Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Hyunjin


__ADS_3

“Istrirahat sebentar aku haus, lagi pula gedung itu bukan runtuh secara tiba tiba melainkan di sengaja”


“APA!!!” teriak Zhishu, Tao dan Xiao Bai secara bersaman sontak membuat Bao Yu yang kembali minum auto keselek.


***


“Uhukk… Uhukkk….. GAK USAH TERIAK TERIAK BISA GAK SIH!!!” maki Bao Yu saat dirasa udah gak batuk lagi.


“KAKAK JUGA LAGI TERIAK!!!” teriak Xiao Bai balik ikutan tidak terima.


“KAMU JUGA JANGAN IKUTAN TERIAK DONG” sahut Tao menyela Xiao Bai dengan berteriak juga -_-


“Ohh jadi sekarang paman Tao gitu ya sama Xiao Bai” ujar Xiao Bai sambil menggulung lengan bajunya membuat Tao menelan salivanya susah payah.


Readers ayo selamatkan Tao dari iblis kecil Xiao Bai.


“Sudah sudah jangan bertengkar, tadi gimana itu yang gedung runtuh di sengaja?” tanya Zhishu mencoba melerai karna hanya dia yang paling waras saat ini.


Tao be like : “Selamat!!!”


“Jadi setelah gedung itu runtuh mungkin ada semingguan Tuan mengurung diri di kamar hingga membuat paman Hyunjin khawatir, saat itu Tuan merasa bersalah karna di fikirannya mungkin ini bukan hanya runtuh biasa namun pasti di sengaja oleh seseorang, dan Tuan mencuriagi keluarga wanita yang telah dia bunuh”


“Loh kenapa kok mencurigai keluarga itu?” tanya Tao menyela.


“Sebenarnya saat pembunuhan itu terjadi Tuan menyadari satu hal, yaitu kamera CCTV tersembunyi yan-”


“Tunggu tunggu apa itu kamera CTV?” kali ini Zhishu yang menyela.


Yah di sini Bao Yu adalah calon kandidat orang tersabar no 1 di dunia, bagaimana tidak sedari awal bercerita selalu ada yang menyelanya menanyakan ini itu, misalnya.


Apa itu mobil?


Apa itu Pesawat?


Apa itu Brankar?


Apa itu Rumah Sakit? apa itu rumah milik orang yang lagi sakit?


Apa itu Dokter?


Dan masih banyak lagi, dan Bao Yu harus benar benar menjelaskannya menurut ingatan yang dia dapatkan dari Azka.


“CCTV bukan CTV, itu tuh benda yang bisa buat ngerekam semua kejadian di tempat yang di taruhi benda itu” jawab Bao Yu membuat ketiganya mengangguk faham.


“Jadi seperti mata dewa gitu ya” sahut Xiao Bai membuat Bao Yu hanya menghela nafasnya kasar.


“Yah sebut saja sesukamu” ujar Bao Yu pasrah.


“Dan kalian tahu, ternyata CCTV itu di gunakan untuk merekam perbuatan menjijikkan dari wanita yang di bunuh Tuan, jadi istilahnya emang sengaja di taruh oleh wanita itu, nah disana keluarga si wanita itu yang menemukan kamera tersembunyi itu dan otomatis tahu kalau Tuan lah pelakunya tapi anehnya keluarga itu tidak melaporkan Tuan ke kepolisian melainkan membalas dendam dengan cara mereka sendiri.


Dan yah mereka menaruh alat peledak dengan kapasitas ledakan kecil yang mungkin hanya mampu meledakkan beberapa meter saja, itulah alasan sebenarnya dari runtuhnya gedung Panti Asuhan Myungseong”


“Jadi kenapa bunda bisa segitu takutnya jadi buronan, bukankah bunda sudah terbebas dari ancaman buronan karna keluarga sialan itu tidak melaporkan bunda ke polisi?” tanya Xiao Bai dengan pose berfikir yang terlihat imut.


Xiao Bai sudah faham tentang Azka yang terlihat menjauhi sesama jenisnya, bayangkan saja jika dia di posisi Azka yang melihat kegiatan menjijikkan secara langsung dan bukan dari video saat seorang perempuan dewasa telah melakukan hal menjijikkan pada orang yang dia sayangi.

__ADS_1


Di tambah saat itu usia Azka baru mencapai 5 tahun, maka jawabannya Trauma!! pasti itu.


