Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
89 Awal Perjalanan


__ADS_3

“Apa Tetua benar benar ingin mengikuti kami berdua?” tanya Azka mencoba meyakinkan pendengarannya tadi saat Haechan mengeluarkan keinginannya tepat sebelum Ketua Akademi mengacau.


“Tentu saja!!” jawab Haechan mantap.


***


Mendengar itu sontak Zhishu mengeluarkan aura membunuhnya yang pekat namun dengan sigap Azka menarik pergelangan tangan Zhishu untuk menghentikan aksinya.


“Bukankah Tetua ketiga ini sangat kaya?” tanya Azka lagi membuat Haechan mengangguk dengan semangat.


“Lalu bukankah Tetua Ketiga adalah pemimpin dari Dataran Dong Fang?” tanya Azka lagi untuk yang ketiga kalinya dengan semangat membuat binar tumbuh di mata Haechan.


Sedangkan Zhishu? sepertinya dia harus memberi pelajaran kepada Azka serta memberikan seluruh harta kekayaannya kepada sang gadis agar tidak berpaling ke arah Haechan yang kekayaannya hanya sebesar upil jika di bandingkan dengan miliknya.


“Itu benar, lantas apa aku boleh ikut? aku bisa memastikan dalam perjalanan kalian tidak akan pernah mengeluarkan koin sedikitpun” jawab Haechan dengan semangat pula membuat Ketua Akademi kembali mengingat betapa tidak ada akhlaknya dia kepada Haechan selama ini.


“Apa Tetua ketiga tidak ada kerjaan sebagai pemimpin, urus saja urusan anda” ujar Azka ketus membuat Haechan diam mematung.


Apa dia baru saja di tolak setelah memberi Azka beberapa informasi penting.


Zhishu? jangan ditanya rasanya dia ingin mentertawakan kekalahan Haechan menggunakan pengeras suara agar lebih cetar membahana.


Sebelumnya dia berfikir Azka akan setuju akibat Haechan adalah informan terbaik untuk mempermudahkan dirinya menemukan token Iblis.


“Guru kami pamit, jaga diri guru baik baik” ujar Azka lalu membungkuk di ikuti Zhishu.


Setelah itu Azka dan Zhishu benar benar pergi meninggalkan Akademi Seribu Bayangan tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada temannya Xu Kai atau mantan musuhnya Qi Xuan.


Emang Azka gak niat sih sebenarnya.


Sedangkan Haechan yang sudah di campakan Azka beralih menatap Ketua Akademi, membuat Ketua Akademi gugup sendiri.


Apa kali ini dia akan tamat?


Oh tidak!! dia masih belum punya cicit!!


“Jadi tujuan Nona Azka yang sebenarnya adalah mencari token Iblis?” tanya Haechan kepada Ketua Akademi.


“Memangnya kenapa?” bukannya menjawab Ketua Akademi malah kembali bertanya.

__ADS_1


“Jadi benar” ujar Haechan membuat kesimpulannya sendiri.


Ketua Akademi sedikit heran, tidak mungkin kan Haechan diam saja pasti pria itu sedang memikirkan sesuatu di otaknya.


“Kau mau kemana?” tanya Ketua Akademi saat Haechan beranjak pergi meninggalkan pavilium khusus yang keadaannya sudah berubah menjadi sepi.


“Tentu saja menyiapkan perahu untuk Nona Azka menyebrang” jawab Haechan sambil melambai lambaikan tangannya tanpa membalik tubuhnya membuat Ketua Akademi hanya mampu menggeleng gelengkan kepalanya.


“Dasar pria gila, mau sampai kapan dia seperti itu” gumam Ketua Akademi sambil duduk di atas sofa empuk yang Azka sengaja tinggalkan.


“Wah kursi ini empuk sekali, aku akan menyuruh orang untuk mengangkatnya ke Pavilium Atas Awan” ujar Ketua Akademi sambil berjalan dengan anggun menuju pintu keluar lalu memanggil beberapa murid untuk dia babuin.


