Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Tato


__ADS_3

“Perkenalkan namaku Shuwan” ujar seseorang yang tiba tiba turun dari atas pohon membuat Tao sedikit kaget namun tidak dengan Bao Yu.


“Sesuai perintah tuan, mari aku antar ke istana kerajaan kegelapan” lanjut Shuwan sambil mempersilahkan Bao Yu dan Tao.


***


“Pstt… Shuwan apa temanmu yang bernama Jingmi itu baik baik saja?” tanya Tao sedikit was was saat di perjalanan menuju istana kerajaan kegelapan.


“Memangnya kenapa dia kan hanya bermain dengan Naga merah yang aku tidak tahu namanya itu” jawab Shuwan kebingungan.


Sedangkan Bao Yu dia tahu betul apa yang dimaksud Tao.


“Kau tau Xiao Bai adalah iblis kecil yang menjelma menjadi sosok yang menggemaskan, huhuhu jika dia sudah bercerita bisa di pastikan seharian penuh gak bakal berhenti deh” sahut Tao sedikit merinding mengingat nasib telinga dan pantatnya yang memanas akibat curhatan Xiao Bai.


“Dan yang lebih parahnya lagi”


“Suka membabu orang yang tingkatannya masih di bawahnya” sahut Bao Yu dan Tao secara bersamaan.


“Dan aku merupakan contoh orang yang selalu di suruh ini itu meski aku yang paling tua” ujar Tao meratapi nasibnya yang sering di suruh Xiao Bai menemani ini, membuatkan itu bahkan Tao pernah di suruh berlutut dan mengipasinya saat tidur.


Beruntung akhir akhir ini Azka selalu mengajak Tao kemana mana, dan meninggalkan Xiao Bai bersama Bao Yu yang jelas tingkatannya lebih tinggi darinya.


“Ah jika seperti ini aku jadi makin semangat melihat Jingmi menderita” sahut Shuwan tidak sabar, dia benar benar akan sangat senang jika melihat atasannya itu sengsara.


“Ah ternyata kau sama iblis nya dengan Xi’er” sahut Tao memahami isi otak dari seorang Shuwan yang tergolong dalam jajaran bawahan yang laknat pada atasan.


“Terserah, kita sudah sampai” ujar Shuwan saat kaki mereka bertiga sampai di depan gerbang istana bewarna hitam yang menjulang tinggi dengan tanaman rambat yang memenuhi pagar hitam itu ah dan jangan lupakan beberapa sarang laba laba yang masih terpatri dengan indahnya mengelilingi pintu pagar.


“Ini… istana atau pemakaman” sahut Tao dan Bao yu bersamaan.


“Ini tidak seperti yang kalian pikirkan, sebenarnya kami orang orang kerajaan kegelapan tidak pernah masuk istana lewat gerbang depan, samping mau pun belakang karna kami lebih suka berteleport yang pastinya lebih cepat” ujar Shuwan meluruskan masalah ini.


“Lah memangnya kalian gak punya pelayan wanita yang biasanya bersih bersih?” tanya Bao Yu, sesungguhnya Bao Yu benci kotor dan tempat ini seperti tidak pernah di jamah.


“Kami tidak merekrut perempuan karna di anggap menyusahkan, jadi kami membersihkan istana biasanya menggunakan elemen angin dan air itu saja, tapi kalian tenang saja keadaan di dalam jauh dari perkiraan kalian kok” jawab Jingmi panjang lebar karna mereka berdua adalah tamu kehormatan dari Tuannya.


“Masuk akal sih” sahut Bao Yu lalu segera membersihkan gerbang itu menggunakan elemen anginnya.


“Kenapa tidak ada penjaganya?” tanya Tao yang merasa bingung dengan keadaan gerbang istana besar yang di terlantarkan.


“Buat apa? kan tidak ada yang tahu lokasi istana ini, lagi pula keamanan istana ini di jaga menggunakan Formasi kuat” jawab Shuwan sambil menggerak gerakkan jarinya membuat segel tangan untuk membuka formasi.


Tepat setelah Shuwan menyelesaikan segelnya pintu gerbang itu langsung membuka dengan sendirinya memperlihatkan kan pemandangan yang sangat mencengangkan bagi Bao Yu dan Tao.


Istana besar dengan nuansa hitam putih terlihat menyeramkan namun elegan secara bersamaan, lalu terdapat kolam besar dengan patung Naga yang sedang bertarung dengan burung Phoenix, persis seperti tato yang berada pada mata kiri Zhishu.


