Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
96 Ini Apa Lagi!!


__ADS_3

“Nona … ini!!”


“ANJ*NG BERKEPALA TIGA!!!”


***


“Sianying kok ngegas” sahut Azka tidak terima sambil menggeplak kepala Tao yang memakinya.


“Ngegas apasih Nona … itu beneran Anj*ng berkepala tiga, peliharaannya Dewa Kegelapan” ujar Tao sambil menunjuk sosok hitam dengan tiga kepala sekaligus, yang tidak lain adalah Anj*ng berkepala tiga, binatang iblis yang mampu menyemburkan api dari mulutnya, dengan kekuatan api yang lebih besar 3 kali lipat dari Xiao Bai.


Kira kira kayak gini bentukannya guys.



“Ahh…” gumam Azka pelan, sebelumnya dia mengira Tao sedang memakinya, namun sekarang sudah beda cerita ketika Azka melihat Anj*ng berkepala tiga itu menatap nyalang ke arahnya dan Tao yang masih mengintip.


“Haruskah kita lari?” tanya Tao pada Azka yang masih syok melihat ketiga kepala itu sedang memakan beberapa bagaian organ dalam manusia.


“Ngapain nanya gobl*k!!” maki Azka lalu segera berlari dengan sekuat tenanga di susul Tao serta Anj*ng berkepala tiga itu dari belakang.


Guk!! Guk…Gukk!!


“Xi’er Yu’er cepat lari!!” teriak Azka sambil mengeluarkan cambuk curah hujan miliknya dan langsung menarik Tao yang tertinggal di belakang.


Sedangkan Xiao Bai dan juga Bao Yu yang tidak tahu apapun hanya ikut ikutan lari tanpa tahu apa yang di panikkan oleh Azka.


“Kakak kenapa kita berlari?” tanya Xiao Bai kepada Bao Yu yang ikutan panik mengejar Azka.


“Gak tau, yang terpenting cepat ayo cepat!!” jawab Bao Yu.


Yah mereka berampat bahkan lupa kalau mereka punya ruang dimensi untuk bersembunyi.


“Hosshh … hosh … berhenti ini sudah jauh” ujar Azka yang tiba tiba mengayunkan cambuknya untuk menumbangkan pohon besar yang akan dia jadikan sebagai banteng sementara.


“Ibunda kenapa kita lari?” tanya Xiao Bai lalu meminum air surgawi dengan rakus sebelum di rebut Bao Yu.

__ADS_1


“Aku harus memancing pelaku itu agar menjauh dari kawasan Istana Kerajaan Anyelir” jawab Azka singkat sambil mengipasi tubuhnya yang kini banjir keringat.


“Memancing?! bukannya kita sedang lari dari kejaran Anj*ng berkepala tiga?” tanya Tao memastikan.


“Apa!! Anj*ng berkepala tiga!!” teriak Xiao Bai dan Bao Yu bersamaan.


Azka ini benar benar sulit di tebak, nyatanya dia berlari menjauh agar pemimpin Kerajaan Anyelir tidak mencurigai gerak geriknya serta menyelamatkan Anj*ng berkepala tiga yang hampir punah itu, agar tidak di buru oleh orang orang gak ada akhlak itu.


“Dia datang, cepat bersiap” ajak Azka sambil mengajak ketiga binatang kontraknya sedikit menjauh dari pohon yang dia tumbangkan.


Saat ini Azka sudah siap dengan cambuknya, Xiao Bai dengan banyaknya formasi pelindungan, dan Tao dengan cakar cakar panjangnya, lalu Bao Yu yang sedang menguap karna gak punya kerjaan.


Tidak perlu panik, nanti jika lawan terlihat kuat maka Bao Yu tinggal buat ilusi untuk mengalihkan perhatiannya dan tinggal kabur, gampang bukan.


Tidak berselang lama pohon tumbang itu tiba tiba melayang dan memperlihatkan Anj*ng berkepala tiga yang sedang mengeram marah dan mendekat kearah Azka.


“Jujur, anj*ng itu terlalu ngegas sesuai namanya” gumam Azka saat melihat pohon yang tadinya melayang kini berubah menjadi serpihan kayu akibat semburan api dari salah satu kepala Anj*ng itu.


“Tao sekarang!!” teriak Azka dengan keras.


Segera Tao merubah wujudnya menjadi macan hitam, sedangkan Azka sendiri langsung menaiki punggung Tao dan bersiap menyebetkan cambuknya, namun.


Sedangkan Tao dan Xiao Bai benar benar menganga tidak percaya, jadi benar Azka adalah Dewi Perang, wah wah mereka berdua benar benar mengagumi kemampuan binatang iblis dalam mengenali orang orang dari dunia atas.


