Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
82 Kegaduhan Di Pagi Hari


__ADS_3

“Apapun itu, jangan beritahu hal ini kepada Tuan!! biar aku cari tahu dulu akar permasalahannya” jawab Bao Yu serius yang langsung di angguki oleh Tao dan Xiao Bai.


***


Setelah perdebatan singkat dari ketiga binatang kontrak Azka di ruang dimensi, kini Zhishu tengah membawa Azka kembali ke pavilium khusus dengan berteleport.


Setibanya di sana Zhishu sedikit di buat kaget dengan Haechan yang tertidur di sofa milik Azka, ah rupanya laki laki ini benar benar tidak akan menyerah, kali ini mungkin Zhishu akan mendapat saingan yang sedikit berat mengingat saingan saingannya yang sebelumnya masih terbilang sepele.


Hanya Xu Kai, Qi Xuan dan juga orang orang yang ketampanan nya jauh di bawahnya, ah dan jangan lupakan Fang Lian.


Bagaimana kabar laki laki itu?


“Shuwan!!” panggil Zhishu yang saat ini sudah berada di kamar Azka dengan Azka yang masih tertidur di sampingnya.


“Salam Tuan” salam Shuwan yang tiba tiba muncul di hadapan Zhishu.


“Cari tahu kabar dari Fang Lian dan adiknya Fang Yin, keluarga mereka telah hancur takutnya dua bersaudara ini akan merencanakan hal membahayakan untuk Nyonya besar kalian” ujar Zhishu memberi perintah.


“Baik!!” patuh shuwan lalu segera melesat pergi meninggalkan kamar Azka yang kini kembali sunyi.


Zhishu masih terdiam, percayalah meski Zhishu orang hebat namun dia punya beban pikiran besar tentang ayahnya yang sampai saat ini tidak di ketahui kabarnya, apa masih bertahan atau sudah di habisi oleh orang orang itu, apa lagi saat ini dia punya Azka yang menjadi pengaruh terbesar di kehidupannya.


Mulanya Zhishu bahkan tidak perduli jika seandainya dia harus mati di mendan perang, atau mati karna melanggar larangan Dewa sekali pun!!


Tapi sekarang, dia benar benar menghemat nyawa berharganya, karna dia tidak ingin pergi meninggalkan Azka dan begitu pun sebaliknya dia juga tidak akan pernah membiarkan Azka pergi meninggalkannya apapun yang terjadi.


Baru kali ini Zhishu merasa khawatir tentang hidupnya sendiri, yah setidaknya dia menyesali perbuatannya yang langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan kutukan berupa larangan yang dia tidak tahu larangan seperti apa itu? dan apa yang akan terjadi jika dia melanggarnya?.


“Kenapa aku tidak di lahirkan dari Rahim petani saja” gumam Zhishu sembari membuang nafasnya pasrah lalu ikut berbaring di samping Azka.


>>>>>


Suasana pagi ini sedikit mendung, matahari yang biasanya bersinar dengan terang kini sinarnya telah tertutup awan hitam, burung burung pun enggan untuk keluar dari sarang mereka akibat udara dingin di pagi hari.


Tidak terkecuali dengan Azka yang kini sadar atau tidak mengambil selimut tebal dari ruang dimensi untuk dia gunakan serta guling besar yang kini berada di sampingnya.


Azka memang termasuk jajaran orang pecinta udara dingin saat hujan maupun dinginnya udara malam, namun Azka sedikit tidak menyukai udara dingin di pagi hari karna dinginnya akan lebih menusuk sampai ketulang.


Dengan mata yang masih terpejam Azka mengeratkan selimut tebal sampai ke dagunya dan juga mengeratkan pelukannya kepada guling raksasa yang ternyata juga punya tangan untuk membalas pelukan hangat Azka.


Tunggu dulu!! apa ini benar benar guling.


“Zhishu….” panggil Azka pelan antara sadar dan tidak sadar namun tak kunjung mendapat sahutan.


“Zhishu….”


“Hmm” jawab Zhishu yang hanya berupa geraman malas namun dia menikmati posisinya saat ini yang amat sangat menguntungkan baginya.


