Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Cara


__ADS_3

“Errr… tapi kenapa kita malah membahas mendiang Guru Xu?” tanya salah satu murid Akademi kepada Azka.


“Karna dia adalah akar permasalahan yang di tanam jendral Fang untuk mengambil alih Akademi ini”


***


“Bagaimana mungkin?” tanya Tetua pertama.


“Mari berfikir kembali, para penghianat di depan sana siapa yang merekrut ataupun membawa mereka ke Akademi?” tanya Azka kembali membuat orang orang nampak berfikir serius lalu mengangguk secara bersamaan.


“Nona bisakah aku bertanya dimana Xu Kai dan juga yang lainnya? apa kamu benar benar melenyapkan mereka?” tanya seorang pria yang Azka yakini teman akrab Xu Kai.


“Xu Kai dan yang lainnya masih di istana kerajaan Barat, mari membahas yang lebih penting” jawab Azka ingin cepat cepat langsung membahas masalah inti.


“Lebih penting?” tanya Qi Xuan reflek penasaran, membuat Azka menatap Qi Xuan intens namun setelah itu dia merasakan ada sesuatu yang menyentil telinganya kesal.


“Istri aku tidak mengizinkan kamu menatap laki laki lain seperti itu” bisik Zhishu di telinga Azka membuat wajah Azka memerah malu.


“Sialan” gumam Azka yang tentu saja terdengar oleh Zhishu.


“Qi Xuan, tidak kah kau merasa bersalah dan berterimakasih secara bersamaan terhadapku?” tanya Azka membuat Qi Xuan menundukkan kepalanya.


“Aku mengaku salah karna sering menggertakmu, maaf kan aku dan terimakasih berkatmu aku bisa tahu siapa orang yang seharusnya aku anggap teman” ujar Qi Xuan sembari menautkan jari jarinya gugup.


“Baiklah aku memaafkan mu karena kamu tampan” sahut Azka blak blak an membuat semua orang menganga di buatnya, bahkan Zhishu sendiri tidak segan segan langsung memeluk pinggang Azka posesif membuat semua orang kembali menganga lebih lebar lagi dari yang pertama.


Pemandangan apa ini.


“Istri tidak baik membicarakan ketampanan pria lain di depan tunanganmu sendiri” ujar Zhishu dengan suara yang sengaja di besarkan agar semua orang di aula dapat mendengarnya.


Apa!! tunangan!! pengakuan Zhishu sukses membuat aula luas milik Akademi menjadi sunyi sepi akibat para penghuninya sibuk berfantasi ria di pikiran mereka, sedangkan Azka sendiri mencoba menutupi wajahnya yang memang sudah tertutup cadar karna malu.


“Ini hukumanmu” bisik Zhishu kembali di telinga Azka membat Azka sewot sendiri.


“Aku gak dengar aku pakai cadar” gumam Azka membuat Zhishu ingin tertawa gemas.


Apa hubungannya coba.


Sedangkan Qi Xuan korban dari gombalan asal jeplak Azka, kini menunduk dengan telinga yang memerah, bagaimana bisa dia merasa malu hanya karna di puji tampan oleh Azka si buruk rupa.


“Ehem ehem, murid ku berhenti memperlihatkan kedekatan hubungan kalian pada murid lain, sekarang ayo cepat beritahu inti permasalahan Akademi” ujar Ketua Akademi membuat semua orang tersadar kembali termasuk sepasang sejoli yang tidak lain adalah Zhishu dan Azka.


“Ehem… jadi gini masalah inti kita terkait dengan penyerangan Jendral Fang yang sebelumnya sudah aku bicarakan saat bersandiwara” ujar Azka di sertai deheman coolnya untuk penghilang kegugupan.


“Jadi penyerangan itu beneran?” tanya salah seorang Penjaga gerbang tidak percaya.


“Ya, pagi ini mereka sudah mulai bergerak menuju Akademi, lalu menurut informasi dari mata mata kurang lebih mereka akan sampai di Akademi besok malam, dan jumlah pasukan yang di bawa Jendral Fang kurang lebih berjumlah 10 ribu pasukan”


“10 RIBU!!!” beo semua orang bersaman karna kaget akan banyak nya jendral Fang menyiapkan pasukan.


Jendral ini mau menyerang Akademi atau Kerajaan sih.


