Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
114 Pil Regenerasi


__ADS_3

“Ah maaf telah lancang” ujar Azka lalu membungkuk untuk meminta maaf.


***


“Tidak apa, lebih baik kita segera kembali sebelum Guru yang lain mencarimu” ajak Guru Yao yang langsung di laksanakan oleh Azka.


Setelah melewati beberapa koridor seperti sebelumnya akhirnya Azka dan Guru Yao tiba di tempat utama dimana sekarang terlihat Guru Ling yang sedang berdebat dengan Guru Fao, dan lagi Guru hwang yang hanya diam melihatnya sebagai penonton.


“Ada apa ini?” tanya Guru Yao saat mereka berdua sudah dekat dengan posisi Guru Guru yang lainnya.


“Guru Yao, kau harus berpihak pada ku! lihat lah Guru Ling yang masih ngotot ingin membuat Pil Regenerasi yang tak kunjung jadi, jika hal ini terus berlanjut bukankah kita akan mengalami kerugian! lagi pula bahan untuk membuat Pil itu sudah hampir habis” ujar Guru Fao yang mulai mengadu kepada Guru Yao untuk mencari sekutu.


“Ya!! apa ada cara lain agar kita bisa lebih cepat untuk mendapat lebih banyak koin emas di akhir bulan nanti?” tanya Guru Ling emosi membuat Azka sedikit kaget.


Ternyata di balik sikap ramah Guru Ling pak tua itu juga merupakan Guru yang kolot dan juga mudah emosi.


“Tentu saja!! aku pasti akan membuat lebih banyak pedang untuk menjualnya di pasar” jawab Guru Fao membuat Guru Ling membuang nafasnya kasar.


“Itu saja tidak cukup!! apa kamu pikir akan laku di saat beberapa orang sudah mulai mencari Roh Pedang dari pada membeli pedang baru?” tanya Guru Ling tidak terima.


“Haiss kalian berdua ini bisa diam tidak!! lihat betapa memalukan sikap kekanak kanakan kalian di depan Murid kita” ujar Guru Hwang menengahi perdebatan itu sambil menunjuk Azka yang masih syok melihat sisi lain dari Guru Guru Akademi.


Sontak semua orang terdiam memandang Azka yang kini bingung harus berbuat apa.


“Ah, saya pamit undur diri” ujar Azka canggung namun malah pergi mendekati Guru Ling yang tengah terduduk di lantai dengan Hanfu dan wajah penuh cemong gosong akibat ledakan tadi.


“Guru Ling, menggunakan tanaman Gingseng sebagai pengganti Jamur Lingzhi bukanlah hal baik, memang benar Jamur Lingzhi sulit ditemukan, namun jika terus berlanjut percobaan Pil itu akan tetap gagal” ujar Azka tiba tiba sambil memberikan sebuah kantung besar yang baru saja dia ambil dari ruang dimensi kepada Guru Ling yang masih melongo menatap Azka.


“Ah dan juga hati hati jangan sampai apinya terlalu besar” lanjutnya lalu segera pergi meninggalkan Pavilium beserta Para Guru yang masih melongo menatap kepergiannya.


“Apa yang di berikan bocah itu?” tanya Guru Fao heboh saat Azka benar benar telah pergi dari pekarangan Pavilium para Guru.


“Guru Fao kenapa sikap mu saat di depan Nona Azka dan saat di belakang Nona Azka sangat berbeda?” tanya Guru Yao saat melihat tingkah heboh Guru Fao yang sebelumnya sangat dingin dan judas jika di depan Azka.

__ADS_1


“Apa pedulimu? ayolah cepat bilang apa isi kantung itu, kenapa diam saja? dan ekspresi macam apa itu?” tanya Guru Fao beruntun saat melihat ekspresi syok dari Guru Ling dan juga Guru Hwang yang berada di sebelah Guru Ling.


“I – ini tidak salah lagi!! … Jamur Lingzhi yang berumur 500 tahun!!”


“APA!!” teriak Guru Fao dan Guru Yao bersamaan.


Oh ayolah siapa yang tidak tahu dengan Jamur Linzhi, Jamur Spiritual langka dengan harga yang tidak murah!! 1 Jamur Lingzhi berusia 10 tahun saja sudah menghabiskan 10.000 koin emas, apalagi ini SEKARUNG JAMUR LINGZHI BERUSIA 500 TAHUN!!


Kira kira berapa banyak koin emas yang di butuhkan untuk membelinya.


“Tidak jangan menerimanya!! Murid sombong itu pasti punya maksud tersembunyi saat memberikan ini” ujar Guru Fao membuat ketiga Guru lain menatapnya horror.


“Guru Fao bukankah kamu terlalu berlebihan? kenapa kamu selalu mencurigai Nona Azka? dia hanya bermaksud baik untuk menolong kita” protes Guru Yao tidak terima.


