Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
9 Dapur Modern


__ADS_3

“Apa benar itu hanya kucing hitam, semoga kita bertemu lagi Tuan dari rubah berekor sembilan” gumam pemuda tampan itu sambil membelai topeng yang ada di tangannya.


***


Sesampainya Azka, Bao Yu, serta Tao di kamar, Azka langsung mengunci pintu lalu masuk ke ruang dimensi bersama Bao Yu serta Tao.


“IBUNDAA!!!!” teriak Xiao Bai lalu berlari menghampiri Azka sambil merentangkan kedua tangannya.


“HAP!! tertangkap, benar benar sambutan yang meriah” ujar Azka sambil menggendong Xiao Bai lalu menggesek gesekkan hidungnya dengan hidung Xiao Bai gemas.


Xiao Bai hanya tertawa menikmati perlakuan ibunya.


“Xiao Bai tunggu disini dulu bunda akan memasak sesuatu untuk kalian bertiga, Bao Yu tolong bantu aku” ujar Azka lalu menurunkan Xiao Bai dari gendongannya.


“Baik tuan” sahut Bao Yu lalu dengan riang menunjukkan arah dapur pada Azka.


Sedangkan Tao?? jangan ditanya dia sedang sibuk dengan pikirannya, saat ini difikirannya hanya ada ‘apakah Nonanya ini master tersembunyi, atau Nonanya ini orang dengan keberuntungan besar, dengan istana sebesar ini lalu kolam yang penuh dengan air surgawi dan jangan lupakan ladang yang penuh dengan tanaman herbal langka lalu apa maksud Nonanya dengan kata miskin’ itulah yang ada di fikiran Tao.


Sedangkan di tempat lain Azka sedang terkejut untuk kedua kalinya karna Bao Yu membawanya ke dapur yang ada di zaman modern, rak kaca yang penuh dengan piring mangkuk serta peralatan lainnya, panci, Teflon, wajan sampai minyak goreng dan bumbu dapur, beras yang bisa dipakai selama satu tahun, lalu di pojok terdapat tempat untuk mencuci piring lalu kompor tanpa gas yang dapat di nyalakan dengan api saja sepertinya pemilik sebelumnya juga mempunyai elemen api, tapi sayang tidak ada kulkas.


“Bao Yu kenapa kau tidak memberitahuku kalau ada tempat seperti ini disini?” tanya Azka masih sedikit kaget.


“Tuan tidak bertanya” jawab Bao Yu enteng.


“Benar juga sih” ujar Azka lalu mulai memasak di bantu Bao Yu.


Azka memotong kecil kecil daging kambing yang di belinya di pasar, sedangkan Bao Yu membantu memotong beberapa sayuran untuk campuran daging, Azka berniat bemasak nasi goreng tumis daging untuk dirinya, Bao Yu serta Xiao Bai, lalu untuk Tao, Azka membuatkan daging bakar karna Tao gak bisa pegang sendok kan kasian kalo di suruh makan nasi goreng.


Meskipun dulunya Azka adalah pembunuh bayaran namun dia juga jago dalam hal memasak sebab Azka sangat berperan dalam menjaga pola makan kakaknya, sedangkan Bao Yu bertahun tahun dia hanya bisa makan tanaman herbal jadi dia hanya bisa bantu potong potong sayur itupun dengan arahan Azka, Bao Yu memang tidak bisa memasak namun dia pandai membuat daging bakar tanpa rasa, jadilah selama 20 hari waktu azka belajar elemen hanya makan daging hambar.


Setelah masakan mereka berdua jadi mereka berdua segera membawa piring piring itu ke halaman depan untuk makan bersama.


“Astaga!!! pemandangan apa ini” teriak Azka melihat Tao yang sedang mengipasi Xiao Bai yang tertidur di gazebo menggunakan tangan cakarnya memegang dedaunan besar.


“Ahahaha Tuan sepertinya anakmu sedang memperbudak Tao” ujar Bao Yu mengompori Azka.


Tanpa membalas perkataan Bao Yu, Azka langsung berjalan ke arah gazebo lalu menaruh piring piringnya di atas meja bundar yang memang ada di sana, setelah itu dia tiba tiba menjewer telinga Xiao Bai sampai sang pemilik telinga terbangun.

__ADS_1


“Aduduh bunda, kenapa kamu menjewer telinga Xiao Bai” erang Xiao Bai sambil memegangi tangan Azka.


Sedangkan Bao Yu, dia hanya bisa tertawa cekikikan menyaksikan drama di depannya, lain hal nya dengan Tao yang memandang Nona nya penuh kekaguman, Nona nya berani menjewer telinga seekor Naga yang mulia wahh Tao benar benar beruntung mendapat kan Nona seperti Azka.


“Kau masih bertanya kenapa ha!!! sepertinya aku perlu mengajarimu tata krama” ujar Azka masih dengan tangan menjewer telinga Xiao Bai.


