Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
144 Kecurigaan Azka


__ADS_3

“Tenang lah, aku akan berhenti jika ketahuan”


***


“Kalau begitu aku akan mengumumkannya agar Nona cepat cepat ketahuan” sahut Tao sembari tersenyum cerah akan ide cemerlangnya.


“Lakukanlah jika kamu ingin mencoba rasanya menjadi impoten” ujar Azka sambil menodongkan pisau lipat yang baru saja dia ambil dari balik lengan bajunya membuat Tao menelan salivanya kasar.


“Ti- tidak terimakasih” jawab Tao singkat lalu segera berlari kedalam istana ruang dimensi membuat yang lainnya langsung tertawa cekikikan.


“Tuan, tidakkah kamu merasa terlalu sadis? lihat lah kami semua laki laki yang memiliki masa depan” sahut Bao Yu sambil menunjuk Xi Long dan juga Xiao Bai yang memang laki laki.


“Ya terus? kalian mau mencobanya juga? aku sama sekali tidak keberatan” ujar Azka membuat mereka bertiga langsung ngacir entah kemana meninggalkan Azka yang kini menghela nafasnya kasar.


“Kira kira masih berapa lama lagi Zhishu akan kembali” gumam Azka pelan lalu segera pergi untuk membersihkan tubuhnya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Azka untuk sekedar mandi berganti pakaian lalu menyiapkan makan malam.


Kini dia sedang berada di pinggiran jendela besar kamar penginapannya, Azka sendiri hanya membiarkan jendela itu terbuka agar bisa menikmati angin malam yang terus berhembus masuk kedalam kamarnya.


Sesekali hanfunya yang berwarna putih dan juga rambut hitam panjangnya terkena terpaan angin membuatnya nampak seperti seorang dewi.


“Apa Tuan merindukan Master Zhu?” tanya Bao Yu yang tiba tiba ikutan nimbrung di sebelah Azka.


“Oh ayolah aku sedang tidak ingin di ganggu” ujar Azka tanpa menjawab pertanyaan Bao Yu lalu mematikan koneksinya dengan ruang dimensi.


“Tuan sedang tidak ingin di ganggu namun malah mematikan koneksinya, jadi bagaimana caranya Rubah ini pergi?” tanya Bao Yu bingung.


“Kenapa kamu terlihat begitu tidak menyukai Zhishu? apa kalian memiliki perselisihan? ku pikir tidak!! Zhishu begitu mempercayaimu” tanya Azka melenceng dari pembahasan sembari memejamkan matanya membuat Bao Yu menghela nafasnya kasar.


“Tuan yakin hanya ingin menanyakan hal itu?” bukannya menjawab Bao Yu malah balik bertanya membuat Azka sontak membuka matanya.


“Sejujurnya aku memiliki banyak pertanyaan, apa kamu siap menjawabnya?”


“Tergantung, aku hanya akan menjawab pertanyaan yang bisa di jawab oleh ku” jawab Bao Yu membuat Azka mengangkat salah satu alisnya.


“Maksudnya?”

__ADS_1


“Tuan tahu, terkadang beberapa pertanyaan hanya bisa di jawab oleh waktu” jawab Bao Yu sambil menarik kursi di samping meja menuju depan jendela lalu mendudukinya.


“Omong kosong! aku tahu kamu mengetahui banyak hal namun lebih memilih untuk menyembunyikannya!! aku bahkan pernah berfikir jika orang yang pantas di curigai itu sebenarnya kamu” ujar Azka ketus namun hanya di sambut kekehan oleh Bao Yu.


“Aku memang pantas di curigai, namun yang perlu Tuan ketahui apapun endingnya nanti, Tuan harus tahu jika aku Bao Yu akan selalu menjagamu, dan akan selalu berada di pihak mu” ujar Bao Yu membuat Azka tertawa garing.


“Ah … sayang sekali, aku lebih menyukai tindakan dari pada ucapan yang belum pasti” sahut Azka lalu segera melompat kebawah melalui jendela meninggalkan Bao Yu yang kini merenungkan masa depan mereka.


Bao Yu, seekor Rubah Berekor Sembilan yang selalu bersikap seolah olah tahu segalanya, jadi apa dia memang sudah mengetahui segalanya termasuk identitas Zhishu, namun apa yang dia fikirkan hingga memutuskan untuk tetap bungkam.


Kita beralih kepada Azka yang kini sedang tiduran di bawah pohon rindang di sebuah hutan tanpa takut jika nantinya akan ada seseorang yang melihatnya, binatang buas yang memakannya atau bahkan Kaisar Iblis yang tiba tiba datang menyapanya.


Dia hanya berfikir, kira kira hal seperti apa yang membuat Zhishu pergi begitu lama.


Apa laki laki itu mendapat tugas? tapi dari siapa? toh dia malah Pemimpinnya?


