
“Nona Azka, aku benar benar tidak menyangka kita akan bertemu di sini”
***
Merasa di sapa akhirnya Azka menoleh dan mendapati Haechan yang sedang tersenyum secerah matahari kearahnya.
Shitt!! silau woyy.
“Ah Tetua ketiga, kebetulan sekali” sapa Azka balik yang mulai sok ngakrab, siapa tahu nanti dapet tumpangan gratis.
“Hei Nona tidak perlu seformal itu, Nona bisa memanggil ku Haechan, Chan’er atau suami juga boleh” sahut Haechan mode gombal, membuat tatapan Zhishu berubah menjadi setajam jarum pentul.
“Baik” jawab Azka ramah, namun dari nadanya itu benar benar terdengar sangat terpaksa, karna Azka memang sengaja melakukannya.
Namun bukannya tersinggung Haechan malah senyum senyum sendiri, dasar muka tembok! tapi muka tembok juga di butuhkan saat memperjuangkan wanita yang sudah punya kekasih.
“Ngomong ngomong Nona Azka mau kemana?” tanya Haechan ramah namun tidak dengan tatapannya yang menelisik ke arah Xi Long.
“Ah, perkenalkan ini Xi Long teman baikku” jawab Azka masih dengan keramahan palsu.
“Dan untuk tujuan, bukankah Tetua sudah mengetahuinya, bahkan Tetua sudah menungguku sejak aku memasuki Kerajaan Anyelir” lanjut Azka yang dengan santainya membuka kartu Haechan tanpa dosa.
“Ahahahaha Nona bisa saja” sahut Haechan sedikit canggung.
Yah kedoknya terbuka.
“Apa kalian sudah selesai?” tanya Zhishu dengan suara baritonnya.
“Pstt kamu marah? bukankah kamu yang menyuruhku untuk masuk kedalam permainannya?” tanya Azka sambil berbisik namun sia sia karna bisikannya kaya orang berbicara pada umumnya, jadi Haechan bakalan denger termasuk Xi Long sekalipun.
Xi Long benar benar ingin mengubur dirinya sendiri, bagaimana bisa dia di kumpulkan dengan orang orang yang suka buka kartu alias aib seperti Azka.
“Istri benar, ayo pergi bukankah A Chan sudah menyiapkan kapal untuk kita” ajak Zhishu sambil merangkul pundak Azka lalu berjalan ke arah perahu milik Haechan dan meninggalkan Haechan sendirian yang sedang mengepalkan tangannya kuat kuat.
Bener bener gak ada akhlak.
“Apa urat malu kalian berdua sudah tidak tersambung?” tanya Xi Long sambil mengikuti langkah keduanya.
“Kamu tahu letak kapal- eh perahu milik Haechan?” tanya Azka pada Zhishu tanpa menghiraukan pertanyaan Xi Long yang kini mendengus kesal.
“Ya, aku mendapat gambarannya dari mata mata” jawab Zhishu santai lalu mengajak Azka naik keatas perahu yang cukup mewah untuk ukuran zaman kuno.
“Tetua ketiga ayo cepat sebelum hari semakin siang” teriak Azka kepada Haechan yang masih di tempat yang sama dengan keadaan memunggunginya membuat Azka tidak tahu apa yang di lakukan Haechan.
__ADS_1
Namun Azka sangat yakin jika Haechan sedang menahan amarah, terlihat dari kepalan tangannya serta aura tidak mengenakkan yang keluar dari tubuhnya.
“Nona tunggu aku!!” teriak Haechan lalu berlari dengan riang untuk menyusul Azka yang sudah naik duluan dengan banTuan Zhishu.
Cepat sekali ya perubahan emosinya.
Tidak terasa hari sudah mulai siang, cuaca di tengah lautan benar benar panas untungnya tertolong dengan angin yang terus bertiup kencang membuat Azka masih betah.
Selain cuaca panas, keadaan hati Haechan juga tak kalah panas! bagaimana tidak, sedari tadi dia di suguhkan dengan pemandangan pemanis dari dua orang yang menganggap perahunya adalah milik mereka sendiri.
“Kamu kepanasan?” tanya Zhishu sambil merapikan rambut Azka yang berantakan akibat terpaan langit.
“Tidak ini menyenangkan” jawab Azka singkat sambil terus memperhatikan wajah tampan Zhishu.
“Apa ada sesuatu di wajahku?” tanya Zhishu lagi karna Azka yang masih betah memandangi wajahnya dari dua jam yang lalu, dan dia tidak capek, untung masih berkedip.
“Tidak, aku hanya suka saja melihatnya” jawab Azka santai tanpa mengalihkan pandangannya.
Xi Long diam Xi Long Baygon😂 (obat nyamuk)
“Tuan apa kamu baik baik saja?” tanya Jia Li yang mendatangi Haechan menggunakan wujud manusianya.
Jia Li merasa Tuannya sedang dalam suasana hati yang buruk, dan hal itu terbukti dengan Haechan yang sedang menatap kemesraan Azka dan Zhishu dengan mata penuh percikan api kasat mata.
“Wah … Zhu Zhishu, dia pasti sengaja melakukan ini” lanjutnya dengan tangan yang semakin mengepal.
