Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
92 Kerajaan Anyelir


__ADS_3

“Apa paman mencintai ibunda?”


***


Mendengar pertanyaan yang lebih mengarah pernyataan dari Xiao Bai sontak rahang Tao mengeras, apa kini dia ketahuan? haruskah dia menjawab itu hanya cinta dari binatang kontrak kepada Nonanya? apa itu masuk akal dan dapat di percaya?


Sebenarnya Xiao Bai sendiri tidak menyalahkan Tao, karna ya … siapa sih yang bakal tidak terpesona dengan kecantikan Azka, apalagi di tambah dengan kebaikan serta perhatiannya terhadap orang orangnya yang bisa menimbulkan poin plus dimata Xiao Bai.


Mungkin jika Xiao Bai adalah pria Dewasa, dia pasti akan seperti Tao yang mencintai Tuan mereka.


Azka terlalu menarik untuk di lewatkan.


“Dari pada ingin tahu tentang perasaan ku, bukankah rahasia mu lebih besar?” bukannya menjawab kini Tao malah balik bertanya membuat mata kecil Xiao Bai langsung melotot karna mangsanya mengalihkan pembicaraannya.


Mungkin kali ini Tao akan menggunakan kartu truft miliknya yang menyangkut Xiao Bai.


“Apa aku salah? Xiao Bai si naga merah yang si percayai sosok Dewi Perang untuk mengawasi pedang Naga yang menjagamu, apa kamu benar benar tidak tahu apapun tentang Dewi Perang? lantas kenapa kamu menyembunyikannya?” tanya Tao beruntun membuat Xiao Bai gelagapan.


Kali ini Tao benar benar kehilangan rasa takutnya kepada binatang ilahi jalur keturunan itu, yang mungkin akan setara dengan bangsawan jika di samakan dengan kehidupan manusia.


“Sial!!!” maki Xiao Bai lalu berlalu pergi keruang dimensi dan meninggalkan Tao yang sedang tersenyum lemah.


Apa dia salah karna telah mencintai Nona nya sendiri? yah setidaknya Tao tidak seperti Haechan yang terlalu berambisi terhadap Azka, yang bahkan berniat menjauhkan Azka dari seseorang yang dicintainya.


Karna Tao tau, mencintai seseorang bukanlah hal yang harus di paksakan biarlah dia sakit setidaknya prioritasnya sudah bahagia, walau bukan karna dirinya, tapi setidaknya dia punya sedikit peran didalam kebahagiaan Azka.


Tao yang naif, membiarkan dirinya tersakiti hanya karna kebahagiaan Azka.


Yah semoga author bisa memberikan mu betina yang baik biar kamu bisa move on dari pemeran utama kita.


Ah berbicara tentang Haechan, mari kita beralih kepada Haechan yang kini sedang marah besar dengan Jia Li yang jadi penonton.


“Sialan!!! bagaimana bisa hal ini di ketahui oleh bajing*n itu!!!” teriak Haechan frustasi saat mendengar informasi buruk dari bawahannya.

__ADS_1


Pengawal bayangan yang dia suruh untuk mengawasi pergerakan Azka dan Zhishu saat sudah sampai di Kerajaan Barat.


Sebenarnya Haechan hanya menyuruh para bahawannya itu memastikan apa mereka berdua telah sampai di Kerajaan Barat atau belum, namun apa! dia malah mendapat kabar tentang keduanya yang tak kunjung sampai di gerbang Kerajaan Barat, dan dia tahu betul apa artinya.


“Zhishu sialan itu pasti membawa Nona Azka berteleport bersamanya menuju Kerajaan Anyelir” lanjutnya sambil berjalan bolak balik mamutari perahunya dan berakhir menendang perahu itu sampai terbalik.


Untung gak jadi kaya malin kundang dan berakhir menjadi Tangkuban Perahu.


“Tuan bukankah seharusnya mereka berdua belum sampai di perbatasan, lagi pula ini baru satu hari dan perjalanannya membutuhkan waktu 3 hari” sela Jia Li yang mulai pegal melihat tingkah Tuannya.


“Tidak aku tahu persis, Nona Azka punya binatang ilahi bersamanya berupa Macan hitam, dan aku pernah melihatnya sendiri waktu dia memainkan seruling di pinggiran sungai, jadi dengan menunggangi binatang itu seharusnya mereka berdua telah sampai paling lambat malam ini” ujar Haechan yang kini sedang terduduk ditanah memikirkan hal lain untuk mendekati Azka.


“Ini tidak bisa dibiarkan, Jia Li kita akan pergi ke pelahubuhan yang merupakan perbatasan Kerajaan Anyelir dengan Benua Tengah sekarang juga!!, kita bisa mencegatnya disana dan aku akan menyiapkan perahu yang baru” lanjut Haechan membuat Jia Li hanya mampu menggelengkan kepalanya.


