
Sedangkan seseorang yang saat ini melihat Azka yang tidak sadarkan diri sontak mengembangkan senyumnya.
“Rencana B berhasil, tapi sayang target meleset”
***
Zhishu membawa Azka ke penginapan kelas atas dengan langkah tergesa gesa lalu membaringkan tubuh Azka di atas ranjang yang bisa di bilang mewah namun tidak semewah ranjang Queen Size milik Azka.
“Tao, apa istri benar benar hanya tertidur?” tanya Zhishu pada Tao yang kini sudah berubah menjadi manusia.
“Mungkin” jawab Tao ragu, dia sendiri merasa gelisah.
Bao Yu bilang setengah jam lagi Nonannya akan tersadar dan ini sudah 1 setengah jam berlalu dan Azka masih tidak kunjung sadar.
“Tolong jaga Nona, aku akan pergi mencari teman ku yang mungkin bisa membantu” lanjut Tao lalu mengambil Xiao Bai yang melilit di pergelangan tangan Azka.
Sepeninggalan Tao, Zhishu beralih mendekat kearah Azka untuk memeriksa nadinya.
Tenaga dalam Azka memang sudah pulih namun dia tidak akan bisa menggunakan elemennya untuk beberapa hari kedepan agar dantiannya bisa sembuh sepenuhnya, tapi yang membuat Zhishu gelisah adalah kenapa Azka masih tidak kunjung sadar.
Apa karna dia terlalu kelelahan?.
Akhirnya Zhishu beralih mendudukkan dirinya di samping ranjang Azka lalu memegang pergelangan tangan Azka mencoba tenang dan berfikir.
“Makanan” gumam Zhishu pelan lalu mencoba berkomunikasi dengan tangan kirinya alias Jingmi.
‘Jingmi, cari tahu siapa yang bertanggung jawab atas makanan yang di bawa akademi saat perjalanan, sekarang juga!!!’
‘Oh ayo lah Tuan, aku sedikit sibuk mengurus laporan istana yang kau terlantarkan, lagipula kan ada Shuwan dan Minghao’ jawab Jingmi di sebrang sana.
‘Jangan membantah, mereka berdua sudah aku beri tugas lain’ sahut Zhishu dengan nada ketusnya membuat lawan telepatinya gelagapan.
‘Emm itu… tuan bagaimana dengan undangan yang dikirim kerajaan barat apa Tuan berencana untuk hadir’ sahut Jingmi mencoba mengalihkan pembicaraan agar Tuannya tidak menyuruhnya keluar dari istana untuk mencari tahu orang tidak penting yang menyiapkan makanan untuk rombongan Tuannya.
'Jangan mengalihkan pembicaraan, aku tahu kau sedang malas keluar istana bukan?’ tanya Zhishu, dia tahu persis bagaimana kepribadian tangan kirinya itu yang sangat anti dengan keluar dari istana pada siang hari.
Alasannya hanya satu dia takut sinar mata hari akan merusak kulit putihnya, terkadang jika terjadi sesuatu yang mendesak dia pasti keluar dengan membawa payung kecil serta kipas untuk melindungi wajah tampannya.
Dia bahkan membuat peraturan sendiri agar latihan fisiknya di lakukan pada malam hari, benar benar tipe pria rempong, eeiit tapi jangan salah rempong gitu Jingmi adalah bawahan Zhishu yang paling berkompeten dalam mengurusi istana, itu sebabnya Zhishu mempercayakan istana sepenuhnya pada Jingmi.
Bahkan pelatihan Pengawal yang di pimpin para Jendral pun masih dalam kendali Jingmi, hehehe itu sebabnya dia bisa mengatur jadwal latihan fisik pada malam hari.
'Ahahaha Tuan memang yang paling pengertian’ sahut Jingmi sambil menulis beberapa laporan penting yang akan dia laporkan pada Zhishu.
‘Baiklah, kau takut terkena sinar matahari bukan, maka aku akan membuat mu tidak bisa melihat matahari SELAMANYA!!! hahahahaha’ ujar Zhishu santai namun ngegas di akhir.
__ADS_1
‘Ahh dimana ya Akademi Seribu Bayangan, ah iya di hutan pinus bawahan ini akan segera membawakan informasinya’ sahut Jingmi lalu dengan cepat memutuskan telepati.
