Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
123 Perdebatan


__ADS_3

Bahkan jika itu seorang kultivator tingkat tinggi, mungkin dia tidak akan selamat, karna bukan hanya menembus kulit! pelurunya juga bisa meledakkan target saat pelurunya sudah menembus dan berada di dalam tubuhnya, jadi bisa di pastikan tubuhnya akan hancur dan jiwanya akan menyebrang kealam baka.


***


Setelah berdebatan seru antara Azka dan Zhishu kini Azka sudah kembali lagi ke area tenda dan melihat semua orang berkumpul untuk makan bersama.


Azka sendiri masih terdiam memikirkan ucapan yang di katakan Zhishu sebelumnya.


“Kalau saja keselamatanku yang di ancam, itu bukanlah masalah besar hanya saja mereka mengancam ku dengan cara menghabisimu, waahh … mati pun aku tidak akan melepaskan mereka” ujar Zhishu kala itu yang berhasil membuat seluruh binatang kontrak Azka + Xi Long marah besar.


“Bagaimana bisa!! bukankah mereka belum melihat wajah ibunda?!” teriak Xiao Bai tidak terima.


“Mereka melihatnya, saat istri tiba bersamaku di Kerajaan Anyelir” jawab Zhishu membuat Xiao Bai kini tidak dapat berkata kata.


“Kerajaan Iblis ini!!! aku benar benar ingin mambakar mereka!!” maki Xi Long sambil menggebrak meja.


Selera makannya benar benar hilang.


“Apa ada cara lain? misalnya kita langsung menyerang nya saja?” tanya Tao yang langsung mendapat jawaban gelengan kepala dari Zhishu.


“Ah kenapa!! bukankah kamu seorang Master dari Kerajaan Kegelapan!! kenapa hanya melakukan hal itu tidak bisa!!” teriak Tao tidak terima membuat seluruh mata memandangnya kecuali Xiao Bai.


Percayalah Tao yang jarang marah dan berteriak sekalinya begitu membuat beberapa dari mereka kaget, dan tentu saja kecuali Xiao Bai yang sudah tau alasan kenapa Tao sampai seperti itu.


Oh ayolah gadis yang di sukainya sedang di incar, apa dia akan diam saja.


Bukan hanya Tao, yang lain juga merasa ingin mencincang mereka, karna Azka adalah harta berharga milik mereka, mana boleh orang lain menyentuhnya.


“Bukan begitu, aku masih belum tahu seberapa besar kekuatan mereka jadi kita masih belum bisa melakukan penyerangan” jawab Zhishu masuk akal.


“Tunggu dulu, bukankah waktu itu Tuan menggunakan cadar saat tiba bersama mu, lantas di bagian mana mereka dengan percaya dirinya bilang bahwa mengenali wajah Tuan” sela Bao Yu yang kini mulai ikutan angkat berbicara.


“Heum … mereka mengenali wajah istri saat menggunakan cadar” sahut Zhishu lalu menunduk sambil memijit pelipisnya.


“Sedari tadi sebenarnya aku penasaran dengan satu hal, kira kira apa alasan mereka mengancam mu menggunakan aku?” tanya Azka tiba tiba membuat Zhishu semakin terdiam.


“Muridku!! apa ini adalah seragam Perguruan yang baru saja aku berikan?” tanya Guru Hwang tiba tiba membuat Azka tersentak dari lamunannya dan beralih menatap sekeliling yang ternyata sedang memperhatikannya dengan tatapan yang … err sulit di artikan.


Tentu saja kecuali Tetua Pertama dan kedua yang kini menatapnya penuh permusuhan.

__ADS_1


Wahh … Azka benar benar kesal rasanya para Tetua ini punya dendam tersembunyi kepadanya.


“Iya Guru, saya merubah gaya berpakaiannya karna saya benar benar kesulitan menggunakan Hanfu wanita panjang” ujar Azka yang langsung di angguki setuju oleh Guru Hwang.


“Ini … tidak apa apa kan Ketua?” tanya Azka hati hati namun si Ketua hanya menjawabnya dengan tersenyum manis membuat dua wanita di sana serasa ingin pindah kelain hati.


“Tidak apa apa, lagipula banyak sekali para wanita yang juga berpakaian seperti itu jadi buat apa aku memprotes” jawab Ketua Akademi lalu mempersilahkan Azka duduk untuk ikutan makan bersamanya.


“Cih buat apa Hanfu itu di percantik kalau wajah mu masih kamu tutupi, ah apa alasanmu sebenarnya adalah takut wajah burukmu di lihat orang lain dan bukannya takut akan tunanganmu?” tanya Tetua Gu dengan nada sinis nya yang langsung mendapat tatapan tidak mengenakkan dari Ketua Akademi.


“Jangan dengarkan omongan Tetua ketiga, makanlah selagi makanannya belum dingin” ujar Ketua Akademi melerai mereka.


“Aiyya maaf bukannya menyela, bagaimana caramu makan jika kamu tetap mengenakan cadar itu, kurasa kamu harus puasa jika tidak ingin wajah burukmu terlihat” sahut Tetua pertama membuat Guru Hwang marah.