Tidak berhenti di situ halaman luas istana itu di penuhi dengan tumbuhan herbal langka, lalu di tengah tengah halaman itu terdapat jalan setapak mengarah ke istana dan kolam besar, jalanan itu juga dilapisi kepingan emas yang di tata sedemikian rupa, errr bukankah ini terlihan membuang buang uang.


“Jalanan ini….. ini beneran kepingan koin emas?” tanya Tao tidak percaya sedangkan Bao Yu terlihat biasa saja karna dia sudah pernah melihat seseorang yang lebih boros lagi dari Zhishu.


“Itu… sebenarnya waktu gudang penyimpanan harta penuh Tuan sedikit kebingungan mau menaruh koin emasnya di mana, jadi dia menyuruh orang untuk menempelkannya di jalanan ini” jawab Shuwan memamerkan betapa borosnya tuannya itu.


“Kyaaa!!!! Xi’er sudah ya paman lelah”


“Tidak mau!!! jika paman membantah maka akan aku adukan pada bunda dan ayah”


“Tidak tidak, Xi’er kan Naga baik jadi jangan mengadu pada Nyonya besar dan Tuan ya”


“Iya tapi paman harus menggonggong terlebih dahulu”


“Huhuhu Tuan maaf kan aku, kenapa kau meninggalkan ku bersama iblis kecil ini!!!!” teriak Jingmi sambil berlari keluar menghampiri Shuwan meminta pertolongan.


Kedaan Jingmi sekarang jauh dari kata baik, rambut panjangnya bewarna coklat yang biasanya dia rawat sepenuh hati, sekarang sudah menjadi awut awutan, lalu wajahnya penuh dengan lingkaran lingkaran menggunakan tinta dan baju yang hampir sobek seperti habis di tarik sesuatu dengan keras.


Lalu di belakangnya terdapat Xiao bai dengan wujud bocahnya yang sedang berlari mengejar Jingmi sambil membawa kuas panjang di tangannya.


Bisa di tebak siapa pelaku yang telah menganiaya Jingmi.


“Huaa Shuwan selamatkan aku dari iblis kecil ini!!!” teriak Jingmi sambil berlindung di belakang Shuwan.


Shuwan sendiri hanya tertawa terpingkal pingkal melihat kesengsaraan dari Jingmi, bawahan laknat emang.


Sedangkan Tao dia menatap miris ke arah Jingmi, untungnya dia tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh Xiao Bai.

__ADS_1


“Xi’er” panggil Bao Yu dengan suara kekanak kanakan nya.


“Ah kakak kau di sini?” tanya Xiao Bai sedikit panik lalu membuang kuas panjangnya kebelakang secara asal.


“Tidak perlu berbasa basi, kenapa kau melakukan itu?” tanya Bao Yu kembali dengan ketus.


“Anuu kak ituu…. Xiao Bai hanya main main” jawab Xiao Bai sambil menunduk.


Xiao Bai sedikit takut dengan Bao Yu namun hal itu tidak berlaku jika menyangkut keselamatan Azka, contohnya saat Xiao Bai yang menjambak rambut Bao Yu gara gara Azka pingsan tanpa sepengetahuannya.


“Ah adik kecil aku tidak tahu nama mu tapi tolong selamatkan aku dari dia” ujar Jingmi sambil menunjuk ke arah Xiao Bai yang sedang menunduk di bawah tekanan Bao Yu.


“Kenapa kau hanya mencorat coret wajahnya saja, seharusnya bila perlu kau dandani saja orang itu seperti wanita, ah atau potong rambut panjangnya sampai botak” sahut Bao Yu membuat Xiao Bai langsung mendonggak sambil tersenyum.


Sedangkan Jingmi mulai panik “Ya dewa dari mana datangnya para iblis kecil berwajah imut ini!!!!” teriak Jingmi lalu lari terbirit birit meninggalkan halaman istana, meninggalkan Shuwan yang sedang tertawa terpingkal pingkal dan Tao yang menepuk dahinya.


Sedangkan si pelaku sedang bertos ria merayakan kemenangannya.


Kita beralih kepada Zhishu yang sedang berusaha merayu Azka dengan membawa gadisnya ke rumah pohon sederhana dengan balkon yang luas menghadap sungai yang di aliri air terjun.


Persis seperti rumah impian Azka dan author😭 yang tenang dan jauh dari kekacauan manusia manusia serakah.


Setelah Zhishu menurunkan Azka di gendongannya, Azka benar benar ingin muntah lagi karna belum pernah berteleport sebelumnya jadi agak pusing, tapi tidak jadi karna dia tercengang dengan pemandangan indah di depannya, ah rasanya tidak ingin pulang.


“Kau mau merayuku dengan ini, maaf gak mempan” ujar Azka ketus lalu duduk di pinggiran balkon dengan kaki yang di ayun ayunkan kebawah menikmati suasana nyaman di iringi suara riak air dari sungai.