Udara dingin dengan Azka yang berada di dekapannya, hidung mancungnya bahkan di manjakan oleh aroma harum dari shampoo Azka yang beraroma mawar hitam dan Zhishu menyukai nya.


“Zhishu ya… kebelakang sedikit ranjang ini sedikit sempit” ujar Azka dengan suara khas bangun tidur namun masih enggan membuka kelopak matanya untuk melihat keadaan di sekitarnya.


“Tidak apa aku menyukai ranjang sempit” jawab Zhishu dengan suara serak pula lalu mengeratkan pelukannya kepada Azka yang kini masih menyamankan kepalanya di dada bidang Zhishu.

__ADS_1


“Tapi aku merasa sesak” sahut Azka memprotes dengan suara yang masih berat, ya gadis itu belum sadar sepenuhnya.


“Biar hangat” jawab Zhishu enteng.


Merasa lama tidak mendapat sahutan lagi akhirnya sosok kecil yang sedari tadi menguping di balik pintu kamar pun merasa sesuatu sedang terjadi.


“Xi’er kamu mendengar sesuatu?” tanya Bao Yu yang sedang duduk santai menunggu sarapan di meja makan bersama Tao.


“Apa Nona sudah bangun?” tanya Tao yang kini sedang menguap malas.


“Tidak tidak, lebih baik kita tidak mengganggunya” jawab Xiao Bai yang langsung menimbulkan pertanyaan pertanyaan aneh di benak Tao dan Bao Yu.


“Memangnya apa yang mereka lakukan?” tanya Bao Yu.


“Tidak ada, hanya saja anak kecil di bawah umur seperti kakak belum boleh mengetahuinya” jawab Xiao Bai makin menimbulkan teka teki di kepala mereka berdua.


“Xi’er kamu lupa? kamu bahkan lebih kecil dari aku” sahut Bao Yu sembari menguap malas.


Terkadang Xiao Bai bisa lupa umur juga.


“Sudah sudah, di sini aku yang paling dewasa jadi ada apa?” tanya Tao menengahi namun hanya di jawab gelengan kepala oleh Xiao Bai.


“Tidak tidak, ini juga tidak baik untuk orang jomblo seperti paman” jawab Xiao Bai enteng sembari berjalan mendekati mereka berdua.


“Sial!!!” maki Tao membuat Xiao Bai tertawa.


“Baiklah baiklah aku akan memberi sedikit bocoran, jika bunda dan ayahanda sedang membuat adik baru untuk ki-”


“Siapa yang membuat anak ha!!!!” teriak Azka yang tiba tiba muncul sembari membanting pintu di ikuti Zhishu di belakang dengan wajah lebam serta hidung mengeluarkan darah seperti habis berkelahi.


“Ahh… Tuan kamu mengagetkan kita bertiga” sahut Bao Yu sembari mengelus dadanya tapi saat melihat Zhishu entah kenapa dia malah ingin tertawa.


“Bao Yu benar, tadi kita hanya sedang mendengarkan Xiao Bai yang bercerita tentang Nona yang sedang membuat ad- akhh… panass!!” teriak Tao memotong ucapannya karna tiba tiba mendapati ujung hanfunya yang terbakar.


Segera Tao memadamkan api kecil itu menggunakan elemen es miliknya, yah dia tahu betul siapa orang yang melakukan hal ini padanya.


“Bunda jangan dengarkan paman, dia sedang lapar makanya berbicara negalantur hahahahaha, ayah ada apa dengan wajah mu?” tanya Xiao Bai mengalihkan pembicaraan sembari tertawa canggung membuat Azka mendengus kesal lalu segera melesat pergi ke ruang dimensi.


“Ayahanda apa kalian gagal melakukannya, kenapa wajah tampanmu kini berubah menjadi ****?” tanya Xiao Bai sambil berjalan mendekati Zhishu lalu memberikan pil penyembuhan tingkat tinggi kepada Zhishu yang sedang teraniaya.