“Tetua bukankah kamu memiliki masalah dengan ku, tidak seharusnya kamu memojokkan muridku untuk melampiaskannya” sahut Guru Hwang yang kini melupakan sopan santunnya membua seluruh orang menatapnya kaget.


“Sudah lah Guru, sebelumnya terimakasih Tetua Gu karna mengatakan Hanfu hasil permakanku ini cantik” ujar Azka sambil tersenyum di balik cadarnya membuat semua orang kini beralih memandangnya.


Apa ini!! kenapa setelah di ejek Azka malah berterimakasih.


Azka sendiri tidak begitu menghiraukannya dan malah duduk bersila menghadap makan makan itu dengan santai.


“Dan untuk Tetua Ming, bukankah dia benar bagaimana bisa aku makan tanpa melepas cadar” lanjutnya lalu melepaskan cadar nya dan membuangnya ke ruang dimensi begitu saja membuat para penghuninya kaget.


Klontangg!!


Kenapa tiba tiba Azka melepaskan cadarnya?


Apa ini karna perkataan Zhishu yang sebelumnya jika Kerajaan Iblis mengenali wajahnya saat menggunakan cadar saja?


“Sendok kalian jatuh tuh” ujar Azka tiba tiba membuyarkan lamunan semua rombongannya yang kini menatapnya dengan tatapan memuja.


Kecuali Guru Fao yang langsung memalingkan wajahnya.


“Ehemm … mari di lanjut makannya” ujar Ketua Akademi yang langsung dilaksanakan oleh yang lainnya meski dalam kedaan kaku.


‘Siapa yang tahu jika wajah di balik cadar itu adalah bidadari’.


‘Sial!! akankah Guru Yao terpesona dengan wajahnya’.

__ADS_1


‘Gadis ini kenapa semakin membuat ku penasaran saja’


‘Horee muridku cantik!!! hahhaha Gurunya aja seganteng ini apalagi muridnya’


Kira kira seperti itulah suara batin orang orang yang ada disana.


“Cihh … dasar pamer!! bukankah kamu bilang kamu menutupi wajahmu karna ingin menghargai Tunanganmu!! kenapa sekarang kamu membukanya?! apa kamu sedang berniat untuk mengkhianatinya dan beralih menggoda Ketua, Guru Guru dan murid laki laki lainnya?” tanya Tetua Gu yang semakin pedas omongannya setelah sarapan.


“Bukan begitu, tapi yang mendesakku untuk melepaskan cadar ini bukankah para Tetua sendiri?” tanya Azka membalikkan omongan dua Tetua songong pencemburu luar byazah itu.


“Tetua Gu benar!! bukankah seharusnya kamu tidak menurutinya jika benar benar ingin mematuhi tunanganmu, apa sekarang kamu sudah bosan dan ingin mencari penggantinya?” tanya Tetua Pertama membuat para Guru dan Ketua Akademi menatapnya penuh curiga.


Dua orang ini sebenarnya punya masalah hidup apa dengan Azka sampai sampai tidak ingin melepaskannya begitu saja.


“Tidak, lagi pula tunanganku sudah mengizinkannya karna dia tidak akan membiarkannya begitu saja saat aku DI TINDAS!!!” jawab Azka dengan menekan kata DI TINDAS lalu segera pergi dan memanggil Tao untuk meungganginya.


“Beraninya!!!” teriak Tetua Gu berniat menyusul Azka namun berhasil di hentikan oleh Ketua Akademi.


“Sudahlah, bukankah tadi kamu yang memojokkannya agar membuka cadarnya? lantas kenapa sekarang kamu marah saat Nona Azka sudah menuruti kemauanmu?” tanya Ketua Akademi yang langsung membuat Tetua Gu terdiam.


Setelah itu tidak membutuhkan waktu yang lama, kini para rombongan sudah selesai berkemas dan melanjutkan perjalanan mereka seperti semula.


“Muridku, maafkan Gurumu ini gara gara Tetua Ming yang tidak menyukai ku kamu jadi ditindas” ujar Guru Hwang dengan tampang menyesalnya membuat Azka mengerti kenapa Tetua Menyebalkan itu mempersulit dirinya.


“Memangnya kenapa Tetua Ming bisa tidak begitu menyukai Guru? bukankah para Tetua jarang keluar?” tanya Azka beruntun.


“Sebenarnya yang seharusnya menjadi Tetua Pertama adalah diriku namun Tetua Ming melakukan hal kotor untuk merebutnya” jawab Guru Hwang membuat Azka mengerti.


Hidup ini penuh kejutan kawan.


‘Kenapa ibunda tiba tiba melepaskan cadar?! jangan bilang karna di pojokkan para Tetua itu, huh Xiao Bai tidak akan percaya’ tanya Xiao Bai dari ruang dimensi.


Yah dia tahu betul ibundanya bukanlah seseorang yang mudah di provokasi.


‘Aku hanya tidak ingin menjadi kelemahan Zhishu!! mereka mengincar ku biarkan saja mereka mendatangiku, kenapa harus mengancam Zhishu segala!!’


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2