“Ah itu, bukan aku yang menyuruh paman dia sendiri yang menginginkannya” Xiao Bai yang sudah mengerti letak kesalahannya pun mencari alasan.


“Tuk… huh aku mana percaya” ujar Azka melepaskan jewerannya beralih menyentil dahi Xiao Bai.


“Akhh, maaf bunda Xiao Bai janji deh gak lagi, Xiao Bai kan hanya ingin mengerjai paman Tao” sahut Xiao Bai sambil memegangi keningnya lalu menundukkan kepalanya.


“Huh sudahlah lagi pula kau sudah mengakui kesalahan mu, sekarang bantu kakak mu menata piring di meja, biar aku yang mengambilkan kursi” ujar Azka yang di angguki Xiao Bai.


Setelah itu Azka menggunakan elemen tanaman rambatnya untuk menarik 3 kursi yang ada di dalam istana menuju gazebo, Bao Yu, Xiao Bai serta Azka langsung duduk di kursi sedangkan Tao duduk di atas meja dengan tubuh kucingnya.


“Wah bunda makanan ini terlihat aneh tapi rasanya enak” ujar Xiao Bai setelah menelan suapan pertama.


“Bewnar Tu-awn” sahut Bao Yu dengan mulut penuh makanan.


Sedangkan Tao dia sedang tidak bisa di ganggu gugat karna masih terfokus dengan makanan nya.


“Hehehehe” Bao Yu hanya tertawa garing lalu lanjut makan.


Setelah mereka berempat selesai makan dengan khidmat Azka menggendong Xiao Bai yang sudah tertidur karna kekenyangan.


“Bao Yu piring piring itu taruh saja di tempat pencuci piring biar aku yang mencucinya besok pagi, setelah itu kalian berdua istirahatlah biar aku membawa Xiao Bai ke atas untuk tidur”


“Baik Tuan/Nona” ujar Bao Yu serta Tao bersamaan.


Azka yang sudah merasa lelah langsung membawa Xiao Bai ke kamar untuk tidur.


……..


Ke esokan harinya di ruang dimensi.


Hari ini Azka berniat untuk mengajak Xiao Bai jalan jalan maka dari itu pagi pagi sekali Azka sudah siap dengan penampilannya yang cantik, dia menggunakan hanfu laki laki bewarna merah maroon dengan motif sulaman burung merpati di bawahnya, rambut hitam panjangnya hanya di biarkan di kucir kuda lalu di beri jepit rambut berbentuk bunga mawar bewarna hitam, dan jangan lupakan cadar yang bertengger manis di wajahnya.

__ADS_1


“Tao butuh berapa lama kamu untuk menerobos ke tingkat ilahi?” tanya Azka kepada Tao yang sedang makan buah apel di bawah pohon sakura.


“Kalau aku melakukan kultivasi pintu tertutup mungkin dalam 5 bulan dapat menerobos” jawab Tao setelah selesai menelan apel nya.


“Baiklah sekarang lakukan kultivasi pintu tertutup di lantai 3 aku tunggu kamu 5 bulan kedepan harus sudah bisa berubah menjadi orang tampan” ujar Azka lalu memberi Tao 1 buah botol porselen kecil.


“Baik Nona, tapi ini apa?” tanya Tao sambil melilit botol itu dengan ekornya yang panjang.


“Itu pil peningkat kultivasi, makanlah semoga kultivasi mu lancar” jawab Azka.


“Terimakasih Nona”


“Ibunda Xiao Bai sudah siap!!” teriak Xiao Bai dari depan pintu istana, hari ini Xiao Bai menggunakan hanfu merah maroon senada dengan milik Azka, rambut kecilnya hanya di ikat sebagian menggunakan pita kecil bewarna hitam benar benar simple namun terlihat imut.


“Baiklah ayo pergi” ujar Azka lalu menggendong Xiao Bai keluar dari ruang dimensi.


Beda halnya dengan ruang dimensi yang sudah pagi, di dunia nyata baru beranjak malam jadi Azka memutuskan untuk mengajak Xiao Bai makan malam di kedai.


Di jalan mereka berdua benar benar jadi pusat perhatian namun Azka hanya acuh, bayangkan saja laki laki tampan menggunakan cadar menggendong bayi berusia satu tahun yang sedang berceloteh membahas ini itu, benar benar ayah idaman, mereka tidak tahu saja kalau ayah itu sebenarnya adalah perempuan.


Sesampainya di kedai makanan yang lumayan ramai tiba tiba Azka di kejutkan dengan benda besar melayang menuju dirinya sontak Azka menghindar kesamping.


Brukk!! akh….


Tunggu dulu itu bukan benda melainkan manusia, dan Azka mengenal orang itu dia adalah Zhishu!!


.


.


.


.


.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2