“Tuan, haruskah kita melakukan hal ini? bukankah ini terlalu berlebihan jika hanya ingin membuat Zhishu kesal dengan cara merebut Nona Azka? mari lakukan hal lain, mungkin meruntuhkan kerajaannya sudah cukup membuatnya kesal” ujar Jia Li mencoba cara lain.


Sebenarnya Jia Li tahu jika Haechan hanya ingin mempermainkan hubungan Zhishu dengan Azka agar Zhishu menjadi kesal dan berakhir dia menang, tapi jika di lihat dari usaha Haechan apa itu benar benar hanya ingin membuat Zhishu kesal.


Jika sudah begitu apa Jia Li sanggup membantah, tidak akan!! lagi pula Haechan adalah Tuannya, jadi yang bisa dia lakukan hanya lah menurut untuk mengubah wujudnya menjadi burung Vermilion lalu segera membawa Haechan pergi menuju pelabuhan yang di jadikan perbatasan antara Kerajaan Anyelir dengan Benua Tengah.


⛅⛅⛅


Pagi ini Azka terbangun dengan punggung sakit semua akibat ranjang yang dia gunakan sangat keras tidak ada empuk empuknya sama sekali, Zhishu yang mengetahui ketidak nyamanan Azka pun langsung bertanya.


“Apa istri baik baik saja? apa perlu Zhishu pijat?” tanya Zhishu beruntun saat Azka dan yang lain telah menghabiskan sarapannya.


Pagi pagi sekali Azka memang sudah memasak untuk orang orangnya namun dia melupakan untuk mencari tahu dimana Zhishu mencari penginapan buruk, dan lusuh yang dia tempati saat ini.


“Apa bunda baik baik saja?” tanya Xiao Bai sambil meletakkan gelas minumannya di atas meja.


“Tidak!! punggungku sakit semua karna tertidur di ranjang batu itu” jawab Azka sambil menunjuk seonggok ranjang tidak berdosa dengan jari telunjuknya.


“Memangnya kalian ini mencari penginapan kelas rendah ke berapa sih?” lanjut Azka bertanya dengan nada sewot.

__ADS_1


“Emm anu … ituu sebenarnya, biar ayahanda saja yang menjelaskan” jawab Xiao Bai gugup dan berakhir melemparkan pertanyaan itu untuk Zhishu.


“Xi’er kenapa begitu, bukankah lebih baik jika Yu’er saja yang menjelaskan” elak Zhishu tidak terima dan melemparkannya ke arah Bao Yu.


“Master Zhu membawa Nona berteleportasi langsung ke Kerajaan Anyelir karna Haechan mencoba untuk menghadang kita di perbatasan” jawab Tao enteng membuat semua orang menatapnya tajam terkecuali Azka.


“Apa? kenapa? apa aku salah berbicara?” tanya Tao beruntun dengan wajah tanpa dosa miliknya.


“Ah…” sahut Azka santai dan beralih beranjak bangun untuk melihat keadaan diluar yang lebih mirip pemakaman.


“Istri tidak marah?” tanya Zhishu hati hati.


“Buat apa? lagi pula ini menghemat waktu, awalnya aku ingin berlama lama dengan mu di perjalanan tapi mengingat sikapmu yang pencemburu mungkin itu mustahil” jawab Azka enteng lalu memakai cadarnya serta merapikan hanfunya untuk segera keluar menjelajah.


“Tidak tidak, kita masih bisa berlama lama, apa perlu kita menginap disini selama 50 bulan? bukankah itu sudah cukup lama?” tanya Zhishu sambil berlari mendekati Azka yang sedang marah hingga mengancam waktu bermesraannya yang berharga.


“50 bulan? disini? di tempat yang lebih mirip pemakaman ini?” tanya Azka beruntun membuat Zhishu menelan ludahnya kasar.


Yah dia salah berbicara.


“Dalam mimpimu!!” teriak Azka sewot lalu mengajak Xiao Bai, Bao Yu dan Tao untuk segera pergi menjelajah Kerajaan ini.


“Ayahanda, berjuanglah” ujar Xiao Bai sambil melambaikan tangannya ke arah Zhishu.


“Master Zhu, semoga beruntung” sahut Bao Yu lalu pergi begitu saja mengikuti Azka serta meninggalkan Zhishu yang sedang menampikkan wajah piasnya.


Sedangkan Tao? dia hanya menepuk bahu Zhishu ala ala teman se genk nya gitu, membuat Zhishu semakin kesal, karna tidak ada yang memihaknya.


“Sial”


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2