Sejauh ini pemngamatannya tentang sikap Azka sangat baik, hanya saja Azka memang kurang di bidang tata krama, lantas di bagian mana yang menyebabkan gadis itu perlu di curigai.


“Ingat di dunia ini tidak ada yang percuma!! apa saat ini Guru Yao percaya begitu saja? oh ayolah gunakan akal sehat mu? bukankah begitu Guru Ling, Guru Hwang?” tanya Guru Fao mencari pendapat lain.


“Aku juga sama dengan Guru Ling, benar kata Guru Yao kita tidak boleh berprasangka buruk, tata krama Nona Azka memang jauh dari kata baik namun sikap serta hati Nona Azka benar benar baik, dan lagi sepertinya Nona Azka mengerti tentang pengobatan” ujar Guru Hwang membuat Guru Fao emosi.


“Kalian ini benar benar sudah di butakan oleh harta!! lihat saja aku akan mencari kejelasannya sendiri dan membongkar semua kebusukan Murid itu” ujar Guru Fao lalu segera melesat pergi meninggalkan Pavilium para Guru.


“Ya!! Guru Fao!! bukan kah kamu terlalu kasar terhadap kami!!” teriak Guru Yao tidak terima dan hendak mengejar Guru Fao namun berhasil di tahan oleh Guru Ling.


“Biarkan saja, bocah itu memang sangat kasar, traumanya terhadap para Bangsawan mungkin belum menghilang” ujar Guru Ling.


“Tapi, Guru Fao saat marah dia bisa melakukan apapun, aku hanya khawatir terhadap Nona Azka” sahut Guru Yao.


“Tidak perlu khawatir, Nona Azka pasti bisa melaluinya, sebelum kesini aku mendengar dari Murid lain jika hari ini Nona Azka mengalahkan Guru Fao saat latihan pedang” sahut Guru Hwang yang memang sudah mendengar gosip ini sebelumnya.


“Benarkah?” tanya Guru Yao memastikan.


“Benar” jawab Guru Hwang membuat Guru Yao merasa lega.

__ADS_1


“Baiklah aku akan segera mengubah bahan bahan ini menjadi Pil, setelah itu aku akan memberikannya kembali kepada Nona Azka” ujar Guru Ling yang langsung di angguki oleh Guru Guru yang lain.


Yah mereka cukup tahu diri untuk tidak mengambil semua Jamur yang di berikan Azka, mereka hanya mengambil secukupnya lalu mengembalikannya, karna mereka tidak ingin mengambil keuntungan dari sesuatu yang bukan hak mereka.


Sedangkan di lain tempat tepatnya di Pavilium Baru yang kini di beri nama Azka Pavilium Hutan Bambu, Azka sedang berbincang bersama Zhishu dan yang lainnya di ruang tengah untuk membahas Akademi Gujao yang menolak anggaran dari Kerajaan Iblis.


“Aku pernah mendengar jika ada satu organisasi yang menentang sistem bangsawan yang di buat Kerajaan Iblis, tidak kusangka ternyata organisasi itu adalah Akademi Gujao” ujar Xi Long sambil memasukkan buah cerry ke dalam mulutnya.


“Hmm? Swisthem Bwangshwan?” tanya Azka dengan mulut penuh cerry akibat Zhishu yang terus terusan memasukkan buah itu kedalam mulutnya.


“Telan dulu sayang baru bicara” sahut Zhishu sambil memberikan minum kepada Azka.


“Bunda tidak tahu? sistem bangsawan adalah sistem paling mengerikan bagi rakyat miskin yang di buat oleh Kerajaan Iblis” ujar Xiao Bai yang langsung di angguki oleh Tao dan Bao Yu yang sedang mengupas apel untuk mereka makan.


“Rakyat miskin? bukankah di Benua ini tidak ada rakyat miskin?” tanya Azka kali ini dengan suara yang jelas karna cerry cerry nya sudah tertelan.


“Tentu saja ad-h”


“Ada yang mendekat!!” potong Bao Yu lalu segera menarik Tao dan Xiao Bai untuk segera masuk ke dalam ruang dimensi, begitu juga dengan Xi Long yang segera mengemasi buah buahan yang masih terececer agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Zhishu? jangan di tanya, dia bahkan masih sempat sempatnya mencium kening Azka lalu memakaikan cadar di wajah cantik sang gadis sambil berbisik “Jangan biarkan laki laki lain melihat aset ku” lalu segera melesat pergi ke ruang dimensi.


Ah … pria ini sungguh manis.


Brak!!!


Suara gebrakan pintu pavilium sontak membuyarkan lamunan indah Azka tentang Zhishu.


“Azka!!”


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2