Bao Yu? jangan ditanya, dia yang sudah menebak hal ini akan terjadi pun hanya diam menyimak dengan tenang apa yang akan terjadi selanjutnya.


Azka yang masih tidak faham kini menoleh ke kanan dan kekiri, bahkan memutar kepalanya kebelakang dan melihat apa ada orang lain selain dia dan ketiga binatang kontraknya.


“Sedang apa?” tanya Azka sedikit kikuk sontak membuat ketiga binatang kontraknya tepuk dahi.


Entah ini Azka yang pura pura gak sampai, atau memang gak faham dengan apa yang di lakukan binatang iblis di depannya.


“Tentu saja sedang memberi salam kepada Yang Mulia Dewi Perang” jawab Anj*ng berkepala tiga itu.


“Siapa?” tanya Azka lagi yang masih linglung.

__ADS_1


“Tentu saja anda Yang Mulia, Hamba sangat senang bisa melihat Yang Mulia lagi setelah sekian lama” jawab Anj*ng berkepala tiga itu sambil membelaikan salah satu kepalanya ke kaki kanan Azka.


“Lagi? hei kita belum pernah bertemu satu sama lain sebelumnya? dan siapa itu Dewi Perang? bukankah kamu Anj*ng peliharaan Dewa Kegelapan? lantas kenapa membawa bawa Dewi Perang?” tanya Azka beruntun sukses membuat Anj*ng berkepala tiga itu sedikit kebingungan.


“Kita bahkan sangat dekat sebelumnya, Meski aku adalah peliharaan dari Tuan Dewa Kegelapan, tapi dulu dia sering menyuruhku untuk menjaga Yang Mulia, mulai saat itu kita menjadi sangat dekat” jawab Anj*ng berkepala tiga itu.


Bukannya membuat Azka mengingat sesuatu, hal itu malah semakin membuat kepala Azka pusing, siapa itu Dewa Kegelapan? siapa itu Dewi Perang? kenapa binatang iblis ini menyebutnya begitu.


“Bao Yu kau tahu sesuatu?” tanya Azka yang akhirnya melemparkan ini semua pada Bao Yu yang notabenya seakan tahu segalanya tentang dirinya melebihi Azka sendiri.


Mendengar Azka bertanya pada seseorang sontak Anj*ng berkepala tiga menoleh ke arah Bao Yu dan langsung membelalakan matanya kaget.


“Ka- kau, Ru- rubah-”


“Iya benar, itu aku Bao Yu si Rubah Berekor Sembilan, dan juga hentikan mulut embermu itu karna saat ini Tuan kehilangan ingatan masa kecilnya” sahut Bao Yu dengan santai memotong pembicaraan Anj*ng berkepala tiga yang masih menatapnya tidak percaya.


“Ini … apa maksudmu!! aku bahkan sulit melupakan masa kecilku yang kelam, lantas bagian mana yang kau sebut hilang ingatan!” sela Azka tidak terima sambil turun dari punggung Tao dan mendekati Bao Yu yang kini menatapnya dengan tatapan sayu.


“Apa Tuan mengingat kejadian sebelum Tuan berusia 3 tahun?” tanya Bao Yu kepada Azka.


“Itu … err bukan kah hal wajar aku melupakannya, lagian semua anak anak pasti lupa masa bayinya” jawab Azka sedikit ragu.


Dia benar benar tidak ingat karna pada dasarnya ingatannya memang di mulai saat usianya menginjak 3 tahun.


“Tuan tidak mengingatnya kan? itu karna ingatan Tuan tersegel, aku sudah mencari tahu semuanya semenjak kita menjalin kontrak” ujar Bao Yu mambuat salah satu alis Azka terangkat.


“Kenapa kamu baru bilang?” tanya Azka dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


Kira kira kenyataan sekejam apa yang kali ini akan menghampirinya.


“Pertama, jika aku mengatakannya mungkin Tuan tidak akan percaya, kedua, kenyataan ini sedikit bersifat berantakan dan cenderung mengundang kesalah pahaman antar kedua belah pihak yang mungkin akan berakhir pertengkaran, jadi aku menunggu Tuan mengingatnya sendiri agar semuanya jelas dan bukan karna kata orang, dan yang terakhir aku hanya tidak ingin membuat Tuan tertekan sebelum waktunya” jawab Bao Yu panjang lebar membuat Xiao Bai dan Tao kini menyesali rencana bodohnya untuk segera mempertemukan Azka dengan binatang iblis agar semuanya terungkap.


Siapa yang tahu?, Xiao Bai dan Tao hanya berfikir tentang kebenarannya tanpa tahu konsekuensi seperti apa yang sedang menunggunya.


“Jadi apa Tuan benar benar masih ingin tahu?”

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2