“Aku bahkan hanya memeluknya saat tidur, tapi lihat hasilnya” ujar Zhishu sambil menunjuk wajah lebamnya mengundang tawa dari mulut Xiao Bai serta Tao dan Bao Yu yang kini mulai memahami arah pembicaraannya.


“Ayah sih kurang cepat” ujar Xiao Bai membuat Zhishu mengerutkan dahinya.


“Sebenarnya apa sih yang kamu fikirkan?” tanya Zhishu menatap tajam Xiao Bai sambil memakan pil penyembuhan membuat wajah babinya kini kembali tampan seperti semula.


“Bukankah ayahanda sedang membuat adik baru bersama ibunda? Xiao Bai bahkan mendengarkan secera langsung bagaimana ayahanda memaksa ibunda walau bunda merasa sesak” jawab Xiao Bai polos membuat wajah Zhishu memerah padam sedangkan Bao Yu sontak menutup telinga suci Tao yang masih jomblo.


“Dari mana datangnya fikiran mesum itu hah!!” teriak Zhishu marah marah menahan malu membuat Xiao Bai kecewa.


Gak jadi dapat adik deh.


“Salah ya?” tanya Xiao Bai dengan nada kecewa.

__ADS_1


“Ya jelas!! siapa sih yang ngajarin kamu kayak gitu?” tanya Zhishu.


Tanpa berfikir terlebih dahulu Xiao Bai langsung menjawab dengan lantang.


“Ayahanda!!!”


Sontak Tao dan Bao Yu langsung tertawa cekikikan membuat Zhishu sedikit malu, yah setidaknya ini pertanda jika Zhishu masih punya urat malu.


“Ehem…. dimana Haechan? kenapa aku tidak melihatnya?” tanya Zhishu mengalihkan perhatian dengan menanyakan keberadaan Haechan yang tidak terlihat sama sekali.


“Ah paman Tao menguncinya di kamar yang tidak di pakai dan Xi’er membuatkan formasi kedap suara agar Haechan tidak bisa keluar serta mendengar apapun yang terjadi di luar” jawab Bao Yu santai.


“Ehem… itu hanya permulaan akibat dari mengganggu hubungan asmara ayahanda dengan ibunda” jawab Xiao Bai disertai senyum mengerikan mengingat benda apa yang dia tinggalkan di kamar tidak terpakai itu bersama Haechan.


Mari kita beralih kepada Haechan yang saat ini tengah kalang kabut gak karuan.


“Hei bukakan pintu!!!!!”


“Yaaa!!!! sialan singkirkan ular ular ini Jia Li!!!” teriak Haechan histeris sembari memukul mukul pintu kamar.


“Tuan, elemen kita sama sama api dan ular ini juga ular api” sahut Jia Li ikutan panik.


“Oh Tydak…. ular sialan” teriak Haechan sambil terus mendobrak pintu


Brakkk!! Brakk!! Brakk!!!


“Sialan!!! siapa yang mengerjaiku ha!!!!” maki Haechan frustasi.


“Tuan kenapa kita tidak ke ruang dimensi saja?” tanya Jia Li hati hati sambil menyentili ular ular yang ingin mendekati Tuannya.


“Kenapa baru bilang ha!!!” teriak Haechan lalu segera melesat pergi ke ruang dimensi.


“Aku kan juga lupa”


🐣🐣🐣


BONUS PICT🥳🥳🥳🥳



Sumber pinterest


Foto gans Haechan🤩.


Hua Haechan penguasa Dataran Dong Fan yang menyamar menjadi Tetus Ketiga di Akademi Seribu bayangan, Haechan si pria berhati lembut namun akan sangat terobsesi ketika mencintai wanita.


Bagaimanakah nasib Azka yang kini menjadi objek cinta penuh obsesi dari Haechan? mampukah dia lari dari obsesi Haechan? mampukah Zhishu menjaga gadisnya?


Mau tahu? hohoho ikutin terus Terlempar Ke Zaman Kuno😂😂✌, dan dapat kan jawabannya di chapter chapter yang selanjutnya😉.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊❤

__ADS_1


__ADS_2