
Sedangkan di lain tempat terlihat seorang pria tampan memasuki Istana Kerajaan Timur di ikuti kedua bawahannya, setiap langkah kakinya menciptakan bunyi ledakan di susul bangunan istana yang runtuh.
***
Pria itu memiliki tato burung Phoenix bewarna biru yang sedang melawan Naga bewarna emas di ekor matanya membuat wajah tampannya bertambah tiga kali lipat, rambut putih nya berkibar di terpa angin membuatnya terlihat seperti dewa yang keluar dari lukisan.
“Apa Jal*** itu kembali membawa bala bantuan” teriak pria paruh baya sambil berlari menghampiri asal keributan itu dia tak lain adalah Kaisar Tang.
Di belakangnya terdapat ke empat Pangeran, dan beberapa pengawal kerajaan yang mengekorinya dari belakang, sesampainya di depan pria yang membuat ledakan di istananya sontak Kaisar Tang jatuh terduduk di tanah.
“Surga!!! tat- tattoo itu Yang Mulia Master Zhu!!!” teriak Kaisar Tang lalu dengan cepat bersujud di hadapan pria itu di ikuti para Pangeran dan pengawal.
“Ada apa gerangan yang membuat Raja Kegelapan datang ke gubuk reyot kami?” tanya Putra Mahkota sambil menahan gemetaran di tubuhnya karna aura dari Master Zhu.
Bukannya menjawab Master Zhu malah menjentikkan jarinya mengeluarkan singgahsana besar di tengah tengah kedua bawahannya lalu duduk dengan anggun di atasnya.
Tidak ada yang berani membuka pembicaraan bahkan Kaisar Tang dan keempat Pangeran masih dalam keadaan bersujud di hadapan Master Zhu.
“Apa kalian tahu dimana letak kesalahan kalian?” tanya Master Zhu dengan nada tegasnya membuat Kaisar dan para Pangeran makin gemetaran.
“Jika kami telah membuat kesalahan, mohon kebaikan hati Yang Mulia untuk memaafkan kami” jawab Kaisar Tang sambil mengatuk ngatukkan kepalanya berulangkali ke tanah.
“Ahh Maaf, apa hanya itu yang kau bisa” ujar Master Zhu dengan nada acuh tak acuh.
Kaisar Tang dan para Pangeran menahan takut bahkan para pengawal hampir terkencing di celana karna saking takutnya.
“Apa mereka pengawal yang tadi menyerang calon Ratu Kegelapan” lanjut Master Zhu sambil menunjuk kumpulan pengawal di belakang para pangeran.
Duarrr……
Seketika tubuh kumpulan Pengawal itu meledak menciptakan hujan darah dimana mana, bahkan mereka belum sempat menjerit kesakitan.
Kaisar Tang dan keempat pangeran pun semakin merinding disko dikala tubuh mereka terciprat genangan darah yang terasa hangat.
“Bangun lah dan lihat itu” perintah Master Zhu yang langsung di laksanakan oleh Kaisar Tang beserta keempat pangeran.
Master Zhu menunjuk bangunan Istana megah dihadapan nya dan seketika.
Duaarrrr……..
Hancur sudah bangunan itu rata dengan tanah.
“Itu hukaman untuk kalian yang sudah berani melukai calon Ratu Kegelapan” lanjut Master Zhu di sertai senyum smirk di wajahnya.
__ADS_1
“Kalian berdua bunuh keempat pangeran itu lalu sisakan Kaisar Tang untuk ku, ah dan jangan lupa jelaskan dengan detail apa kesalahan mereka” ujar Master Zhu memberi perintah kepada bawahannya lalu menghilang bersama singgahsananya menyisakan kedua bawahannya beserta anggota Kerajaan yang tersisa.
Kita kembali kepada Azka yang baru keluar dari Ruang Dimensi di ikuti ketiga binatang kontraknya, mereka berempat menuju sungai bertepatan dengan Zhishu yang baru selesai membersihkan tubuhnya.
Hari ini Zhishu memakai hanfu bewarna putih polos sangat pas dengan rambut putih panjangnya yang dia biarkan tergerai begitu saja.
“Kemarilah” perintah Azka sambil mengambil satu persatu kursi dan meja dari ruang dimensinya.
Setelah semuanya tertata rapi mereka berlima pun mulai makan dengan khidmad tidak ada yang bersuara sama sekali, hanya terdengar dentingan sedok dan piring yang saling beradu.
“Tao mungkin kau harus cepat membuat kan ku peluru itu” ujar Azka memulai pembicaraan saat makan malam telah usai.
“Ah iya kau bisa menyuruh Bao yu yang serba bisa itu membantumu” lanjut Azka berniat menggoda Bao yu.