“Kau tahu semua manusia itu serakah, mana mungkin keluarga itu melepaskan Tuan begitu saja, tidak hanya meledakkan panti asuhan mereka menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Tuan serta paman hyunjin yang waktu itu di ketahui tidak sedang berada di panti, sampai akhirnya mereka menemukan rekaman CCTV yang menunjukkan Tuan dan paman Hyunjin yang meninggalkan Negara Korea Selatan, jadilah mereka menyusul ke China untuk memburu Tuan dan paman Hyunjin.


Dan yah hal itu mampu membuat Tuan bolak balik melarikan diri dengan mengganti identitas sampai pergi ke beberapa negara lain dengan bantuan Kartu Kredit dan juga paman Hyunjin yang mulai belajar tentang program computer dan sebagainya, ah istilahnya paman Hyunjin kini menjadi mata Tuan saat mereka dalam pelarian.


Eumm kira kira selama 3 tahun lamanya hidup Tuan dan paman rasanya menjadi buronan, hingga pada puncaknya waktu itu Tuan dengan nekat masuk kedalam organisasi pembunuh bayaran untuk menyerang balik mereka yang telah memburunya” jawab Bao Yu bercerita panjang lebar.


“Woahh pelarian 3 tahun yang benar saja!! mungkin jika aku berada di posisi Nona aku sudah gantung diri dari dua tahun sebelumnya” sahut Tao makin terkejut dengan kejutan kejutan yang ada pada diri Nonanya.


“Tapi kak bukankah ada saat dimana kartu kredit itu akan habis atau bahkan di ambil oleh penolong ibunda?” tanya Xiao Bai.


“Kamu benar, selain melarikan diri paman Hyunjin juga bekerja untuk beberapa perusahan menjadi promammer jarak jauh, di situlah mereka berdua mendapatkan pemasukkan lain agar tidak selalu mengandalkan kartu kredit” jawab Bao Yu meski masih menimbulkan pertanyaan di benak Xiao Bai ‘Apa itu programmer?’ tapi itu tidak penting yang terpenting adalah.


“Kenapa bunda tidak menyerang balik sedari awal, bukankah dengan begitu bunda juga akan terbebas dari buronan lebih awal juga?”


“Xi’er usia Tuan waktu itu baru menginjak 5 sampai 8 tahun dan juga usia paman Hyunjin masih 10 sampai 13 tahun, tanpa adanya kemampuan serta koneksi mana bisa mereka berdua menyerang balik, mereka berdua lebih sibuk mempelajari bahasa bahasa asing untuk berkomunikasi karna itu adalah langkah awal untuk mendapat koneksi.


Beruntung saat beberapa kali Tuan melarikan diri dia telah berhasil mendapat beberapa koneksi dan beberapa informasi tentang dunia gelap para pembunuh bayaran hingga Tuan memutuskan untuk masuk kedalamnya dan menjalankan pelatihan pelatihan tempur hingga mampu menyerang balik mereka yang telah membuat kehidupan masa kecil Tuan dan paman Hyunjin hancur berantakan” jawab Bao Yu membuat Xiao Bai sedikit kecewa.


“Kenapa harus masuk ke dunia gelap” gumam Xiao Bai yang tentunya di dengar oleh Bao Yu.


“Kau tahu alasan Tuan bersembunyi dalam kegelapan? karna dia takut kalau seandainya terangnya cahaya ternyata akan jauh lebih menyakitinya” jawab Bao Yu membuat Xiao Bai perlahan mengerti dan mulai menerima.


“Ehemm kenapa sedari tadi Master diam saja?” tanya Tao yang mulai menyadari jika sedari tadi Zhishu hanya diam melamunkan sesuatu.


“Aku hanya berfikir, jika Hyunjin adalah mata istri saat pelarian jadi Hyunjin sudah tahu dong kalau istri menjadi buronan? dan juga saat istri telah memutuskan untuk menyerang balik, apa itu artinya dia sudah tahu jika dalang di balik runtuhnya panti asuhan adalah keluarga si wanita mati itu?” tanya Zhishu saat merasa ada yang sumbang dalam cerita Bao Yu.


“Ooo aku salut dengan pengamatan Master Zhu yang hampir menyamai Tuan” sahut Bao Yu menggoda Zhishu namun tidak mendapat tanggapan apapun -_-


Yah hal itu sukses membuat Tuan merasa bersalah hingga merasa di hantui oleh kesalahannya di tenggah tengah pelarian mereka selama 3 tahun itu.


Hancur hancur dan hancur, hanya itu yang Tuan rasakan” jawab Bao Yu membuat ketiga pria di depannya menundukkan kepala mereka ikut merasakan betapa sulit masa kecil yang di alami Azka.


Masa kecil yang seharusnya bahagia bersama kedua orang tua serta kakaknya, ah sekali lagi Azka bahkan tidak tahu sebenarnya dia itu lahir dari Rahim siapa? masa kecilnya benar benar hancur berantakan.


