Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
124 Perbatasan


__ADS_3

Yah dia tahu betul ibundanya bukanlah seseorang yang mudah di provokasi.


‘Aku hanya tidak ingin menjadi kelemahan Zhishu!! mereka mengincar ku biarkan saja mereka mendatangiku, kenapa harus mengancam Zhishu segala!!’


***


Perjalanan dari Hutan menuju Ibukota di perkirakan akan memakan waktu sampai 5 jam perjalanan, tidak terasa sudah 5 jam lamanya berlalu dan rombongan Akademi Gujao telah sampai di perbatasan.


“Ketua benar, di sini banyak para wanita yang menggunakan hanfu seperti milikku” gumam Azka yang masih terdengar oleh Guru Hwang.


“Tetap saja hanfu mu adalah yang paling bagus” sela Guru Hwang membuat Azka terkekeh.


“Siapa dulu yang membuatnya” ujar Azka mulai songong.


“Turun turun!!” teriak Guru dan murid yang berada di depan Azka membuat Azka beserta yang lainnya segera turun dari tunggangan mereka.


“Guru ada apa ini?” tanya Azka kebingungan.


“Sepertinya ada orang itu, cepat bersujud!!” sahut Guru Hwang sambil menarik tangan Azka untuk segera bersujud.


“SALAM PEMIMPIN HUA!!” ujar mereka bersamaan kecuali Azka yang hanya diam namun dengan fikiran traveling kemana mana.


“Hua?! apa itu Haechan?!” gumam Azka yang langsung mengangkat kepalanya dan langsung melihat penampilan pria kalem berambut merah yang memang adalah Tetua Ketiga Hua Haechan.


“Ya!! kamu adalah …” ujar Haechan tiba tiba sambil menunjuk kearah Azka membuat Azka deg deg an.


Apa Haechan mengenalinya?


Bagaimana bisa? bukankah Haechan tidak pernah melihat wajahnya yang tanpa cadar.


Mendengar itu sontak rombongan Azka bangun dari sujudnya sebelum di suruh untuk melihat kira kira siapa yang di maksud Pemimpin Dataran Dong Fang.


“Ya!! betul kamu adalah binatang kontrak milik Nona Azka!!” lanjut Haechan sambil berjalan kearah Tao membuat Azka menghela nafasnya lega.


Dia pikir Haechan mengenalinya.


“Tunggu dulu, apa Pemimpin mengenal Nona Azka?” tanya Guru Hwang hati hati.


“Yah kau benar, dia adalah calon istriku” jawab Haechan santai membuat Tao dan seluruh rombongan membelalakkan matanya kaget.


“Ya!! Haechan!! jangan ngadi ngadi deh lo!!” maki Azka sambil berdiri menunjuk tepat kearah wajah tampan Haechan.

__ADS_1


“Apa!! jadi yang dimaksud tunangan Nona Azka adalah Pemimpin Dataran Dong Fang?!”


“Mungkin benar!! lihat mereka berdua terlihat akrab”


“Wahh … siapa sangka jika tunangannya adalah seorang Pemimpin, habislah para Tetua yang sudah menindasnya”


“Untung aku tidak memiliki kesan buruk di hadapan Nona Azka”


Kira kira seperti itulah ocehan para rombongannya yang kini mulai menggosipkannya dengan Haechan si tukang ngaku ngaku.


“Sial!!” maki Azka tanpa menyadari Haechan kini menatapnya dengan tatapan berbinar di tambah lagi darah yang hampir keluar dari hidungnya.


Azka lupa dia sedang tidak ingin di kenali Tetua tengik saingan Zhishu ini, sayangnya mulut licin Haechan menggagalkan semuanya.


Dengan gerakan cepat segera Haechan melepaskan ikatan kain di rambutnya lalu menaruhnya tepat di area hidung sampai dagu milik Azka.


“Kamu benar benar calon istriku” ujar Haechan saat menyadari separuh wajah gadis yang tiba tiba mengomelinya dengan bahasa aneh, saat di tutupi Kain pengikat rambut miliknya sama persis dengan wajah separuh milik Azka.


Plak!!


“Berhenti mengaku ngaku!” maki Azka sambil menggeplak kepala Haechan membuat rombongannya menatap Azka ngeri seketika.


Percayalah hanya dia dan Zhishu yang mampu memperlakukan Haechan seperti itu.


“Dia sedang ada urusan, lagi pula bagaimana bisa Tetua sampai di sini? bukannya Tetua sudah bersumpah tidak akan menginjakkan kaki di Benua Tengah?” tanya Azka mengejek Haechan tanpa memperdulikan para rombongan yang sudah panas dingin melihatnya.


Haechan sangat tidak suka jika ada orang lain yang membahas tentang sumpahnya itu.


“Cepat hitung berapa nyawa adik seperguruan Azka, pertama dia memaki Pemimpin, lalu memukul Pemimpin dan sekarang membahas hal itu di depan Pemimpin” ujar Zhao sambil menunjukkan kesepuluh jarinya yang langsung di tampol Guru Fao.