“Baik Nona” jawab Tao patuh sambil tersenyum mengejek Bao yu, sedangkan yang di bicarakan hanya mendengus kesal menatap Tao penuh permusuhan.
“Hahahahaha sudah sudah Bao yu jangan menatap Tao seperti itu sekarang kalian bertiga beristirahatlah biar aku yang urus Zhishu” ujar Azka dengan tawa di bibirnya.
“Baik nona/ibunda” jawab Tao dan Xiao bai bersamaan, sedangkan Bao yu sudah pergi sambil ngedumal tidak jelas.
“Ahh bocah itu” ujar Azka melihat tingkah Bao yu yang kadang menggemaskan, kini di pinggir sungai itu hanya tersisa mereka berdua.
Brukk….. Akhhhh
Dan parahnya Azka mengenal orang itu dia adalah KAISAR TANG!!!.
Dengan cepat Azka menaiki kursinya lalu menutup kedua mata Zhishu yang berada di depannya.
“Apa kau melihatnya?” tanya Azka khawatir sambil menahan gejolak di perutnya.
Ya!! Azka benar benar ingin memuntahkan makan malamnya, Azka memang gadis kejam tapi dia tidak pernah melihat wajah semengerikan itu, namun apalah daya dia harus menahan rasa mual itu untuk melindungi Zhishu.
“Is istri makhluk apa itu?” tanya Zhishu gugup layaknya orang menahan takut.
“Akkhhhhhh Ra tu moh on akkhhh” tiba tiba Kaisar Tang berbicara tidak jelas di iringi teriakan kesakitan yang terdengar begitu memilukan.
Tanpa menghiraukan Kaisar Tang yang sedang ngedumal tidak jelas Azka membalik tubuh Zhishu dengan cepat menjadi menghadap dirinya lalu kedua tangannya merengkuh kepala Zhishu dan menyenderkan di bahunya.
“Zhishu tenanglah yang kau lihat tadi hanyalah tikus jadi jangan takut” ujar Azka menenangkan Zhishu yang sedang gemetaran di pelukan Azka.
Tuhan apa ini tidak terbalik??
“Ba gin da ratu moh hon maaf kan ham ba” ujar Kaisar Tang patah patah lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1
Tubuh Kaisar Tang tergeletak lemah di tanah Azka tidak tahu apa Kaisar itu sudah mati atau belum namun dia tetap membakar tubuh itu sampai hangus menjadi abu.
“Baginda Ratu siapa itu?” gumam Azka mencerna kata kata terakhir Kaisar Tang.
Sedangkan Zhishu? ohh jangan ditanya dia sedang menikmati pelukan hangat dari calon istri masa depannya, dia sengaja mengambil keuntungan dengan berpura pura ketakutan dan hasilnya… huhh menang banyak.
“Zhishu hey Zhishu” panggil Azka sambil menepuk nepuk punggung Zhishu, tidak ada sahutan namun terdengar nafas teratur dari Zhishu yang artinya dia tertidur?
“Huh anak ini bisa bisanya tertidur di saat genting kayak gini” ujar Azka ngedumel sendiri lalu mengeluarkan Kasur King size dari ruang dimensi meletakkannya tepat di bawah pohon mangga.
“Tao keluarlah bantu aku meletakkan bayi besar ini” ujar Azka memerintahkan Tao untuk keluar dari ruang dimensi.
Tao yang sedang menggosip bersama Xiao bai dan Bao yu sambil membuat peluru pun menghentikan kegiatannya lalu keluar membantu Azka menidurkan Zhishu.
Setelah itu Azka menyuruh Tao kembali.
‘Kalian melihatnya?’ tanya Azka membatin mencoba berkomunikasi dengan penghuni ruang dimensi.
‘Bunda apa perutmu masih mual?’ tanya Xiao bai mengkhawatirkan ibundanya.
‘Sudah tidak terlalu, kau tidak perlu khawatir’ jawab Azka sambil memanjat pohon mangga lalu mencari posisi enak untuk tidur.
‘Apa kalian tahu Ratu siapa yang di maksud Kaisar Tang?’ tanya Azka.
‘Entahlah, aku malah lebih penasaran dengan yang melakukan itu pada Kaisar Tang’ jawab Bao yu.
‘Kalau begitu besok pergilah ke Kerajaan Timur lihat keadaan disana” ujar Azka memerintahkan Bao yu.
“Baik Tuan” jawab Bao yu patuh.
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak, vote, like,⭐5, dan komen.
Terimakasih sudah membaca😊.
__ADS_1
Salam dari “Terlempar Ke Zaman Kuno”