Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Strategi


__ADS_3

“Jadi orang yang selalu membersihkan kekacauan yang telah aku buat, itu beneran kamu?”


***


“Itu sebenarnya, Minghao dan Shuwan yang melakukannya” jawab Zhishu sambil memalingkan wajahnya kearah lain.


Habislah Zhishu, dia ingat betul bagaimana kesalnya Azka saat ada orang yang mencampuri urusannya.


“Siapa mereka berdua?” tanya Azka lagi.


“Itu… mereka hanya orang lewat yang tidak penting” jawab Zhishu bohong.


“Ahh dan sialnya orang lewat yang tidak penting itu adalah kedua bawahanmu” lanjut Azka membuat mata Zhishu membola.


“Is-istri… tolong dengarkan aku, aku benar benar tidak bisa menahan diri untuk tidak menghabisi mereka yang berani mencelakaimu” sahut Zhishu sambil mengelus surai Azka lembut.


“Kamuu….. jangan bersikap manis!!! kau tahu kan aku tidak suka jika ada orang lain yang mecampuri urusanku” bentak Azka membuat Zhishu menurunkan tangannya dengan lemas.


“Tapi aku kan bukan orang lain” sahut Zhishu sambil mengerucutkan bibirnya lucu.


Azka tahan kok, Azka gak bakal goyah sama sikap imut Zhishu.


“Jika bukan orang lain lalu apa?” tanya Azka ketus.


“Aku kan calon suami kamu” jawab Zhishu lalu mencium kening Azka lama.


Ambyarrr sudah….


“Ishhh” racau Azka kesal yang hanya di balas kekehan oleh Zhishu.


Fiks…azka gak jadi marah, kan calon suami (


“Ayo pulang anak anak pasti khawatir” ajak Azka lalu bersiap turun dari pangkuan Zhishu, namun dengan cepat Zhishu menahannya karna itu adalah posisi ternyaman baginya.


“Jangan khawatir mereka sudah aku suruh ke istana kegelapan dan di jaga ketat oleh anak buahku” sahut Zhishu membuat Azka mengerutkan dahinya.


“Ya terus kita gak pulang gitu?” tanya Azka dengan logat gaul nya.


“Kita sudah pulang kok” jawab Zhishu santai lalu menyenderkan kepala Azka kembali ke bahunya.


“Maksudnya?”


“Karna aku adalah rumah terbaik untuk mu tempat ternyaman untuk mengeluarkan keluh kesah mu, dan juga tempat untuk mengukir kebahagianmu, kemanapun kamu pergi kamu tetap akan kembali ke rumah mu dan rumah itu adalah aku” jawab Zhishu panjang lebar membuat wajah Azka kembali memerah.


“Berhenti menggombal atau aku akan melompat ke bawah” ancam Azka yang perlu mengistirahatkan jantungnya yang sudah bekerja ekstra hari ini.


“Jangan!! nanti kalau kamu lompat aku bakalan jadi duda tampan” sahut Zhishu lalu mengeratkan pelukan nya kepada gadisnya.


“Sial” gumam Azka membuat Zhishu kembali terkekeh.


Malam yang indah bersama gadisnya adalah hal terindah bagi Zhishu.


“Bukan kah kamu ingin tahu bagaimana bisa Master Hebat sepertiku bisa menjadi orang idiot dari keluarga Feng?” tanya Zhishu yang di balas anggukan antusias oleh Azka.


“Jadi gini…….”


Zhishu mulai bercerita panjang lebar tentang bagaimana kehidupan kelamnya dulu, di mulai dari tetua pertama terdahulu yang telah berhutang nyawa pada ibunya Zhishu, lalu terjadi sesuatu yang tidak di inginkan hinga melibatkan hidup ibunya Zhishu sampai pada akhirnya Zhishu di asuh oleh tetua pertama keluarga Feng.


“Istri kau tahu? aku benar benar membenci yang namanya cinta terlarang” ujar Zhishu lirih, dia benar benar merasa terpukul jika mengingat masa lalunya yang amat sangat kelam.


“Kenapa?” tanya Azka pelan karna sudah mulai mengantuk.


Berada di pelukan Zhishu dengan suara gemericik air dan juga terpaan angin sepoi sepoi membuat mata Azka memberat.