“Ya maka dari itu kita bisa memulai mempersiapkan diri dari sekarang” jawab Azka.

__ADS_1


“Gadis, yang benar saja murid di Akademi ini hanya ratusan saja di tambah beberapa Penjaga serta para Petinggi mungkin hanya akan mencapai 1000 dan kita mau berperang melawan pasukan dengan jumlah 10 kali lipat dari kita, kau yakin?” tanya Tetua pertama membuat Azka menarik nafas nya dalam dalam.


“Mereka memang berjumlah banyak namun para pasukan itu tingkat kultivasinya paling tinggi hanya mencapai ranah berlian awal, sedangkan bagi murid Akademi ini ranah berlian awal hanyalah ranah dengan tingkatan paling rendah, dan itu tidak termasuk aku dan juga Zhishu yang tingkat kultivasinya paling rendah, ah dan jangan lupakan aku sudah mencari bala bantuan dari para spirit beast tingkat 8 sampai 10” jawab Azka mencoba membandingkan serta mencari peluang kemenangan.


“Guru di sini ada berapa orang yang mempunyai binatang kontrak?” tanya Azka membuat Gurunya berfikir sembari menghitung.


“Para petinggi di sini masing masing punya satu, lalu untuk murid murid hanya beberapa senior yang punya, tapi kamu tenang saja aku sudah punya kurang lebih 15 spirit beast yang telah aku jinakkan dari level 4 sampai 8” jawab Ketua Akademi dengan pose berfikir keras.


“Bagus kita bisa menambahkan mereka, dan juga aku akan memikirkan cara lain agar pasukan jendral Fang berkurang, paling tidak setengahnya lah untuk sekarang kita bahas masalah strategi perangnya” ujar Azka sembari mendudukkan dirinya di kursi milik salah satu petinggi di aula.


Mau kursi siapa kek bodo amat yang terpenting Azka sudah lelah berdiri sedari tadi.


“Sebelum perjalanan kesini aku sudah membuat beberapa rencana dengan Guru dengarkan baik baik, berhubung Akademi kita yang sudah kalah telak dalam jumlah maka kita harus membagi semua orang menjadi 6 kelompok, 4 kelompok akan berjaga di setiap bagian Akademi, depan, belakang samping kanan dan samping kiri, lalu untuk 2 kelompok lagi akan menjadi cadangan agar kita tidak kekurangan tenaga jikalau ada beberapa orang yang gugur.


Kelompok bagian belakang akan di pimpin oleh Guru, kelompok samping kanan di pimpin Tetua pertama, kelompok samping kiri akan di pimpin oleh Qi Xuan dan kau Qi Xuan jangan mengecewakanku” ujar Azka membagikan peran sembari memperingati Qi Xuan yang terkadang suka nyeleneh, huh mau bagaimana lagi Akademi ini hanya punya 3 Guru karna proses pendaftarannya saja sangat sulit, apalagi satu Guru tewas satu Guru berhianat dan satunya lagi masih di kerajaan barat untungnya para pekerja di Akademi ini rata rata punya tingkat kultivasi yang tinggi.


“Yang terakhir untuk 2 kelompok cadangan akan di pimpin oleh para Penjaga gerbang, lalu untuk setiap kelompok akan di temani 10 spirit beast yang telah aku mintai bantuan, nah untungnya jumlah mereka banyak jadi aku bisa memberikan masing masing kelompok dengan jumlah yang sedikit banyak pula”


“Istri bagaimana dengan Zhishu?” tanya Zhishu yang tiba tiba ingin nimbrung sekalian.


“Kau akan bersama ku sebagai pemanah” jawab Azka singkat membuat senyum Zhishu mengembang.


Ternyata istrinya ini masih tidak mau jauh jauh dari nya ya.


“Kenapa Zhishu? aku tidak setuju!! dia hanyalah sampah kau bisa kewalahan nanti, atau yang lebih parahnya kau bisa saja terluka karna ke tidak becusan Zhishu” sahut Qi Xuan tidak terima membuat Zhishu meradang mendengarnya.


“Oooo Qi Xuan kau mengkhawatirkan ku ya?” tanya Azka menggoda Qi Xuan sembari menopang dagunya di pinggiran kursi tanpa menghiraukan tatapan maut dari Zhishu.