Mari kita beralih kepada Azka yang kini sudah berada di luar Akademi dan mulai menunggangi Tao macan bersama Zhishu yang posisinya masih di belakang Azka seperti yang sebelum sebelumnya.


Bukannya menyuruh Tao untuk melaju dengan cepat agar Azka bisa mendapatkan token itu dengan cepat pula, kali ini sebaliknya, mereka berdua melakukan perjalanan yang terbilang lambat akibat Azka yang menginginkan untuk menikmati perjalanannya.


“Kenapa istri menolak A Chan untuk ikut bersama kita?” tanya Zhishu memulai pembicaraan setelah suasana canggung panjang menyerang mereka.


“Harus kah aku memperbolehkannya?” bukannya menjawab Azka malah kembali bertanya dengan santai.


“Tidak pilihan istri memang sangat tepat, lagi pula kita tidak punya tumpangan lebih untuk A Chan” jawab Zhishu sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Azka lalu menaruh dagu nya di pundak kanan Azka dengan lembut.


“Kamu benar, lagi pula tempat penyewaan kuda masih jauh dan aku orangnya kan tidak baik hati” sahut Azka dengan nada santai nya membuat Zhishu langsung tersenyum.


“Hahahaha baiklah baiklah, semalam kata Bao Yu arah menuju Benua Tengah sedikit jauh, kita akan melewati Kerajaan barat setelah itu menyebrang dermaga sampai di perbatasan Kerajaan apa tadi?”


“Kerajaan Anyelir” sahut Tao menjawab pertanyaan Azka dengan nada besarnya akibat tubuhnya yang kini berubah menjadi macan hitam.


“Kerajaan Anyelir? kenapa nama ini sedikit aneh dan berbeda dari Kerajaan Kerajaan lainnya?” tanya Azka penasaran.


“Sebenarnya bukan hanya Kerajaannya saja yang aneh, namun isinya semuanya juga aneh” jawab Bao Yu yang tiba tiba keluar menggunakan wujud Rubahnya dan melayang layang di depan Azka bersama Xiao Bai dengan wujud Naga kecil, ukuran mereka berdua mungkin menyusut hingga sampai kepalan tangan orang dewasa.


“Kakak benar, semalam waktu aku dan kakak menulusuri Kerajaan itu suasananya benar benar kacau, jadi bunda harus hati hati” jawab Xiao Bai memberi petuah kepada Azka.


“Kacau itu banyak artiannya, bisa jadi Kerajaan itu terkena bencana alam atau punya Raja tidak kompeten atau memang rakyatnya yang tidak bersikap seperti rakyat, jadi kacau seperti apa yang kamu maksud” tanya Azka.


“Kacau dalam artian terkena bencana setan” jawab Xiao Bai pasti sambil bertos ria dengan Bao Yu membuat Tao dan Zhishu hanya mampu terkekeh pelan.


Sedangkan di pikiran Azka kini semrawutan beberapa kuntilanak, buto ijo, jaelangkung, zombie, pocong, vampire, dan teman temannya.

__ADS_1


Apa itu yang di maksud bencana setan?


“Jangan banyak berfikir, biar aku yang menjelaskan bencana setan yang di maksud anak anak” sela Zhishu membuat fikiran Azka tentang kelompok setan buyar seketika.


“Nama Kerajaan Anyelir memang sedikit aneh bukan, itu karna si pembangun Kerajaan itu menyukai bunga Anyelir makanya Kerajaannya diberi nama seperti itu, terlebih Kerajaan ini berada di tengah tengah perbatasan dua lautan dan tidak mengikuti Dataran atau Benua manapun, istilahnya mungkin Kerajaan ini berdiri sendiri.