Zhishu hanya mampu tersenyum di balik tudungnya, gadisnya ini ucapan sama kelakuan kenapa terlihat sangat kontras.


“Maafkan aku” sahut Zhishu sambil melepaskan tudung yang menutupi wajah tampannya.


“Tidak semudah itu ferguso, kau perlu menjelaskan alasan yang masuk akal kepadaku terlebih dahulu” ujar Azka sambil menoleh kebelakang tepat dimana Zhishu berada.


Dan detik itu juga jantung Azka copot turun ke pusar, apa saat tuhan menciptakan Zhishu dia lupa memberinya cela, kenapa bisa sesempurna ini.


‘Gak gak boleh terpesona pokoknya gak boleh’


‘Tapi dia ganteng, gimana dong?’


Batin Azka berkecamuk mencoba untuk menahan agar tidak menjerit menahan jiwa jiwa ke fangirlan nya yang suka keluar waktu liat cowok tampan ngelebihi bias.


Oh ayolah, tato itu terlalu cantik jika di sebut bekas luka.


“Zhishu, sebenarnya seberapa banyak kau membohongiku?” tanya Azka dengan suara lemahnya, terlalu banyak kebohongan yang dia terima membuatnya kenyang.


“Percayalah, aku memang berbohong untuk identitasku, dan bekas luka ini, tapi aku tidak pernah bermain main untuk cintaku” ujar Zhishu dengan suara baritonnya, dia tahu persis apa yang di maksud Azka.


Fiks…. Azka melting.


“Lalu kenapa kau menyembunyikan identitas mu? apa kau tidak mempercayaiku? dalam cinta kepercayan adalah hal yang paling di butuhkan, jadi dimananya yang kau sebut cinta?” tanya Azka beruntun.


Zhishu tidak menjawab kini dia beralih mendekati Azka lalu menghadapkan tubuh gadisnya kearahnya.


“Azka kau tahu jika cinta dapat melukaimu maka aku akan lebih memilih untuk tidak pernah mencintai seumur hidupku, identitas ku terlalu berbahaya untuk keselamatanmu maka dari itu aku menutupinya” jawab Zhishu dengan serius sambil mengelus telapak tangan Azka sayang.


Ini beneran Azka deg deg an baru kali ini Zhishu memanggil namanya langsung.


“Lalu kenapa kau membuka identitas mu pada hari penjamuan?” tanya Azka lagi kini dia sudah mulai melunak.


“Aku hanya berfikir jika aku menyembunyikan identitasku lebih lama lagi, mungkin itu tidak akan menguntungkan bagi hubungan kita”


“Hubungan? memangnya apa hubungan kita?”


“Tentu saja hubungan pertunangan kita, bukan kah kau sendiri yang telah mengumumkan hal itu ISTRI ku” jawab Zhishu sambil menekankan kata ISTRI.


“Ehem… ehem jangan memanggilku istri lagi, itu akan terdengar menggelikan jika keluar dari mulut seorang Master Hebat” sahut Azka sedikit kikuk, ah kini dia kemakan omongannya sendiri.


“Memangnya kenapa? yang penting aku menyukai istriku” sahut Zhishu membuat wajah Azka memerah malu.


“Kyaa!!! kau gila kita ini belum menikah” teriak Azka saat Zhishu dengan tiba tiba menariknya dan mendudukkannya di pangkuan pria itu.


“Apa istri mau menikah sekarang? aku tidak keberatan” tanya Zhishu sambil memeluk pinggang Azka dari belakang, dengan posisi menghadap ke arah sungai.


“Kau gila, aku ini masih anak anak!! usia ku saja masih 15 tahun dan juga aku ini gadis tanpa identitas yang tidak di ketahui asal usulnya loh!!” elak Azka tidak terima, mana mau dia nikah muda.

__ADS_1


“Memangnya kenapa? apa istri tidak mencintaiku?” tanya Zhishu serius sambil membalik tubuh kecil Azka agar berhadapan dengannya.


Azka hanya diam, lalu tangan kecilnya terulur untuk membelai lembut wajah tampan Zhishu dan Zhishu tentu saja menikmati hal itu.


“Zhishu, apapun identitas mu aku mencintai mu, hanya itu” jawab Azka di sertai senyum manisnya membuat Zhishu tidak mampu menahan diri saat itu juga.


“Istri” panggil Zhishu dengan suara seraknya membuat Azka merinding membayangkan yang iya iya.


“Hmm”


Cupp…….


“Darimana pun asalmu, yang ada aku hanya mencintaimu” ujar Zhishu setelah mengecup pelan bibir lembut Azka.