“Karna ibu dan ayahku pernah mengalami hal itu, mereka berdua adalah dua orang yang seharusnya tidak saling mengenal bahkan saling bertatap muka, namun takdir berkata lain hingga membuat mereka berdua saling menyakiti, maka dari itu aku melepaskan diriku dari ikatan apapun agar aku dapat mencintai sesuka ku pada orang yang aku cintai” jawab Zhishu sambil mengelus lembut surai Azka.


“Karna aku tidak ingin berakhir sama seperti mereka” lanjut Zhishu parau mengingat identitasnya yang seharusnya tidak di lahirkan di dunia ini.


Sebelum bertemu Azka hidup Zhishu bagaikan layangan putus yang hanya terus melayang mengikuti arus angin, jika angin berhembus kencang maka dia akan terbang tinggi namun jika sebaliknya Zhishu akan jatuh dan tidak akan bangkit.


Namun setelah bertemu dengan Azka, hidup Zhishu berubah dia memiliki obsesi tinggi untuk bisa hidup bahagia bersama Azka si gadis yang menerima segala kekurangan Zhishu, bahkan bila perlu Zhishu sendiri akan menentang takdir jika itu bersangkutan dengan Azka.


“Bagaimana bisa kamu tertidur di akhir cerita” gumam Zhishu saat melihat Azka yang tertidur pulas di pelukannya lalu menggendong gadisnya ala koala untuk masuk kedalam rumah pohon yang sudah di bangun Minghao dengan susah payah karna Zhishu benar benar mendadak saat menginginkannya.

__ADS_1


>>>>


Keesokan harinya Azka terbangun dengan Zhishu yang tertidur pulas di sebelahnya.


Niatnya mau marah tapi dia urungkan saat melihat Zhishu yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya, akhirnya Azka bangun dari tidurnya tanpa suara lalu segera mandi dan membuat beberapa makanan untuk dirinya dan Zhishu.


Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Azka selesai membuatkan Zhishu sarapan sup gingseng ribuan tahun yang tentunya bergizi dan juga mempunya kegunaan untuk memperkuat kekuatan fisik dan tenaga dalam seseorang.


Azka bahkan memasukkan beberapa potongan daging kecil di dalamnya dan tidak lupa semangkuk nasi untuk pelengkap.


Setelah di rasa semuanya siap Azka segera membawa masakannya keluar dari ruang dimensi dan beralih membangunkan Zhishu yang masih saja terlelap di atas ranjang besar yang masih kalah empuk dari ranjang Queen Size milik Azka.


“Zhishu bangun lah, Zhishu Zhishu” panggil Azka sambil menepuk nepuk pelan pipi Zhishu.


“Eunghh”


Bukannya bangun Zhishu malah melenguh pelan lalu menarik Azka agar tertuduk di atas ranjang lalu memindahkan posisi kepalanya menjadi berada di pangkuan Azka dan melanjutkan tidur nyenyaknya kembali.


“Masih ingin tidur?” tanya Azka sambil mengelus lembut rambut Zhishu membuat pria itu semakin merasa nyaman.


“Hmm” gumam Zhishu pelan.


“Baiklah, aku akan membuat mu tertidur SELAMANYA!!!” teriak Azka sambil menggantikan elusan lembutnya menjadi jambakan maut membuat Zhishu terbangun dengan nafas tersenggal senggal akibat kaget.


“Ah istri kenapa kau berubah menjadi ibu tiri yang kejam” sahut Zhishu lalu pergi membersihkan dirinya dengan kaki yang di hentak hentakkan.


“Ahh dasar, untung rumah pohon ini tidak roboh karna ulahnya” gumam Azka lalu beranjak pergi ke balkon tempat dia menaruh sarapannya, memilih untuk menunggu Zhishu di sana.


Pagi yang menyenangkan bagi Azka, berada di rumah yang dia impikan bersama dengan orang yang dia cintai membuatnya tidak ingin pergi dari sini.


Bisa kah Azka egois dengan tetap berada disini dan meninggalkan kakak nya di zaman modern sendirian, bisakah Azka meminta hal lebih kepada tuhan untuk bisa hidup bersama dengan Zhishu dan kakaknya bersamaan.


Bisa kah tuhan mengabulkan keinginannya.


“Istri sedang apa?” tanya Zhishu yang sudah selesai dengan mandi kilatnya dan mendapati Azka yang sedang melamun menghadap ke arah sungai lalu memeluk Azka dari belakang.


Posisi yang dia dan Azka sukai.


“Maka aku akan mewujudkannya” jawab Zhishu pasti membuat Azka ingin menangis saat itu juga.


