidak berniat menyangkalnya.


Azka hanya bingung mau menjawab bagaimana.


“Tao, ikuti kemanapun Zhishu pergi lindungi dia dari bahaya apapun, jangan biarkan dia terluka sedikitpun bahkan jika itu adalah gigitan serangga” ujar Azka memerintah Tao dengan tatapan kosongnya.


Tanpa bertanya lebih lanjut Tao segera pergi memenuhi perintah nonanya, dia tahu suasana ini sungguh tidak mendukung jika ingin banyak bertanya ataupun mencari kejelasan.


Apa Nonanya mencintai Zhishu?


Entahlah hanya hati Azka yang mampu menentukan.


Setelah kepergian Zhishu Azka masih terdiam lalu keluar dari pavilium menuju hutan pinus, dia ingin mencari ketenangan.


Kenapa Azka bisa keluar dari akademi dengan mudah?, tentu saja itu perbuatan Bao Yu yang membuat ilusi di sekitar penjaga gerbang agar tidak mengetahui perginya Azka.


Fikiran Azka benar benar kacau, di satu sisi dia bingung dengan perasaannya sendiri namun di sisi lain dia juga mengkhawatirkan Zhishu yang sedang tidak dalam jangkauan pengawasannya.


Tanpa menghiraukan beberapa binatang buas yang mencoba menghampirinya namun gagal karna adanya Xiao Bai yang ternyata sudah keluar dari ruang dimensi mengikutinya dari belakang, Azka beralih memanjat pohon pinus di samping danau yang bewarna hijau, lalu duduk di salah satu dahan yang terlihat kuat menampung berat badannya.


“Apa bunda memikirkan paman Zhishu?” tanya Xiao Bai dengan posisi terbang di hadapan Azka menggunakan wujud naga kecil yang hanya seukuran kepalan tangan orang dewasa.


“Ah Xi’er ternyata kamu bisa mengecil sampai sekecil itu ya” bukannya menjawab Azka malah mengalihkan pembicaraannya dengan membahas ukuran tubuh Xiao Bai yang baru pertama kali dia lihat.


“Bunda jangan mengalihkan pembicaraan” protes Xiao Bai kesal.


“Apa aku terlalu kasar kepadanya?” tanya Azka.


“Tidak, jika menurut Xiao Bai bunda hanya terlalu takut menjawab perasaan paman Zhishu, bunda tidak pernah menganggap serius penyataan cinta paman Zhishu ataupun memberikan paman Zhishu kepastian” jawab Xiao Bai layaknya pakar cinta.


“Apa kamu fikir Zhishu pernah berkata jujur, semua yang ada padanya adalah kebohongan, dari awal dia sudah berkata bohong tentang identitasnya, jadi apa aku salah karna telah meragukan perasaannya, aku hanya takut jika yang dia ungkapkan hanyalah sandiwara seperti yang lainnya” sahut Azka panjang lebar dengan emosi yang di tekan.


“Lantas jika bunda sudah tahu kalau itu semua kebohongan kenapa bunda masih melindungi paman Zhishu?, kenapa bunda selalu mengkhawatirkan paman Zhishu?, kenapa bunda tidak meninggalkan paman Zhishu saja waktu di Kerajaan Timur?”


Ya Xiao Bai benar, kenapa Azka tidak melakukannya padahal Azka sendiri adalah tipe orang yang bodo amat kepada sekitar, lalu kenapa Azka tidak bersikap seperti itu pada Zhishu yang notabenya orang baru dikenal dan bahkan tidak mempunyai ikatan apapun.


Blarrrr!!!!


Dan tanpa di duga hujan turun dengan deras mengguyur bumi di sertai petir yang menyambar membuat Azka semakin kalut dengan tubuhnya yang basah kuyup terkena air hujan.


Kemana perginya Zhishu? apa dia baik baik saja? semoga Tao tidak kehilangan jejaknya.


“Groarrr
.. Nona!!”


Suara ini Tao, dengan cepat Azka menoleh kebawah mendapati Tao dengan tubuh black tigernya yang basah kuyup dan tidak mendapati Zhishu bersamanya.


“Dimana Zhishu?!!!” tanya Azka sedikit berteriak akibat bersaing dengan suara hujan yang deras.


“Groarrr maafkan aku nona, aku benar benar kehilangan jejaknya, aku sudah menyusuri akademi dan hutan ini namun tidak menemukannya, binatang ini tidak becus” jawab Tao sambil bersujud di bawah pohon tempat Azka.


Dengan fikiran yang masih kacau Azka segera turun dari atas pohon, namun akibat batang kayu yang sedikit licin membuat kaki Azka terkilir lalu terjatuh dari atas pohon.


Untungnya dengan sigap Tao menangkap tubuh Azka dari bawah membuat Azka tidak jadi mencium tanah basah di bawahnya.


“Terimakasih” ujar Azka lalu berjalan dengan cepat berniat mencari Zhishu.


Xiao Bai yang melihat bundanya begitu keras kepala berjalan dengan kaki terseok seok akibat tergelincir dan menembus hujan lebat membuat Xiao bai membuang nafasnya kasar.


“Sepertinya Tuan benar benar mencintai pria idiot itu” ujar Bao Yu tiba tiba muncul di depan Xiao Bai dengan wujud manusianya.


“Jika itu bisa membuat bunda bahagia maka aku akan mengikhlaskannya ya meskipun aku tetaplah peminat Master Zhu yang nomor satu” sahut Xiao Bai pasrah.


Kita kembali kepada Azka yang sedang panik mencari Zhishu serta menarik kakinya yang sialnya sudah membengkak, bahkan cadarnya sudah dia buang entah kemana karna telah basah kuyup, Tao berniat membantu Azka dengan menyuruhnya menaiki punggungnya namun dia urungkan saat melihat siluet seseorang mendekat.


Grep
.


Tiba tiba Azka di kejutkan dengan rengkuhan tangan seseorang yang bahkan dia tidak merasakan kehadirannya.


“Istri kenapa hujan hujanan?”


.


.


.


.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊


__ADS_2