Nah mula mula Kerajaan Anyelir sangat makmur akibat pemimpin mereka yang suka menghambur hambur kan Koin untuk rakyatnya, rakyat di sana juga rata rata orang pedalaman, namun lama kelamaan Kerajaan Anyelir mulai terkenal akibat sumber dayanya yang melimpah, bayangkan saja Kerajaan mereka berada di tengah tengah lautan yang pastinya kaya akan sumber daya alam, di tambah lagi Kerajaan itu tidak terdapat spirit beast sedikitpun hinga tidak perlu khawatir jika seandainya akan ada Spirit Beast yang mengamuk. jadi lah Kerajaan Anyelir itu semakin terkenal dan melambung tinggi sampai ke Benua Benua lain.


Akibatnya banyak sekali orang orang yang berbondong bondong kesana untuk sekedar jalan jalan atau membeli dan bertukar barang, bahkan rakyat pedalaman yang semula tidak tahu cara memakai hanfu selain memakai kulit binatang pun jadi ikutan memakai hanfu dan melakukan hal hal yang orang orang ibukota sering lakukan” ujar Zhishu panjang kali kali lebar membuat Xiao Bai serta Bao Yu menganga lebar.


“Wah ayahanda, informasi yang ayah punya sungguh mendetail aku jadi penasaran siapa yang memberi tahu ayahanda hal ini” sahut Xiao Bai membuat Zhishu tersenyum dan mengingat satu orang.


‘Sepertinya aku harus memberi hadiah kepada Jingmi’


“Tunggu dulu, jadi dimana letak yang kamu sebut kacau? dan juga apa pemimpin Kerajaan itu masih sering menghambur hamburkan Koin? wah … demokratis sekali, apa Koinnya tidak habis?” tanya Azka beruntun.


“Meski Xiao Bai tidak tahu apa itu demokat is tapi kacau yang Xiao Bai maksud adalah, 3 tahun terakhir ini pemimin Kerajaan itu sering hilang hilangan namun setiap kembali pasti membawa banyak sekali koin emas untuk di bagikan, dan anehnya lagi semenjak saat itu Kerajaan Anyelir juga sering di serang setan” jelas Xiao Bai membuat Azka mengangguk ngangguk mengerti.


Sedari awal pemimpinya saja sudah mencurigakan, sekaya apa coba dia sampai mampu menghambur hamburkan koin emas setiap harinya.


“Serangan setan yang di maksud Xiao Bai adalah beberapa rakyat disana yang sering menghilang pula tanpa meninggalkan jejak seperti di culik setan, tapi beberapa kali kerap juga di temukan bekas kebakaran.


Seiring waktu rakyat yang menghilang tanpa jejak bahkan hampir mencapai setengahnya, beberapa pengunjung dari Kerajaan lain pun tak luput dari serangan setan itu hingga menyebabkan Kerajaan itu berangsur angsur sepi, menyeramkan dan akhirnya kacau balau seperti saat ini” sahut Bao Yu yang melanjutkan cerita Xiao Bai.


“Lalu kemana pemimpinnya? apa dia tidak membuat tindakan?” tanya Azka.


“Tidak sama sekali, dan perlakuan acuh dari sang pemimpin sukses membuat rakyat murka hingga tidak mau menerima pemberian koin emas lagi, atau bahkan beberapa dari mereka sampai ada yang berusaha melarikan diri ke Kerajaan lain” jawab Xiao Bai yang langsung di angguki Bao Yu.


“Wah wah, aku jadi penasaran mungkin perjalanan kita kali ini akan berjalan seru” sahut Azka membuat Zhishu terkekeh.


Istrinya ini memang menyukai tantangan.


“Tao kira kira dengan kecepatan santai seperti ini seberapa lama kita akan sampai di Kerajaan barat?” tanya Azka.


“Nanti malam kita akan sampai, apa aku harus mempercepat lajuku saja Nona agar punggung Nona tidak kebas akibat terlalu lama duduk?” tanya Tao.


“Tidak perlu lagi pula aku benar benar sedang ingin menikmati perjalanan ini” jawab Azka lalu menyenderkan pungungnya di dada bidang Zhishu.


“Baik Nona” sahut Tao lalu kembali fokus ke perjalanan mereka.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2