Pipi Azka sontak bersemu akibat ulah Zhishu, dan itu mampu membuat Zhishu tidak ingin melepaskan pelukannya kepada gadisnya, selamanya.


“Meski jika suatu saat aku harus kembali keasalku?” tanya Azka was was, dia masih ingat tujuannya yang mencari lembah kehidupan untuk bisa kembali pulang dan menemui kakak tercintanya.


Apa dia egois karna telah menerima cinta Zhishu disaat dia sendiri tahu jika suatu saat nanti dia pasti akan meninggalkan cintanya.


Kenapa rasanya tuhan begitu mempersulit takdir mereka berdua.


“Jika itu terjadi, maka aku bersumpah akan menyusulmu” jawab Zhishu pasti tanpa berfikir terlebih dahulu.


“Kau yakin?” tanya Azka sedikit kaget, dia tidak pernah mengira akan mendapat jawaban seperti itu.


“Jika itu untukmu kenapa aku harus ragu” jawab Zhishu di sertai senyuman maut darinya.


Tanpa aba aba Azka langsung memeluk erat tubuh Zhishu serta menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria yang di cintainya.


Zhishu? ya kaget lah Azka kan tidak pernah berinisiatif untuk memeluknya terlebih dahulu.


“Terimakasih karna sudah mencintai ku” ujar Azka terdengar pelan karna wajah kecilnya masih terbenam di dada bidang Zhishu.


“Seharusnya aku yang berterimakasih karna sudah mau menerimaku apapun identitasku” sahut Zhishu sambil membalas pelukan gadisnya lalu mengecupi pucuk kepala Azka berulang kali.


“Ah iya apa kau tidak ingin tahu tentang tato di sekitar mataku ini?” tanya Zhishu setelah puas mengecupi pucuk kepala Azka.


Mendengar itu Azka mendonggakkan wajahnya namun tidak melepaskan pelukannya “Apa itu boleh?”


“Tentu saja, aku mendapatkan tato ini karna telah berhasil mengontrak ruang dimensi sama sepertimu” jawab Zhishu sambil menarik tangan Azka yang ada tato mawar hitamnya lalu mengecupnya pelan.


“Kau tahu?” tanya Azka, bagaimana bisa Zhishu mengetahui tentang ruang dimensi yang selalu dia sembunyikan.


“Ya, aku tidak sengaja melihat tato mu waktu kamu tidur di punggung Tao setelah berperang melawan Kerajaan Timur, dan juga tentang kamu yang sering pergi sebentar namun kembali dengan pakaian rapi dan makanan enak bersamamu, jadi kalau bukan ruang dimensi lalu apa” jawab Zhishu jujur.


“Ahh… tapi kenapa punya mu bisa ada dua gambar dan kenapa posisi gambarnya berada di situ?”


“Itu karna ruang dimensi ku sebelumnya sedang di perebutkan oleh Naga emas dan Phoenix es namun yang berhasil memilikinya adalah aku, otomatis kedua binatang ilahi itu menjadi milikku juga, jadilah tato itu tercetak persis seperti keadaan kedua binatang kontrak ku yang sedang bertarung sebelumnya” jawab Zhishu panjang lebar.


“Tapi kenapa harus di area mata kirimu bukannya di pergelangan tangan sepertiku?” tanya Azka lagi masih penarasan.


“Hanya agar terlihat tampan, kenapa? apa kamu keberatan?” tanya Zhishu.


“Tidak, tapi itu masuk akal lebih baik kamu menggenakan topeng seperti biasanya saja” jawab Azka.


“Kenapa? apa kamu tidak ingin wajah tampan ku ini terlihat orang lain?” tanya Zhishu lagi bermaksut menggoda Azka.


“Tentu saja!! mana mau aku banyak saingan, tapi tidak apa aku pasti akan menghabisi wanita yang berani melirikmu” jawab Azka sambil mengepalkan tangannya membuat Zhishu terkekeh pelan.


“Oh tidak ini sulit” sahut Zhishu membuat Azka sedikit bingung, apa Zhishu tidak ingin Azka menghabisi cewek cewek genit yang ingin mendekatinya.


“Kenapa?”


“Karna aku semakin mencintai mu” jawab Zhishu ngegombal membuat pipi Azka bersemu untuk kesekian kalinya.


“Ah iya aku baru ingat satu hal” ujar Azka mengalihkan pembicaraan, karna jika di teruskan sudah pasti Zhishu tidak akan kelar kelar menggombalinya.


“Apa?”


“Jadi orang yang selalu membersihkan kekacauan yang telah aku buat, itu beneran kamu?”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊


__ADS_2