Menurut Azka menggoda mantan musuh adalah hal yang dia sukai, apalagi jika orang itu sedikit arogan seperti Qi Xuan.


“Aku tidak membutuhkan izinmu, karna Zhishu adalah orang terbaik yang mampu menjagaku di banding siapapun” lanjut Azka membuat Zhishu senyum senyum sendiri sedangkan Qi Xuan langsung terdiam.


“Jadi bagaimana apa kalian semua setuju dengan rencana ku dan murid ku ini?” tanya Ketua Akademi sambil menunjuk Azka yang duduk sendiri sedangkan orang lain menahan pegal di kakinya karna kelamaan berdiri.


“Kami setuju” ujar semua orang membuat senyum Azka mengembang di balik cadarnya.


“Ya rencana Nona Azka dan Ketua memang terlihat matang, namun jika boleh dari mana nona mendapatkan ide tentang sandiwara besar saat penangkapan para penghianat?” tanya Tetua pertama yang masih penasaran dari mana Azka mendapatkan ide seperti itu.


Flashback on.


Setelah Azka menceritakan rencana penyerangan si Jendral Fang Azka juga mengutarakan tentang kecurigaannya terhadap musuh di dalam selimut alias penghianat dari Akademi Seribu Bayangan.


Jika tidak ada, mana mungkin seorang Jendral Fang yang memiliki ambisi besar bisa melirik Akademi kecil yang bahkan menurut rumor sangat miskin dan kecurigaan Azka mengarah pada Guru Xu Jing yang telah dia bunuh.


“Guru sebenarnya aku tidak percaya jika kamu mau menerima murid manja seperti Fang Yin, Fang Lian dan antek anteknya, yah Guru tau sendiri lah rata rata murid di Akademi mu itu mandiri dan bahkan terkesan punya ambisi besar menjadi kuat nah di situ aku tahu jika murid murid itu bukanlah mendaftar melainkan kau rekrut sendiri” ujar Azka sembari mengelus bulu bulu halus Tao yang waktu itu belum berubah menjadi macan hitam.


“Sebenarnya setiap satu tahun sekali semua Akademi membuka pendaftaran untuk murid baru termasuk Akademi seribu bayangan, tapi seperti yang kamu tahu tes masuk Akademi adalah melewati hutan pinus jadi setiap tahunnya mungkin hanya 2 sampai 3 murid yang berhasil mendaftar, dan untuk dua saudara Fang beserta ke empat temannya mereka berhasil melewati hutan pinus tanpa cacat dan hal itu membuat ku dan para petinggi curiga jika mereka berenam melakukan kecurangan dengan cara menaiki spirit beast terbang” jawab Ketua Akademi mengingat kegegeran Akademinya dulu perihal murid baru tahunan yang jumlahnya 2 kali lipat dari tahun tahun sebelumnya.


“Lalu apa mereka melewati ujian tambahan juga seperti aku dan Zhishu?” tanya Azka mengingat dia sempat di curigai menggunakan spirit beast terbang saat melewati hutan pinus.


“Tidak!! karna Guru Xu sendiri berkata jika dia yang mengundang ke enam bocah itu untuk menjadi murid di Akademi ini, dan juga dia sendiri yang memantau perjalanan mereka saat melewati hutan dengan saling membantu satu sama lain, kita para Petinggi mencoba percaya” jawab Ketua Akademi.


“Jika dugaan ku benar maka ini ulah penghianat di dalam Akademi” ujar Azka membuat mata Ketua Akademi membola.

__ADS_1


“Bagaimana mungkin Akademi Seribu Bayangan sangat menjunjung tinggi kepercayan” bantah Ketua Akademi.


“Jika ingin tahu mudah saja, mari bersandiwara aku dan Zhishu akan menjadi penghianat untuk mencari penghianat yang sebenarnya dan untuk Guru, kamu harus pura pura mati” ujar Azka santai sebelum menemui Gurunya dia memang sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.


Untungnya sebelum Xiao Bai dan Bao Yu pergi melaksanakan tugas dari Azka Zhishu mengeluarkan gulungan surat yang bahkan Azka tidak tahu cara membacanya lalu di ujung surat itu terdapat stempel bewarna merah dengan ukiran kuno.