“Semoga saja” gumam Azka pelan.


Sekali lagi dia merasa begitu egois terhadap Zhishu.


Bagaimana jika nantinya Azka pergi Zhishu malah membencinya dan bukannya mencarinya.


Di satu sisi Azka berharap Zhishu mencarinya dan menyusulnya meski itu mustahil, tapi di satu sisi Azka lebih ingin Zhishu membencinya karna itu memang pantas dia dapatkan.


“Jangan memikirkan hal yang membuatmu terbebani karna apapun resikonya nanti aku akan menanggung semuanya asalkan kamu tidak meninggalkanku dengan sengaja” sahut Zhishu lalu menarik Azka menuju meja makan untuk sarapan.


Permintaan Zhishu apa Azka bisa menyanggupinya?


“Jika seandainya suatu saat nanti aku benar benar meninggalkan mu dengan sengaja apa yang akan kau lakukan?” tanya Azka setelah mereka berdua selesai sarapan.


“Entahlah, mungkin aku tidak akan hidup” jawab Zhishu singkat namun mampu membuat Azka seperti terhantam batu 500 kilo.


“Apa istri berniat melakukannya?” tanya Zhishu dengan tatapan menyelidik.


“Sebaiknya kita segera pergi, aku memiliki firasat buruk tentang jendral Fang yang pastinya akan membalaskan dendamnya kepadaku” bukannya menjawab Azka malah mengalihkan perhatian membuat Zhishu mengernyitkan dahinya heran.


Dengan segera Azka membereskan semua mangkuk kotor dan langsung beranjak mengajak Zhishu untuk kembali.


‘Istri apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari ku’ batin Zhishu lalu segera membawa Azka berteleport ke penginapan Azka yang sebelumnya.


Kenapa bukan ke istananya? karna Zhishu masih belum ingin menunjukkan istana horornya kepada gadis yang dia cintai ini.


Mungkin menunggu Zhishu merombak istananya menjadi sedikit bercahaya dan tentunya merubah suasana nya agar tidak terlihat seperti pemakaman, lagi pula Zhishu juga sudah mentelepati bawahannya untuk membawa ketiga binatang kontrak Azka menuju penginapan kembali.


“Ayahanda!!!” teriak Xiao bai sambil berlari ke arah Zhishu dan Azka yang tiba tiba muncul di dalam kamar penginapan.


“Hap… apa Xi’er bersenang senang?” tanya Zhishu setelah membawa Xiao bai kedalam gendongannya.


“Tentu saja!!! para bawahan ayahanda sangat penurut” jawab Xiao bai semangat mengingat bagaimana kelakuan iblis nya yang telah menjahili Jingmi sampai para jendral milik Zhishu, membuat Tao dan Bao yu hanya mampu menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Benar benar iblis kecil.


“Xi’er kau tidak menganiaya mereka kan?” tanya Azka dengan tangan yang memijit pelipisnya.


Ternyata Azka masih belum terbiasa berteleport bersama Zhishu.


“Tentu saja tidak Xiao bai kan anak baik baik” jawab Xiao bai membuat Zhishu mengelus rambut nya sayang, sedangkan Tao dan Xiao bai hanya mendecih.


Jika menganiaya adalah hal baik maka mereka berdua tidak bisa membayangkan bagaimana hal buruknya.


“Tao pergilah meminta bantuan pada teman teman mu untuk menjaga Akademi Seribu Bayangan, dan Bao yu pergilah memata matai pergerakan jendral Fang dan Xi’er kamu akan ikut aku dan Zhishu untuk pergi ke istana Kerajaan Barat untuk membuat formasi perlindungan lalu aku dan Zhishu akan pergi menemui guru untuk mendiskusikan sesuatu yang penting” ujar Azka memberi perintah kepada ketiga binatang kontraknya.


Meski Azka adalah orang yang sering bekerja secara individu namun jangan remehkan tentang kemampuannya yang sangat baik dalam mengatur strategi.


“Kenapa kita harus melakukannya?” tanya Tao.


“Aku punya firasat buruk tentang Jendral Fang yang pastinya akan membalaskan dendamnya kepadaku” jawab Azka.


“Aku setuju, Jendral Fang adalah orang dengan ambisi besar yang ingin menguasai benua ini, dan orang orang seperti dia biasanya punya sesuatu yang kuat di belakangnya, apa lagi tuan sudah membuat anak kesayangannya cacat bisa di pastikan dia tidak akan tinggal diam” sahut Bao yu menjelaskan analisisnya.