Hanya demi melindungi satu orang Azka bahkan rela menjadi buronan selama 3 tahun lamanya, pantas saja Azka sangat trauma terhadap buronan karna dia pernah merasakan yang terburuk dalam menjadi buronan.


Tapi jika di tanya lagi, apa Azka harus memilih menjadi buronan atau menyelamatkan nyawa sang kakak? maka jawabannya tetap sama meski dia tahu konsekuensi berat yang harus di tanggung kedepannya.


Dia akan tetap memilih untuk menyelamatkan nyawa Na Hyunjin, atau sekarang sudah berganti menjadi Jovanka Hyunjin.


“Dan ini untuk menjawab pertanyaan tentang paman Hyunjin!! mustahil bukan jika paman Hyunjin yang bekerja di balik layar tidak tahu apapun, tapi sayangnya memang paman Hyunjin benar benar tidak tahu apapun!! soal buronan Tuan hanya bilang jika mereka yang memburunya merupakan musuh dari ayah yang mengadopsinya, jadi Tetap harus waspada karna kemungkinan besar mereka akan menggunakan Tuan dan paman Hyunjin sebagai ancaman dari Tuan Jovanka.


Dan anehnya paman Hyunjin percaya begitu saja, hal itu yang membuatku semakin mencurigai ada yang tidak beres dengan bangkitnya Paman Hyunjin dari kematian, apa dia benar benar masih paman Hyunjin” jawab Bao Yu membuat Zhishu semakin mengerti kemana arah yang sedang Bao Yu maksud.


“Tidak berhenti di situ, hari dimana Tuan terjun payung ke dalam jurang bersama ku yang berada di ruang dimensi, sebelumnya paman Hyunjin sempat mengatakan kepada Tuan untuk ‘Berhati hatilah dalam bertindak karna apapun yang seharusnya terjadi memang akan terjadi meski harus menentang kehendak langit’ kalian tahu artinya bukan?” lanjut Bao Yu menannyakan tentang kecurigaannya terhadap Hyunjin.


“Kenapa sepertinya paman Hyunjin mengetahui hal apa yang akan menimpa ibunda” jawab Xiao Bai namun mengandung pertanyaan yang sama persis dengan pertannyan yang berada di benak mereka berempat.


“Bingo!!” sahut Bao Yu yang meniru aksen gaul dari ingatan Azka saat menemukan sesuatu yang benar.


“Untuk saat ini kita akan mencari tahu diam diam siapa itu paman Hyunjin, apa ada hubungannya dengan tubuh Tuan yang melintasi waktu, tapi sekarang kita perlu menemui Tuan terlebih dahulu” lanjut Bao Yu mengutarakan keinginannya untuk menyelidiki.


“Tunggu apa lagi ayo menemui Nona sebelum dia berprasangka buruk terhadap dirinya sendiri dan menganggap kita membencinya” sahut Tao dengan semangat sambil berdiri dan mengibas ngibaskan hanfunya yang sedikit kotor terkena tanah.

__ADS_1


“Kakak tahu di mana ibunda?” tanya Xiao Bai.


“Cari saja dia di tempat tinggi seperti di atas pohon, atap pavilium maupun pinggiran tebing, atau cari saja di tempat yang punya sumber air seperti sungai, air terjun dan danau biasanya Tuan akan kesana jika sedang senggang ataupun suntuk memikirkan sesuatu” jawab Bao Yu yang kini ikutan berdiri bersama Xiao Bai.


“Paman ayo” ajak Bao Yu kepada Zhishu.


“Hyunjin siapa kamu sebenarnya” gumam Zhishu pelan, ya dia sedari tadi memikirkan hal ini.


Sebenarnya Zhishu tidak begitu mempermasalahkan Hyunjin calon kakak ipar nya selagi laki laki itu tidak membahayakan Azka, tapi berbeda halnya jika Hyunjin bukan lah Hyunjin.


Tentu saja Zhishu harus waspada, apa tujuan orang itu menjadi Hyunjin dan menjaga calon istrinya.


>>>>>>


Kita beralih kepada Azka yang kini berada di atas pohon mangga yang nyempil di tengah tengah lautan pohon pinus di hutan pinus ini.


Sebenarnya pohon itu Azka yang menanamnya sendiri dan langsung di gede in karna berhubung elemennya sudah bisa di gunakan.