Jingmi masih sayang nyawa, dia masih ingin melihat matahari meski tidak ingin terkena sinarnya.
Sedangkan di lain tempat, Bao Yu, Tao dan Xiao Bai sedang duduk melingkar di halaman ruang dimensi untuk membahas masalah Azka yang masih belum sadarkan diri.
“Paman Tao coba jelaskan bagaimana bisa semua orang terkena obat tidur bercampur racun, sedangkan para pembunuh bayaran itu tidak melemparkan sesuatu seperti bubuk atau apapun itu?” tanya Xiao Bai mengawali pembicaraan layaknya pemimpin regu.
“Sebenarnya aku sendiri sedikit tidak yakin, tapi saat rombongan memasuki kereta aku melihat Xu Kai menguap beberapa kali padahal dia baru saja selesai makan dan beristirahat sedangkan Zhishu entah kenapa dia tiba tiba tertidur sambil duduk tanpa adanya pemberitahuan” jawab Tao menjelaskan apa yang dia lihat saat di kereta.
“Makanan!! sepertinya aku tahu ini ulah siapa” sahut Bao yu yang tiba tiba sudah mendapatkan kesimpulan dari cerita Tao.
“Hah secepat itu?” tanya Xiao Bai dan Tao secara bersamaan.
“Benar, sebelumnya aku melihat tuan mengambil makanan yang sama dengan yang di hidangkan Akademi, aku yakin pasti makanan itu telah tercampur obat tidur, bukan kah kau bilang Xu Kai terlihat mengantuk setelah makan dan beristirahat?” tanya Bao Yu.
“Ya, awalnya aku tidak merasa janggal karna memang Xu Kai belum tidur sama sekali, tapi setelah melihat Zhishu juga tertidur aku mulai merasa janggal” jawab Tao membuat Xiao Bai mengangguk nganggukkan kepalanya layaknya detektif yang sudah faham letak perkara.
“Aku berani bertaruh, obat itu pasti berasal dari makanan yang berarti ada orang dalam yang menargetkan Zhishu serta berniat meracuni rombongan menggunakan racun jangka panjang” sahut Bao Yu mengutarakan analisisnya.
“Lantas, apa yang kakak maksud dengan sudah tahu siapa pelakunya?” tanya Xiao Bai yang di setujui Tao.
“Hehehehe sebenarnya waktu aku meminumkan pil penawar racun jangka panjang pada yang lainnya, dan ada dua orang yang tidak terkena racun dan hanya terkena obat tidur” jawab Bao Yu.
“Jangan bilang dua orang itu adalah Fang Yin dan Fang Lian” sahut Xiao Bai sambil meremas hanfu Bao yu menahan amarah.
“Jika mereka berdua adalah pelakunya, tapi kenapa mereka juga meracuni para petinggi dan teman temannya?” tanya Xiao Bai membuat senyum sinis terbit di wajah Bao Yu.
“Dua saudara Fang itu hanyalah bidak catur, orang yang sebenarnya mungkin berniat untuk mengambil alih Akademi Seribu Bayangan, jadi menurutku Fang Lian meminta tolong pada pelaku sebenarnya untuk menghabisi Zhishu dan pelaku itu pasti setuju dan menyuruhnya untuk mencampurkan obat tidur bercampur racun kedalam makanan, dan setelah mereka semua tidak sadarkan diri para pembunuh bayaran itu akan membunuh semua orang termasuk Ketua Akademi” jawab Bao Yu panjang lebar.
“Jadi menurutmu pelaku sebenarnya berniat mendayung satu perahu dua tiga pulau terlampau, bukan hanya mengahbisi Zhishu sesuai keinginan Fang Lian namun mereka juga berniat membunuh para petinggi dan murid murid berprestasi agar bisa menguasai Akademi” sahut Tao yang mulai faham akan pemikiran Bao yu.
“Aku yakin pelaku sebenarnya bukanlah orang biasa, dia mampu menyewa organisasi besar untuk menghabisi rombongan Akademi, hehehe tapi tenang saja aku pasti akan mencarinya lalu membunuhnya dengan cara tersadis, itu akibat karna telah berani menyentuh Tuanku” ujar Bao yu sambil memperlihatkan smirknya membuat Tao dan Xiao Bai bergidik ngeri.
Mereka berdua belum pernah melihat Bao Yu semarah ini, habislah orang itu.