Zhishu berkata jika surat itu adalah perintah untuk meracuni rombongan Akademi yang akan berangkat ke penjamuan istana beberapa hari yang lalu.


Dari situ Azka tahu jika ada penghianat dalam Akademi, jadi Azka menyuruh Tao membuat surat perintah penyerangan palsu lalu menjiplak tinta stempel itu menggunakan kentang agar bisa membuat surat palsu itu menjadi surat resmi yang di keluarkan Jendral Fang untuk mengelabuhi para penghianat Akademi.


Dan untuk token Azka hanya berpura pura memilikinya karna dia sendiri yakin jika orang orang Jendral Fang pasti memiliki token identitas anggota.


“Kau yakin menggunakan cara itu?” tanya Ketua Akademi ragu.


“Kenapa tidak!!”


Flashback off.


Panasnya matahari kini telah berganti dengan sinar redup bulan di malam hari dan Azka masih berfikir keras di temani Zhishu yang sedari tadi sibuk memandanginya di atap pavilium Khusus.


“Istri kamu tahu apa bedanya kamu dengan bulan?” tanya Zhishu tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah sang gadis.


“Aku manusia dan bulan adalah bulan” jawab Azka asal lalu menghembuskan nafasnya kasar dan beralih menatap sinar bulan yang berada jauh di atasnya.


“Istri kau salah” sahut Zhishu membuat Azka hanya mengendikkan bahunya acuh, kali ini dia memiliki pertanyaan lebih sulit dari pada pertanyaan dari Zhishu.


Bagaimana cara mengurangi jumlah pasukan milik Jendral Fang?.


“Jika bulan adalah milik semesta dan semua orang maka kamu hanyalah milik ku seorang” lanjut Zhishu sambil membalik tubuh Azka agar menghadap kepadanya.


Azka? jangan di tanya, meski sudah sering mendengar gombalan dari sang Raja Kegelapan ini namun dia masih saja merasa malu dan deg deg an.


“Hal apa yang membuat istriku ini berfikir keras sampai sampai mengabaikan ku hmm?” tanya Zhishu sambil mengelus surai Azka lembut.


“Entahlah ini sedikit sulit, aku sudah membuat keputusan dengan menggali parit di beberapa tempat yang di lewati pasukan Jendral Fang agar pasukan mereka terjatuh lalu berkurang, namun hal itu pasti membuat Jendral Fang menyadari sesuatu dan bisa di tebak dia akan mencari bala bantuan” jawab Azka sambil memainkan telapak tangan Zhishu yang sebelumnya mengelus surainya.


“Bukannya istri percaya dengan kemampuan murid murid Akademi, lalu kenapa istri masih kebingungan perihal mengurangi jumlah pasukan Jendral?” tanya Zhishu dia sendiri mengakui kemampuan para murid murid Akademi Seribu Bayangan memang jauh di atas Akademi lainnya.


“Kamu sendiri tahu kan sekuat apa pun murid Akademi namun yang namanya 1 banding 10 peluang kita menang tetap saja hanya sedikit” jawab Azka.


“Jika begitu maka gali saja parit parit itu sedikit jauh di depan para kelompok lalu suruh Bao Yu membuat ilusi agar mereka tidak mengetahui keberadaan parit parit itu, nah jika sudah kecemplung tinggal suruh orang orang yang mempunyai elemen api untuk membakarnya, mudah bukan” sahut Zhishu membuat Azka mengangguk nganggukkan kepalanya tanda mengerti.


“Masalahnya ilusi Bao Yu hanya mampu bertahan selama setengah jam” ujar Azka.


“Bukan kah setengah jam sudah sangat mampu membuat separuh pasukan jendral terjebak di dalam parit” sahut Zhishu membuat mata Azka berbinar bahagia.


“Kau benar!!!” teriak Azka kegirangan, ah akhirnya ketemu juga titik terangnya.


“Lalu untuk para penghianat itu apa istri punya ide untuk mengerjai mereka?” tanya Zhishu sontak membuat otak kriminal Azka bekerja dengan cepat.


“Aku akan membuat mereka merasakan bagaimana rasanya jika dunia ini terbalik” jawab Azka di sertai senyum manisnya yang tidak tertutup cadar membuat Zhishu ingin mengecupnya saat ini juga.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😊.


__ADS_2