Bukan tanpa alasan Azka bersantai di atas pohon ini, dia sedang menunggu untuk di hujat, di protes, di maki atau apapun itu oleh orang orang yang sudah mengetahui masa lalu kelamnya,


Mengingat seberapa besar dosanya pada para penghuni panti asuhan yang meninggal akibat ulahnya yang melarikan diri tanpa berfikir panjang terlebih dahulu, biarlah dia di benci, karna memang hal itu sudah sepantasnya dia dapatkan.


“Hyunjin Oppa…… sudah lama banget ya” gumam Azka pelan sembari mengingat wajah tampan sang kakak yang sangat dia rindukan.


“Bagaimana kabar mu? apa kamu baik baik saja? apa kamu bahagia atau bersedih karna aku yang tiba tiba menghilang tanpa jejak” lanjutnya kini dengan suara yang lebih pelan lagi bahkan terdengar lirih dan menyakitkan di telinga orang.


“Oppaa…. Neomu Bogosipeo” tidak tahan lagi akhirnya Azka mulai meneteskan air matanya.


“Aniya, gwenchana asal oppa baik baik saja itu sudah cukup untuk ku, terimakasih atas semuanya tanpa oppa entah bagaimana kelanjutan hidup tidak berarti milikku” lanjut Azka dengan air mata berjatuhan mengingat bagaimana depresinya saat pelarian dengan bayang bayang orang tidak bersalah yang telah terbunuh karna ulahnya.


Tentang sakitnya tertembak pertama kali saat usianya baru mencapai 9 tahun, tapi dengan adanya Hyunjin yang senantiasa mengobati luka fisik serta luka hatinya saat mendapati dirinya menjadi penjahat mungkin itu sudah lebih dari cukup.


Disaat Azka merengek meminta untuk di ajari sang kakak tentang medis agar dia mampu mengobati lukanya sendiri tanpa harus mengkhawatirkan Hyunjin.


Ah Azka ingat betul saat dimana usianya menginjak 11 tahun dan kakaknya sudah lulus sekolah kedokteran di usia muda, Azka mulai keluar dari organisasi pembunuh bayaran dan membuat dirinya menjadi pembunuh bayaran individu untuk meminimalisir terbunuhnya orang orang tidak bersalah karna dia hanya membunuh untuk orang yang pantas di bunuh dan bukan menjalankan sesuai perintah atasan yang kadang masih membunuh sesuka hati sesuai permintaan klien.


Tepat pada saat itu juga, Hyunjin memulai karirnya di bidang kedokteran di bantu Azka sampai di usia Azka mencapai 13 tahun dan hyunjin 18 tahun akhirnya mereka berdua berhasil membuat rumah sakit sendiri dengan Hyunjin yang menjadi Direktur Utama dan merangkap menjadi Kepala Dokter pula, sedangkan Azka dia menjadi CEO yang misterius tanpa wajah, ehem hanya numpang nama, tidak tidak sebenarnya Azka juga mengurus semuanya karna dia lebih baik di bidang pengusaha di banding Hyunjin yang hanya tau membedah orang dan juga computer.


Ya selain Dokter Hyunjin juga masih tetap ke profesi awalnya yaitu seorang programmer.


Lalu pada saat usia Azka hampir mencapai 15 tahun dan Hyunjin yang hampir 20 tahun, akhirnya Rumah Sakit mereka berhasil menempati urutan pertama di China dengan nama Jovank’s Hospital dan membuat anak perusahaan di bidang Game memanfaatkan kecerdasan Hyunjin dan di berinama Jovank’s Group.


“Yah setidaknya aku meninggalkan Oppa dengan kesuksesan bukan dengan menjadi buronan” gumam Azka lalu terkekeh pelan sambil mengusap air matanya.


“Heh setidaknya aku masih punya harapan dengan mencari lembah kehidupan dan kembali untuk menemui mu oppa” lanjutnya lalu mengedarkan pandangannya hingga tatapannya bertemu dengan rombongan ketiga binatang kontraknya beserta Zhishu yang masih merengut memikirkan sesuatu.


‘Oh tidak!! aku memang sudah menyiapkan diri untuk di hujat, tapi kenapa mereka musti rame rame ngehujatnya, ini sungguh di luar ekspektasi’ batin Azka mulai panik saat rombongan itu mendekat.


Ya, Azka memang siap di hujat tapi tolong satu satu jangan ramean gini dong, bisa syok dia!! kaya mau demo aja, untung gak bawa bendera sekalian.


TBC.


Oke guys… semalem gue ketuduran lagi😑, aduh kebo emang susah ya😅 ketemu bantal ama Kasur auto molor… jadi mulai sekarang author bakal usahain ngetik siang aja biar kalo malem up nya gak kemalaman juga😁.


Maaf ya guys….🙏🙏 maafin dong🙏🙏

__ADS_1


👋👋👋


__ADS_2