
“Aku ingin membuatkan zhishu topeng yang baru” jawab azka.
***
“Buat apa nona? sebenarnya kan wajah zhishu gak kenapa napa” protes tao, dia merasa nonanya ini terlalu mengkhawatirkan bocah kekanak kanakan kek zhishu.
“Dia tidak baik baik saja, sudahlah cepat ajari aku” sahut azka.
“Baiklah, nona mau topeng yang bagaimana?” tanya tao pasrah.
“Pokoknya harus kuat sampai sulit di hancurkan” jawab azka.
Untuk membuat topeng yang bagus kira kira membutuhkan waktu setengah hari, bahkan tao benar benar hati hati memilih bahannya karna takut kena amukan azka.
Setengah hari pun berlalu, azka sudah menyelesaikan topeng buatannya dia membuatkan zhishu topeng yang berbeda dari milik zhishu yang sebelumnya.
Jika dulu topeng milik zhishu full menutupi setengah wajah zhishu dari dahi sampai dagu, maka azka membuatkan topeng yang hanya menutupi bagian mata dan sekitarnya, azka yakin dengan topeng buatannya ini zhishu tidak perlu kerepotan lagi untuk makan dan minum seperti sebelumnya.
Topeng baru zhishu yang di buatkan azka bewarna hitam dengan ukiran naga bewarna emas sangan kontras dengan wajah zhishu yang putih.
“Akhirnya, bukankah ini keren?” tanya azka pada tao sambil menatap topeng buatannya puas.
“Benar nona topeng itu sangat bagus, aku jadi bangga jadi guru pribadi nona” jawab tao membanggakan diri sendiri.
“Ya ya terserah, ah iya aku punya tugas lain untuk mu” ujar azka sambil memberikan tao sebuah gulungan kertas.
“Ini apa?” tanya tao kebingungan dengan gambar di kertas itu.
“Itu peluru, aku sangat membutuhkannya jadi itu hal wajib untuk kau buat” jawab azka.
“Gambaran nona sangat bagus dan teliti menjelaskan semua rinciannya, kapan nona menggambarnya?” tanya tao penasaran.
“Aku membuatnya saat berada di perpustakaan istana setelah belajar alchemist” jawab azka lalu pergi meninggalkan ruang dimensi tanpa mengucapkan terimakasih pada tao.
Habis manis sepah di buang ahh malang sekali kau tao.
“Wahh nona tidak bisakah kau berterimakasih padaku karna telah mengajarimu!!!” teriak tao frustasi karna di tinggalkan.
Karna kesal tao merubah wujudnya menjadi kucing kecil lalu mengikuti nonanya keluar dari ruang dimensi.
Di kamar penginapan.
“Kenapa kau ikut keluar?” tanya azka ketika melihat tao sedang enak enakkan tidur di atas ranjangnya dengan wujud kucing hitam.
__ADS_1
“Nona bukankah kau merasa terlalu mengabaikan ku?” tanya tao kembali.
“Ahh jadi kau ingin kumanja?” tanya azka dengan senyum mengerikan di wajahnya membuat bulu bulu tao berdiri.
“Ahahahaha nona aku hanya bercanda, aku akan kembali membuatkan peluru yang nona minta itu” jawab tao bersama tawa garingnya lalu melesat pergi ke ruang dimensi.
Gagal deh di elus azka.
“Huh hari ini benar benar lelah” ujar azka lalu membaringkan tubuhnya diranjang penginapan.
Saat ini di dunia nyata masih jam 9 malam, azka hanya menghabiskan 1 jam di ruang dimensi.
Keesokan harinya.
“Tuhaann ini masih pagi” teriak azka frustasi, dia benar benar butuh istirahat.
Azka terbangun gara gara keributan di luar kamar penginapannya.
“Bocah idiot!! katakan padaku dimana wanita jal*** yang membawamu itu!!!” tanya seorang laki laki paruh baya dengan nada membentak.
“Zhishu-zhishu tidak tahu paman” jawab pria yang sedang meringkuk di tengah tengah kerumunan banyak orang dia adalah zhishu dengan wajah penuh memar seperti habis di tonjok.
“Kau sia***!!! jangan berpura pura jelas jelas dia pergi bersamamu” teriak wanita yang sepertinya istri dari laki laki paruh baya itu.