“Bukankah aku sudah berjanji akan menyusul mu? lihat lah sekarang aku disini, apa kamu senang hmm?” tanya Haechan sambil menyunggingkan senyum yang sudah tidak bisa dia tahan.


Akhirnya setelah sekian lama dia dapat bertemu dengan Azka, di tambah lagi Azka sudah tidak memakai cadar dan juga sudah tidak mengenakan hanfu laki laki.


Dan bonusnya lagi, Zhishu si pengganggu yang suka nempel kaya lem lagi pergi, bukankah ini kesempatan bagus untuknya melakukan pendekatan.


“Yah Tetua sangat berani jika tidak ada Zhishu, maka aku tidak akan sungkan lagi” sahut Azka sambil memalingkan pandangannya.


“Tentu saja, hal yang membuatku terganggu adalah wajah bocah menyebalkan itu” ujar Haechan sambil mendekat kearah Azka membuat Tao dengan sigap menghalagi Haechan menggunakan tubuh besarnya.


“Sepertinya dia tidak menyukaiku?” tanya Haechan membuat Xiao Bai ingin tertawa, sayangnya dia tidak sedang berada di ruang dimensi jadi dia harus menahan tawanya sekuat tenaga di pergelangan tangan Azka.

__ADS_1


“Ya!! Tao amat sangat membencimu” jawab Azka jujur membuat Haechan terkekeh.


Sedangkan di ruang dimensi, Xi Long sudah tidak tahan lagi dan akhirnya tertawa dengan keras hingga membuat kepala Azka pusing.


“Tidak masalah, lagi pula aku menyukai Tuannya bukan binatang kontraknya” ujar Haechan sambil mencoba mengulurkan tangannya untuk membelai rambut Azka namun dengan segera di hentikan oleh cakar cakar Tao membuat semua rombongan Azka menahan nafasnya.


Jika tadi Azka yang berani, maka sekarang binatang kontraknya juga tak kalah berani lagi mencakar tangan Haechan sampai mengeluarkan darah.


“Ishh … binatang kontrakmu sangat galak terhadapku” ujar Haechan sambil mengelap darahnya sendiri membuat Azka tertawa senang.


Kerja bagus Tao, kamu menunjukkan ketidak sukaan kamu dengan benar.


“Membuatku benar benar menginginkanmu menjadi permaisuriku” lanjutnya membuat Tao tidak tahan dan akhirnya mengaum hebat membuat beberapa spirit beast di sana berlari pontang panting kebelakang tuannya masing masing dengan ketakutan.


Melihat itu sontak Rombongan Azka memasang wajah terkejud untuk yang kesekian kalinya, pertama Pemimpin mereka meminang Azka dengan terang terangan, lalu kedua spirit beast mereka kabur hanya karna spirit beast Azka mengaum.


Sebenarnya siapa murid barunya ini.


“Berhenti membuat Tao ku kesal!! lagi pula kupikir reputasimu di Benua ini sudah hancur, bagaimana bisa mereka masih menaruh hormat padamu?” tanya Azka sambil menunjuk rombongannya yang kini berusaha menenangkan spirit beastnya masing masing.


“Yah … kamu memanggilnya dengan sebutan Tao ku, apa dia Macan jantan aku benar benar cemburu” bukannya menjawab Haechan malah mengeluarkan isi hatinya membuat Azka muak.


Bocah ini, apa perlu bertindak sampai seperti ini jika hanya ingin membuat Zhishu kesal.


“Berhenti membual, bukankah kamu hanya ingin membuat Zhishu kesal? sekarang Zhishu sedang sibuk dan tidak berada di sampingku lantas apa yang masih membuatmu seperti ini?” tanya Azka yang sudang ingin cepat cepat mengehentikan pembicaraannya.


“Apa sekarang Nona Azka meragukan cintaku? aku mencintaimu bukan karna Zhishu tapi karna itu adalah kamu” ujar Haechan sambil memegangi dadanya membuat Azka dan Tao ingin muntah.


“Lagi pula mereka ini pengikut dari Pemimpin Dataran Dong Fang, jadi Haechan yang tampan ini masih memiliki kekuasanaan di Benua sialan ini” lanjut Haechan membuat Azka kembali memikirkan percakapannya di perbatasan bersama Haechan kemarin.


“Jadi apa kamu benar benar melanggar sumpahmu?” tanya Azka memastikan.


“Tidak!! aku mengajak Jia Li terbang tepat ke Kerajaan Bulan, dan Kerajaan satu ini masih berada di bawah kekuasaan ku karna mereka tidak menghianatiku, jadi aku tidak melanggarnya” jawab Haechan yang masih menimbulkan pertanyaan di benak Azka, terlihat dari ekspresi kebingungannya membuat Haechan menghela nafas.


“Benua Tengah menghianatiku jadi aku tidak akan menginjakkan kakiku di sana, namun Kerajaan Bulan beserta Akademi Gujao tidak menghianatiku jadi aku bebas berada disini” lanjut Haechan menjelaskannya membuat Azka mengerti.


“Jadi jika aku keluar dari Kerajaan ini kamu tidak akan membuntutiku bukan?” tanya Azka yang kini sudah memahami cara bermain Haechan.


“Apa kamu berniat melakukannya?”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2