Atau Kerajaannya memiliki suatu masalah!?, tapi bukankah seharusnya dia sudah mendengarnya melalui kabar burung.


Entahlah, Azka benar benar lelah! dia tidak ingin kembali kepenginapan karna masih marah dengan Bao Yu yang tetap bungkam dan bersikap seolah olah tidak terjadi apapun.


Sebenarnya Azka tidak begitu mempermasalahkan kebohongan atau tindakan yang di lakukan Bao Yu, namun dia sudah menahannya cukup lama!! kecurigaannya dimulai saat Zhishu mengatakan jika dia harus mempercayai Bao Yu, namun Bao Yu malah bersikap sebaliknya.


Bao Yu bahkan terang terangan mengatakan jika dia tidak menyukai Zhishu, kira kira masalah seperti apa yang melibatkan keduanya.


“AH TERSERAH!!!” maki Azka sambil mengacak ngacak rambutnya lalu segera memejamkan mata nya untuk menuju alam mimpi.


...🌤🌤🌤...


Keesokan harinya Azka di kejutkan dengan keadaannya yang terbangun di kamar penginapannya, oh ayolah bukankah seharusnya dia terbangun di tengah hutan?!


Apa semalam dia tidur dengan berjalan.


“Hentikan pemikiran aneh Tuan, aku yang membawa Tuan kesini sebelum tubuh Tuan hancur di makan binatang buas” ujar Bao Yu yang tiba tiba datang dari kamar mandi dan malah di kagetkan dengan wajah kebingungan dari seorang Jovanka Azkiya.


“Ishh!!” tidak menjawab, Azka hanya mendengus kesal lalu bergegas melakukan aktivitas paginya seperti biasa, dengan rengekan Xiao Bai pula seperti biasa.


Setelah menyelesaikan acara mandi, memasak dan sarapannya kini Azka sudah berada di perjalanan dengan Tao si macan hitam yang akan mengantarkannya ke toko obat milik pak tua Han.

__ADS_1


Hari ini Azka terlihat tampan dengan stelan hanfu bewarna hitam yang di padukan dengan warna putih di bagian kerah beserta pergelangan tangannya, model rambutnya dia buat sama persis dengan kemarin, begitu juga dengan tattonya, namun alih alih memakai cadar transparan, kini Azka lebih memilih untuk memakai selendang yang sedikit ribet.


Okeh menurut fashion orang tampan zaman dulu di dalam kamus Azka, selendang lebih macho dari pada cadar.


‘Nona yakin mereka sudah mendapatkan informasinya?’ tanya Tao lewat telepati.


“Tidak” jawab Azka singkat membuat Tao melotot.


‘Tidak!!? lalu kenapa Nona harus membuang buang waktu untuk kesana?’ tanya Tao lagi dengan ekspresi jengkel ala ala macan.


“Hanya ingin mengukur kemampuan mereka” jawab Azka sambil mendonggakkan kepalanya membuat Tao hanya mengangguk pasrah.


“Sepertinya cuaca hari ini cukup bagus untuk menetaskan telur” lanjut Azka melenceng dari pembahasan.


‘Yah melihat awan yang begitu mendung, sepertinya akan turun hujan deras’ sahut Tao sambil menunduk karna mereka berdua sudah sampai di tempat tujuannya.


Yah setidaknya perjalanan kali ini berjalan dengan lancar karna Azka sedang tidak Mood menggoda gadis gadis di luaran sana.


“Yok masuk sekalian” ajak Azka yang langsung di jawab anggukan oleh Tao.


Tanpa menunggu lebih lama lagi segera Azka masuk kedalam toko obat bersama Tao yang kini sudah mengubah wujudnya menjadi laki laki tampan.


“SALAM YANG MULIA NONA AZKA, SALAM YANG MULIA TUAN TAO” salam keluarga Han secara bersamaan tepat saat Azka dan Tao memasuki sebuah ruangan di belakang ruang utama untuk menjual obat.


“Bagus lah kalian sudah tidak bersujud seperti biasanya” ujar Azka saat mendapati keluarga itu mengucapkan salam dengan hanya membungkuk.


“Jadi bagaimana?” tanya Azka to the poin sambil memposisikan dirinya duduk di kursi tengah.


“Hamba Han Mu Shi sudah melaksanakan perintah Nona Azka” jawab seorang kakek yang lebih tua dari pak tua Han yang di yakini Azka adalah ayah dari pak tua Han.


“Hamba Han Sa Ni juga sudah melakukan perintah Nona Azka” sahut Sa Ni sambil mengikuti pak tua Han Mu Shi untuk menunjukkan tato di pergelangan tangannya.


“Bagus!! jadi apa informasi yang aku inginkan sudah kalian dapatkan?”


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2