Kita kembali kepada Zhishu yang sedang menciumi punggung tangan Azka yang matanya masih terpejam.
“Bangunlah, jika tidak aku akan menciummu sekarang juga” ujar Zhishu lirih, dia benar benar merasa khawatir dengan keadaan Azka yang tak kunjung siuman.
“Eunghhh….” erang Azka tiba tiba membuat Zhishu sontak berdiri serta masuknya Tao yang membawa Bao Yu dan Xiao Bai kedalam kamar.
“Istri, di mana yang sakit? mau minum? atau di pijat?” tanya Zhishu beruntun membuat kepala Azka makin pusing.
“A-ir” jawab Azka pelan.
__ADS_1
Dengan cepat Xiao Bai berlari sambil membawakan sebotol air surgawi untuk di minum bundanya.
“Ah Xi’er bagaimana bisa kau sampai disini, apa sekarang rombongan kita sudah sampai di istana?” tanya Azka setelah menegak habis sebotol air surgawi.
“Sekarang kita berada di penginapan, aku yang membawa mereka berdua kesini karna Nona tidak kunjung sadar” jawab Tao sambil menarik Bao Yu mendekati ranjang Azka.
“Berapa lama aku tidak sadarkan diri?” tanya Azka yang bingung dengan suasana penginapan yang sedikit terang.
“Ini sudah siang, berarti bunda tidak sadarkan diri setengah hari lamanya” jawab Xiao bai sambil memasukkan pil penyembuhan kedalam mulut Azka.
“Nona tenang saja aku sudah berbicara dengan Ketua Akademi bahwa Nona akan segera menyusul setelah sadar” sahut Tao membuat Azka tersedak pil pemberian Xiao Bai yang hampir terjun ketenggorokannya.
“Uhukk…. uhuk uhuk… kau berbicara pada Guru?” tanya Azka tidak percaya dengan keputusan yang di ambil Tao.
“Istri minum” sahut Zhishu sambil meminumkan Azka air putih dari gelas yang sudah di sediakan Zhishu dari semalam.
“Nona ini sedikit mendesak, tapi tenang saja sepertinya Ketua Akademi bukanlah seseorang yang suka membocorkan rahasia” jawab Tao dengan wajah tidak berdosanya membuat Azka hanya menghela nafasnya.
“Ah iya aku baru ingat, Bao Yu tolong periksa dantianku aku merasa lebih baik saat ini” perintah Azka yang di angguki Bao Yu.
Setelah Bao Yu memeriksa denyut nadi Azka dia di buat tercengang dengan pemulihan tubuh Tuannya yang tergolong cepat.
“Tuan ini sungguh luar biasa, dantian mu sudah pulih, jika awalnya Tuan tidak dapat menggunakan elemen untuk dua minggu kedepan maka kini tuan hanya perlu 5 hari dan Tuan sudah bisa menggunakan elemen mu kembali” jelas Bao Yu membuat Xiao Bai dan Tao tersenyum senang.
“Ah bunda Xi’er benar benar takut bunda kenapa napa” ujar Xiao Bai sambil memeluk Azka sayang.
“Tenanglah, aku tidak akan mati dengan mudah, dan juga aku masih penasaran satu hal" sahut Azka membuat semua orang kini memandangnya.
“Siapa yang membantu kita waktu itu?” tanya Azka penasaran.
“Mereka berdua bukan orang biasa Nona, keduanya telah mencapai ranah master, aku akan berusaha mencari informasi tentang keduanya” jawab Tao yang hanya di tanggapi dengan senyuman Azka yang sudah tidak tertutup cadar.
“Zhishu aku ingin mandi, di sebelah mana kamar mandinya” ujar Azka mengalihkan pembicaraan.
“Di ujung sana ada pintu bewarna coklat itu kamar mandinya, apa perlu Zhishu bantu?” tanya Zhishu membuat Azka menggeleng dengan cepat.
Bantu apanya!!!!
‘Bao Yu, Xi’er, Tao masuklah ke ruang dimensi aku ingin membicarakan sesuatu’ batin Azka yang tentunya di dengar ketiga binatang kontraknya lalu pergi menuju kamar mandi.
Setelah kepergian Azka dan ketiga binatang kontraknya yang mengaku pada Zhishu akan membeli makanan, tiba tiba sosok berpakaian serba putih datang menghampiri Zhishu.
“Tuan aku sudah tahu pelakunya”
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