“Jika tidak mana mungkin dia berani punya keinginan besar seperti itu” sahut Xiao bai mengeluarkan pendapatnya.


“Kalian tenang saja semenjak Jendral Fang menargetkan istri aku sudah menyuruh bawahan ku untuk memata matainya” ujar Zhishu lalu menjentikkan jarinya dan saat itu juga satu orang datang dengan pakaian serba hitam dan langsung berlutut di hadapan Zhishu.


“Salam Yang Mulia, salam Nyonya Besar” ujar orang itu sambil menundukkan kepalanya.


Sontak Azka menoleh mencari orang yang di maksud bawahan Zhishu sebagai nyonya besar tapi nihil di ruangan itu hanya ada dia dan antek anteknya.


“Bagaimana?” tanya Zhishu singkat.


“Setelah beberapa hari ini saya mengamati pergerakan Jendral Fang awalnya dia berencana untuk menyerang Akademi Seribu Bayangan pada akhir bulan di bulan selanjutnya, namun waktu nyonya besar membuat anak perempuannya bisu Jendral Fang berniat mempercepat penyerangan menjadi lusa” jawab bawahan itu panjang kali lebar.


“Tunggu tunggu, siapa sih Nyonya besar?” tanya Azka kebingungan, apa iya Zhishu sudah punya istri lain yang di panggil nyonya besar oleh para bawahannya.


Jika iya azka pasti akan memotong ***** zhishu yang berani menggodanya padahal sudah punya istri.


“Tentu saja itu adalah anda nyonya” jawab bawahan Zhishu.


“Aku? Enak saja aku ini masih muda tau!!” protes Azka tidak terima.


“Aku yang menyuruhnya, apa kamu keberatan jika iya aku akan menyuruh mereka memanggilmu Yang Mulia Ratu saja bagaimana?” tawar Zhishu membuat Azka merengut sebal, semua panggilan itu membuatnya terlihat sangat tua.


“Tidak perlu, lanjutkan saja pembicaraannya” jawab Azka sambil menggembungkan pipinya membuat Zhishu gemas.


Andai saja ini sedang tidak dalam keadaan serius dia pasti sudah menarik Azka kedalam pelukannya lalu menguyel nguyel pipi itu sampai puas.


“Apa istana kerajaan barat juga termasuk dalam target penyerangannya kali ini?” lanjut Zhishu menanyakan kelanjutannya.


“Tidak Yang Mulia, tapi Jendral Fang menyuruh 10 pembunuh bayaran tingkat Kristal awal untuk membunuh keluarga kerajaan dan menyiapkan 10 ribu pasukan untuk menyerang Akademi Seribu Bayangan” jawab bawahan Zhishu.


“Yang benar saja!! dari mana dia mendapatkan pasukan sebanyak itu?” tanya Azka tidak percaya, seberapa kuat orang yang berada di belakang Jendral ini.


“Tidak salah lagi, pembunuh bayaran dengan tingkat kultivasi yang tinggi dan punya pasukan dengan jumlah sebesar itu bersamanya ini adalah ulah orang orang Benua Tengah” jawab Zhishu yang di iya kan bawahannya.


Tebakan Zhishu benar adanya.


“Benua Tengah?” tanya Azka bingung.


“Benua tengah adalah tempat orang orang dengan kultivasi tinggi berada dan juga tempat dimana kerajaan iblis berdiri” sahut Bao yu menjawab pertanyaan Azka.


“Bisa di pastikan jika kerajaan iblis kembali berulah dengan benua tianyu yang menjadi sasaran utamanya” sahut Tao yang sedari tadi diam menyimak.


“Ah Xiao bai tidak menyangka akan berurusan dengan orang orang ini” sahut Xiao bai yang sekarang turun dari gendongan Zhishu.


“Tunggu dulu jika mereka berniat menyerang akademi lusa maka seharusnya sekarang mereka sudah mulai bergerak” sahut Azka yang di angguki semua orang.


Kalian sudah tahu bukan jika perjalanan dari Kerajaan barat menuju Akademi Seribu Bayangan itu membutuhkan waktu 3 hari untuk sampai.


“Jika sudah begini maka kita harus mengganti strategi” ujar Azka yang di angguki semua orang.


TBC


jangan lupa tingggal kan jejak ya guys😊

__ADS_1


__ADS_2