“Bukankah Tuan hanya ingin membuat Zhishu kesal, tapi kenapa malah Tuan yang terlihat kesal dengan melihat kedekatan keduanya?” tanya Jia Li yang mulai memberanikan diri membuat Haechan sontak menoleh.
“Emm… itu… apa Tuan mencintai Nona Azka?” lanjut Jia Li menyakan dengan sangat hati hati.
“Kata siapa!! aku hanya tidak ingin melihat mereka berdua bahagia!!” teriak Haechan lalu segera pergi meninggalkan Jia Li yang terdiam.
“Tuan kamu mencintainya” gumam Jia Li pasrah lalu menyusul Haechan yang berjalan ke ruang kemudi.
Kita kembali kepada Azka yang masih betah bermesraan dengan Zhishu.
“Kira kira butuh waktu berapa lama lagi kita akan sampai?” tanya Azka.
“Eumm perjalanannya kurang lebih memakan waktu 4 sampai 5 jam, jadi 2 jam lagi kita akan sampai” jawab Zhishu sambil menyenderkan kepala Azka di bahunya untuk menikmati terpaan angin di siang otw sore ini.
Tidak terasa 2 jam telah berlalu, kini rombongan Azka sudah turun dari atas perahu dengan Xi Long yang sedang menuntahkan isi perutnya.
Kasian udah jomblo mabok laut lagi.
__ADS_1
“Hoekk- Hoek … aduh pelan pelan dong mijitnya” protes Xi Long dengan suara paraunya membuat Zhishu memelankan pijatan tidak ikhlasnya.
Awalnya Azka yang akan membantu Xi Long, namun Zhishu tidak mau tangan Azka yang merupakan asetnya menyentuh pria lain.
“Nih minum” perintah Azka sambil memberikan sebotol air surgawi kepada Xi Long yang masih berjongkok ria di pinggir laut.
Tepat saat Xi Long membuka tutup botolnya seketika aroma khas air surgawi menyeruak begitu saja, membuat Haechan segera mengambil botol itu dari tangan Xi Long dan sukses membuat Xi Long kesal setengah mati.
“I-ini air surgawi?!” tanya Haechan sedikit mengeraskan suaranya.
“Iya, kenapa? kamu mau? ambil saja” jawab Azka santai sambil memberikan Xi Long botol air yang lain.
“Kamu benar benar memberikan Air berharga ini hanya untuk penderita muntah perjalanan? kyaaa” tanya Haechan lalu berteriak saat Xi Long menggunakan air surgawi untuk berkumur.
“Ada yang salah?” tanya Azka lagi yang masih kalem, lalu menyuruh Zhishu untuk menghentikan pijatannya.
“Jelas!! ini simpan, harusnya Nona hati hati memakainya, hal ini bisa meningkatkan tingkat kultivasi Nona, Nona juga bisa memakainya saat terjadi luka berat, jadi Nona tidak bisa menggunakan air ini sembarangan” nasihat Haechan sambil memberikan sebotol air itu kepada Azka.
“Aku bahkan menggunakan air ini untuk cuci piring” ingin rasanya Azka menjawab seperti itu, namun dia urungkan karna nanti masalahnya bisa panjang.
Setelah perdebatan kecil itu, akhirnya rombongan Azka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke gerbang utara Benua Tengah.
Benua Tengah memang berbeda dari Benua Benua lainnya, Benua ini penjagaannya sangat ketat, selain itu Benua Tengah terkenal dengan orang orang berkultivasi tinggi, jadi orang orang seperti Azka yang kultivasinya hanya mencapai tingkat Emas akhir mungkin akan tereliminasi dari hidup enak.
Dia pasti di ganggu oleh bangsawan2 bahkan rakyat jelata sekalipun, namun apa benar hal itu akan terjadi kepada Azka? kita lihat saja siapa yang akan di ganggu dan mengganggu.
Kini rombongan Azka sudah tiba tepat di depan gerbang besar Benua Tengah bagian utara yang di jaga 100 pasukan bersenjata, identitas mereka kini benar benar di pertanyakan di sini.
Pertama Zhu Zhishu, seseorang yang sangat sangat hebat namun terkenal tidak bisa berkultivasi dan tidak memiliki bakat apapun.
Kedua Jovanka Azkiya, seorang gadis yang memakai pakaian pria dan tidak memiliki identitas lain selain asalnya yang dari Hutan Kematian lapisan kesembilan tapi mengaku asli Kerajaan Timur yang merupakan istri dari Zhu Zhishu.
Ketiga Xi Long, Anj*ng berkepala tiga yang menyamar sebagai pria hot, tapi Xi Long sama dengan Azka yang tidak memiliki identitas, namun dengan percaya dirinya Xi Long mengatakan kalau dia adalah simpanan Azka yang baru baru ini ketahuan sama Zhishu.
Emang dasar sialan!😂
Dan yang terakhir, Hua Haechan pria lemah lembut yang sayangnya pemimpin dari Dataran Dong Fang ini ternyata sudah di Blacklist oleh Kaisar Iblis dan tidak boleh memasuki Kerajannya lagi.
Apakah mereka akan di perbolehkan masuk, mengingat syarat masuknya yang gak gampang.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
__ADS_1