“Zhishu tidak tahu apapun” keukeuh zhishu bermaksud melindungi azka.
Ahh…. ini sebenarnya siapa yang melindungi dan siapa yang dilindungi.
“Kita siksa saja dia suami ku biar master gadungan itu keluar” usul istri perdana mentri kiri.
Master gadungan dan wanita jal*** yang dimaksud mereka adalah azka, mereka berfikir kalau azka lah yang menyebabkan keluarga mereka hancur serta lumpuhnya kultivasi para tetua akibat meminum holy water dari azka.
Padahal sih memang iya.
“Benar kita siksa saja bocah idiot ini sampai mati aku benar benar tidak terima karna merasa di kambing hitamkan para tetua sialan itu” ujar perdana mentri kiri lalu mengeluarkan gumpalan api di tangannya.
“Hoyyy pak tua, sejengkal saja kau berani menyentuhnya akan kubunuh kau beserta semua keturunan mu!!” teriak azka dari depan pintu penginapan membuat semua orang menoleh ke sumber suara.
Semua orang sontak menahan nafas melihat kecantikan di depan mereka, meski rambut azka acak acakkan karna baru bangun tidur namun dia tetap terlihat cantik, azka tidak menggunakan penutup wajah karna benar benar baru sadar dari tidurnya jadi tidak sempat memperhatikan penampilannya.
“Akhirnya jal*** kecil ini keluar juga” teriak perdana mentri kiri menghina azka sambil memadamkan bola apinya.
“Kau wanita mur**** beraninya membuat keluarga ku hancur berantakan dan membuat suamiku di fitnah para tetua!! aku tidak akan memaafkan mu beserta bocah idiot ini” sahut nyonya feng sambil menunjuk ke arah zhishu.
__ADS_1
“Hahahahaha” bukannya takut azka malah tertawa mengerikan membuat semua orang bergidik ngeri.
“Pertama kalian berdua mengganggu tidur nyenyak ku, tidak apa akan aku maafkan, lalu kedua kalian berdua sudah berani mengataiku, mungkin dengan memotong kedua lidah kalian bisa membuat ku puas tapi kalian malah membuat kesalahan fatal dengan meninggalkan memar di wajah zhishu, bukankah membuat kalian lumpuh adalah hukuman ringan” ujar azka tajam, dia benar benar kesal hari ini.
“Beraninya kau mur****!!!” teriak perdana mentri kiri marah lalu menendang zhishu yang meringkuk di hadapannya.
Dengan sigap azka menangkap zhishu yang hendak menghantam tembok mengakibatkan kepala azka berdarah karna terantuk tembok.
“Ibunda!!!! apa kau baik baik saja” teriak xiao bai dari ruang dimensi.
Xiao bai begitu khawatir melihat kepala ibundanya berdarah begitu juga dengan tao dan bao yu,
“Tuan apa perlu aku cabut semua organ dalam perdana mentri itu” sahut bao yu tidak terima.
‘Tidak perlu, biar aku yang akan menghabisi mereka’ batin azka menyahuti para penghuni ruang dimensi.
“Sudah cukup aku sudah muak dengan kalian!!” teriak azka sambil menyandarkan zhishu di tembok lalu melepas ikat rambut zhishu dan mengikatnya di kepalanya sendiri yang bocor.
Azka menggunakan elemen tumbuhannya lalu mengeluarkan sulur tanaman rambat untuk mengikat semua pengawal keluarga feng sontak kerumunan orang orang itu melarikan diri takut terkena amukan azka.
Sekarang hanya tersisa perdana mentri kiri beserta istrinya dan juga para pengawal yang sudah berubah menjadi kepompong tumbuhan.
Namun tidak berhenti disana tumbuhan tumbuhan milik azka ternyata menyerap darah milik para pengawal layaknya vampire membuat tubuh semua pengawal yang di bawa perdana mentri kiri mati dengan tubuh kering tanpa darah.
Melihat itu perdana mentri kiri meneguk ludahnya kasar sedangkan nyonya feng menjerit histeris ketakutan.
“Jadi bisakah kita memulai permainannya?” tanya azka mengeluarkan smirk andalannya saat menemukan mangsa yang empuk.
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak, vote, like, ⭐5, dan komen.
Terimakasih sudah membaca😊.
Salam dari “Terlempar Ke Zaman Kuno”
__ADS_1